48 research outputs found

    Pengaruh Usia dengan Risiko Komplikasi Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Heran Tahun 2024

    Get PDF
    Masalah kesehatan selama hamil baik fisik maupun psikis wanita memiliki suatu keadaan yang dapat meningkatkan risiko selama hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh usia dengan risiko komplikasi kehamilan. Metode Penelitian ini mengunakan metode kuntitatif dengan pendekatan survey. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pekan Heran berjumlah 90 orang. Penelitian ini dilakukan pada Februari tahun 2024 dengan menyebarkan kuisoner kepada responden. Hasil penelitian ini diuji mengunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan  mayoritas kehamilan tidak berisiko berjumlah 59 orang (65,5%) dan mayoritas usia ibu tidak berisiko berjumlah 71 orang (78,8). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh usia dengan risiko komplikasi kehamilan dengan nilai signifikan 0,0275

    Hubungan pengetahuan pemberian mp-asi terhadap kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas polak pisang Tahun 2023

    Get PDF
    Obstipasi merupakan salah satu gangguan pencernaan yang cukup banyak dijumpai pada neonatus, bayi dan anak sebagai tidak adanya pengeluaran feses selama 3 hari/lebih. Sedangkan pengertian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan yang diberikan untuk bayi di atas 6 bulan sebagai makanan tambahan untuk dapat memenuhi asupan bayi, pemberian makanan utama harus mengandung karbohidrat, protein, lemak dan sayur atau buah. Di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang tahun 2022 data jumlah bayi usia 6-24 bulan berjumlah 457. Mengetahui hubungan pengetahuan pemberian MP-ASI dengan kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang Tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan metode penelitian analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Polak Pisang pada tahun 2022 berjumlah 457 orang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Cluster Sampling. Cluster Sampling dengan jumlah sampel 83 responden Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-24 bulan mayoritas pengetahuan ibu dalam pemeberian MP-ASI adalah baik berjumlah 53 responden (63,9%). Dan mayoritas kejadian obstipasi, didapatkan tidak mengalami obstipasi adalah berjumlah 77 orang (92,8%). Setelah dilakukan perhitungan uji statistik Chi-quare dengan menggunakan SPSS didapat hasil bahwa P = 0,236 > 0,05 yang meyatakan Ha ditolak dan Ho diterima. Sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pemberian MP-ASI terhadap kejadian obstipasi pada bayi usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Polak Pisang Tahun 202

    HUBUNGAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIPAYUNG

    No full text
    &lt;p&gt;&lt;em&gt;ASI Eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi tanpa makanan dan minuman pendamping (termasuk air jeruk, madu, air gula), yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Salah satu penyebab belum berhasilnya pelaksanaan ASI Eksklusif di Indonesia adalah faktor ibu yang bekerja (meski itu bukan satu-satunya faktor penyebab kegagalan). &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Pekerjaan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada bayi, karena ibu sebagai IRT memiliki waktu lebih banyak bersama anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pekerjaan&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Wilayah kerja Puskesmas Sipayung Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Penelitian ini bersifat analitik&lt;/em&gt;&lt;em&gt; dengan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;pendekatan cross sectiona&lt;/em&gt;&lt;em&gt;l. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Sampel &lt;/em&gt;&lt;em&gt;penelitian ini &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sebanyak 152 orang dengan teknik simple random sampling.&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu memberikan ASI Eksklusif 50,7%, bekerja sebagai IRT 75,7%, ada hubungan antara pekerjaan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif dengan nilai Pvalue 0,018 (R= 0,396).&lt;/em&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;I&lt;/em&gt;&lt;em&gt;bu yang bekerja sebagai Non IRT cenderung  memberikan ASI Eksklusif dikarenakan pengetahuan ibu yang lebih baik. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;em&gt;iharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi mengenai ASI Eksklusif, sehingga pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan dapat bekerja sama dalam meningkatkan pemberian ASI Eksklusif.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</jats:p

    PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN TRIMESTER III TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL

    No full text
    Background: The danger sign of pregnancy is a sign that a serious problem has occurred in the pregnant woman or the fetus she is carrying. Health promotion of pregnancy danger signs identifies knowledge of pregnant women after being given health promotion and analyzes the effect of health promotion on pregnancy danger signs on knowledge of pregnant women. This study aimed to determine the effect of health promotion on the third trimester of pregnancy danger signs on the knowledge of pregnant women in RSUD Indrasari Rengat. Methods: The research method used is descriptive analytic with a Group Pretest-Postest research design. The sampling technique used was consecutive sampling with a total of 38 pregnant women. The results were analyzed using paired sample t-Test. Results: The average value of knowledge of pregnant women before being given health promotion was 72.18 and after being given health promotion was 85.39 with t -11.086 and the significance was less than 5% (p=0.000<0.05). Based on the results of these studies, it can be concluded that there are differences in the knowledge of respondents before and after being given a promotion. Conclusion: Health promotion about the danger signs of pregnancy influences pregnant women’s knowledge in the III trimeste

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA REDANG SEKO KECAMATAN LIRIK

    No full text
    The body needs the basic foods it needs for growth and health. Nutritional status is a condition in the human body which is the impact of food and the use of nutrients consumed by a person. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and nutritional status of children under five in Redang Seko Village, Lirik District. The method used is analytic with a cross sectional approach. The sample in this study were mothers and toddlers with a total of 49 people. Data were analyzed by chi square test. The results of the study obtained that knowledge was sufficient (46.9%) and the nutritional status of children under five was normal (83.7%). The results of the chi square statistical test obtained a p-value of 0.001. So it can be concluded that there is a relationship between mothers and the nutritional status of children under five in Redang Seko Village, Lirik District.Tubuh sangat membutuhkan zat makanan pokok yang diperlukan bagi pertumbuhan dan kesehatan. Status gizi adalah keadaan pada tubuh manusia yang merupakan dampak dari makanan dan penggunaan zat gizi yang dikonsumsi seseorang. Tujuan penenlitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Desa Redang Seko Kecamatan Lirik. Metode yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dan balita dengan jumlah 49 orang. Data dianalisis dengan Uji chi square. Hasil penelitian yang didapatkan pengetahuan adalah cukup (46,9%) dan status gizi balita adalah normal (83,7 %). Hasil uji statistik chi square diperoleh nilai p-value 0,001. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Desa Redang Seko Kecamatan Lirik

    HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DAN CAREER CALLING DENGAN PERCEIVED EMPLOYABILITY PADA KARYAWAN GENERASI Z

    No full text
    ABSTRAK Hubungan Antara Self Efficacy Dan Career Calling Dengan Perceived Employability Pada Karyawan Generasi Z Oleh: Eva Fitriyani Generasi Z menjadi generasi yang memiliki banyak pilihan dalam dunia kerja sehingga mengakibatkan generasi Z tidak memiliki penguasaan terhadap suatu profesi. Hal ini terjadi karena generasi Z senang berpindah-pindah kerja, dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya dalam periode singkat.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan career calling dengan perceived employability pada karyawan generasi Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kuantitatif, dengan pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenis purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan kuisioner atau instrumen yang digunakan dengan menggunakan 3 skala yaitu perceived employability, self efficacy dan career calling. Sampel yang digunakan pada penelitin ini merupakan karyawan generasi Z dengan rentang usia 19-27 tahun, yang memiliki minimal masa kerja 1 tahun sebanyak 287 responden. Kemudian dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknik uji regresi linier berganda dengan bantuan software JASP versi 0.18.2.0 for windows. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa variabel self efficacy dan career calling berpengaruh negatif-signifikan dengan variabel perceived employability dengan nilai R-square 0.233 dengan taraf signifikansi <0.001 (p<0.001). Artinya variable self efficacy dan career calling memberikan sumbangan efektif sebesar 23% pada variabel perceived employability, sedangkan 77% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata Kunci: Self Efficacy, Career Calling, Perceived Employability, Karyawan Generasi Z. ABSTRACT The Relationship Between Self Efficacy and Career Calling with Perceived Employability in Generation Z Employees Author: Eva Fitriyani Generation Z is a generation that has many choices in the world of work, resulting in generation Z not having mastery of a profession. This happens because generation Z likes to move jobs, from one company to another in a short period. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and career calling with perceived employability in generation Z employees. The method used in this study is a quantitative approach method, with research sampling using a purposive sampling technique. The collection of research data using a questionnaire or instrument used using 3 scales, namely perceived employability, self�efficacy and career calling. The sample used in this study was generation Z employees with an age range of 19-27 years, who had a minimum work period of 1 year as many as 287 respondents. Then in analyzing the data, the researcher used a multiple linear regression test technique with the help of JASP software version 0.18.2.0 for windows. The results obtained in this study indicate that the variables of self-efficacy and career calling have a negative-significant effect on the variable of perceived employability with an R-square value of 0.233 with a significance level of <0.001 (p<0.001). This means that the variables of self-efficacy and career calling provide an effective contribution of 23% to the variable of perceived employability, while 77% is influenced by other factors not discussed in this study. Keywords: Self Efficacy, Career Calling, Perceived Employability, Generation Z Employees

    Ganti Rugi Hak Atas Tanah Ulayat Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Di Papua

    No full text
    A. Nama : Fitriyani Wospakrik B. Nomor Induk Mahasiswa : 1740050085 C. Program Kekhususan : Hukum Administrasi Negara D. Judul : Ganti Rugi Hak Atas Tanah Ulayat Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Di Papua E. Jumlah Halaman : 101Halaman F. Daftar Acuan : 23 Buku, 14 Jurnal/Seminar, 4 Artikel Internet, 12 Peraturan Perundang-undangan G. Kata Kunci : Ganti Rugi, Hak Ulayat H. Ringkasan Isi : Di masa sekarang ini Papua merupakan salah satu daerah yang menjadi fokus pemerintah untuk melaksanakan pembangunan, berbagai infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan umum. Namun ketersediaan tanah sangat terbatas sehingga tanah-tanah hak ulayat yang menjadi korban. Tanah dianggap sakral oleh masyarakat hukum adat maka ketika tanah itu digunakan untuk pembangunan dapat menghilangkan potensi budaya, ekonomi maupun status sosialnya, bukan hanya penderitaan fisik yang dirasakan namun juga penderitaan batin. sehingga dalam proses ganti kerugiannya pun harus melihat pada nilai hak ulayat itu sendiri. Ketika dalam proses ganti kerugian yang tidak berdasarkan pada hukum adat dan tidak dapat menggantikan hak mereka yang hilang maka akibatnya sering terjadi konflik antara masyarakat hukum adat dan pemerintah yang tdak terhindarkan. Dalam Skripsi ini, metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu didasarkan bahan pustakaan atau data sekunder, metode ini digunakan berhubungan langsung dengan regulasi dan kebijakan. Dalam hal ini penulis menggunakan bahan-bahan yang berkaitan dengan ganti rugi hak atas tanah ulayat dari berbagai undang-undang, buku-buku dan bahan lainnya yang selanjutnya untuk mendukung pemecahan masalah dalam skripsi ini maka dilakukan wawancara dengan narasumber Alex Pui selaku Rowese dalam kepengurusan Kepala Adat di kampung kayu batu Jayapura. Hasilnya, Peraturan-Perundang-undangan yang mengatur tentang ganti kerugian tehadap hak ulayat khususnya di Papua tidak dapat menggantikan hak-hak masyarakat hukum adat yang hilang hal ini dikarenakan bentuk ganti kerugian yang diberikan kepada masyarakat hukum adat di Papua banyak ditemui dalam bentuk uang namun uang tidak mampu untuk menggantikan nilai sejarah, pergaulan sosial, pergaulan/solidaritas, dan juga nilai luhur tanah ulayat. Maka pemberian ganti kerugian dapat juga dilberikan dalam bentuk Recoginite atau recognisi dengan diberikannya tanah pengganti atau dibangun fasilitas umum dan juga diberikan Pekerjaan agar keberlangsungan hidup masyarakat hukum adat setempat tetap terjaga. I. Dosen Pembimbing: 1. Dosen Pembimbing I : Dr. Aartje Tehupeiory S.H, M.H./ A. Name : Fitriyani Wospakrik B. Student ID Number : 1740050085 C. Special Program: : State Administrative Law D. Title : Indemnity for Customary Land Rights for Development for Public Interest in Papua E. Number of Pages : 101 Pages F. List of Reference : 23 Book, 14 Journal, 4 Article Internet, 12 Regulation G. Keywords : Compensation, Customary Rights H. Content Summary: Papua is currently one of the areas that the government focuses on in implementing development , various infrastructures built for the public interest. However, the availability of land is very limited so that the communal land which belongs to the victim. Land is considered sacred by the customary community, so when the land is used for development it can lose its cultural, economic and social status potential, not only physical suffering but also mental suffering. so that the compensation process must also look at the value of the customary rights itself. When in the process of compensation which is not based on customary law and cannot replace their lost rights, the inevitable result is conflict between the customary law community and the government. In this thesis, the research method used is juridical normative, which is based on library materials or secondary data. This method is used in direct relation to regulations and policies. In this case the author uses materials related to compensation for customary land rights from various laws, books and other materials which further support the problem solving in this thesis, an interview was conducted with resource person Alex Pui as Rowese in the management of the Head. Adat in the wooden stone village of Jayapura. As a result, the laws governing compensation for customary rights, especially in Papua, cannot replace the lost rights of indigenous peoples, this is because the form of compensation given to indigenous peoples in Papua is mostly in the form of money but money. unable to replace the historical value, social association, association / solidarity, and also the noble value of communal land. So the provision of compensation can also be given in the form of Recognition or recognition by giving replacement land or building public facilities and also given work so that the survival of the local customary law community is maintained. I. Lecturer: 1. Lecturer of adviser I: Dr. Aartje Tehupeiory SH, MH 2. Lecturer of adviser II: Chandra Aritonang SH, M

    MASALAH KERUSAKAN DAN KEHILANGAN BAGASI TERCATAT PENUMPANG PESAWAT UDARA DI BANDARA INTERNASIONAL SEPINGGAN - BALIKPAPAN

    No full text
    ABSTRACTWith conditions changing strategic environment, and current flight organizer needs, many of which are new policy set within the provisions of the transport number 1 in 2009. Act No. 1 of 2009 governing the flight in Indonesia, in Article (1) number 1 states 'flight is a unified system consisting of the use of airspace, aircraft, and airports, air transport, air navigation, safety and security, the environment and supporting facilities and other facilities. While this paper has theoretical and practical benefits, this paper is expected to be used as the initial information in the field of law for the academic community to know more about the development of air transport law, especially regarding the transport of goods. This paper is practically can provide input for a personal author, community government, and the parties that are directly related to the activity of an air transport, so as to provide air transport services are good and comfortable for passengers

    PEMANFAATAN POTENSI KOPI DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT DI DESA CILOTO

    No full text
    ABSTRAK Kopi sebagai salah satu komponen ekspor terbesar Bangsa Indonesia memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan negara. Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil kopi terbesar secara nasional, secara regional wilayah Priangan, Cikuray dan Pangalengan adalah daerah penghasil kopi terbesar se-Jawa Barat.  Kehidupan ekonomi dapat berdampak pada lemahnya taraf hidup dan keberlangsungan kehidupan, dengan potensi yang dimiliki Desa Ciloto dapat dikembangkan pemberdayaan kebun kopi. Secara geografis Ciloto memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan pola pendekatan persuasive dan teknis terhadap masyarakat dalam upaya membudidayakan kopi secara professional. Langkah penulis dalam hal pemberdayaan kebun kopi tersebut selain pendekatan persuasive tentunya dengan pembinaan dan penyuluhan serta melakukan jejaring dengan para professional dalam mengelola kebun kopi sehingga dapat berdaya guna dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode yang dilakukan penulis adalah dengan pendekatan lapangan (field studi) dengan teknis observasi dan wawancara langsung. Penulis juga melakukan studi literatur terkait dengan pengelolaan dan mekanisme pemberdayaan kebub kopi.    ABSTRACTCoffee as one of Indonesia's largest export components has an important role in increasing the country's income. West Java Province is the largest coffee producer nationally, regionally the Priangan, Cikuray and Pangalengan regions are the largest coffee producing areas in West Java. Economic life can have an impact on the weak standard of living and the sustainability of life, with the potential owned by Ciloto Village can be developed empowerment of coffee gardens. Geographically, Ciloto has the potential to be developed with a persuasive and technical approach to the community in an effort to cultivate coffee professionally. The author's steps in empowering the coffee plantation, in addition to the persuasive approach, are of course coaching and counseling and networking with professionals in managing coffee plantations so that they can be useful and have a positive impact on the community’s standard of living. The method used in this resarch is a field approach (field study) with direct observation and interview techniques. The author also conducted a literature study related to the management and empowerment mechanism of coffee plantations
    corecore