117,849 research outputs found
PEMANFAATAN ADITIF DARI BATUBARA PERINGKAT RENDAH UNTUK PEMBUATAN KOKAS METALURGI
Dalam rangka meningkatkan efisiensi proses pembuatan kokas, telah dilakukan penelitian pembuatan aditif (bahan pengikat) untuk meningkatkan kekerasan kokas agar tidak mudah hancur pada saat digunakan. Aditif ini dibuat dari batubara peringkat rendah asal Jambi. Batubara dicampur dengan pelarut ter fraksi cair 250-350°C dengan perbandingan 4:6 dalam otoklaf kapasitas 5 L, selanjutnya dihidrogenasi. Kondisi proses hidrogenasi 400°C, tekanan gas awal hidrogen 50 bar dan waktu reaksi selama 60 menit. Residu produk hidrogenasi dicampur dengan batubara bituminus yang berasal dari Tuhup, Marunda dan Ombilin dengan variabel perbandingan berat batubara dan aditif. Campuran batubara dan aditif ini kemudian dikarbonisasi dalam furnace, pada suhu 900°C dengan pengaturan suhu awal 24°C, kecepatan pemanasan 5°C/menit. Setelah suhu mencapai 300°C kemudian dinaikkan menjadi 900°C dengan kecepatan pemanasan 2°C/ menit dan waktu reaksi selama 60 menit. Dalam penelitian ini diamati pengaruh persentase batubara dan aditif terhadap karakteristik kokas yang dihasilkan seperti kuat tekan, berat jenis dan nilai muai bebas. Hasil pengamatan menyimpulkan bahwa batubara peringkat rendah dapat dibuat aditif untuk pembuatan kokas dengan menghasilkan kokas Tuhup dan Marunda yang mempunyai kuat tekan 81,76 dan 54,4 kg/cm2. Namun, penambahan aditif tidak berpengaruh terhadap kuat tekan kokas Ombilin. Berat jenis kokas relatif meningkat dengan penambahan aditif. Kokas Ombilin mempunyai berat jenis yang tinggi yakni 0,50. Penambahan aditif juga meningkatkan nilai muai bebas kokas Tuhup dari 8 menjadi 9, sebaliknya menurunkan nilai muai bebas kokas Marunda dan Ombilin
STUDI PEMBAKARAN SPONTAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE PEMANASAN ADIABATIK PADA SKALA LABORATORIUM
Untuk mengatasi kejadian pembakaran spontan batubara yang merugikan, dibutuhkan suatu metode yang dapat mengenali potensi pembakaran spontan batubara. Pada penelitian ini Metode Oksidasi Adiabatik dipelajari untuk menggambarkan proses reaksi oksidasi batubara pada suhu 40-70 °C. Percontoh yang digunakan adalah batubara high-volatile C bituminous. Parameter yang diamati adalah ukuran butir, debit suplai oksigen (pada 100% O2) dan kompaksi. Satu buah percontoh memiliki berat 220 gram. Sebanyak 24 percontoh batubara di uji dengan alat pemanas oksidasi adiabatik dan dicatat temperaturnya selama waktu pengujian. Dari hasil penelitian terlihat bahwa nilai laju pembakaran spontan (R70) terbesar adalah 13,2719 °C/jam pada perontoh dengan ukuran 10-14 mesh (1,410 mm) tanpa kompaksi dengan debit oksigen 0,1 L/menit. Pada percontoh dengan ukuran 170-200 mesh (0,081 mm) tanpa kompaksi dengan debit oksigen 0,05 L/menit, nilai laju pembakaran spontan (R70) terbesar adalah 14,75 °C/jam. Selain itu, nilai energi aktivasi pada kedua percontoh tersebut merupakan yang terendah pada masing-masing kelompok pengujian, yaitu 13,10 kJ/mol dan 11,22 kJ/mol. Semakin kecil ukuran butir dan pada kondisi tanpa kompaksi, semakin meningkat nilai indeks R70 dan semakin mudah batubara terbakar. Dari kedua pengujian terlihat bahwa ukuran butir dan kompaksi memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya pembakaran spontan batubara. Pengaruh debit oksigen tidak memperlihatkan kecenderungan (korelasi) pada kedua pengujian
