1,721,010 research outputs found

    FENOMENOLOGI KOMUNIKASI ANAK JALANAN TELAAH GAYA PENYESUAIAN DIRI DALAM LINGKUNGAN ORANG DEWASA PADA ANAK JALANAN DI KOTA CIREBON

    No full text
    Anak jalanan memiliki gaya komunikasi khas dalam membangun relasi dengan lingkungan. Walaupun bersinggungan dengan konflik dan kekerasan di antara mereka dan orang dewasa, anak jalanan mampu mepertahankan diri dengan berbagai cara. Upaya itu bisa dilakukan dengan caramembangun penyesuaian diri, meningkatkan daya tahan, atau penajaman konflik melalui kekerasan. Perilaku komunikasi dalam penyesuaian diri tersebut, melahirkan gaya komunikasi anak jalanan selama berada di jalanan. Hal ini seperti yang digambarkan olehTeori Interaksi Simbolik dari Charless H. Cooley dan Teori Tafsir Sosial Atas Realitas dari Burger dan Luckman, yang menjelaskan sosialisasi diri dan cara individu membangun konsep diri dalam lingkungan sosialnya. Penelitianini bertujuan untuk menggambarkan perilaku komunikasi yang menghasilkan gaya komunikasi anak jalanan dengan aktor-aktor lainnya dalam lingkungan jalanan. Metode Fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dilakukan terhadap anak jalanan di Kota Cirebon.Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif mengalir sesuai tema-tema pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; anak jalanan mengembangkan pemaknaan perilaku interaksi dan komunikasi yang khas dengan berbagai pihak seperti orang tua, pengemis, peziarah, dan sesama anak pengemis.Mereka menggunakan dan merekayasa simbol-simbol verbal khas berkomunikasi di lingkungan mereka. Kata kunci: Fenomenologi, Anak jalanan, Gaya Komunikasi, Interaksi Simbolik, Tafsir Sosial

    Metode penelitian komunikasi

    No full text

    Komunikasi Lingkungan dan Komunikasi Bencana di Indonesia

    Full text link
    Kajian tentang komunikasi lingkungan mulai banyak dikaji oleh para peneliti dalam bidang ilmu komunikasi, hal ini dikarenakan kesadaran dan kepekaan terhadap permasalahan lingkungan mulai muncul pada masyrakat Indonesia. Selain itu hampir tiap tahun Indonesia selalu mengalami bencana alam di berbagai daerah, sehingga masyarakat mulai memikirkan bagaimana memperbaiki lingkungan. Kajian dan penelitian komuniasi bencana juga cukup cepat perkembangannya dalam beberapa tahun terakhir, karena beberapa penelitian terdahulu yang sudah dilakukan oleh para peneliti komunikasi mampu memberikan solusi bagi permasalahan komunikasi dalam situasi bencana yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Salah satu aspek yang menyatukan kajian komunikasi lingkungan dan komunikasi bencana adalah permasalahan kebencanaan. Maka ketika dua kajian ini dijadikan dalam satu buku maka pembaca akan melihat keterkaitan satu tulisan dengan tulisan yang lain meskipun lokasi penelitian, metode, dan permasalahan yang dikaji berbeda-beda. Merayakan kajian di ranah komunikasi lingkungan dan komunikasi bencana, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) menerbitkan buku Komunikasi Lingkungan dan Komunikasi Bencana di Indonesia yang sedang Anda pegang ini. Buku ini berisi berbagai kajian dari para dosen dan akademisi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia di ranah komunikasi lingkungan dan komunikasi bencana

    Women as Commodities, the Analysis of Local Culture Factor and Communication Approach of Women Trafficking in West Java, Indonesia

    Full text link
    Trafficking in Indonesia had emerged since the Japanese colonial era. Women were given promises to work as artist  in the Sakura country. But in reality, they were held imprisoned and made ??the sex object in Japanese army camps in Indonesia. The stories of women trafficking eventually trapped the victims into prostitution.Top of Form West Java is the provinces with the largest trafficking victims. This time, counties and cities in West Java became the biggest of  supplier women migrant workers. Many efforts have been made by the provincial and counties/cities. Starting from the attempt of preemptive, preventive and curative. This paper is based on field observations and review of document reports (Metadata). The data  have been collected through interviews and observations to the area of trafficking in west Java and sending areas  such as Batam in Riau and Kalimantan border. This study shows that poverty, low education, local culture (mluruduit) are the cause factors of women become a commodity in the trafficking. In addition, interpersonal communication approach through family members, couples and boyfriend by recruiters is the strategy in the recruitment of potential victims of trafficking. Keywords: Women trafficking, West Java, local cultural, mluruduit , and interpersonal communication

