1,721,532 research outputs found

    Psikologi keluarga sakinah/ Bashori

    No full text
    viii, 249 hal.; 23 cm

    Psikologi keluarga sakinah/ Bashori

    No full text
    viii, 23 hal.; 23 cm

    Pemikiran Agus Hasan Bashori tentang waktu fajar sadik

    No full text
    Kemunculan Fajar Sadik hingga kini masih menimbulkan polemik antara para ahli dalam merumuskan ketinggian Matahari yang dijadikan acuan masuknya waktu subuh, sejak mencuatnya berita bahwa awal waktu yang berlaku di Indonesia terlalu awal atau kemunculan Fajar Sadik belum terindikasi pada ketinggian -20º. Beberapa penelitian telah merumuskan kriteria yang beragam, salah satu kriteria yang menarik perhatian untuk diteliti adalah kriteria Agus Hasan Bashori yang mengindikasikan bahwa kemunculan Fajar Sadik baru dapat terlihat pada ketinggian -15º. Oleh karena itu, penelitian ini merujuk pada pemikiran Agus Hasan Bashori terkait waktu Fajar Sadik menggunakan dua rumusan masalah, yakni Apa faktor yang membedakan pemikiran Agus Hasan Bashori tentang waktu Fajar Sadik dengan ketentuan Kementerian Agama RI dan Bagaimana reliabilitas data yang diperoleh dengan menggunakan metode pengamatan Agus Hasan Bashori dalam pengamatan Fajar Sadik? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan lingkup kajian kepustakaan (library research) yang diperoleh dari hasil wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini mengindikasi perbedaan kriteria waktu subuh antara Kementerian Agama dan Agus Hasan Bashori disebabkan karena beberapa faktor baik secara Fikih maupun Astronomi. Adapun penyebab utama perbedaan keduanya adalah faktor kecerlangan langit lokasi pengamatan. Metode yang digunakan Agus Hasan Bashori untuk menyaksikan Fajar masih menggunakan cara yang manual yakni Musyāhadah (menyaksikan Fajar dengan mata kepala) sehingga metode Agus Hasan Bashori tergolong masih sangat sederhana, namun data yang dihasilkan menggunakan metode tersebut reliable karena metode ini sudah digunakan sejak zaman Rasulullah dan hingga kini menjadi acuan para pakar Astronomi dalam mengindikasikan Fajar Sadik. ABSTRACT: The appearance of Fajar Sadik until now still causes polemics among experts in formulating the height of the Sun which is used as a reference for the entry of dawn time, since the news emerged that the beginning of the time prevailing in Indonesia was too early or the appearance of Fajar Sadik had not been indicated at an altitude of -20º.Several studies have formulated various criteria, one of the criteria that attracts attention to be studied is the criteria of Agus Hasan Bashori which indicates that the appearance of the new Fajar Sadik can be seen at an altitude of -15º. Therefore, this study refers to Agus Hasan Bastori's thoughts regarding the time of Fajar Sadik using two formulations of the problem, namely What are the factors that distinguish Agus Hasan Bashori's thoughts about the time of Fajar Sadik with the provisions of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia and How is reliable of the data obtained using Agus Hasan Bashori’s methode of Fajar Sadik Observation? This research is a qualitative research with the scope of library research obtained from interviews and documentation. Furthermore, the data that has been obtained is then analyzed descriptively. The results of this study indicate that the difference in criteria between the Ministry of Religious Affairs and Agus Hasan Bashori is caused by several factors both in jurisprudence and Astronomy, while the main cause of the difference between the two is the is brightness of the sky at observation location. The method used by Agus Hasan Bashori to watch Fajar still uses the manual method, namely Musyāhadah (watching Fajar with his eyes) so that Agus Hasan Bashori's method is classified as very simple, but the data obtained using method is reliable to use because this method has been used since the time of the Prophet and until now it has become a reference for astronomers in indicating the appearance of Fajar Sadik

    pandangan Buya Yahya dan KH.Luthfi Bashori terhadap radikalisme: kritik atas film my flag: merah putih vs radikalisme

