1,723,383 research outputs found

    The Application of PPE at the Juanda Meteorological Station (BMKG)

    Get PDF
    The application of Personal Protective Equipment (PPE) at the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) is an important step in maintaining employees’ safety and health in their work environment. Even though BMKG is not involved in heavy industrial activities, there are still potential hazards and risks that need to be addressed in carrying out meteorological, climatological, and geophysical tasks. This study aims to describe the importance of implementing PPE in the BMKG environment, especially the Aviation Meteorological Station, where we took a case study at the Juanda Meteorological Station. First, we identify potential hazards that may be faced by BMKG employees, such as radiation risk, potential for hazardous gas explosions or fires, extreme weather conditions, and risks of physical injury. In the face of these risks, the use of proper PPE can help protect employees from hazardous exposures, and gas explosions and prevent injury. Next, we discuss the factors that need to be considered in implementing PPE at the BMKG. This includes a comprehensive risk assessment, identification of appropriate PPE for specific hazards, training of employees on the use and care of PPE, and regular monitoring and maintenance of the PPE used. Therefore, by implementing the Occupational Health and Safety Management System, in this case, the application of PPE, BMKG can ensure that employees have a safe and healthy work environment, reduce the risk of work accidents, and comply with applicable regulations and standards related to work safety

    Pengaruh ElNino pada Gelombang Signifikan di Perairan Indonesia

    Get PDF
    Dalam penelitian sebelumnya, pengaruh ElNino terhadap gelombang signifikan tidak mampu dianalisa dengan baik karena simulasi model yang digunakan tidak mencakup periode ElNino super. Oleh karena itu, kajian ulang perlu dilakukan dengan mempergunakan data yang mencakup periode ElNino super. Sebelum dilakukan analisa, penulis menilai akurasi gelombang signifikan model wavewatch III (WW3) dengan menghitung korelasi dan  root mean square error (RMSE) terhadap data gelombang signifikan satelit altimeter. Pengaruh ElNino terhadap gelombang signifikan didapatkan dari nilai korelasi antara oceanic nino index (ONI) 3.4 dengan gelombang signifikan WW3. Penulis juga menghitung rasio antara komposit gelombang signifikan saat ElNino/LaNina serta ElNino super dengan gelombang signifikan saat normalnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelombang signifikan WW3 yang digunakan memiliki akurasi yang baik pada perairan Indonesia. ElNino dan LaNina memiliki pengaruh yang kuat terhadap gelombang signifikan di Laut Jawa dan Selat Sunda pada periode Desember-Januari-Februari (DJF). ElNino (LaNina) dapat mengurangi (menambah) tinggi gelombang signifikan sampai 30% dari normalnya di Laut Jawa dan Selat Sunda. Pada kasus ekstrim, ElNino super mampu mengurangi tinggi gelombang signifikan sampai 50% terhadap normalnya

    The Verification Significant Wave Height Technique in Indonesian Waters and Analysis of Low Air Pressure

    Get PDF
    A limited number of marine meteorological instruments for making observations in Indonesian waters are problems in verifying the BMKG-OFS model. The satellite altimetry was selected as a verification tool due to its wide measurement range. The verification was carried out by adjusting the coordinates, time, and grid of SWH obtained and orbit of the satellite path from the satellite altimetry to the model and overlaying the models' results as a pattern analysis in July 2018 – June 2019. The next step was a statistical analysis to determine the performance of the model. The analysis obtained 43% maximum SWH formed due to the low-pressure centers in the Pacific Ocean. The remaining spreads across the South China Sea, Indian Ocean, Andaman Sea and the Gulf of Australia. This study revealed that the SWH values from satellites were higher than the model. On every three hourly and monthly bases, the SWH of the bias, RMSE, and correlation coefficient were equivalent. The lowest bias of 0.26 occurred at 9.00 UTC, the lowest RMSE of 0.48 occurred at 21:00 UTC, and the maximum correlation coefficient of 0.82 occurred at 18:00 UTC. Whereas on a monthly scale, the lowest bias and RMSE, and the maximum correlation coefficient occurred in November. Based on these results, the BMKG-OFS model can be used to predict SWH in Indonesian waters. Besides, this verification technique can be an alternative as a new tool to verify maritime weather in the operational of BMKG

    Analysis of M 5.3 Sumbawa, Indonesia earthquake 2020 and its aftershocks based on hypocenter relocation from BMKG seismic stations

    No full text
    The 2020 Sumbawa earthquake of moderate magnitude (M 5.3) produced very significant aftershocks. Based on the computation of Utsu's method, those aftershocks would be ended after the 20th day. Those earthquakes along 20 days were relocated using double-difference method. The relocation results show the southwest-northeast orientation and getting deeper into the northwest direction. Those two directions show the strike and the dip from the fault plane of the earthquake which was consistent with the focal mechanism released by the Indonesian Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG). Those results showed the majority of earthquakes occurred at a depth of shallower than 20 km. Those earthquake depths were fit with the previous study showing the crustal thickness beneath Sumbawa Island that was about 28 km. We also found that those earthquakes occurred at splay faults propagating to decollement structure. This study is beneficial for earthquake disaster mitigation especially in updating active faults on Sumbawa Island.We are very grateful to The Indonesian Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG) region III for providing the earthquake catalog for this research. This study also was supported by Komite Kajian Gempa bumi dan Tsunami BMKG 2020

    KAJIAN SISTEM INFORMASI PRAKIRAAN CUACA BMKG PADA BMKG BANDUNG

    No full text
    Proses alur informasi yang terjadi untuk memperkirakan cuaca pada BMKG di suatu daerah memerlukan banyak elemen yang memangku kepentingan tersendiri. Data tentang prakiraaan cuaca yang umumnya terima adalah hasil dari banyak proses rumit yang menentukan banyak elemen dengan banyak pertimbangan dan pengolahan. Data awal yang didapat ditulis dalam bentuk kode sinoptik yang merupakan suatu kode general yang menggambarkan situasi yang terjadi. Kode sinoptik kemudian dibaca di BMKG pusat secara manual dan diolah menjadi suatu bentuk informasi prakiraan cuaca yang kemudian diberitakan kepada khalayak luas dalam jangka waktu 24 jam

    Perancangan Ulang UI/UX Aplikasi Info BMKG

    Get PDF
    Aplikasi Info BMKG menyediakan informasi berupa cuaca dan iklim, kualitas udara, gempa bumi, cuaca maritim dan bandara, peringatan dini, dan titik panas di berbagai daerah yang ada di Indonesia. UI dan UX yang baik dapat mencapai ekspektasi pengguna, sekaligus dapat memberikan kesan dan pengalaman yang positif terhadap penggunanya. Sedangkan berdasarkan hasil review dari penggunaan aplikasi Info BMKG di Google Play, beberapa pengguna mengeluhkan tampilan interface aplikasi Info BMKG yang membosankan dan sulit untuk digunakan (tidak user friendly). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan perancangan ulang terhadap UI dan UX aplikasi Info BMKG, agar dapat memaksimalkan usaha penyampaian informasi dari aplikasi ini menjadi lebih konsisten sekaligus efektif. Penulis akan melakukan wawancara, forum group discussion, observasi eksisting, dan studi referensi untuk mengumpulkan data. Sedangkan penulis akan menggunakan metode perancangan Human Centered Design dari IDEO. Kesimpulan dari penelitian ini adalah agar penulis dapat merancang ulang UI/UX aplikasi Info BMKG agar dapat menyajikan informasi kepada penggunanya secara maksimal

    Perancangan Website Bmkg Bandung Dengan Menggunakan Wordpress

    No full text
    Dalam prosesnya BMKG Bandung untuk meyebarkan informasi mengenai info cuaca, info gempa, dan lain lain. Oleh sebab itu mereka membutuhkan website untuk membantu, mempermudah, serta mempercepat kinerja BMKG Bandung dalam memberikan informasi terhadap masyarakat. Karena itu dirancanglah suatu website dengan CMS wordpress yang dapat berfungsi sebagai media untuk menyebarkan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan sigap dan cepat. Teknologi pengkodean komputer yang digunakan untuk merancang website ini menggunakan web server Apache versi 2.5 dan control panel Xampp, pemograman basis data : MySQL versi 5.1, dengan menggunakan CMS Wordpress. Website yang dibangun ini menyajikan beberapa fitur seperti untuk memposting sesuatu yang ingin di informasikan oleh pihak BMKG Bandung kepada masyarakat serta website ini mudah di akses karna berbasis website online dan terintegrasi oleh database BMKG itu sendiri. Dengan adanya website ini dapat memberikan kemudahan bagi BMKG Bandung dalam melakukan penyebaran informasi

    Analisis Korelasi Data Curah Hujan BMKG dengan TRMM (Studi Kasus Stasiun BMKG di Sumatera Utara)

    Get PDF
    Pengukuran curah hujan di Indonesia dilakukan oleh beberapa instansi, diantaranya adalah Badan Meteorologi dan Geofiska (BMKG) dan The Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) NASA. Keduanya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai korelasi data curah hujan antara TRMM dan BMKG dengan mencari persamaan hubungan antar data dan menganalisis data curah hujannya. Data yang digunakan merupakan curah hujan harian dari tahun 1998-2014. Data dianalisis dalam bentuk data 7 harian, bulanan, dan tahunan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan jika data curah hujan yang diukur oleh TRMM memiliki kesamaan pola distribusi temporal curah hujan dengan yang diukur oleh BMKG. Nilai korelasi antara data TRMM dan data BMKG menunjukan hasil yang lebih baik jika menggunakan data bulanan, dimana nilai korelasi dari data bulanan 4 stasiun yang dihitung yang terbesar adalah 0,7992 dan yang terkecil adalah 0,5283

    Evaluasi Data Curah Hujan BMKG dengan TRMM (Studi Kasus Stasiun BMKG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki dua musim, musim kemarau dan musim hujan. Pengukuran curah hujan di Indonesia dilakukan oleh beberapa badan, salah satu diantaranya adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan juga TRMM NASA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai korelasi data curah hujan antara TRMM dan BMKG dengan mencari persamaan hubungan antar data dan menganalisis data curah hujannya. Data yang digunakan merupakan curah hujan harian dari tahun 1998-2012. Data dianalisis dalam bentuk data 7 harian, bulanan, dan tahunan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan jika data curah hujan yang diukur oleh TRMM memiliki kesamaan pola distribusi temporal curah hujan yang diukur oleh BMKG. Nilai korelasi antara data TRMM dan BMKG menunjukkan hasil yang lebih baik jika menggunakan data bulanan, dimana nilai korelasi yang terbesar dari ketiga stasiun adalah,7281 di Stasiun Meteorologi H. Asan Hananjoedin dan yang terkecil adalah 0,5829 di Stasiun Meteorologi Depati Amir
    corecore