4 research outputs found

    Peranan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima Di Wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Siswandi, Budi. 2012. Peranan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima Di Wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moch. Yudhi Batubara, S.H, M.H, (II) Drs. Margono, M.Pd, M.Si.   Kata Kunci : Satuan Polisi Pamong Praja, Pedagang Kaki Lima, Peranan. Satuan Polisi Pamong Praja adalah perangkat Pemerintah Daerah yang bertugas membantu Kepala Daerah delam pelaksanaan jalannya pemerintahan serta sebagai garda atau barisan terdepan dalam bidang ketentraman dan ketertiban umum. Hal ini diatur dalam pasal 148 ayat (1) Undang- Undang No. 32 Tahun 2004 yang berbunyi “untuk membantu Kepala Daerah dalam menegakkan Peraturan Daerah dan penyelenggaraan ketertiban umumdan ketentraman masyarakat dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja”. Salah satu tugas Satpol PP dalam menegakkan Peraturan Daerah adalah menertibkan pedagang kaki lima yang banyak berjualan jalan Pasar Besar dan Alon-alon Kota Malang. Sebab sesuai Peraturan Daerah Kota Malang No. 1 Tahun 2000 tentang PKL, pedadang kaki lima dilarang berjualan di Alun-alun, trotoar, jalur hijau, maupun fasilitas umum lainnya. Pedagang kaki lima adalah usaha kecil yang dilakukan masyarakat yang berpenghasilan rendah (gaji kecil) dan mempunyai modal terbatas. Penelitian ini berjudul Peranan Satuan Polisi Pamong Praja Dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima Di Wailayah Kecamatan Klojen Kota Malang, bertujuan untuk, (1) mengetahui peranan Satuan Polisi Pamong Praja dalam Menertibkan pedagang kaki lima di waialayah Kecamatan Klojen Kota malang, (2) mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan pedagang kaki lima di wailayah Kecamatan Klojen Kota Malang, (3) mengetahui upaya yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan pedagang kaki lima di wilayah Kecamatan Klojen Kota Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, yakni dengan melakukan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Malang dan pedagang kaki lima yang ada di jalan Pasar Besar dan di Alon-alon Kota Malang. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) Satpol PP Kota Malang memiliki peranan dalam menertibkan PKL yaitu memberi peringatan secara lisan dan memberi surat peringatan kepada PKL yang berjualan ditempat yang melanggar Perda Kota Malang. Apabila PKL  tidak mematuhi peringatan dari Satpol PP maka akan dilaksanakan operasi PKL, yang selanjutnya para PKL yang terjaring operaasi akan dilaksanakan penyidikan selanjutnya apabila terbukti bersalah maka akan dikenai penindakan dengan tipiring (tindak pidana ringan). Peranan Satpol PP sangat penting mengenai bagaimana menertibkan PKl ilegal tersebut untuk tidak berjualan lagi di tempat-tempat yang dilarang sesuai dengan peraturan yang ada., (2) Kendala-kendala yang dihadapi oleh Satpol PP yaitu, kondisi lapangan, maksudnya PKL berada dijalur keramaian sehingga dapat menyebabkan kemacetan, Keselamatan anggota artinya Kalau sampai menangkap PKL yang melanggar yang dipertimbangkan adalah keselamatan anggota, disaat ada operasi mereka lari, namun setalah anggota selesai operasi mereka balik jualan lagi di jalan dan Para PKL yang telah melanggar Perda merasa keberatan bahwa mereka diajukan ke sidang tipiring, (3) Upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah  pada saat-saat tertentu Satpol PP melakukan koordinasi dengan Polisi dan Dinas Perhubungan untuk melancarkan arus lalu lintas, mencoba memakai pola-pola penertiban non represif yaitu dengan memberikan arahan dan peringatan.Apabila arahan dan perringatan sudah dilakukan berkali-kali dan tidak taati maka selanjutnya dilakukan tindakan represif serta Memberikan penjelasan secara mendalam kepada para PKL tentang peraturan daerah terkait dengan keberadaan mereka dilapangan

    The Relationship of Indonesian Language Learning with the Environment

    No full text
    From the results of filling out the questionnaire that the author has done, it can be concluded that many students or prospective teachers agree and even strongly agree to make Indonesian language teaching materials with environmental themes. Because by using the environmental theme in learning Indonesian, it can introduce students to the environment, so it is hoped that it can increase students' sense of care for the environment, especially for the cleanliness of the environment

    The Relationship of Indonesian Language Learning With The Environment

    No full text
    From the results of filling out the questionnaire that the author has done, you can concluded that many students or prospective teachers even agree strongly agree to make Indonesian themed teaching materials environment. Because by using the theme of the inner environment Indonesian language learning can introduce to students about environment, so it is expected to increase students' sense of care to the environment, especially to the cleanliness of the environment

    Proceeding International Seminar

    No full text
    This study was purpose to distinguish of upper digestive tract between dogs (Canin lupus) and ten male adult cats were used in this study. Al animal received anesthetic agent prior to endocopie imaging procedure. Endoscopic were taken from left recumbence with mouth gage on the mouth. Sheepe of endoscope inserted through the mouth until stomach. During the Procedure, stream video captured all imaging of procedure and save the video. The result showed that three are differences in appearance between dogs and cats. On esophaguscopy, esophagus of cats in thorax region showed ring bone motif “tracheal like”. However, esophagus of dog did not show that uppearance until stomach. On gastroscopy. Other differences are stomach mucosa on the dog show rose colored typical. In other hand. In the cats stomach mucosa appearance more orange colored with more flatten rugae than dog
    corecore