1,721,429 research outputs found

    * The House of Bernada Alba (November 11-12, 1966)

    No full text
    To view the photos from this production of The House of Bernada Alba, please click here

    PENGARUH TINGKAT KEPENTINGAN ISU TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PADA PESAN BERNADA KERAS (ASERTIF) VS LEMBUT (NON-ASERTIF) (Studi Eksperimen Tentang Perbedaan Tingkat Kepentingan Isu “Anti Plagiasi” terhadap Tingkat Kepatuhan Audiens Pada Pesan Bernada Keras vs Lembut pada Poster “Anti Plagiasi”)

    Get PDF
    Penelitian ini berawal dari pengamatan peneliti pada fenomena pesan dalam slogan-slogan kampanye sosial, yang kebanyakan menggunakan teks (copy) yang bernada tegas atau keras (asertif). “Matikan Rokok Sebelum Rokok Mematikanmu!”, “Say No To Drugs!”, “Awas Bahaya Laten Korupsi!” adalah sebagian contoh dari kampanye yang menggunakan pesan asertif. Fakta ini tidak sejalan dengan penelitian-penelitian terdahulu, menyatakan bahwa ungkapan lembut (non asertif) lebih efektif dalam mendapatkan kepatuhan konsumen. Namun bila merujuk pada penelitian terkini yang dilakukan Ann Kronrod dkk. (2012), tingkat kepentingan pada suatu isu bagi audiens berpengaruh pada efektifitas pesan dalam mendapatkan kepatuhan audiens. Sedangkan Mills (1993) menemukan bahwa dalam budaya bahasa orang Rusia penyampaian pesan cenderung lebih efektif menggunakan keduanya yakni teks (copy) yang sangat keras maupun sangat lembut. Lain halnya pada budaya bahasa Inggris orang Amerika, penyampaian pesan akan lebih efektif menggunakan teks (copy) yang bernada tidak terlalu keras ataupun tidak terlalu lembut. Dari beberapa temuan penelitian di atas dimungkinkan bahwa teks (copy) yang bernada keras memiliki efektifitas yang berbeda-beda dalam mendapatkan kepatuhan seseorang dalam lingkup wilayah yang berbeda. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan melihat ada tidaknya pengaruh tingkat kepentingan isu terhadap tingkat kepatuhan pada pesan bernada keras (asertif) vs bernada lembut (non asertif). Dalam penelitian ini peneliti mengambil isu Anti Plagiasi. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen. Desain penelitian ini termasuk dalam penelitian causal-comparative yang bertujuan untuk menemukan dan memverifikasi hubungan sebab akibat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen 2x2 dimana untuk variabel tingkat kepentingan isu, subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang menganggap isu penting, yaitu mahasiswa yang baru saja memasuki semester 5 (relatif muda) dan mahasiswa yang menganggap isu kurang penting, yaitu mahasiswa semester 7 (menjelang semester akhir). Secara kualitatif peneliti menemukan fakta bahwa mahasiswa yang lebih senior menganggap isu plagiasi kurang penting karena tidak ada penegakan hukum di program studi mereka. Dalam pengalaman akademis mahasiswa sampai dengan semester 7 ini membuktikan bahwa banyak pelaku plagiasi yang justru tidak mendapatkan hukuman dari pihak dosen atau kampus karena mereka meyakini tugas tidak dicek dengan baik atau dosen kurang mampu melacak tugas yang melakukan plagiasi, bahkan beberapa mahasiswa menyebut bahwa mereka menjumpai dosen mereka x sendiri melakukan plagiasi materi ajar. Peneliti telah melakukan uji perbedaan tingkat kepentingan isu Anti Plagiasi pada dua kelompok tersebut dengan hasil yang menunjukan bahwa nilai sig. 0,012 < α = 0,05. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok mahasiswa semester awal dan akhir. Kelompok mahasiswa yang lebih muda (N=34) menganggap isu Anti Plagiasi lebih penting dibandingkan mahasiswa tingkat akhir (N=38). Dari dua kelompok tersebut (yang menganggap isu penting dan tidak penting), masing-masing dibagi lagi menjadi dua kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang terdiri dari subjek yang menerima terpaan pesan poster yang bernada keras (Nisu penting=17; Nisu tidak penting=19) dan kelompok yang lain menerima pesan poster bernada lembut (Nisu penting=17; Nisu tidak penting=19). Selanjutnya peneliti akan melakukan uji perbedaan tingkat kepatuhan pada kelompok tersebut. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 Komunikasi FISIP UNS. Setelah dilakukan analisis menggunakan uji Mann-Whitney, hasilnya menunjukkan (1) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting dengan yang tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) (sig. 0,277 > α = 0,05). (2) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting dengan yang tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,909 > α = 0,05). (3) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan pada audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) dengan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,154 > α = 0,05). (4) Tidak terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan pada audiens yang menganggap isu “Anti Plagiasi” tidak penting setelah diberi terpaan poster “Anti Plagiasi” versi pesan bernada keras (asertif) dengan bernada lembut (non asertif) (sig. 0,754 > α = 0,05). Hasil analisis membuktikan hipotesis yang telah ditentukan di awal ditolak. Peneliti menduga bahwa penggunaan pesan dengan teks yang dikategorikan bernada keras (asertif) dan lembut (non asertif) belum berada pada tingkatan rasa bahasa yang sangat berbeda ketika diterapkan dalam poster sehingga keduanya juga nyaris tidak terlihat berbeda pada kelompok yang menganggap isu penting dan tidak penting. Penelitian ini mengindikasikan bahwa teks (copy) yang dianggap bernada keras (asertif) pada bahasa asing belum tentu melahirkan rasa bahasa yang sama dalam konteks bahasa Indonesia. Kata kunci : pesan asertif, tingkat kepentingan isu, isu plagiasi, mendapatkan kepatuhan, poste

    Terapi Musik Bernada Lembut Untuk Menurunkan Depresi Pada Penyandang Tunadaksa Di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Prof. Dr. Soeharso

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi musik bernada lembut terhadap penurunan depresi pada penyandang tunadaksa. Hipotesis yang diajukan adalah terapi musik berpengaruh terhadap penurunan depresi pada penyandang tunadaksa. Penelitian ini melibatkan 8 penyandang tunadaksa yang tinggal di asrama BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta sebagai sampel penelitian, yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu (1) kelompok eksperimen yang diperdengarkan musik bernada lembut serta diskusi, (2) kelompok kontrol, kelompok yang tidak diperdengarkan musik bernada lembut serta diskusi. Hasil penelitian berdasarkan Uji Mann-Whitney didapatkan bahwa skor BDI pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan pada fase pretest, dengan nilai Asyimp. Sig sebesar 1,000 yang berada di atas 0,05. Pada kelompok eksperimen pada tahap pretest dan posttest terdapat penurunan skor BDI sebanyak 15. Berdasarkan Uji Wilcoxon z=-2,023 yang berada di atas angka -1,96 yang artinya ada pengaruh terhadap pemberian terapi musik bernada lembut untuk menurunkan depresi pada penyandang tunadaksa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore