1,720,965 research outputs found
Manguji Landasan Sunnah Pengamalan Tasawuf
Mengapa saya mengangkat masalah tasawuf? karena saya merenungi bahwa problem terbesar bangsa ini, bahkan kemanusiaan, adalah menipisnya self-control atau kendali dari dalam diri agar tetap dalam pertimbangan yang bijak dalam memandang dunia. Korupsi, Narkoba dan Lingkungan Hidup adalah tiga di antara banyak contoh persoalan baangsa yang hingga detik ini masih menjadi sorotan seolah-olah tak akan berujung. Maka spirit yang diperjuangkan oleh tasawuf adalah solusi yang tepat untuk dilakonkan. Apakah semua jenis dan level ajaran tasawuf baik untuk diikuti? di sanalah persoalan berikutnya, mengapa landasan normatifnya mesti diverifikasi
TANTANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN DI TENGAH PERSAINGAN GLOBAL
Efforts to promote education should ideally be realized jointly between the government, community, business world in improving education institutions to set up a more skilled labor force, and so forth. Such efforts must be done comprehensively started the primary level up to tertiary education. One of them the government should do is to make improvements in the areas of curriculum. Government in order to homogenize step in revamping the education issue has redefined the concept of the curriculum is a set of plans and arrangements regarding the objectives, content and learning materials, as well as the means used to guide the implementation of learning activities to achieve specific educational objectives
KONTRIBUSI PESANTREN DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Abstract: This article aimed to described the contribution of pesantren towards the development of educational system in Indonesia. Pesantren is a traditional system of Islamic education in Indonesia whereas emerged to strengthe-ning Islamic religiosity values into students trough integration between learning, religiosities and community lives. Pesantren has passed on ups and down periods, started to become an institution dichotomy with western educational system to be a part of nation-building. In this article described any facts that concluded that pesantren has a major contribution to human development in Indonesia.Abstrak: Tulisan ini bertujuan mengambarkan kontribusi pesantren terhadap perkembangan sistem pendidikan di Indonesia. Pesantren adalah suatu sistem pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang menitik beratkan pada penanaman nilai-nilai keagamaan Islam kepada peserta didiknya melalui suatu tatanan terintegrasi antara sekolah, ibadah, dan kehidupan bermasyarakat. Pesantren mengalami pasang surut, mulai dari lembaga yang dikotomis terhadap sistem pendidikan barat hingga menjadi bagian dari pembangunan kebangsaan secara umum. Dalam tulisan ini diungkap berbagai fakta yang menyimpulkan bahwa pesantren, baik secara kelem-bagaan maupun secara individual memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan manusia Indonesia.
OBJEK EVALUASI PENDIDIKAN
Evaluation is a tool, which is used to measure the success level of a program. In measuring something, it must use appropriate tool based on the existing indicators. Evaluation in education is related to activity or process of education that becomes center of attention. The object of study is cognitive (knowledge and understanding), affective (attitudes and ideas), and psychomotoric (skills and habits), the determination of the instrument is associated with aspects that will be be assessed
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI BRUNEI DARUSSALAM
Borneo Darussalam is one of the countries in the world claims itself as Islamic country that follows the Syafi’e school in Fiqh and Asy’ariyah in Theology. The history of Islam comes to Borneo Darussalam has some versions like another Asian countries. One version said that Islam came to Borneo in the 7 centuries and another version said that in the 13-14 centuries which was brought by Arabian Trade. Educational model in Borneo is the same in Singapore and Malaysia with the pattern A-7-3-2-2 by using Malay and English instruction with focusing on the priority of human’s morality to get religion and master technology. The government (Kingdom) has paid more attention to educational progress. The is shown to the educa-tional budget portion is too high and the position of education is very high to society’s view
Jejak Tradisional Sistem Pendidikan Islam pada Pesantren Salafiyah Parappe Kabupaten Polewali Mandar
Disertasi ini membahas tentang jejak tradisional sistem pendidikan Islam dipesantren Salafiyah Pareppe Polewali Mandar, yang secara kualitatif masih mencoba untuk bertahan dengan sistem pendidikan tradisional. Pokok permasalahannya adalah bagaimana jejak tradisional sistem pendidikan Islam di pesantren salafiyah Pareppe Polewali Mandar. Yang meliputi submasalah: Pertama, bagaimana latar belakang sejarah lahirnya pesantren Salafiyah Parappe?, kedua, bagaimana sistem pendidikan pendidikan pada pesantren Salafiyah Parappe kabupaten Polewali Mandar?, ketiga,Bagaimana upaya pengelola pesantren Salafiyah dalam mempertahankan identitas tradisionalitasnya dalam sistem pendidikan?, dan keempat, bagaimana responsmasyarakat terhadap sistem pendidikan pesantren Salafiyah?
Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomena-logis. Selain itu digunakan pula pendekatan keilmuan sosiologis.Sumber data penelitian ini terdiri atas sumber data primer data data sekunder, Sumber data data primer adalah kiai utama pada pesantren dengan sebutan annang guru, sumber data berikutnya adalah para guru atau kiai muda, pengurus pesentren, para alumni pesantren Salafiyah Parappe, santri itu sendiri, tokoh masyarakat atau tokoh agama, pemerintah dan orang tua santri. Sedangkan data sekunder didapatkan dari dokumen yang ada pada pesantren. Adapun teknik pengumpulan data didapatkan melalui beberapa teknik seperti observasi, interview dan dokumentasi atau dengan menggunakan ketiga teknik tersebut. Teknik analisis/pengolahan data menggunakan 4cara: (1) reduksi data, (2) display data, (3) verifikasi data, dan (4) penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan penigkatan ketekunan serta trianggulasi.
Adapun hasil temuan peneliti,pertama, sejak awal berdirinya sekitar tahun1970-an memakai sistem mangngaji tudang/halaqah murni yang merupakan kelan-jutan dari sistem sebelumnya dan kurang lebih 27 tahun barulah terbentuk organisasi pengurus, terjadi dinamika, tetapi tetap mempertahankan pola tradisonal. Kedua, sistem pembelajaran, selain halaqah, bandongan dan sorogan juga klasikal, tetapi kuri-kulum tetap menggunakan kitab-kitab klasik dengan sistem tabaqat, bagi santri pada level aliyah tidak ada ujian negara. Ketiga, upaya yang dilakukan dalam mempertahankan tradisionalitas yaitu: perekrutan tenaga pengajar hanya dari kalangan alumni dan dari pesantren yang memiliki visi yang sama, genealogi intelektual/kekerabatan dan sistem tabaqat, dengan menikahkan puteri kiai atau keluarganya dengan santri-santri senior yang memilik keistimewaan dan kelebihan dalam bidang ilmu dan akhlak. Keempat, respon masyarakat lokal positif merasaaman dan dianggap sebagai benteng pertahanan budaya yang pada awalnya sebagian generasi muda melanggar norma agama dan budaya. Masyarakat jauh dengan memasukkan anaknya ke pesantren dan bantuan fisik.
Implikasi penelitian ini adalah dengan konsistensinya mempertahankan sistem tradisional, maka pesantren ini tetap eksis dan mendapatkan posisi atau tempat tersendiri di tengah-tengah masyarakat dan santri yang datang belajar ke pesantren ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Implikasi lain adalah karena pesantren ini konsisten dengan pembelajaran kitab kuning, maka sebagian santri meskipun secara formal sudah tamat jenjang pendidikan aliyah, tetapi masih tinggal dipesantren untuk memperdalam bacaan kitabnya. Demikian pula dengan konsistensi tersebut pesantren, makasetiap musim libur mahasiswa perguruan tinggi di Makassar seperti UNHAS, UIN, dan UM
Dinamika Sistem Pendidikan Islam di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat
Sejarah perkembangan dan dinamika pendidikan Islam di Indonesia seirama dengan masuknya Islam ke Nusantara. Menurut catatan sejarah lembaga pendidikan Islam pertama lahir dan berangkat dari Surau, Mushola, Masjid, kemudian menjelma kebentuk pesantren dengan manajemen yang sangat sederhana. Semua system pengelolaan berpusat pada keputusan kiyai yang sangat dihormati oleh para Pembina, guru dan para santri. Dalam perkembangannya pesantren pun mengalami dinamika, dari waktu ke waktu, pada awalnya dalam bentuk lembaga pendidikan tradisional dan sampai saat ini sudah banyak lahir pesantren moderen. Meskipun sebagian pesantren masih bertahan pada posisi tradidisional. Dari dinamika inilah, para peneliti dan pemerhati pesantren mengkategorikan pesantren menjadi tiga macam, yaitu pesantren tradisional, semi moderen, dan pesantren moderen. Pada penelitian ini fokus mengkaji tentang dinamika sistem pendidikan Islam di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan berusaha menemukan serta lebih menekankan pada quality observasi lapangan atau hal yang terpenting pada suatu objek penelitian. Temuan dari penelitian ini adalah dinamika yang terjadi pada masing-masing pesantren sangat variatif dan masing-masing institusi memiliki distingsi masing-masing sebagai pencirian lembaga
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
