1,720,989 research outputs found
Dakwah pesantren melalui tradisi ziarah dan haul (pengamatan fenomenologis di Pasuruan Jawa Timur) (sertifikat hak cipta)
Beberapa antropolog klasik seperti Clifford Geertz cenderung menciptakan pemisah antara tradisi yang berkembang dalam masyarakat Muslim dengan inti ajaran agama Islam. Geertz dalam penelitian antropologisnya di Jawa pada tahun 1950-an menyimpulkan bahwa beberapa ritual yang dilakukan oleh umat Muslim itu sebenarnya bukan ritual Islam, namun sinkretisme. Untuk menyangkal Geerz tersebut, artikel ini akan menyajikan landasan normatif atas berbagai ritual dunia Islam. Namun lebih dari itu, penelitian ini menemukan bahwa tradisi itu menjadi sarana yang paling efektif dalam menyebarkan dakwah Islam. Pendekatan fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini cukup membantu menjelaskan proses terbentuknya tradisi termasuk di dalamnya terdapat nilai-nilai agama, sampai bagaimana model pewarisannya dari generasi ke generasi. Fokus pengamatan penelitian ini adalah tradisi ziarah dan haul di daerah Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu kota santri di Jawa Timur
Peran sosial keagamaan, budaya, dan politik Jamiyah Ahlu Al-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kota Malang: Perspektif social capital and moral community
Penelitian ini bertujuan menganalisis Peran Sosial Keagamaan, Budaya, dan Politik
Jam’iyah Ahlu al-Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Kota Malang dengan
fokus pada tiga rumusan masalah: (1) bagaimana bentuk peran sosial, budaya, dan politik
JATMAN di masyarakat perkotaan; (2) bagaimana dampak sosial, budaya, dan politik yang
dihasilkan bagi masyarakat Kota Malang; dan (3) bagaimana strategi JATMAN
mempertahankan eksistensi serta otoritas spiritual di era modern. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh dinamika tarekat yang semakin aktif dalam ruang sosial dan kultural
masyarakat perkotaan, namun kajian ilmiah yang komprehensif mengenai perannya dalam
konteks sosial-politik modern masih terbatas.
Penelitian ini menggunakan dua pendekatan; Pertama, teori Social Capital Pierre
Bourdieu untuk menjelaskan jaringan sosial, habitus, dan modal simbolik yang membentuk
kekuatan JATMAN kota Malang. Kedua, teori Moral Community Robert N. Bellah untuk
membaca nilai, ritus, dan legitimasi moral sebagai basis kohesi dan loyalitas jamaah. Kajian
pustaka menunjukkan bahwa penelitian terdahulu lebih menekankan spiritualitas, pembinaan
akhlak, atau moderasi beragama, sementara penelitian ini menawarkan analisis
multidimensional yang menggabungkan aspek sosial, budaya, dan politik secara simultan.
Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis
antropologis melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, dengan Kota Malang sebagai
lokus penelitian dengan alasan sebagai wilayah perkotaan dan urban. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa: (1) JATMAN Kota Malang berperan sebagai agen sosial-keagamaan
melalui kegiatan suluk spiritual, riyadhah, filantropi, dan penguatan jaringan sosial berbasis
tradisi tasawuf. (2) secara budaya, JATMAN mempertahankan praktik keagamaan tradisional
yang memperkaya identitas kultural masyarakat urban. (3) secara politik, JATMAN memiliki
pengaruh kultural yang signifikan melalui keterlibatan simbolik di ruang publik, relasi dengan
NU, dan peran tokoh dalam dinamika politik local. (4) eksistensi dan otoritas spiritual
JATMAN tetap kuat berkat kombinasi modal sosial, legitimasi moral, serta kemampuan
adaptasi terhadap perubahan sosial, termasuk modernisasi, urbanitas, dan tantangan era digital
The perspectives of pesantren students (santri) and university students on women's leadership in the public domain (sertifikat hak cipta)
This study examines the perspectives of pesantren students (santri) and university students on women's leadership in the public sphere, focusing on how their educational environments and access to religious texts influence their views. Employing a qualitative and comparative methodology, the research analyzes the understanding of Qur'anic verses, Hadiths, and classical Islamic literature among these two groups. Findings reveal that santri, exposed to both traditional and contemporary Islamic literature, are more open to female leadership, with 54% supporting women as state leaders. In contrast, university students, despite their modern education setting, display higher rejection rates (47%) due to limited theological engagement and reliance on normative beliefs. The study highlights the evolving role of pesantren as inclusive platforms for gender discourse while urging universities to enhance gender literacy and critical discussion. Recommendations include integrating contemporary literature and gender justice principles in both pesantren and university curricula to promote a more inclusive understanding of women's roles in Islam
Dakwah pesantren melalui tradisi ziarah dan haul (pengamatan fenomenologis di Pasuruan Jawa Timur)