STUDI PENDAHULUAN IDENTIFIKASI SENYAWA POLISIKLIK AROMATIK HIDROKARBON (PAH) DARI EMISI PEMBAKARAN BRIKET BATUBARA
Polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH) merupakan bahan pencemar yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan organik seperti briket batubara. Untuk mengetahui jenis PAH yang dihasilkan dari pembakaran briket batubara dilakukan analisis terhadap emisinya. Pada percobaan ini digunakan 3 jenis contoh briket batubara yakni briket sarang tawon, briket telur dan briket Palimanan.Percobaan pembakaran briket batubara dilakukan di laboratorium dengan menggunakan sistem pembakaran tertutup. Setiap ±10 gram briket batubara yang telah dipreparasi berukuran 0,5 cm ditimbang dalam cawan porselin. Suhu ruang pembakaran diatur pada set point (±20°C) dengan pemanas listrik kemudian suhu dinaikkan dengan variasi suhu 400, 500, dan 600 °C, masing-masing selama 2 jam. Udara tekan ditambahkan dengan laju alir 0,503 L/menit. Gas yang dihasilkan dari proses pembakaran diserap dengan adsorben XAD-2 yang dirangkaikan dengan tiga impinger yakni; impinger 1 berisi metilen klorida, impinger 2 kosong (sebagai pengaman), dan impinger 3 berisi silika gel. Setelah proses pembakaran selesai XAD-2 dibungkus dengan aluminium foil dan disimpan pada suhu 15°C sebelum dilakukan ekstraksi. Hasil ekstraksi dianalisis dengan GC-MS.Dari hasil analisis GC-MS ditemukan 5 jenis senyawa PAH dengan 2 sampai 4 cincin, yaitu napthalene, anthracene, fluorene, benzanthracene dan chrysene. Konsentrasi total PAH yang diemisikan masih berada di bawah nilai ambang batas yang disyaratkan oleh OSHA (the Occupational Safety and Health Administration’s)
Kajian Beberapa Sifat Dasar Batang Pinang (Areca Catechu L.)
TRISNAWATI: Kajian Beberapa Sifat Dasar Batang Pinang (Areca catechu L.).
Dibimbing oleh EVALINA HERAWATI dan RIDWANTI BATUBARA.
Pinang merupakan salah satu tanaman palma yang hampir terdapat di
seluruh wilayah Indonesia dan memiliki banyak kegunaan. Penelitian ini
bertujuan untuk menyediakan informasi tentang sifat anatomis, sifat fisis, sifat
mekanis dan keawetan alami batang pinang berdasarkan variasi kedalaman dan
ketinggian batang. Pengujian sifat fisis dan mekanis berdasarkan British Standard
373-1975 dan pengujian keawetan alami berdasarkan SNI 01-7207-2006.
Struktur anatomis batang pinang didominasi oleh ikatan pembuluh dan
parenkim. Kadar air basah batang pinang berkisar antara 218 – 622 %. Kerapatan
batang pinang berkisar antara 0,12 – 1,07 gr/cm3. Variasi kisaran rata-rata
penyusutan 3 arah (radial, tangensial, longitudinal) yaitu 1,6 – 44,0 %. Sifat
mekanis batang pinang dilihat dari nilai Modulus of Elasticity (MOE) dan
Modulus of Rupture (MOR). Nilai rata-rata MOE sebesar 75513 Kgf/cm2 dan
MOR sebesar 748 Kgf/cm2. Hasil uji keawetan alami batang pinang termasuk
dalam kelas awet V.88 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Pelilinan dengan Bee Wax Terhadap Mutu Pepaya (Carica Papaya L.) Selama Penyimpanan
MIRDANSYAH BATUBARA. Pengaruh Pelilinan dengan Bee Wax Terhadap Mutu Pepaya (Carica papaya L.) Selama Penyimpanan", dibawah bimbingan Ir. Taufik,M.Sc., selaku ketua komisi pembimbing dan Ir. Kamal Sitinjak,
M.App.Sc., selaku anggota komisi pembimbing.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi lilin
yang optimal untuk memperpanjang masa simpan pepaya segar selama penyimpanan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I adalah Konsentrasi Lilin terdiri dari 4 taraf yaitu: Ko-0%, K1-2%, K₂-4%, dan K3-6%. Faktor II Lama Penyimpanan dengan 4 taraf yaitu: Lo-0 hari, L-3 hari, L-6 hari, dan L39 hari.Parameter yang diamati adalah susut bobot (%), tekstur (Kg/cm³), total asam (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total soluble solid ("Brix), organoleptik warna, rasa dan aroma (skor).89 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Pelilinan dengan Bee Wax Terhadap Mutu Pepaya (Carica Papaya L.) Selama Penyimpanan
MIRDANSYAH BATUBARA. Pengaruh Pelilinan dengan Bee Wax Terhadap Mutu Pepaya (Carica papaya L.) Selama Penyimpanan", dibawah bimbingan Ir. Taufik,M.Sc., selaku ketua komisi pembimbing dan Ir. Kamal Sitinjak,
M.App.Sc., selaku anggota komisi pembimbing.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi lilin
yang optimal untuk memperpanjang masa simpan pepaya segar selama penyimpanan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 2 ulangan. Faktor I adalah Konsentrasi Lilin terdiri dari 4 taraf yaitu: Ko-0%, K1-2%, K₂-4%, dan K3-6%. Faktor II Lama Penyimpanan dengan 4 taraf yaitu: Lo-0 hari, L-3 hari, L-6 hari, dan L39 hari.Parameter yang diamati adalah susut bobot (%), tekstur (Kg/cm³), total asam (%), kadar vitamin C (mg/100 g bahan), total soluble solid ("Brix), organoleptik warna, rasa dan aroma (skor).89 HalamanSkripsi Sarjan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSPOR BATUBARA DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam. Salah satu
sumber daya alam di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pemenuhan
kebutuhan industrialisasi adalah batubara, saat ini batubara banyak digunakan
oleh industri-industri di dunia sebagai salah satu pilihan energi alternatif. Berbagai
sektor yang menggunakan batubara sebagai energi alternatif antara lain volume
produksi besi dan baja, pembangkit listrik dan pabrik semen. Oleh sebab itu
batubara memiliki potensi yang besar bagi Indonesia.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh volume produksi batubara,
harga acuan batubara, nilai kurs dollar, dan investasi sektor batubara terhadap
volume ekspor batubara Indonesia secara simultan dan parsial. Alat analisis yang
digunakan pada penelitian ini adalah Regresi Linear Berganda. Untuk
mendapatkan hasil yang tidak bias maka semua uji asumsi klasik telah terpenuhi.
hasil pengujian menunjukkan bahwa Secara simultan atau pengujian secara
bersama-sama menunjukkan bahwa produksi batubara, harga acuan batubara, kurs
dollar dan investasi sektor batubara berpengaruh nyata ke arah positif terhadap
volume ekspor batubara Indonesia. Akan tetapi secara parsial atau individual,
produksi batubara dan investasi sektor batubara berpengaruh signifikan positif
sedangkan harga acuan batubara dan investasi batubara berpengaruh signifikan
negatif terhadap volume ekspor batubara Indonesia.
Kata Kunci : produksi batubara, harga acuan batubara, nilai kurs, investasi sektor
batubara, ekspor batubar
Produksi Gas Metana dari Substrat Batubara Lignit oleh Mikroorganisme Cairan Rumen dengan Metode Scale Up dalam Fermentor 1000 L.
Produksi gas metana dari batubara dapat dilakukan menggunakan konsorsium mikroorganisme. Mikroorganisme yang telah diketahui mampu mengkonversi batubara menjadi gas metana yaitu konsorsium mikroorganisme dari cairan rumen. Namun, biokonversi batubara menjadi gas metana membutuhkan cairan rumen dalam jumlah banyak. Penelitian ini bertujuan menghasilkan cairan rumen dalam jumlah besar yang mampu menghasilkan gas metana dari substrat batubara seperti skala kecil sebelumnya. Cairan rumen sapi sebanyak 80 l, batubara lignit 40 kg dan aquades 600 l dicampur dalam fermentor skala 1000 l dan diinkubasi dengan suhu ruang selama 71 hari. Parameterparameter seperti kadar proksimat batubara, pH, VFA, amonia, konsentrasi mikroorganisme total, metilotropik, dan asetoklastik selalu mengalami perubahan selama inkubasi karena aktivitas mikroorganisme. Untuk mengetahui kualitas hasil scale up cairan rumen, nilai-nilai parameter penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menggunakan fermentor skala 5 l. Volume gas total sebesar 592,92 SCF/ton dan 15,81% dari volume tersebut adalah gas metana. Persentase gas metana yang terbentuk selama 65 hari inkubasi sebesar 11,06%, sedangkan pada penelitian skala 5 l yang diinkubasi selama 60 hari persentase gas metananya sebesar 11,62%. Hal ini berarti hasil scale up cairan rumen mampu memproduksi gas metana
KARAKTERISTIK LIMBAH CAIR STOCKPILE BATUBARA
ABSTRAK         Limbah cair yang berasal dari stockpile batubara dapat mengandung batubara halus dan sejumlah zat terlarut. Agar tidak mencemari lingkungan, limbah cair tersebut harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Langkah penting didalam pengolahan limbah cair agar proses pengolahan limbah berjalan efektif adalah dengan mengetahui karakteristik dari limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik limbah cair yang berasal dari stockpile batubara dengan mengambil sampel dari kolam penampungan IPAL dari salah satu stockpile yang terletak di kota palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pekerjaan lapangan dan pekerjaan laboratorium. Sampel limbah cair diambil dari kolam IPAL di area stockpile batubara dengan menggunakan cara sampel sesaat (grab sampel). Selanjutnya pengukuran parameter limbah cair meliputi pH, TSS, Fe dan Mn dilakukan di laboratorium. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran parameter-parameter limbah cair stockpile batubara dianalisis secara deskriptif. Hasil pengukuran parameter pH, TSS, Fe, dan Mn yang terdapat dalam limbah cair juga dibandingkan dengan baku mutu limbah cair berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 18 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan Industri, Hotel, Restoran, Rumah Sakit, Domestik dan Pertambangan Batubara.Hail penelitian menunjukkan Limbah cair stockpile batubara memiliki kandungan total padatan tersuspensi (TSS) yang tinggi, yaitu mencapai 6780,2 mg/l, sementara itu, nilai pH limbah cair masih berada dikisaran 6,5 dan 7,2. Kandungan besi dan mangan tertinggi pada limbah cair masing-masing sebesar 6,3103 mg/l dan 0,0897 mg/l . Berdasarkan baku mutu yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 18 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Limbah Cair , parameter pH, Fe dan Mn masih berada dibawah baku mutu, namun untuk parameter TSS masih berada jauh diatas baku mutu yang ditetapkan. Kata Kunci : stockpile, batubara, TSS, pH, Fe, Mn
Simulasi Gasifikasi Batubara Kualitas Rendah
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis
berbasis CFD proses gasifikasi batubara kualitas rendah di
dalam gasifier mengenai pengaruh rasio Of coal terhadap
distribusi temperatur dan distribusi produk.
Geometri gasifier yang digunakan berbentuk silinder
dengan ukuran gasifier L/ D=10,25 dengan D=0 ,2 m. Batubara
diinjeksikan kedalam gasifier dalam bentuk slurry setelah
ditambahkan air dengan konsentrasi 58% berat. Jenis batubara
yang digunakan adalah batubara Senakin yang berasal dari
Kalimantan yang termasuk ke dalam tipe batubara subbituminous
(343 K) dan oksigen sebagai oksidiser (293K). Variabel yang
digunakan adalah variasi rasio Of coal.
Hasil yang diperoleh dalam simulasi tiga dimensi berupa
distribusi tempertur, distribusi fraksi massa untuk rasio Of coal
yang berbeda. Semakin tinggi rasio Of coal temperatur juga
semakin tinggi. Kenaikan rasio Of coal menyebabkan jumlah
produk H 2 dan CO menurun tetapi jumlah produk CO2 meningkat.
==================================================================================================
Computational Fluid Dynamics can be used to analize the
effect of massflow inlet oxygen - coal on fluid flow profile and
product distribution on low rank coal gasification process in a
gasifier.
Cylinder geometry is used for gasifier with L/D = 10.25
where D = 0.95 m. Coal water mixture with 58% concentration
injected into gasifier. Coal type which applied is Senakin coming
from Kalimantan which included into type subbituminous coal
(343 K) and oxygen as oksidiser (293 K). Variabel which applied
is various ratio Ofcoal.
The results of this research are showed, temperature
distribution, mass fraction of gasification product distribution for
different ratio Ofcoal,
decreases the H2 and CO concentration but increases the C02
concentration in the product gas
- …
