63 research outputs found

    Corporate governance characteristics and firm performance: Inferences from Panel Corrected Standard Errors (PCSES) regression

    Full text link
    Purpose - The purpose of this study is to examine the relationship between corporate governance (CG) characteristics and performance (proxied by return on equity-ROE) of listed Deposit Money Banks (DMBs) in Nigeria for the period 2012-2016.The concept of CG has become an issue of great concern to various stakeholders due to various corporate fiascos in several economies.In the same vein, this issue of corporate failures has likewise occurred in Nigeria due to ineffective application of corporate governance, where corporate board members neglect their functions coupled with the presence of inadequate disclosure in reporting of risk and its related activities, and inadequate risk management frameworks especially in the DMBs (Sanusi, 2010). These resulted in the review of the erstwhile 2009 CG code in Nigeria to the issue of a new one in 2011 with the expectation that it will enhance firm performance (Kakanda, Basariah, & Chandren, 2017).However, there is a stream of studies on the relationship between CG characteristics and firm performance (for instance, Arora & Sharma, 2016; Elyasiani & Zhang, 2015; Vafeas, 1999), yet, their results are mixed and fragmented due to differences in governance system, economic, social, and legal settings (Kakanda et al., 2016).Hence, this study hypothesized that CG characteristics have a positive relationship with firm performance.However, the result of this study depicts that the relationship between the explanatory variables and firm performance is mixed since both significant and insignificant positive and negative effects are obtained

    Pengaruh Model Problem Based Learning dan Project Citizen dalam Pembelajaran Pkn terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Disiplin Siswa.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pengaruh model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (2) pengaruh model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap karaker disiplin siswa, dan (3) pengaruh model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis dan karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok Sleman. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan pretest-posttest non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada SMK Diponegoro Depok Sleman. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes, angket, dan lembar observasi. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi. Validitas isi instrumen menggunakan pendapat para ahli dan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan Alpha Cronbach dengan program SPSS. Data dianalisis menggunakan Uji Manova yang dilanjutkan dengan uji Post hoc bonferroni menggunakan program SPSS 22.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis dengan F sebesar 5,635 dan sig. ≤ 0,05. Hasil uji lanjut post hoc bonferroni menunjukkan model project citizen lebih berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa daripada model problem based learning dengan mean difference sebesar 10,61 dan sig. ≤ 0,15; (2) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap karakter disiplin siswa daripada model project citizen dengan nilai F sebesar 7,789 dan sig. ≤ 0,001. Hasil uji lanjut post hoc bonferroni menunjukkan model problem based learning lebih berpengaruh signifikan terhadap karakter disiplin siswa dengan mean difference sebesar 4,22 dan sig. ≤ 0,05; (3) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis dan karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok dengan nilai F sebesar 6,412 dan sig.≤ 0,05

    Penerapan Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MI Nurul Islam Banjarmasin

    Full text link
    Pembelajaran Bahasa Arab di sekolah selama ini sebagian besar masih belum optimal dan dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan sehingga siswa kurang berminat dalam pembelajaran Bahasa Arab tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu metode yang memudahkan dalam pembelajaran bahasa Arab. Metode audio lingual dianggap dapat memudahkan peserta didik dalam pempbelajaran bahasa Arab. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode audio lingual dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Nurul Islam Banjarmasin dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerapan metode audio lingual dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Nurul Islam Banjarmasin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reseach), metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelian ini adalah 1 orang guru Bahasa Arab kelas IV dan siswa kelas IV yang berjumlah 23 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab mencakup tiga tahapan yakni pendahuluan, inti, dan penutup. Pembelajaran dengan menggunakan metode audio lingual tidak berdiri sendiri akan tetapi dilengkapi dengan metode qiraah dan terjemah. Hasil evaluasi menunjukan bahwa pembelajaran bahasa Arab dengan metode audio lingual dikatakan cukup berhasil karena mayoritas siswa terlibat aktif dan mampu mengingat materi dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan metode audio lingual dalam pembelajaran Bahasa Arab siswa MI Nurul Islam Banjarmasin meliputi faktor minat dan keaktifan siswa yang tergolong sedang. Selain itu motivasi dan aktivitas merupakan salah satu pendukung dalam tercapainya pembelajaran yang optimal, aktivitas belajar siswa di rumah adalah sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan belajarnya di sekolah. Guru juga salah satu faktor yang terpenting dalam pembelajaran, dengan aktivitas guru yang menarik saat mengajar maka akan membuat siswa lebih bersemangat. Sedangkan fasilitas buku paket yang dimiliki cukup mendukung, namun fasilitas kamus bahasa Arab yang dimiliki siswa tidak mendukung serta buku-buku yang tersedia diperpustakaan kurang memadai. Lingkungan disekitar juga kurang mendukung, terutama karena masih banyaknya orang tua yang kurang memperhatikan aktivitas anaknya di rumah dan prestasi anaknya di sekolah

    Peningkatan Karakter Bertanggung Jawab Siswa Melalui Model discovery Learning

    Full text link
    Riset ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan karakter bertanggung jawab siswa kelas VIII-J SMP Negeri 10 Mataram pada pembelajaran PPKn dengan menggunakan model Discovery learning. Metode penelitian yang digunakan adalah  Penelitian Tindakan Kelas. Pelaksanan penelitian ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I, jumlah indikator model Discovery learning sebagai variabel tindakan yang muncul sebanyak 29 deskriptor. Persentase munculnya variabel harapan berupa karakter bertanggung jawab siswa sebanyak 23 orang (71,4%). Mengingat siklus I belum mencapai indikator kinerja, maka dilakukan refleksi untuk mengetahui penyebab indikator kinerja belum tercapai. Berdasarkan hasil refleksi diadakan perbaikan agar kualitas pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan sebanyak 37 deskriptor (100%). Peningkatan kualitas variabel tindakan, kualitas variabel harapan meningkat pada siklus II. Karakter bertanggung jawab menunjukkan bahwa 27 siswa (84.4%). Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat dinyatakan bahwa karakter bertanggung jawab siswa dapat ditingkatkan melalui penerapan model Discovery learning pada siswa kelas VIII-J SMP Negeri 10 Mataram dalam pembelajaran PPKn

    The Influence of Problem-Based Learning and Project Citizen Model in The Civic Education Learning on Student’s Critical Thinking Ability and Self Discipline

    Full text link
    Abstract: This study aims to describe the influence of problem-based learning and project citizen model in civic education (Pendidikan Kewarganegaraan) learning on student’s critical thinking ability as well as on student’sself discipline. It used quasi experiment method with pretest-posttest non-equivalent control group design. The research population consisted of the 10th‐graders who were selected through simple random sampling technique. The data were collected through pretest, posttest, and observation and analyzed using manova test followed by post hoc Bonferroni test through SPSS program 22.0. The results show that 1) the problem-based learning and project citizen model have significant influence on student’s critical thinking ability, 2) they also have significant impact on self-discipline, and 3) overall, they significantly influence their critical thinking ability and self-discipline. Keywords: problem-based learning, project citizen, critical thinking, self-discipline PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED LEARNING DAN PROJECT CITIZEN DALAM PEMBELAJARAN PKN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER DISIPLIN SISWA Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan terhadap karaker disiplin siswa, dan terhadap baik kemampuan berpikir kritis maupun karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok Sleman. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan pretest-posttest no equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol.Populasi penelitian seluruh siswa kelas X. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik simple random sampling.Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi. Data dianalisis dengan uji manova yang dilanjutkan dengan uji post hoc bonferroni menggunakan program SPSS 22.0.Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis, 2) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap karakter disiplin siswa, dan 3) ada pengaruh signifikan model problem based learning dan project citizen dalam pembelajaran PKn terhadap kemampuan berpikir kritis dan karakter disiplin siswa di SMK Diponegoro Depok Sleman. Kata kunci: problem based learning, project citizen, berpikir kritis, karakter disipli

    PENANAMAN MORAL PADA ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN MELALUI PEMBINAAN KEAGAMAAN (STUDI DESKRIPTIF DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II LOMBOK TENGAH)

    Full text link
    Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan melalui pembinaan keagamaan dan faktor pendorong dan penghambat dalam penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan di LPKA Kelas II Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penentuan subjek dan informan dalam penelitian ini berdasarkan kriteria-kriteria. Data yang telah terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah dianalisis diuji kembali melalui triangulasi sumber dan waktu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan melalui pembinaan keagamaan di LPKA Kelas II Lombok Tengah meliputi kegiatan solat berjamaah, mengaji, dan tausiyah. Faktor pendorong dalam penanaman moral pada anak didik pemasyarakatan meliputi petugas, sarana dan prasarana, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan pemerintah. Faktor penghambat meliputi perilaku anak didik pemasyarakatan, kurangnya pengetahuan agama, dan lingkungan keluarga.Abstract:  This study aims to describe the strategy of moral cultivation in fostered students through religious guidance and to describe the supporting and inhibiting factors in cultivating moral of fostered students at LPKA Class II Central Lombok. This research is a qualitative descriptive study. The subject and the informer of the study were selected according to some criteria. The data that has been collected is analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The analyzed data was retested through triangulation of source and time. The results of this study showed that the strategy of moral cultivation of fostered students in LPKA Class II Central Lombok using religious guidance includes congregational prayer, reciting Qur’an, and tausiyah. The supporting factors in moral cultivation of fostered students include officers, facilities and infrastructure, family environment, school environment, and government environment. Meanwhile, the Inhibiting factors include the behavior of fostered students, lack of religious knowledge, and family environment

    Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

    Full text link
    skills at SMPN 10 Mataram class 8-J Civics learning is the goal of this research with the type of classroom action research in two cycles. Each cycle in this research consists of 4 (four) stages, namely (1) planning stage; (2) implementation stage; (3) the observation stage; and (4) the reflection stage. The results showed that the first cycle of data, the number of indicators for the action variable, namely the Discovery Learning , was 37 descriptors that appeared as many as 29 descriptors. The percentage of the emergence of critical thinking skills which is the variable of hope is 22 people (68.7%) from 32 people. Based on the data from the first cycle, which shows that the performance indicators of the expectation variable and the action variable have not been achieved, a reflection is carried out to examine the achievement of the predetermined performance indicators. From this reflection, the input in the form of learning devices was improved so that in the second cycle the quality of the learning process also increased by 37 descriptors (100%). The increase in the quality of the action variable was also followed by an increase in the expectation variable, namely students' critical thinking to 26 students (81.2%). From the results of this study, it was stated that the application of the discovery learning in Civics learning was able to improve the critical thinking skills of 8-J grade students of SMPN 10 Mataram. 

    Integration of Technological Pedagogical and Content Knowledge in 21st Century Learning

    Full text link
    This study aims to describe the implementation of technological pedagogical and content knowledge (TPACK) in learning in senior high schools. The research approach used is qualitative with descriptive type. Data was collected by conducting in-depth interviews and data analysis using analysis using the Miles and Huberman model with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of TPACK in SMA has not been implemented optimally. This is because there are several obstacles encountered such as the unavailability of facilities that support optimally in several schools. The facilities in question include internet networks and learning tools in the form of computers and LCDs. In addition, the increase in the ability of teachers to implement TPACK-based learning is still uneven. This is a challenge in applying TPACK to learning optimally. The alternative chosen in learning is to use conventional learning by utilizing the facilities available at school

    Kesadaran Hukum Masyarakat terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Barat Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penertiban Hewan Ternak

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesadaran hukum masyarakat terhadap Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang penertiban hewan ternak dan faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran hukum masyarakat terhadap Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang penertiban hewan ternak di Desa Bertong Kecamatan Taliwang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik menurut Miles, Huberman, dan Saldana dengan tahapan kondensasi data, tampiland, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran hukum masyarakat terhadap Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2019 tentang penertiban hewan ternak cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator yang terpenuhi yaitu pengetahuan hukum masyarakat yang cukup, pemahaman hukum masyarakat yang cukup, sikap dan perilaku hukum masyarakat yang memadai. Faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran hukum masyarakat dalam pengendalian hewan ternak antara lain faktor masyarakat, faktor penegakan hukum, faktor fasilitas dan faktor peraturan hukum.Keywords: Kesadaran Hukum, Penertiban Hewan Ternak

    Penerapan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi pada Pengelolaan Dana Desa dalam Mewujudkan Good Governance di Desa Ketangga Jeraeng Kabupaten Lombok Timur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi pada pengelolaan dana desa serta faktor pendukung dan penghambatnya, dalam mewujudkan Good Goveranance di desa Ketangga Jeraeng Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip transparansi dan akuntibilitas pada pengelolaan dana desa dalam mewujudkan good governance di desa Ketangga Jeraeng Keruak kabupaten Lombok Timur sudah diterapkan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari laporan pertanggungjawaban yang dibuat selalu di informasikan terkait kegiatan yang telah diselenggarakan pemerintah desa di papan informasi yang ada dikantor desa selain itu diumumkan melalui pengeras suara dimasjid. Dapat dilihat juga bahwa laporan pertanggungjawaban pemerintah desa sebelum di serahkan ke kecamatan itu dikaji terlebih dahulu oleh BPD, kemudian disahkan dan diantar ke kecamatan untuk diserahkan kapada pemerintah daerah (Bupati). Adapun faktor pendukungnya adalah. Masyarakat terlibat aktif dalam memberikan masukan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintahan desa melalui BPD, terinputnya seluruh laporan pertanggungjawaban kedalam sistem keuangan desa, tim pelaksana program paham akan surat pertanggungjawaban (SPJ), anggaran yang telah terpakai bisa dilihat SPJ nya di kantor desa, adanya sumber daya manusia (SDM), fasilitas yang lengkap, adanya anggaran dalam melaksanakan kegiatan. Adapun faktor penghambatnya adalah. rendahnya rasa kaingintahuan masyarakat terkait dengan pengelolaan dana desa, kebijakan pemerintah pusat sering berubah-ubah, kurang memahami teknologi informasi, kurangnya partisipasi masyarakat pada evaluasi selesai kegiatan, perangkat desa kurang disiplin, kurangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan saran, kebijakan pemerintah pusat sering berubah-ubah
    corecore