1,745,089 research outputs found

    Karakteristik Kromatik Bone Ash Sintetik Berdasarkan Suhu Kalsinasi

    Full text link
    Pada penelitian ini sifat kromatik bone ash sintetik telah dipelajari berdasarkan sistem CIELAB. Bone ash sintetik dikalsinasi dengan variasi suhu 600oC – 1250oC. Masing-masing hasil kalsinasi dijadikan aplikasi glasir ubin pada suhu 1170oC. Panjang gelombang bone ash sintetik kalsinasi 492-574nm dan glasir bone ash 477-542nm, berarti termasuk material putih. Derajat whiteness dan brightness mengalami penurunan dengan nilai terbesar pada bone ash kalsinasi 1250oC, Dwhiteness = -59,90% dan Dbrightness = -61,42%. Berdasarkan nilai L*, a* dan b* ruang warna bone ash sintetik bergeser dari Hijau Kuning menjadi Hijau Biru dan indeks whiteness bergeser menuju hitam. Pergeseran warna terkecil adalah bone ash kalsinasi 1000oC, ΔE  = 13,37 dan terbesar adalah bone ash kalsinasi 1250oC , ΔE  = 37,75. Pergeseran indeks whiteness terkecil adalah bone ash B10, ΔW* = 13,20 dan terbesar adalah bone ash B125  ΔW* = 36,29.  Kata Kunci: CIELAB, bone ash sintetik, kromatik, kalsinasi, whiteness, brightnes

    Fabrication of Ceramic Alumina Tube by Extrusion Method

    Full text link
    Ceramic tubes are widely used as process equipment in various industries. One of the materials used as raw material for ceramic tubes is alumina. Materials are processed by vacuum extruder to obtain products with constant cross section. The characteristics of the products depend on the amount and chemical composition of the crystals formed. The formation of mullite as the main mineral will increase thermal shock resistance because mullite has a low expansion coefficient. Composition B with the percentage of 50% alumina, 30% kaolin, 10% clay and 10% MgO provide the best temperature shock resistance. The measurement result for flexural strength of composition B is 2400.52 kg / cm

    LIMBAH SERUTAN KAYU MATOA (Pometia pinnata) SEBAGAI ZAT WARNA ALAM PADA KAIN BATIK SERAT SELULOSA

    No full text
    Potensi limbah sumber daya alam di Indonesia hususnya limbah kayu-kayuan sangat melimpah yang selama ini belum dimanfaatkan dan belum miliki nilai jual yang sangat tinggi, salah satunya serutan kayu matoa. Pada penelitian ini mencoba melakukan ekperimen limbah serutan kayu matoa dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku zat warna alam yang akan diaplikasikan pada kain batik serat selulosa.Tujuan dari  penelitian ini ingin melihat arah warna yang dihasilkan dari ekstraksi limbah serutan kayu matoa dengan melakukan beberapa perlakuan variasi suhu ekstrkasi 75°C dan 100°C dengan pelarut air, dalam suasana larutan celup pH asam 4 dan pH basa 10, serta perlakuan mordan akhir tawas 70 g/l dan tunjung 30 g/l, dari hasil ekperiment dilakukan uji beda warna (L, a, b) dan uji ketahanan luntur warna pada pencucian.            Hasil uji beda warna (L,a,b) pencelupan kayu matoa pada kain katun menghasilkan beda warna dengan kain standar uji dimana secara visualisasi dengan perlakuan suasana celup pH asam dengan mordan akhir tawas menghasilkan arah warna coklat sedang, dan dengan perlakuan mordan akhir tunjung menghasilkan arah warna coklat tua. Pada perlakuan suasana larutan celup pH basa dengan perlakuan mordan akhir tawas menghasilkan arah warna coklat muda serta dengan perlakuan mordan akhir tunjung mendapatkan arah warna coklat sedang. Dari hasil uji ketahanan luntur warna pada pencucian secara umum nilai yang diperoleh 4-5 dalam kategori baik. 

    AKTIVITAS ANTI NYAMUK MIKROKAPSUL MINYAK ASIRI Citrus aurantifolia TERHADAP Aedes aegypti

    Full text link
    Pada penelitian ini, telah dilakukan evaluasi sifat antinyamuk dari mikrokapsul yang berisi minyak asiri kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Preparasi minyak asiri dilakukan dengan metode hidrodistilasi; pembuatan mikrokapsul dengan metode koaservasi kompleks menggunakan penyalut alginat-gelatin, pengikat silang glutaraldehid, dan pengemulsi span-80 dan tween-80; pelepasan minyak asiri dalam mikrokapsul dilakukan dengan rangsangan magnetic stirrer 100 rpm; dan uji aktivitas antinyamuk dilakukan terhadap nyamuk A. aegypti. Hasil preparasi minyak asiri diperoleh rendemen sebesar 0,44%, dengan kualitas baik, berwarna kuning pucat dengan aroma segar khas jeruk nipis, komponen utama minyak asiri d-limonen (33,14%) dan b-pinen (28,32%). Mikrokapsul diperoleh dengan rendemen sebesar 47,3%, oil content sebesar 66,7%, dan efisiensi enkapsulasi sebesar 87,9%. Rata-rata pelepasan minyak asiri dari mikrokapsul dari hari pertama hingga hari ketujuh berkisar 44,7-65,9%.  Nilai % total perlindungan dari minyak asiri C. aurantifolia utuh lebih tinggi daripada limonen dan mikrokapsul, hal ini menunjukkan ada kerja sinergis antara komponen-komponen yang terdapat dalam minyak asiri. Rentang total perlindungan terhadap nyamuk A. aegypti antara 85,0-98,8%

