1,721,126 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Program kreativitas mahasiswa pemanfaatan ekstrak daun durian (Durio zibethinus L.) sebagai antitoksik asam sianida (HCN) ubi kayu pada ternak domba
Penelitian Pemanfaatan ekstrak daun durian (Durio zibethinus L.) sebagai antitoksik HCN (asam sianida) ubi kayu pada ternak domba bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta kandungan dari ekstrak daun durian (Durio zibethinus L.) serta mengetahui konsentrasi optimum pada ekstrak daun durian (Durio zibethinus L.) untuk menetralkan racun sianida (HCN) pada ubi kayu (Manihot utilissima). Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif pengobatan keracunan asam sianida (HCN) pada ternak serta mengetahui perbandingan pemberian daun durian untuk menetralkan keracunan asam sianida (HCN) sehingga dapat digunakan sebagai sumber pustaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembuatan ekstraksi daun durian kemudian diuji dengan asam sulfat (H2SO4) encer untuk mengetahui ada atau tidaknya sulfur (S). Setelah itu dilakukan analisis in vitro pada ekstrak daun durian untuk mengetahui pengaruh terhadap kandungan sianida dalam pakan ubi kayu dengan perlakuan konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%. Pengulangan pada analisis in vitro dilakukan sebanyak empat kali. Analisis data dari penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL).Dikt
Performa Induk dan Anak Kelinci New Zealand White yang Diberi Ransum Mengandung Daun Kelor Pada Fase Laktas
Kelinci adalah ternak yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan ternak lainnya. Daging dan bulu yang berkualitas dapat dihasilkan oleh kelinci karena memiliki potensi biologis dan ekonomi yang baik. Salah satu keunggulan lainnya pada ternak kelinci adalah kemampuannya untuk melahirkan anak yang banyak atau disebut juga dengan istilah prolific. Keunggulan ini juga menjadi kekurangan dari ternak kelinci karena besarnya angka mortalitas pada anak kelinci. Mortalitas pada anak kelinci dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah manajemen kandang, peforma induk, pakan, dan juga kemampuan induk mengasuh anak atau yang disebut mothering ability. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan dan menganalisa performa induk dan anak kelinci new zealand white yang diberi ransum mengandung daun kelor (Moringa oleifera lamk) dengan performa kelinci yang diberi ransum tanpa daun kelor. Analisis data dilakukan dengan metode rancangan percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan taraf 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan perlakuan lebih baik dibandingkan dengan pakan kontrol, begitu halnya dengan pertumbuhan bobot badan induk dan efisiensi pakan induk. Simpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan daun kelor pada ransum meningkatkan peforma induk kelinci new zealand white jika dibandingkan dengan pakan kontrol. Mortalitas dan PBBH anak kelinci tidak memiliki perbedaan yang nyata
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Kajian Ekonomi Transportasi Ternak Domba dengan Sistem Triple Deck
Transportasi merupakan salah satu faktor penyebab stres dan kerugian pada ternak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ternak domba dan harga pokok produk ternak domba akibat transportasi dengan perlakuan tingkatan deck yang berbeda. Penelitian ini menggunakan 18 ekor domba ekor gemuk jantan dengan umur ±1 tahun dan bobot rata-rata 21.03±3.24 kg yang ditransportasikan selama 17 jam 30 menit dengan sistem triple deck. Peubah yang diamati meliputi penyusutan bobot badan, laju respirasi, denyut nadi, suhu rektal, serta lama rekondisi ternak. Data dianalisis dengan menggunakan analysis of covariance (ANCOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa laju respon fisiologis mengalami penurunan pada saat domba ditransportasikan. Penurunan bobot badan yang terjadi setelah transportasi tidak berbeda nyata (P>0.05). Lama rekondisi yang diperlukan dari setiap perlakuan berbeda dengan deck paling bawah membutuhkan waktu paling lama. Harga Pokok Produksi (HPP) ternak domba setiap deck berbeda-beda tergantung dari kerugian susut bobot badan dan lama waktu rekondisi