    No full text
    Skripsi ini bertujuan untuk mengemukakan mengenai radikalisme, adapun cakupan dari penelitian ini merupakan akomulir dari rumusan masalah tentang bagaimana pandangan Buya Yahya dan KH.Luthfi Bashori terhadap radikalisme dan bagaimana kritik Buya Yahya dan KH.Luthfi Bashori terhadap film My Flag Merah Putih vs Radikalisme. Skripsi ini menggunakan pendekatan media sosial dan menggunakan metode analisis deskriptif untuk menggambarkan deskripsi terhadap objek yang diteliti. Langkah berikutnya yakni mengolah dan menganalisis pandangan tokoh dalam hal ini yakni Buya Yahya dan KH.Luthfi Bashori terhadap film My Flag : Merah Putih vs Radikalisme. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yakni pemikiran antara Buya Yahya dan KH.Luthfi Bashori memiliki korelasi terhadap pandangannya mengenai radikalisme. Keduanya sepakat untuk tidak menggeneralisasikan anggapan radikal terhadap suatu kelompok tertentu terhadap perilaku suatu kelompok yag lainnya

    Peran K.H. Luthfi Bashori dalam pembelajaran akidah di masyarakat Singosari

    No full text
    INDONESIA: Peran seorang guru dalam setiap pembelajaran sangatlah penting. Meskipun dalam perkembangan jaman seperti sekarang ini, bejar tidak harus melakukan tatap muka antara guru dan murid. Apalagi dalam pembelajaran akidah yang menuntut untuk lebih banyak pertemuan antara guru dan murid karena menyangkut masalah kepercayaan. Akhir-akhir ini pendangkalan terhadap akidah sangat banyak kita temui di masyarakat. Baik itu lewat tayangan televisi maupun lewat pengaruh yang dilakukan oleh orang-orang yang menginginkan keimanan masyarakat menipis bahkan hilang. Oleh karena itu dibutuhkanlah peran dari segelintir masyarakat untuk menanggulangi pendangkalan akidah yang terjadi di masyarakat. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah (1) peran K.H. Luthfi Bashori dalam meningkatkan akidah di masyarakat Singosari, (2) metode yang dilakukan oleh K.H. Luthfi Bashori dalam meningkatkan akidah masyarakat Singosari, dan (3) mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari metode-metode yang dilakukan oleh K.H. Luthfi Bashori dalam meningkatkan akidah masyarakat Singosari. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif karena cara penggalian datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dikaitkan dengan teori-teori yang dirasa sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran K.H. Bashori dalam meningkatkan akidah di masyarakat ada tiga yaitu (1) mendirikan pengajian rutin, (2) menerjunkan santri ke masyarakat, dan (3) menyebarkan akidah lewat beberapa media. Dan juga menggunakan empat metode yaitu: (1) Metode ceramah, (2) Metode tanya jawab, (3) Metode menggunakan media sosial, dan (4) metode latihan. ENGLISH: The role of a teacher in every lesson is very important. Even though in today's development, learning does not have to make face-to-face meetings between teachers and students. Moreover, in the learning of the faith which demands more meetings between teachers and students because it involves issues of trust. Lately, we have encountered so many silencing of faith in society. Either through television broadcasts or through the influence of people who want the people's faith to diminish or even disappear. Therefore it takes the role of a handful of people to overcome the silting of faith that occurs in society. The focus of the problem in this study is (1) the role of K.H. Luthfi Bashori in improving faith in the Singosari community, (2) the method used by K.H. Luthfi Bashori in improving the beliefs of the Singosari people, and (3) knowing what are the advantages and disadvantages of the methods used by K.H. Luthfi Bashori in improving the faith of the Singosari people. This research is a research using descriptive qualitative research method because the way of extracting data uses observation, interviews, and documentation which are then linked to theories that are deemed appropriate to the focus of the study. The results showed that the role of K.H. Bashori in improving the faith in society, there are three, namely (1) establishing routine recitation, (2) sending students to the community, and (3) spreading the faith through several media. And also using four methods, namely: (1) lecture method, (2) question and answer method, (3) method using social media, and (4) training method

