1,720,958 research outputs found

    Pengolahan Limbah Minyak Goreng Bekas Menjadi Sabun Cuci Piring Di Desa Matang Seulimeng Langsa Barat

    No full text
    Mengkonsumsi minyak goreng bekas dapat menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk mengolahnya menjadi  sabun  cair  cuci piring agar limbahnya tidak mencemari lingkungan. Proses pengolahan  sabun cuci piring dari limbah  minyak  goreng melalui tiga tahap pemurnian, yaitu proses penghilangan kotoran, netralisasi, dan perendaman menggunakan arang aktif kelapa sawit selama 24 jam. Setelah dimurnikan, dilakukan pembuatan sabun cair dengan metode hot process soap making pada suhu suhu 700C–800C menggunakan alkali KOH. Sebanyak 100 mL minyak goreng bekas dicampurkan dengan 300 mL aquades dan 100 mL larutan KOH serta bahan tambahan lainnya seperti gliserin, pewarna dan pewangi menghasilkan sabun cair sebanyak 600 mL. Berdasarkan hasil penelitian, nilai pH sabun telah memenuhi baku mutu SNI, yaitu 9. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat Desa Matang  Seulimeng  agar  mengetahui cara  pemanfaatan  limbah  minyak  goreng bekas menjadi sabun cair cuci piring

    HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGUNJUNG DENGAN TINDAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 DI UPTD PUSKESMAS DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR

    No full text
    Pandemi virus corona (Covid-19) saat ini telah melanda berbagai negara di belahan dunia. Hingga saat ini belum ada vaksin ataupun obat yang terbukti efektif dalam mengobati penyakit tersebut. Badan Kesehatan Dunia atau WHO serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC pun mengeluarkan imbauan mengenai hal yang harus dilakukan dalam mencegah corona jenis baru ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan berbagai upaya pencegahan, salah satunya adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau yang sering kita dengar dengan istilah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pengunjung dengan tindakan cuci tangan pakai sabun. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross sectional pada 96 orang sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis chi square. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan nilai p-value 0,000 dan ada hubungan sikap dengan Tindakan Cuci Tangan Pakai Sabundengan nilai p-value 0,000. Saran yang diajukan adalah pihak UPTD Puskesmas Darul Aman membuat aturan tambahan dengan menempelkan pengumuman di pintu masuk gedung Puskesmas bahwa pengunjung yang tidak cuci tangan pakai sabun sebelum memasuki gedung Puskesmas tidak akan dilayani oleh petugas, dan perlu dilakukan pemberian dan penyebaran informasi tentang manfaat cuci tangan pakai sabun terutama pada masa pandemi saat ini melalui kegiatan penyuluhan, penempelan poster yang menarik, atau sanksi sosial

    Analisis Kualitas Air dan Personal Hygiene Terhadap Keluhan Penyakit Kulit Pada Santri di Dayah Amal Desa Beusa Seberang

    No full text
    Keluhan penyakit kulit berhubungan dengan lingkungan dan perilaku manusia. Munculnya penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah personal hygiene. Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan oleh semua makluk hidup. Oleh karna itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan personal hygiene terhadap keluhan penyakit kulit pada santri di Dayah Amal Desa Beusa Seberang Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan melakukan pengamatan dan wawancara serta uji laboratorium. Gangguan penyakit kulit di dayah Amal sudah menjadi hal yang biasa terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan santri tentang personal hygiene serta sarana yang di sediakan masih belum memadai. Kualitas air di Dayah Amal  masih bisa dibilang kurang baik karena hasil uji parameter kimia menyatakan kandungan zat besi dalam air tergolong tinggi dan melebihi baku mutu air untuk keperluan sanitasi yaitu 4,8 mg/L. Diharapkan kepada santri agar lebih memperhatikan personal hygiene terutama kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit terutama penyakit kulit

    Korelasi Aktivitas Karyawan dan Mikroplastik di Udara (Studi Kasus: Dalam Sebuah Gedung Perkantoran Pemerintah di Surabaya)

    No full text
    Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm. Keberadaan mikroplastik di udara dapat terhirup dan masuk ke dalam saluran napas. Mikroplastik dalam ruangan bersumber dari barang-barang yang terbuat dari plastik seperti pembungkus, alat elektronik, karpet, cat, perekat, mainan anak-anak, serat sintetis pakaian, dan lainnya. Penelitian mikroplastik masih berfokus pada lingkungan perairan, sedangkan penelitian mikroplastik di dalam ruangan masih sangat kurang. Oleh karen itu, perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui kuantitas dan jenis mikroplastik serta mengevaluasi mikroplastik yang ditemukan pada penelitian ini dengan penelitian lainnya. Penelitian dilakukan di gedung Kantor Pemerintah Kota Surabaya. Pengambilan sampel mikroplastik dilakukan di lantai 1 (lobi) dan lantai 4 (ruang kepala bagian dan ruang pegawai) masing-masing pada hari kerja (sebelum jam masuk kerja dan pada saat jam kerja) dan hari libur menggunakan vacuum cleaner yang diletakkan dengan ketinggian 1,5 meter dari permukaan lantai. Sampel diidentifikasi secara visual menggunakan mikroskop digital untuk menentukan kuantitas dan bentuk fisik mikroplastik menggunakan scanning electron microscope (SEM). Sedangkan pengujian jenis plastik mikroplastik dilakukan menggunakan spektrofotometri Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuantitas mikroplastik tertinggi ditemukan di area lobi pada saat jam kerja kerja yang merupakan jam aktif para karyawan melakukan pekerjaannya, yaitu 3,82 partikel/ m3. Sementara kuantitas mikroplastik terendah ditemukan di ruang kepala bagian pada saat sebelum jam kerja yakni 1,84 partikel/ m3. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas karyawan mempengaruhi kuantitas mikroplastik. Bentuk dominan mikroplastik yang ditemukan pada lokasi penelitian yaitu bentuk fiber/ serat dengan ukuran partikel dominan adalah 1500–2000 µm. Hasil uji FTIR menunjukkan berbagai jenis polimer dari mikroplastik ditemukan pada lokasi penelitian yakni polyester, polyethylene-terepthalate (PET), poly(cis/trans cyclohexanediol terephthalate), dan rayon viskos

    Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Partisipasi Pedagang Sayur dalam Pengelolaan Sampah di Pasar Induk Kota Langsa

    Full text link
    Sampah telah menjadi permasalahan nasional, oleh karena itu harus dikelola secara terpadu agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan partisipasi pedagang sayur dalam pengelolaan sampah di Pasar Induk Kota Langsa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat suvey analitik dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dan analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,023) dan sikap (p value = 0,038) dengan partisipasi pedagang sayur dalam pengelolaan sampah

    Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk (3M Plus) dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Baru

    Full text link
    Pemberantasan sarang nyamuk dengan upaya 3M Plus merupakan cara pengendalian vektor yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Karang Baru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat Analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 99 Kepala Keluarga yang dilakukan dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) (P=0,000) di wilayah kerja Puskesmas Karang Baru. Disarankan bagi Puskesmas agar berperan aktif mengadakan promosi kesehatan tentang pencegahan penyakit DBD dengan upaya 3M Plus untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam mencegah DBD sehingga nantinya masyarakat menjadi mandiri dalam melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk DBD

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore