1,720,960 research outputs found

    Eksplorasi Pengalaman Mahasiswa Muslim dalam Menerapkan Nilai-nilai Islam di Kehidupan Kampus

    No full text
    Keberadaan mahasiswa Muslim di dunia kampus menjadi perhatian penting dalam pengembangan nilai-nilai Islam di lingkungan kampus. Mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus yang heterogen dan juga menghadapi berbagai perbedaan dan budaya yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Muslim dalam menerapkan nilai-nilai Islam di kehidupan kampus. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bagi mahasiswa Muslim di Universitas Lancang Kuning. Temuan menunjukkan bahwa identitas agama memainkan peran sentral dalam kehidupan kampus mahasiswa Muslim, namun mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Dukungan dari komunitas dan pengajar serta relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks akademik menjadi faktor penting dalam pengalaman mereka. Implikasi dari penelitian ini termasuk peningkatan kesadaran dan sensitivitas terhadap kebutuhan mahasiswa Muslim, pengembangan program dukungan yang lebih efektif, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan tinggi

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesulitan Pembelajaran Nilai-Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam pembelajaran nilai-nilai agama dan moral pada anak usia dini di PAUD Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari guru-guru PAUD dan orang tua siswa di beberapa sekolah PAUD se-kecamatan sukajadi kota Pekanbaru yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi kelas, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan dalam pembelajaran nilai-nilai agama dan moral, termasuk kurikulum dan materi pembelajaran yang tidak sesuai, keterbatasan sumber daya, dan kurangnya pelatihan bagi guru serta pengaruh teknologi dan inkonsistenisasi

    Implementasi Hasil Belajar Siswa dalam Pendidikan Islam pada Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hasil belajar siswa dalam pendidikan islam pada kurikulum merdeka di Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Kota Pekanbaru dan factor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dianalisis secara kualitatif dengan menganalisis dan menginterpretasi secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi hasil belajar siswa dalam pendidikan islam pada Kurikulum Merdeka dari segi pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum Merdeka secara umum berada dalam kategori cukup efektif/sedang, sementara dari segi pelaksanaan kurikulum Merdeka berada dalam kategori baik dan hasil belajar siswa dalam implementasi kurikulum Merdeka berada dalam kategori sangat baik. Faktor pendukung implementasi hasil belajar siswa dalam pendidikan islam pada Kurikulum Merdeka pada Madrasah Tsanawiyah Negeri se-Kota Pekanbaru adalah Pelatihan dan Pengembangan Profesional Guru, Motivasi dan Keterlibatan Siswa, Pembelajaran Kolaboratif, Pengakuan atas Keberagaman Siswa, Ketersediaan Sumber Daya Pembelajaran, Dukungan Kepemimpinan Sekolah dan Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat. Sementara faktor penghambat implementasi yaitu Kurangnya kesiapan Guru, Minat dan Motivasi Belajar Siswa yang Rendah, Ketidakmampuan Siswa dalam Berkolaborasi, Kesulitan Siswa dalam Mengatur Waktu dan Tugas, Keterbatasan perangkat teknologi pembelajaran, Kondisi Lingkungan Pembelajaran yang tidak mendukung, dan Keterbatasan Waktu

    Pengembangan Karakter Melalui Pendidikan Islam Berbasis Nilai-Nilai Al-Quran: Analisis Konseptual

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan karakter melalui pendidikan Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Krisis moral global yang ditandai oleh melemahnya nilai etika, tanggung jawab sosial, dan integritas individu menuntut penguatan pendidikan karakter dalam sistem pendidikan. Islam sebagai agama yang menempatkan akhlak sebagai inti ajaran menawarkan pendekatan holistik melalui internalisasi nilai-nilai Qur’ani, seperti kejujuran (ṣidq), tanggung jawab (mas’ūliyyah), amanah, keadilan, dan kasih sayang (raḥmah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis nilai-nilai Al-Qur’an memiliki potensi strategis sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang unggul secara intelektual serta matang secara spiritual, emosional, dan moral. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam praktik pendidikan dapat menjadi alternatif solutif dan berkelanjutan dalam menghadapi degradasi moral dan memperkuat pembentukan karakter bangsa

    Klasifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Gambar Mata Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Network (CNN)

    No full text
    Mata merupakan organ penglihatan yang terletak di rongga orbital. Bentuknya bulat, sekitar 2,5cm. Ruang antara mata dan orbit diisi oleh jaringan gemuk, dinding tulang dan lemak orbit yang dapat melindungi mata dari terluka. Mata adalah salah satu panca indra yang dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin dari manusia. Untuk membantu mengklasifikasikan jenis kelamin manusia menggunakan data citra mata bisa dengan menggunakan pendekatan deep learning dengan menggunakan algoritma Convolutional Neural Network (CNN). Hasil yang diperoleh adalah berupa nilai precision, recall, F1-score dan Accuracy dengan nilai precision untuk femaleeyes 97% dan maleeyes 90%, Recall femaleeyes dengan nilai 91% dan maleeyes 96%, F1-score  dengan nilai femaleeyes 94% serta maleeyes 93% dan nilai accuracy yang di dapatkan pada jumlah data yang sudah di training sebesar 94%

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore