1,720,968 research outputs found

    Hadis-Hadis tentang Salat pada Masa Pandemi Covid-19 dalam NU dan Muhammadiyah

    Full text link
    Artikel ini mengkaji penggunaan hadis-hadis di kalangan NU dan Muhammadiyah tentang pelaksanaan ibadah salat yang merespons suasana pandemi Covid-19. Dalam situasi normal, salat Jum’at wajib dilaksanakan secara berjamaah di masjid, sementara salat lima waktu sangat dianjurkan berjamaah di masjid. Pada 2 Maret 2020, Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19. Merespons fakta ini, otoritas kesehatan sepakat menganjurkan pembatasan mobilitas sosial. Masyarakat diharuskan melakukan adaptasi kebiasaan baru, termasuk dalam pelaksanaan ibadah salat. Di awal pandemi, otoritas keagamaan di Indonesia mengeluarkan pandangan yang beragam, tidak semuanya menerima situasi darurat ini dan merubah kebiasaannya. Ada tokoh agama yang memahami Covid-19 sebagai azab dari Allah, sehingga masyarakat diajak untuk bertaubat dan memperbanyak doa. NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi Islam terbesar yang bercorak moderat, melakukan respons ilmiah untuk memutus matarantai penyebaran virus. Selain melakukan upaya penanggulangan, NU dan Muhammadiyah mengeluarkan pandangan keagamaan tentang situasi Covid-19 untuk memahamkan dan membangun kesadaran masyarakat. Hadis-hadis Nabi yang dipahami dengan kaidah-kaidah fikih, prinsip maqasid syariah, serta pandangan para ulama menjadi rujukan NU dan Muhammadiyah dalam mencari legitimasi hukum terkait pelaksanaan salat di rumah. Artikel ini akan menjabarkan pandangan NU dan Muhammadiyah dalam pemahaman hadis-hadis Nabi menyikapi situasi Covid-19

    Puitisasi Terjemahan Al-Qur’an Mohammad Diponegoro (Kajian Kabar Wigati dan Kerajaan: Puitisasi Terjemahan Al-Qur’an Juz ke-29 dan ke-30)

    No full text
    Al-Qur’an was revealed by Arabic which was commonly used in the 7th century. As the spread of Islam to many countries, language transfer of the Qur’an becomes a necessity. In Indonesia, translation began with Tarjuman al-Mustafid in the 17th century. Translation became lively in the 20th century. In addition to translation, poetry translations have also emerged. This study reviews the work of Mohammad Diponegoro, Kabar Wigati dan Kerajaan: Puitisasi Terjemahan Al-Qur’an Juz ke-29 dan ke-30, which was originally published in 1977. This work is in the form of lyric poetry and is classified as a new type of poetry. Diponegoro called his work: the poetic translation of the Qur’an, not the poetic translation as HB Jassin’s work. Mukti Ali called this work as art that was born from the Qur’an. In poetry, words are the key, which connects the reader to the poet’s ideas and intuition. Diponegoro arranges linguistic elements and diction choices like poetry in general. Understanding a poem requires an intensification process. This library research will review the poetry of Diponegoro’s translation of the Qur’an with a historical, literary, hermeneutical-interpretative approach

    FENOMENA CYBER MOSQUE DALAM RITUAL SALAT JUMAT DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Penelitian ini mengkaji tentang praktik salat jumat online bersama KH Wawan Gunawan Abdul Wahid selama masa pandemi Covid-19. Kajian ini menggunakan metode etnografi virtual dalam mencermati ritual keagamaan berupa salat jumat online yang termediatisasi melalui Zoom Clouds Meeting secara real time. Hasil penelitian ini menemukan bahwa teknologi media telah menjadi alat untuk memediasi suatu ritual keagamaan. Terjadi dekonstruksi atau pergeseran makna tempat salat atau masjid, serta makna keterhubungan antarjamaah dengan imam. Pelaksanaan salat jumat online dilandasi dengan pemahaman bahwa telah terjadi kesatuan tempat imam dan makmum yang difasilitasi oleh bit-bit teknologi media. Pelaku menilai bahwa selama makmum masih dapat mendengar suara imam dengan jelas, maka itu memenuhi syarat untuk sahnya pelaksanaan salat jumat berjamaah di masa darurat. Pengalaman salat di ruang virtual ini antara lain melahirkan perasaan menyata (sense of the real) dan perasaan mengomunitas (sense of the community) di antara para jamaah yang terpencar di beberapa tempat

    SK Tim AIK FKIP 2025

    No full text
    corecore