Pegaruh Pemberian Gula Pasir dan Vitamin C pada Ternak Domba Sebelum Pengangkutan Terhadap Status Faal, Penyusutan Bobot Badan dan Profil Darah saat Transportasi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian gula pasir dan vitamin C dalam transportasi hewan ternak untuk mengurangi tingkat stres pada domba. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu P1 (Kontrol), P2 (Vitamin C 125 mg kg-1 BB), P3 (Gula Pasir 6 g kg-1 BB) dan 3 ulangan setiap perlakuan. Variable yang dihitung antara lain bobot badan, respirasi, suhu rektal, detak jantung, dan analisis profil darah. Data diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA), apabila terdapat perbedaan yang nyata. Dari hasil penelitian pemberian vitamin C pada domba mampu menurunkan stres selama transportasi yang berakibat pada penyusutan bobot badan domba. Penyusutan berat badan domba dengan pemberian vitamin C berhasil mencapai angka 9.95±0.72 kg, lebih rendah dari penyusutan bobot badan domba perlakuan lainnya yaitu pemberian gula yang mencapai 8.58±2.67 kg dan perlakuan control yaitu sebesar 10.92±2.55 kg
Karakteristik Karkas dan Non Karkas Domba Ekor Gemuk Betina pada Umur Potong yang Berbeda di TPH Bens Farm Sentul
Umur yang optimal akan menghasilkan produksi karkas dan non karkas
yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik karkas dan non
karkas domba ekor gemuk betina pada umur potong yang berbeda. Rancangan
yang digunakan yaitu menggunakan RAL pola searah dengan jumlah ternak
sebanyak 250 domba ekor gemuk : 172 ekor berumur I0, 61 ekor berumur I1, dan
17 ekor berumur I2. Metode yang digunakan yaitu dengan cara menimbang bagian
karkas dan non karkas domba. Hasil menunjukan domba ekor gemuk yang
disembelih berdasarkan umur potong yang berbeda mempunyai pengaruh yang
nyata terhadap bobot potong. Pengaruh perbedaan umur mempunyai pengaruh
yang beragam terhadap persentase non karkas yang dihasilkan. Domba ekor
gemuk yang berumur I2 menghasilkan bobot potong yang lebih tinggi
dibandingkan domba yang berumur I0 dan I1 pada pemotongan di TPH Bens Farm
Sentul. Perbedaan umur potong domba ekor gemuk betina (I0, I1, dan I2) tidak
terlalu berpengaruh terhadap komponen karkas, komponen non karkas, dan
persentase non karkas yang dihasilkan
Karakteristik dan Analisis Penjualan Karkas Non Karkas Domba Betina Lokal Berdasarkan Bangsa yang Berbeda di PT. Tawakkal.
Domba betina ekor tipis dan domba betina ekor gemuk merupakan bangsa domba yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karkas dan non karkas berdasarkan bangsa domba berbeda yang terdapat di PT Tawakkal Ternak Indonesia, Caringin Bogor. Penelitian ini menggunakan 140 ekor domba betina terdiri dari 70 ekor domba ekor gemuk dan 70 ekor domba ekor tipis. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan uji t. Hasil menunjukkan bahwa dari kategori bobot potong, bobot karkas, bobot tubuh kosong, dan persentase karkas tidak berbeda nyata (P>0.05) antara domba ekor tipis dan domba ekor gemuk. Bagian non karkas yang beda nyata ditunjukkan pada bagian kaki dan saluran pencernaan. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa persentase karkas domba ekor tipis dan domba ekor gemuk adalah 46.44% dan 45.93%. Perhitungan keuntungan penjualan karkas dan non karkas domba ekor tipis dan domba ekor gemuk berturut-turut adalah Rp123 800 dan Rp171 200 per ekor
- …
