1,720,965 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Pada SDN 2 Margorejo Kotabumi Utara
Sistem penerimaan peserta didik baru perlu diterapkan pada sekolah seperti SD Negeri 2 Margorejo Kotabumi Utara yang saat ini telah memiliki jumlah peserta didik terdaftar sebanyak 208 siswa. Sekolah tersebut memiliki kegiatan Akademik yang menjadi rutinitas tahunan seperti proses pendaftaran atau penerimaan peserta didik baru berdasarkan tiap tahun ajaran baru, kegiatan pengolahan nilai siswa dan pelaporan hasil belajar siswa atau rapor siswa yang dibagikan setiap akhir semester. Permasalahan pada proses akademik sekolah yang terdiri dari proses pendaftaran atau penerimaan peserta didik baru, penilaian siswa dan pelaporan nilai siswa. Pada proses pendaftaran saat ini dilakukan masih menggunakan media formulir sehingga proses perekapan dilakukan secara berulang, sehingga berdampak pada kinerja yang lambat untuk menyajikan informasi kepada kepala sekolah. Untuk itu perlu adanya suatu sistem imformasi yang dapat mempermudah kinerja petugas SDN 2  Margorejo, dengan menggunakan metode Prototype merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan kebutuhan pengguna lebih sepesifik dalam segi teknis. Terdapat tiga tahapan dalam penerapanya seperti mendengarkan user untuk memperoleh kebutuhan sistem, membuat mockup atau merancang sistem dan tahap membangun sistem serta mengujinya. Berdasarkan proses tersebut maka sistem yang dihasilkan berupa sistem informasi akademik yang dapat diakses secara online menggunakan web yang mampu mempermudah bagian petugas, guru, kepala sekolah, siswa dan orang tua siswa
Sistem Penunjang Keputusan Penilaian Kelayakan Huni Perumahan dengan Metode Simple Additive Weighting (Studi Kasus Rija Husaein)
KJPP Rija Husaeni merupakan badan usaha bergerak di bidang Jasa Penilai, Studi Kelayakan, Riset dan Studi Pasar, serta Pemantauan Proyek Pinjaman. Proses penilaian akhir kelayakan rumah di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rija Husaein tetap dilakukan dengan mengisi formulir penilaian. Formulir tersebut dilengkapi dengan nilai untuk setiap kondisi bangunan. Selanjutnya dijumlahkan dan dibuat rata-rata untuk mendapatkan nilai akhir. Penghitungan skor akhir tiap rumah memakan waktu lama. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya jumlah rumah yang harus dihitung. Untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan sebagai alat bantu manajemen dan direktur dalam mengambil keputusan penilaian akhir kelayakan suatu rumah pada suatu komplek perumahan di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Rija Husaeni dengan menggunakan metode Simple. Metode Additive Weighting (SAW). Metode yang dipilih diharapkan dapat memperoleh alternatif terbaik dari sejumlah alternatif. Dalam hal ini alternatif tersebut adalah yang memenuhi alternatif kelayakan rumah terbaik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan dengan mencari bobot masing-masing atribut, kemudian dilakukan proses perankingan untuk mendapatkan alternatif yang optimal. Sistem yang dibangun mampu membantu dan mempercepat kerja tim penilai dalam melakukan penilaian akhir kelayakan rumah dan meminimalisir kesalahan dalam menentukan rumah yang akan dipromosikan
IbM PENGOLAHAN IKAN MENJADI PRODUK PANGAN KEMASAN PADA KELOMPOK INDUSTRI MIKRO DI KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG
Banyak sekali makanan olahan yang terbuat dari ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar, diantaranya ialah makanan tradisional khas dari Palembang maupun Lampung. Tekwan kemasan Cek Naing dan pempek kemasan Cek Nana merupakan produk hasil kelompok industri Mikro yang berada di kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Kelompok UMKM tersebut membuat makanan olahan dari ikan air laut skala rumah tangga yang merupakan makanan khas/tradisional Palembang dan Lampung. Lokasi UMKM yang berada tidak jauh dari tempat pelelangan ikan (TPI) sangat menguntungkan dari segi harga, biaya transfortasi dan ketersediaan bahan baku ikan laut segar pada saat musim dan cuaca baik. Untuk produksi per bulannya rata-rata mencapai 500 - 700 kg, namun pada saat hari raya dan hari-hari besar agama produksi bisa meningkat hingga 1-1,5 ton per bulan seiring dengan meningkatnya permintaan dari pelanggan, akan tetapi dikarenakan keterbatasan bahan baku pada saat cuaca buruk dan tidak adanya stok persediaan yang cukup sebagian permintaan tidak dapat terpenuhi dengan baik. Sebagai mitra dari kegiatan IbM ini ada permasalahan yang klasik berhasil diidentifikasi antara lain; a) kharakter wirausaha dan pemimpin, b) kemampuan manajerial (manajemen bisnis), c) akses pasar, permodalan dan teknologi (baik informasi, mesin dan produksi). Tujuan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan produktifitas usaha kelompok industri mikro pengolahan ikan menjadi produk pangan kemasan di Kec. Kedaton Bandar Lampung dengan menerapkan ilmu dan konsep kewirausahaan, kepemimpinan, manajemen, dan teknologi (pengawetan, pengemasan, dan informasi) sehingga industrinya dapat tumbuh dan berkembang lebih besar. Metode yang akan digunakan ialah pelatihan, pendampingan dan penerapan Ipteks pada kelompok industri mikro pengolahan ikan menjadi produk pangan kemasan di Kec. Kedaton Bandar Lampung dalam menerapkan ilmu dan konsep kewirausahaan, kepemimpinan, manajemen dan teknologi (pengawetan, pengemasan, dan informasi). Rencana kegiatan yang diusulkan yaitu: 1) Pelatihan Kewirausahaan, kepemimpinan dan Manajemen Bisnis secara keseluruhan, 2) Pelatihan penggunaan teknologi produksi pada usaha mikro, 3) Pelatihan tekhnik Pengemasan, 4) Pelatihan penerapan strategi pemasaran dan penggunaan media promosi pada usaha mitra, 5) Penerapan Ipteks pada usaha mitra, 6) Pembimbingan, pendampingan dan pengawasan usaha mitra
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