    Pemanfaatan Limbah Trimming Kulit Pikel sebagai Sumber Gelatin Tipe B Melalui Pencucian Menggunakan Drum Berputar

    No full text
    This study aims to determine the characterization of type B gelatin produced from pickled skintrimming, through the washing using a rotating drum. The base solution used  for partial hydrolysis of pickled skin trimming collagen are sodium hydroxide (NaOH) and potassium hydroxide (KOH). The experimental design applied in this study was CRD non factorial with 3 replications. While the treatment applied in the study was concentration of material for hydrolysis (1 and 2%).  The results showed that hydrolysis with NaOH produced gelatin with a higher yield (37.96 to 46.47 %) than with KOH (35.82 to 42.80 %). The hydrolysis treatment using NaOH solution of 2 % produced gelatin with the best characteristics for the parameters of yield (46.47 %), protein (64 %), ash content (3.38%), water content (7.59%) when compared to other treatments. However, the molecular weight of gelatin produced from hydrolysis using 1-2% NaOH solution (70kDa) is lower than 1-2% KOH solution (100-130 kDa).ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi gelatin tipe B yang diproduksi dari trimming kulit pikel, melalui pencucian menggunakan peralatan drum berputar. Jenis basa yang digunakan untuk hidrolisis parsial kolagen trimming kulit pikel adalah Natrium Hidroksida (NaOH) dan Kalium Hidroksida (KOH). Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah konsentrasi bahan hidrolisis (1 dan 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrolisis dengan NaOH menghasilkan gelatin dengan rendemen (37,96 - 46,47%) lebih tinggiapabila dibandingkan denganKOH (35,82 - 42,80%). Perlakuan hidrolisis menggunakan larutan basa NaOH 2% menghasilkan gelatin dengan karakteristik terbaik untuk parameter rendemen (46,47%), protein (64%), kadar abu (3,38%), kadar air (7,59%)apabila dibandingkan perlakuan lainnya. Namun demikian bobot molekul gelatin yang dihasilkan dari hidrolisis menggunakanlarutan basa NaOH 1-2% (70kDa) lebih rendah dari larutan basa KOH 1-2% (100-130 kDa).Kata kunci: basa, gelatin tipe B, kulit pikel, limba

    ANALYSIS OF STUDENT’S ABILITY IN MATH CONCEPTS AS A TOOL FOR STUDYING ECONOMIC THEORY

    No full text
    Mathematics in economics has an important role as a tool for quantitative analysis. By using mathematics, the expressions of theoretical economics in the form of verbal are modelled using symbols and equations. So far, the use of mathematics has been widely used in modelling and analysis of microeconomic theory, macroeconomic theory, econometrics, and so on. Seeing the importance role of mathematics in economics teaching and learning process in Department of Economics Development Studies, ideally, students must have smart in logic and a good analysis in basic mathematical concepts that will be used as the foundation of thinking in the study of economic theories. But, the fact remains that the majority of students is still weak in logic and basic mathematical concepts. Lack of student’s logic and mathematical analysis capabilities today is caused by bad analysis in math concept while studying in senior high school. Many senior high school students who wanted to submit in department of economics development studies still considered that high logic and good analysis in basic mathematics concept is not required as well as the student who wanted to submit in the faculty of exact sciences. This paper analyzes logical skill and mathematical concepts capabilities of the third-year student who is majoring in Department of Economics Development Studies, Faculty of Economics, Jenderal Soedirman University. Data were analyzed from 132 questionnaires were distributed to students of fifth, seventh, and nineth semesters as a respondent. The data analyzed include quantitative and qualitative data. Quantitative data comprises of the student’s grade of math courses include: Mathematics of Economics I, Mathematics of Economics II, Statistics of Economics I, Statistics of Economics II, Econometrics, and Project Evaluation. Meanwhile, the qualitative data consisted of assessment of students about the difficulties in mastering math concepts in mathematical economics courses. Based on the quantitative and qualitative data analysis using questionnaires analysis, it can be seen that most of the students are still difficult to use logic and mathematical concepts for modelling economic theory. The most difficult mathematical concepts understood by the students include: integral equation, descriptive statistics, differential equation, two and three variable equation, linear equation, matrices and inferential statistics. There is a link between the ability of mathematical concepts while studying in high school students with math concepts ability students today. Besides the lack of guidance in the form of tutorials is still the biggest obstacle for students to understand and use math concepts in the study of economic theories. Keywords: mathematics for economics, mathematical learning process in economics, questionnaires analysis