    ASUHAN KOMPREHENSIF PADA NY. R DI BPM BASHORI SURABAYA

    No full text
    Angka kematian Ibu dan Bayi merupakan salah satu indicator untuk melihat derajat kesehatan dan menilai tingkat kemampuan penyelenggaraan pelayanan kesehatan suatu negara yang masih menjadi masalah besar di Negara berkembang.Di Provinsi JawaTimur, AKI pada tahun 2016 kurang dari 70/1000.000 KH dan AKB kurang dari 12/1.000 KH (Dinkes Jatim tahun 2016).Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara continuity of care pada ibu hamil, bersalin, masa nifas, bayi barulahir dan keluarga berencana dengan mengunakan manajemen kebidanan. Asuhan continuity of care yang dilakukan oleh penulis dimulai dari masa ibu hamil trimester III, bersalin, masanifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana yang berkelanjutan dengan mengunakan standar asuhan kebidanan.Asuhan yang dilakukan BPM Bashori dimulai dari bulan April 2016 sampai Juni 2016. Kunjungan asuhan kebidanan dilakukan di BPM Bashori dengan kunjungan hamil sebanyak 3 kali, bersalin 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 4 kali dan KB 2 kali. Asuhan kebidanan yang pertama diberikan padaNy. R GI P0000 UK 36-37 minggu lebih 5 hari pada tanggal 14 April 2017.Pada kehamilan trimester III ibu tidak ada keluhan.Dari kunjungan 1 kali tersebut didapatkan hasil dalam batasan normal.Pada Tanggal 07 Mei 2017 usia kehamilan 38-39 minggu ibu melahirkan bayinya secara normal di BPM Bashori dengan jenis kelamin laki-laki, berat badan 3100 gram panjang badan 48 cm. Seluruh proses persalinan berjalan lancer tanpa ada penyulit atau komplikasi. Pada masa nifas kunjungan 1 – 4 didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal, kondisi ibu baik, involusi dan laktasi berjalan dengan baik.Keadaan bayi pada kunjungan 1-4 baik, tanda-tanda vital bayi dalam batas normal, tidak ada tanda-tanda infeksi dan kegawat daruratan.Pada kunjungan pertama KB ibu diberikan konseling mengenai keluarga berencana dan macam – macam kontrasepsi dan pada hari ke 22 ibu memutuskan untuk mengunakan KB suntik 3 bulan. Simpulan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. R saat hamil, bersalin, masanifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal

    HUBUNGAN MOBILISASI DINI DENGAN KECEPATAN KESEMBUHAN LUKA JAHITAN PERINEUM DI BPS BASHORI SURABAYA

    No full text
    Mobilisasi dini mempengaruhi kecepatan kesembuhan luka jahitan perineum. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan Maret 2010, pada ibu post partum fisiologis di BPS Bashori Surabaya terdapat 35 persalinan normal dan yang melakukan mobilisasi dini terdapat 30 orang atau (85,71%). Berdasarkan data tersebut masih ada ibu yang tidak melakukan mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dengan kecepatan kesembuhan Iuka jahitan perineum di BPS Bashori Surabaya. Desain dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan kohort. Popuiasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas seteiah 2 jam post partum yang mengalami ruptur perineum dan ibu nifas yang melakukan kunjungan ulang hari ke-7 post partum di BPS Bashori Surabaya pada bulan Maret sebesar 3 5 orang. Tehnik sampel menggunakan probability sampling dengan tehnik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebesar 32 responden. VariabeI penelitian ini adalah independen yaitu mobilisasi dini dan variabel dependen yaitu kecepatan kesembuhan Iuka jahitan perineum. Data penelitian ini dikumpulkan melalui Iembar observasi, sedangkan pengolahan data dengan cara editing, coding dan tabulating. Kemudian hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji statistik chi square pada SPSS. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar (75%) responden melakukan mobilisasi dini. Dari hasiI uji chi square dengan hasil p = 0,000 sehingga p (0.00) < a (0,05) maka Ho ditolak berarti terdapat hubungan antara mobilisasi dini dengan kecepatan kesembuhan Iuka jahitan perineum di BPS Bashori Surabaya. Kesimpulannya ada hubungan mobilisasi dini dengan kecepatan kesembuhan Iuka jahitan perineum di BPS Bashori Surabaya. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan memberikan penyuluhan tentang mobilisasi dini kepada ibu nifas seteiah 2 jam post partum agar kecepatan kesembuhan Iuka jahitan perineumnya cepat serta tidak terjadi perdarahan dan bagi responden yaitu agar meiakukan mobilisasi dini setelah 2 jam postpartum
    corecore