1,238 research outputs found

    PEMBUATAN FILM ANIMASI EDUKASI “ MENJAGA LINGKUNGAN KITA ” DENGAN ADOBE FLASH CS 3

    No full text
    PEMBUATAN FILM ANIMASI EDUKASI “ MENJAGA LINGKUNGAN KITA ” DENGAN ADOBE FLASH CS 3 Fendy Bagus Setiawan Jurusan Teknik Informatika UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO ABSTRAK Perkembangan teknologi maju dengan sangat pesat, salah satunya adalah bidang multimedia. Pembuatan film animasi ini sebagai pengembangan dari ilmu multimedia. Film animasi di gunakan sebagai media pembelajaran, sosialisasi dan hiburan yang lebih menarik dan dapat mudah di terima oleh masyarakat luas. Tugas akhir dengan judul “ pembuatan film animasi edukasi MENJAGA LINGKUNGAN KITA dengan Adobe Flash CS 3” dibuat dengan tujuan membuat film animasi yang mampu di terima oleh asyarakat luas yang dapat dapat digunakan sebagai media sosialisasi dan edukasi tentang menjaga lingkungan dan kebersihan sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup bersih. Kata kunci : Teknologi, multimedia, Animas

    sj-docx-1-wmr-10.1177_0734242X241231396 – Supplemental material for Policy scenario of plastic waste mitigation in Indonesia using system dynamics

    No full text
    Supplemental material, sj-docx-1-wmr-10.1177_0734242X241231396 for Policy scenario of plastic waste mitigation in Indonesia using system dynamics by Bagus Fadhilah Apriadi, Rulli Pratiwi Setiawan and Irman Firmansyah in Waste Management & Research</p

    ANALISA SAMBUNGAN PENGELASAN DENGAN LAS FRIKSI PADUAN ALUMUNIUM SERI 5083 DAN 6061

    No full text
    BAGUS SETIAWAN, 2023. “ANALISA SAMBUNGAN PENGELASAN DENGAN LAS FRIKSI PADUAN ALUMUNIUM SERI 5083 DAN 6061” Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal Las Friksi adalah proses pengelasan keadaan padat atau tanpa logam pengisi. Metode ini bergantung pada konversi energi mekanik ke energi termal untuk membentuk pengelasan, tanpa aplikasi dari sumber panas lain. Panas untuk pengelasan dihasilkan oleh gerakan relatif dari dua antarmuka yang tersambung. Penyambungan terjadi antara dua permukaan 6 bahan yang saling bergesekan, salah satu berputar sedang lainnya diam, lalu dikontakkan oleh gaya tekan aksial. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat eksperimen. Dalam penelitian ini, perlakuan berupa perbedaan kecepatan rotasi pada pengelasan friksi alumunium yaitu Rpm 910, Rpm 1500, Rpm 2280. Bahan alumunium seri 5083 dan 6061 dipasang di Mesin CNC Milling. Kemudian setting putaran mein sesuai kecepatan rotasi yang divariasikan. Selanjutnya aluminium hasil pengelasan friksi dibuat spesimen uji dan diuji kekerasan, impak dan korosi. Dari data hasil yang diperoleh dari pengujian kekerasan brinell pada sambungan pengelasan dengan las friksi paduan alumunium menggunakan variasi kecepatan rotasi mengalami peningkatan. Dimana pada variasi kecepatan rotasi RPM 910 diperoleh nilai rata - rata kekerasan brinell sebesar 48,99 kg/mm2. Hasi pengujian impak pada sambungan pengelasan dengan las friksi paduan alumunium menggunakan variasi kecepatan rotasi mengalami peningkatan. Dimana pada variasi kecepatan rotasi RPM 910 diperoleh nilai kuat impak rata - rata sebesar 0.274 J/mm². Kemudian untuk variasi kecepatan rotasi RPM 1500 diperoleh nilai kuat impak rata - rata sebesar 0.398 J/mm². Sedangkan hasil pengujian korosi dari hasil pengelasan friksi pada alumunium dengan variasi kecepatan rotasi mengalami fluktuasi. Dimana pada variasi kecepatan rotasi RPM 910 diperoleh nilai laju korosi rata - rata terkecil yaitu sebesar 0,034 mpy. Kata Kunci : Las Friksi, Uji Kekerasan Brinell, Uji Impak, Uji Koros

    'Resting' and 'Fremantle Terzinas' Poems by author Hersri Setiawan (Translation into English by David T. Hill)

    No full text
    In late February 1993, Indonesian author Hersri Setiawan arrived for a brief visit to Australia to participate in the Perth Writers' Festival at the Fremantle Arts Centre. A former political prisoner held for nine years in detention without trial, he managed to leave Indonesia several years ago and now lives in the Netherlands as a political exile. These poems have been translated by David T. Hill