Beberapa antropolog klasik seperti Clifford Geertz cenderung menciptakan pemisah antara tradisi yang berkembang dalam masyarakat Muslim dengan inti ajaran agama Islam. Geertz dalam penelitian antropologisnya di Jawa pada tahun 1950-an menyimpulkan bahwa beberapa ritual yang dilakukan oleh umat Muslim itu sebenarnya bukan ritual Islam, namun sinkretisme. Untuk menyangkal Geerz tersebut, artikel ini akan menyajikan landasan normatif atas berbagai ritual dunia Islam. Namun lebih dari itu, penelitian ini menemukan bahwa tradisi itu menjadi sarana yang paling efektif dalam menyebarkan dakwah Islam. Pendekatan fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini cukup membantu menjelaskan proses terbentuknya tradisi termasuk di dalamnya terdapat nilai-nilai agama, sampai bagaimana model pewarisannya dari generasi ke generasi. Fokus pengamatan penelitian ini adalah tradisi ziarah dan haul di daerah Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu kota santri di Jawa Timur
THE PERSPECTIVES OF PESANTREN STUDENTS (SANTRI) AND UNIVERSITY STUDENTS ON WOMEN'S LEADERSHIP IN THE PUBLIC DOMAIN
This study examines the perspectives of pesantren students (santri) and university students on women's leadership in the public sphere, focusing on how their educational environments and access to religious texts influence their views. Employing a qualitative and comparative methodology, the research analyzes the understanding of Qur'anic verses, Hadiths, and classical Islamic literature among these two groups. Findings reveal that santri, exposed to both traditional and contemporary Islamic literature, are more open to female leadership, with 54% supporting women as state leaders. In contrast, university students, despite their modern education setting, display higher rejection rates (47%) due to limited theological engagement and reliance on normative beliefs. The study highlights the evolving role of pesantren as inclusive platforms for gender discourse while urging universities to enhance gender literacy and critical discussion. Recommendations include integrating contemporary literature and gender justice principles in both pesantren and university curricula to promote a more inclusive understanding of women's roles in Islam
Al-Qur’an Sebagai Sumber Konsep Tasawuf
Tasawuf merupakan sebuah konsep yang tumbuh sebelum Nabi Muhammad lahir, baik, dalam segi wacana, perilaku, maupun akidah. Tasawuf terjadi pada setiap umat dan agama-agama, khususnya Brahmana Hinduisme, filsafat Iluminasi Yunani, Majusi Persia, dan Nashrani Awal. Lalu pemikiran itu menyelinap ke dalam pemikiran Islam melalui zindik Majusi. Kemudian menemukan jalannya dalam realitas umat Islam dan berkembang hingga mencapai tujuan akhirnya, disusun kitab-kitab referensinya, dan telah diletakkan dasar-dasar dan kaidaah-kaidahnya pada abad ke-empat dan kelima Hijriyah
THE PERSPECTIVES OF PESANTREN STUDENTS (SANTRI) AND UNIVERSITY STUDENTS ON WOMEN'S LEADERSHIP IN THE PUBLIC DOMAIN
This study examines the perspectives of pesantren students (santri) and university students on women's leadership in the public sphere, focusing on how their educational environments and access to religious texts influence their views. Employing a qualitative and comparative methodology, the research analyzes the understanding of Qur'anic verses, Hadiths, and classical Islamic literature among these two groups. Findings reveal that santri, exposed to both traditional and contemporary Islamic literature, are more open to female leadership, with 54% supporting women as state leaders. In contrast, university students, despite their modern education setting, display higher rejection rates (47%) due to limited theological engagement and reliance on normative beliefs. The study highlights the evolving role of pesantren as inclusive platforms for gender discourse while urging universities to enhance gender literacy and critical discussion. Recommendations include integrating contemporary literature and gender justice principles in both pesantren and university curricula to promote a more inclusive understanding of women's roles in Islam
Al-Nafs wa Tajalliyatuha (Studi Tentang Manifestasi- Manifestasi Nafsu Menurut al-Ghazali)
Asketisme Ibn Athoillah Assakandari dan Relevansinya dengan Kehidupan Kaum Muslimin di Indonesia Modern
Dakwah pesantren melalui tradisi ziarah dan haul (pengamatan fenomenologis di Pasuruan Jawa Timur) (sertifikat hak cipta)
Beberapa antropolog klasik seperti Clifford Geertz cenderung menciptakan pemisah antara tradisi yang berkembang dalam masyarakat Muslim dengan inti ajaran agama Islam. Geertz dalam penelitian antropologisnya di Jawa pada tahun 1950-an menyimpulkan bahwa beberapa ritual yang dilakukan oleh umat Muslim itu sebenarnya bukan ritual Islam, namun sinkretisme. Untuk menyangkal Geerz tersebut, artikel ini akan menyajikan landasan normatif atas berbagai ritual dunia Islam. Namun lebih dari itu, penelitian ini menemukan bahwa tradisi itu menjadi sarana yang paling efektif dalam menyebarkan dakwah Islam. Pendekatan fenomenologi yang digunakan dalam penelitian ini cukup membantu menjelaskan proses terbentuknya tradisi termasuk di dalamnya terdapat nilai-nilai agama, sampai bagaimana model pewarisannya dari generasi ke generasi. Fokus pengamatan penelitian ini adalah tradisi ziarah dan haul di daerah Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu kota santri di Jawa Timur
- …
