1,720,960 research outputs found
Kemampuan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Teknik Koreksi Langsung Pada Siswa Kelas VII SMPS Rewarangga Kecamatan Ende Timur Kabupaten Ende Tahun Ajaran 2024/2025
Masalah dalam penelitian ini adalah bagiamana kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan teknik koreksi langsung pada siswa kelas VII SMP Swasta Rewarangga Kecamatan Ende timur, Kabupaten Ende. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan dan mendeskripsikan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan teknik langsung pada siswa kelas VII SMPS Rewarangga. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode Tes. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori evaluasi hasil belajar, dan teori keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa -siswi kelas VII SMP Swasta Rewarangga memiliki keterampilan menulis cerpen dengan menggunakan teknik tes yang digunakan berhasil. Hal ini terbukti dengan presentase nilai rata-rata yang diperoleh dari 20 siswa sampel diketahui siswa yang mampu memperoleh nilai >75 sebanyak 18 siswa dengan presentase tingkat yang mampu 90 % memperoleh predikat baik. Sedangkan bagi siswa yang tidak mapu memperoleh nilai < 75 sebanyak 2 siswa dengan presentase tingkat yang tidak mampu sebanyak 10 % memperoleh predikat cukup. Dan dari 20 siswa sampel dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan koreksi langsung masih tergolong baik dengan rata-rata 85,5 %
Tuturan Dalam Upacara Tu Ana Sebagai Warisan Budaya Lokal Masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende
Bahasa dan masyarakat merupakan dua unsur yang tidak dipisahkan, tidak mungkin ada bahasa tanpa masyarakat dan tidak ada masyarakat tanpa bahasa. Bahasa adalah alat penghubung antara manusia yang satu dengan yang lain. Suatu keinginan atau perasaan baru terwujud jika dinyatakan dengan alat berupa Bahasa. Bahasa dalam penggunaannya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat alamiah, maupun hal-hal yang berkenan dengan kehidupan manusia, yakni alat atau sarana komunikasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk, makna dan fungsi tuturan dalam upacara tu ana sebagai warisan budaya lokal masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif, yaitu sasaran penelitian dideskripsikan sacara faktual dan alamiah. Metode dan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Teknik yang diganakan penelitian ini adalah teknik catat, teknik rekam, dan teknik wawancara. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah atau dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Dengan demikian maka penelitian terhadap tuturan dalam upacara tu ana sebagai warisan budaya lokal digolongkan penelitian berpendekatan kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bentuk, makna dan fungsi tuturan dalam upacara tu ana pada masyarakat Mukusaki Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende adalah bentuk fonologis, morfologis, makna perintah, makna pengharapan, makna larangan, dan makna kebersamaan, sedangkan fungsinya yaitu Estetika dan informatif
Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi dengan Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas X3 SMA Negeri Maurole Ende Tahun Ajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas X3 SMA Negeri Maurole Ende tahun ajaran 2021/2022. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas X3 SMA Negeri Maurole Ende, tahun ajaran 2021/2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode test. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Teori Strategi Belajar Mengajar, Ketrampilan Menulis, dan Evaluasi Pembelajaran. Teori Ini dipandang dapat membantu sebagai rujukan dalam menganalisis kemampuan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas X3 SMA Negeri Maurole Ende. Hasil penelitian menunjukan bahwa 85,73%. siswa kelas X3 SMA Negeri Maurole Ende, tahun ajaran 2021/2022 mampu menulis karangan deskripsi dengan menggunakan media gambar dengan baik.
 
Tuturan Adat Dalam Ritual Puju Awu Pada Masyarakat Desa Wolofeo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang berbagai tuturan adat dalam ritual puju awu pada masyarakat Wolofeo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Salah satu Tradisi ritual puju awu yakni dalam bidang pertanian. Rumusan masalah yang diangkat dalam tulisan ini adalah (1) bagaimanakah makna tuturan adat dalam ritual puju awu pada masyarakat Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende, (2) bagaimanakah fungsi tuturan adat dalam ritual puju awu pada masyarakat Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan dan mendekripsikan makna dan bentuk tuturan adat dalam ritual puju awu pada masyarakat Desa Wolofeo, Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode pengamatan tidak terlibat, yakni peneliti mendengar/menyimak tuturan adat dari tua adat pada saat upacara berlangsung. Pendekatan yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan penelitian ini adalah teknik catat, teknik rekam, dan teknik wawancara. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis mulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, terakhir menarik kesimpulan atau verifkasi.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalaha teori sosiolinguistik. Hasil kajian yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu meliputi bentuk monologis yang terdiri dari (1) bentuk kata benda, (2) bentuk kata kerja, (3) bentuk kata sifat dan (4) bentuk kata ulang. Maknanya meliputi (1) makna religius (2) makna kehidupan,(3) makna perlindungan, (4) makna pengharapan akan keberhasilan dan (5) makna kebersamaan. Sedangkan fungsinya meliputi (1) fungsi magis (2) fungsi estetis dan, (3) fungsi peringatan
Makna Kawe Kolo R’ete Tengu Sebagai Upacara Perdamaian Masyarakat Kelitembu dan Elemolo di Persekutuan Tana Tobi Watu Bhangu Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende
Language is a very important thing for humans. Humans cannot communicate with each other if there is no language. Humans will find it difficult to state their existence if language is not known. In other words, language is something that humans really need. Without language, human socialization activities and other life activities will be paralyzed. Given the important role of language in human life, concern for language especially, in this case Indonesian, as a national language needs to be nurtured and developed (Efendy, 2008: 80).
This research was carried out with the aim of describing the meaning of Kawe Kolo rete Tengu as a Peace Ceremony for the Kelitembu and Elamelo People in the Tana Tobi Watu Bhangu Fellowship, Wewaria District, Ende Regency. This study uses a qualitative descriptive design, namely the research objectives are described factually and naturally. The methods and techniques of data collection in this study were the listening and speaking method. The techniques used in this research are note-taking techniques, recording techniques, and interview techniques. The data that has been collected is then processed or analyzed using an interactive analysis model developed by Milles and Huberman (1992). There are four components of activities carried out with this pattern, namely data collection, data reduction, data display, and finally drawing conclusions or verification. The theory used in this research is cultural linguistic theory. Thus, the study of the meaning of Kawe Kolo rete Tengu as a Peace Ceremony for the Kelitembu and Elamelo communities in the Tana Tobi Watu Bhangu Fellowship, Wewaria District, Ende Regency, is classified as a qualitative descriptive approach. The results of the study stated that the meaning of Kawe Kolo rete Tengu as a Peace Ceremony for the Kelitembu and Elamelo Community in the Tana Tobi Watu Bhangu Fellowship, Wewaria District, Ende Regency had religious meanings, togetherness meanings, welfare meanings, petition meanings, and family meanings
Kemampuan Menemukan Kalimat Utama dalam Paragraf Deduktif dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inquiry pada Siswa Kelas VII SMP St. Paulus Benteng Jawa
This study aims to determine the ability to find main sentences in deductive paragraphs using the Inquiry learning model in class VII students of SMP St. Paul Fort Java. This study uses a quantitative approach. The data collection technique used in this study is the test technique. After the data is collected, the data is analyzed using the written test method then the data is presented formally, meaning that the data is described using numbers. The theory used in this study is the theory of learning evaluation and syntax theory. The results of the study showed that students at St. Middle School. Paulus Benteng Jawa is classified as capable because the average score obtained by all sample students is 87.6% and students who are able are 63 people with a percentage of 84% and students who are unable are 12 people with a percentage of 16%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