    Buku Petunjuk Teknik Tentang Kesegaran Jasmani B

    No full text
    29 cm; 76 ha

    Pemisahan Kromium Pada Shaving Menggunakan Kalium Hidroksida Sebagai Upaya Penanganan Limbah Industri Penyamakan

    Full text link
    This study aims to obtain total chromium which can be separated from the waste shavings by using apotassium hydroxide base.Handling the waste (shavings) of leather tanning industry using potassium hydroxide can produce double value that one gets chromium and collagen hydrolyzate. The separation of chromium is carried out using the concentration of potassium hydroxide 4; 5; 6; and 7%. The doseused for each concentration of KOH is 600 ml of KOH / 100 g of shavings. The results showed that the KOH solution can be used for the separation of chromium into shavings, a 5% KOH concentration gives separate chromium with the highest separation rate of 1.24% w / w or equal to 95,38 % of the chromium weight contained in shvings. The collagen  hydrolyzate or gelatin obtained is rich in protein elements of 45.56 - 56.88% w / w, but contains a total chromium of 0.58 to 0.76 mg / g of collagen hydrolyzate. Successfully separated chromium can be purified and reused for tanning, while collagen hydrolyzate can be used for plant fertilizer.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh total kromium yang dapat dipisahkan dari limbah shavings menggunakan basa kalium hidroksida. Penanganan limbah (shavings) industri penyamakan kulit menggunakan basa kalium hidroksida dapat menghasilkan nilai ganda yaitu diperolehnya kromium dan hidrolisat kolagen. Pemisahan kromium dilakukan dengan menggunakan kalium hidroksida konsentrasi 4; 5; 6; dan 7 %. Dosis yang digunakan pada masing-masing konsentrasi KOH adalah sebanyak 600 ml KOH/100 g shavings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan KOH dapat digunakan untuk pemisahan kromium pada limbah shavings, KOH 5% menghasilkan kromium terpisah dengan tingkat pemisahan terbanyak yaitu 1,24% b/b, atau setara 95,38 % dari krom yang terdapat pada kulit shavings. Hidrolisat kolagen atau gelatin yang diperoleh kaya unsur protein yaitu 45,56 – 56,88 % b/b, namun mengandung krom total sebanyak 0,58 – 0,76 mg/g hidrolisat kolagen. Kromium yang berhasil dipisahkan dapat dimurnikan dan dimanfaatkan kembali untuk proses penyamakan, sedangkan hidrolisat kolagen dapat digunakan untuk pupuk tanaman. 

    (A study on microencapsulation of pepper oleoresin by using spray drying)

    Full text link
    Microencapsulation of pepper oleoresin was conducted by using spray dryer in which gelatin, Tween 80, sodium alginat and dextrin were the wall material and pepper oleoresin and lecithin were the core material.The influence of solids concentration and drying condition on the product of microencapsulation and the retention of piperine and volatile oil.Drying temperature,however,may decrease the content of piperine and volatile oil in the product microencapsulated

    PENGARUH KETEBALAN KAIN TERHADAP MOTIF BATIK PADA KAIN TENUN SUTRA SAMIA

    Full text link
    Hasil akhir suatu produk batik dapat dipengaruhi oleh jenis kain dan kontruksinya. Salah satu jenis kain yang umum digunakan untuk produk batik adalah sutra. Sutra Samia dihasilkan dari ulat Samia cynthia ricini sutra yang memakan daun jarak atau daun singkong karet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ketebalan kain sutra Samia terhadap motif batik yang dihasilkan. Metode kualitatif digunakan dengan mengukur interpretasi responden dengan skala Likert terhadap motif dan parameter malam batik. Kain sutra Samia diperlakukan dalam kondisi kering dan lembab dengan 1 kali dan 2 kali pencapan, pencelupan sebanyak 5 kali dengan pewarna alam tingi (Ceriops tagal) dan fiksasi kapur dan tunjung. Hasil yang didapatkan kain A dengan kondisi lembab 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ab2t) memiliki nilai kesempurnaan motif “sangat baik”. Kain B kondisi lembab dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Bb2t) memiliki nilai ketegasan tapak klowong dan tapak isen “baik”.  Kain C kondisi kering dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ca2t) memiliki nilai daya tembus “cukup baik”, sedangkan kain A kondisi lembab dengan 2 kali pencapan dan fiksasi tunjung (Ab2t) memiliki nilai kerataan pelekatan malam batik “baik”. Ketebalan kain, kondisi perlakuan awal, proses pencapan, serta fiksasi yang berbeda akan berpengaruh terhadap kesempurnaan motif, ketegasan tapak klowong, tapak isen, daya tembus, serta kerataan malam batik yang dihasilkan pada kain tenun sutra Samia.
    corecore