    TRADITIONAL TITLES AND POLITICAL COMMUNICATION IN GORONTALO

    Full text link
    Each region has its own peculiarities that refers to the culture of its people. In this diverse culture, there are customs that are maintained as continuous, preserved and practiced in social life. The aims of the research are: (a) to reveal the meaning of adat title in local political communication, (b) to know the meaning of political communication capital in local government in Gorontalo, and (c) to get the pattern of political communication capital in local government in Gorontalo. The research doing by the critical ethnography, which is focus on the discovery, interpretation, and application of local knowledge to practice, rather than on testing hypotheses or outcomes. As a customary area, Gorontalo has a tradition of giving traditional titles (Pulanga)to the local son who is considered to have a great contribution to the region. The awarding of traditional titles/returns as a form of homage to new officials to distinguish them from others in society. The preservation of the traditions of the awarding ceremony is a sign that custom exists in Gorontalo society. So far, the awards have not clashed with democracy, although in certain aspects such as the recognition of women's leadership, not yet fully compatible with democracy. This paper examines how customary / traditional titles can be used as political capital in a contestation in Gorontalo for political office positions.Key words: gelaradat, modal politik, Gorontalo

    Cancel Culture in South Korea's Entertainment Industry: Media Framing through the Lens of Deviance

    Full text link
    The media has the power to carry out media framing and the public has the power to believe or not and participate in spreading‎ the results of the media framing or not, which will eventually lead to whether or not a cancel culture happens. The author wants‎ to analyze how Kumparan news articles apply framing to actor Kim Seon Ho's scandalous news which caused him to be exposed‎ to cancel culture, through journalistic analysis with The Sphere of Deviance theory by Daniel Hallin. The author conducted a‎ thematic analysis of 9 articles regarding the actor Kim Seon Ho scandal published by Kumparan in the period of 19 October 2021-‎‎22 October 2021 and resulted in 3 divisions of categories: positive (not supporting cancel culture), negative (supporting cancel‎ culture), and neutral. From the 9 news articles that were sampled, after the analysis, the writer produced the following data: 2‎ articles in the positive category, 1 article in the negative category, and 6 articles in the neutral category. Even though there is no‎ dominant framing in the article published by Kumparan regarding the Kim Seon Ho scandal, it can still be concluded that indeed‎ the media has power through media framing, as well as the public who have power over the information obtained from the‎ media (whether it is the result of media framing or not)

    Komunikasi Kesehatan di Indonesia

    Full text link
    Dunia kesehatan Indonesia hari ini tidak bisa dilepaskan dari komunikasi, bagaimana banyak sekali permasalahan dalam dunia kesehatan dapat diselesaikan dengan ilmu komunikasi. Sebaliknya banyak sekali permasalahan dalam dunia kesehatan di Indonesia disebabkan karena tidak pahamnya tenaga medis teknik berkomunikasi yang baik. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir ini semakin banyak peneliti bidang komunikasi yang meneliti kajian-kajian komunikasi kesehatan di Indonesia. Mengapresiasi karya-karya dalam bidang komunikasi kesehatan di Indonesia, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) menerbitkan buku Komunikasi Kesehatan di Indonesia yang sedang Anda pegang ini. Buku ini berisi berbagai kajian dari para dosen dan akademisi Ilmu Komunikasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia di ranah komunikasi kesehatan

    RESEPSI KEKERASAN SEKSUAL KHALAYAK DALAM SERIAL TV GAME OF THRONES

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini berjudul Interpretasi Pemirsa terhadap Kekerasan Seksual dalam serial TV, Game of the Thrones Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) rumusan makna pembuat teks, (2) pembacaan khalayak, dan (3) kerangka pengetahuan pemirsa yang mendasari pembacaan terhadap kekerasan seksual di serual TV, Game of Thrones. Ini adalah penelitian metode kualitatif dengan teknik analisis penerimaan menggunakan model Encoding-Decoding Stuart Hall. Objekpenelitiannya adalah serial TV, Game of Thrones dan informan penelitian adalah penonton serial TV Game of Thrones. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumusan pembuat teks tentang makna kekerasan seksual dapat disimpulkan hingga tiga poin. Pembacaan penonton menghasilkan ketiga posisi membaca: pembacaan dominan-hegemonik, negosiasi, dan oposisi. Kerangka pendengar pengetahuan yang mendasari bacaan itu terdiri dari aspek kepercayaan, nilai budaya, dan latar belakang pendidikan. Peneliti mengemukakan bahwa (1) produsen teks media meneliti penelitian pendengar dalam menentukan konteks media, dan (2) studi penerimaan dan penelitian dengan menggunakan metode analisis penerimaan untuk lebih ditingkatkan. Kata kunci: Khalayak, Kekerasan seksual, Game of Throne, Analisis Penerimaan, Encoding-decodin

    Post Colonial Studies In Indonesia: Women Identity In Colonial Mechanism

    Full text link
    From the very beginning, Postcolonial and feminism examines how women are oppressed in their life. Colonialism and patriarchy have been closely entwined politically and historically, but an end in colonial era in Indonesia had not meant an end to the oppression of women in former colony areas. In this research, Postcolonial feminist points out the way in which women continue to be stereotyped and marginalized, ironically it happened by their own culture through norms that oppress women. Patriarchy produced double oppression on tea-picker women labour life
    corecore