1,720,957 research outputs found
Penguatan Paham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah Pada Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Padanglampe Kec. Ma’rang Kab. Pangkep. Pengajian yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep selama ini terdiri atas pengajian mingguan (Yasinan) dan bulanan (ceramah) dirangkaiakan dengan arisan. Setiap penceramah membawakan materi menurut pilihannya (tidak fokus) pada uraian tertentu shingga kurang memberi pengaruh pada jema’ah Majelis Taklim. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini hadir untuk membantu pengurus Majelis Taklim Ummahat DDI Cabang Padanglampe Kabupaten Pangkep dalam rangka penguatan paham Ahlussunnah wal Jamma’ah. Metode yang digunakan untuk mentransfer IPTEK kepada mitra adalah metode ceramah dan diskusi. Luaran dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini peserta diharapakan dapat mengenal peta Islam Ahlussunnah wal Jama’ah paham dengan baik
FILSAFAT ILMU (STUDI TENTANG URGENSI DESAIN ILMU ISLAM)
Konsensus para filosof, bahwa objek filsafat pada awalnya sangat lebih luas dibanding dengan objek ilmu yang hanya terbatas pada persoalan empiris saja, sedangkan filsafat mencakup objek empiris maupun non-empiris. Namun, dalam perkembangannya, filsafat menjadi bagian dari ilmu itu sendiri (terspesialisasi), seperti filsafat religius, filsafat hukum, filsafat China, filsafat India, filsafat Pancasila, filsafat ilmu dan sebagainya. Alasannya filsafat tidak boleh terus-menerus diawang-awang. Dalam artian filsafat harus membimbing ilmu, apalagi sekarang ini ilmu sudah dilanda disintegrasi karena munculnya arogansi dan kompartementalisasi antara satu bidang ilmu dengan ilmu lainnya. Hal ini berbahaya terutama jika ilmu itu sudah lepas dari induknya (Islam), yakni ilmu sudah menjadi sekuler. Dalam perspektif ini ilmu sebagai kajian filsafat sangat kursial untuk dibahas. Karena itu, desain ilmu seharusnya dikembalikan kepada induknya (Islam) supaya ilmu bersih dari noda dan kepentingan komunitas tertentu yang sudah melekat pada diri ilmu itu. Mengembalikan ilmu kepada induknya, InsyaAllah ilmu akan memberikan keberkahan sebagaimana kaidah yang mengatakan al ilmu nuru
PESONA HIJRAH AL-RASUL SEBAGAI ASAS PERADABAN JIHAD DAN SISTEM PENANGGALAN ISLAM
Hijratul Rasul adalah simbol keyakinan yang membara dan simbol perbedaan antara yang hak dan yang batil. Hijratul Rasul terlaksana dengan batil karena nabi dan sahabatnya memiliki pengetahuan yang komperhensif, yaitu: (a) tahu fiqh dan tahu dakwah; (b) tahu jihad dan tahu sabar. Oleh karena itu, orang yang memiliki paham yang salah atau salah paham hanya tahu memvonis kafir atau Islam tanpa adanya upaya membujuk orang kafir dengan melalui proses dakwah. Miss standing ini menjadikan agama sebagai tujuan bahkan menjadikan agama sebagai Tuhan. Oleh karena itu, makna jihad yang benar harus sesuai visi-misi Hijratul Rasul sebagai langkah strategis dalam perjuangan. Karena itu hijrah sangat diresponi oleh Al-Qur’an dalam QS. Al-Nisa/100 dan dengan itu pula sehingg nama Hijriyah dijadikan nama dalam sistem penanggalan Islam yang di dalamnya tercakup berbagai dinamika dalam membangun peradaban kemanusiaan universal
Penyuluhan Berbasis Qur’ani Tentang Bahaya Hoaks pada Majelis Ta'lim Nurul Iman
Pengabdian ini bertema Penyuluhan tentang Bahaya Hoaks dalam Masyarakat pada Majelis Majelis Ta'lim Nurul Iman Desa Tamangapa Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep. Dalam konteks masyarakat Desa Tamangapa, tema ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang krusial, diantaranya (a) Jumlah pengguna internet di desa Tamangapa semakin meningkat dan akan terus bertambah. (b) Internet telah menimbulkan pengaruh signifikan di bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, hukum, pendidikan bahkan agama. (c) Internet mempengaruhi cara berpikir, perilaku dan interaksi di antara sesama manusia baik secara individu maupun kelompok. (d) Masih rendahnya budaya literasi di kalangan masyarakat Indonesia. (e) Media sosial yang liar memiliki jumlah pengguna yang sangat tinggi di Indonesia. Peramasalahan di atas dipaparkan di depan Majelis Ta’lim sebagai bagaian penting dari sistem pendidikan nasional sebagaimana dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, setiap pertemuan ditampilkan dua pemateri berdasarkan topik sebagaimana yang tertuang dalam satuan acara. Hasil yang diharapkan adalah mejelis ta’lim memahami tentang: (a) pentingnya penyuluhan tengtang bahaya hoaks terutama pada zaman digital; (b) pentingnya kecerdasan menerima dan memberi informasi yang Islami kepada pihak lain; (c) pentingnya pembentukan komunitas anti hoaks dalam masyarakat. Karena hoaks menjadi sumber konflik sejarah dari berbagai waktu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