    Perancangan Transmisi Sepeda Disabilitas Berbasis Elektrik,

    No full text
    Aditya Bagus Setiawan, 2018, Perancangan Transmisi Sepeda Disabilitas Berbasis Elektrik, Teknik Mesin Diploma Tiga, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Nasional Malang. Dosen Pembimbing Peniel Immanuel G., ST. MT. KATA KUNCI : MOTOR LISTRIK, TRANSMISI, SARANA, SEPEDA DIFABEL Dalam upaya pengembangan inovasi teknologi otomotif dan sarana bantu bagi para kaum difabel, maka diperlukan suatu sarana bantu untuk mempermudah mobilitas kaum difabel yang tidak menyulitkan pengguna dan ramah lingkungan. Oleh sebab itu pada perencanaan tugas akhir ini, diperkenalkan suatu sarana mobilitas baru pada sepeda disabilitas berbasis elektrik, dengan menciptakan sepeda disabilitas dengan penggerak motor listrik yang dapat diperuntukan bagi kaum difabel, sehingga dapat memudahkan mereka dalam beraktivitas. Dilengkapi dengan penjelasan mengenai perencanaan transmisi, perhitungan kekuatan motor listrik dan perhitungan transmisi rantai. Dengan harapan sepeda disabilitas hasil rancangan ini masuk dalam kategori aman untuk dipergunakan bagi kaum difabel. Sepeda untuk difabel adalah suatu sarana mobilitas dengan roda lebih dari dua, yang memiliki kemudi, tempat duduk, dan penggerak menunjang kegiatan sehari-hari seorang tunadaksa. Banyak sepeda motor bermotor bakar yang dimodifikasi menjadi sepeda motor difabel dengan merubah susunan transmisi dan roda belakang, namun harganya cukup mahal begitu pula biaya produksinya, selain itu seiring perkembangan jaman, motor bakar torak mulai ditinggalkan. Maka dari itu muncul ide untuk membuat sepeda disabilitas berbasis elektrik guna menekan biaya produksi yang besar serta memiliki kepraktisan yang lebih sehingga dapat mempermudah penggunanya dalam hal ini kaum difabel selain harganya yang murah, sepeda ini cukup efisien dan ramah lingkungan karena menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya dan baterai sebagai sumber tenaganya. Dengan demikian harga sepeda akan lebih murah dan lebih ramah lingkungan

    KONSEP PENDIDIKAN PERSPEKTIF KI HAJAR DEWANTARA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL

    No full text
    Skripsi dengan judul “Konsep Pendidikan Perspektif Ki Hajar Dewantara dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di Era Digital” ditulis oleh Bagus Setiawan, NIM. 12201183408, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Hasanal Khuluqi, S.Ud., M.Ag. Kata Kunci : Konsep Pendidikan dan Implikasinya,Pendidikan Agama Islam Era Digital Penelitian ini dilatarbelakangi adanya tantangan modernisasi yang terjadi layaknya seperti masa sekarang yang serba digital. pendidikan memiliki fungsi dan tujuan dalam membentuk karakter/kepribadian peserta didik. Tentunya hal ini merupakan perihal yang serius, sebab menyangkut masa depan bangsa. Generasi saat ini merupakan pemimpin bangsa di masa depan. Buah pemikiran dari Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa, pendidikan yang dilakukan semata-mata untuk upaya membentuk karakter pada generasi penerus di masa depan. Walaupun upaya yang dilakukan beliau dikala itu tidaklah mudah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, 1) Bagaimanakah konsep pendidikan perspektif Ki Hajar Dewantara? 2) Bagaimanakah implikasi konsep pendidikan perspektif Ki Hajar Dewantara pada Pendidikan Agama Islam dalam era digital? Penelitian ini menggunakan metode dalam bentuk deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan untuk Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysys (analisis isi) dengan pendekatan kepustakaan, yakni dengan menyajikan informasi dari isi (content) berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Konsep pendidikan yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara merupakan konsep belajar yang memerdekakan peserta didik. Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara didasarkan dari sifat bawaan peserta didik yaitu, cipta, rasa, dan karsa. Kedua, konsep pendidikan dalam pandangan Ki Hajar Dewantara dengan Pendidikan Agama Islam saling berkaitan. Konsep belajar yang dikembangkan oleh Ki Hajar Dewantara tidak bertentangan dengan Pendidikan Agama Islam. Ketiga, untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan bagi generasi era digital, menjadi perhatian bersama untuk memandang tugas pendidikan adalah tugas dan kewajiban bersama. Penanaman karakter dalam pelaksanaan pendidikan dilakukan melalui pengajaran, pembiasaan, keteladanan, paksaan, dan hukuman yang mendorong dan membentuk karakter peserta didik

    ANALISA PENGARUH KEKERASAN MATERIAL DAN KEDALAMAN PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA PROSES SURFACE GRINDING

    No full text
    ABSTRAK Bagus Rama Setiawan (1811902) Jurusan Teknik Mesin S-1, FTI – Institut Teknologi Nasional Malang Email : [email protected] Demi menghasilkan suatu produk yang baik, pemilihan material untuk cetakan (dies) harus diperhatikan. Parameter utamanya adalah kekerasan material dan kekasaran permukaan cetakan (dies) yang dihasilkan dari proses pemesinan surface grinding. Untuk menghasilkan kekasaran permukaan dengan rentang nilai kekasaran (N6 – N4). Pada penelitian ini kekerasan material dan kedalaman pemotongan akan mempengaruhi nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan, khusunya pada industri cetak plastik dan press tool. Pada penelitian ini dilakukan tiga tahapan proses yang meliputi proses pemilihan dan pengujian kekerasan material, proses pemesinan surface grinding, proses pengujian kekasaran permukaan. Dalam proses pemilihan dan pengujian kekerasan material, material yang digunakan adalah baja VCN 150 dengan kekerasan rata-rata 333,9 HBS, baja S45C dengan kekerasan rata-rata 199,5 HBS, baja SS400 dengan kekerasan ratarata 128 HBS. Dalam proses pemesinan surface grinding setiap material di gerinda dengan kedalaman potong 0,002 mm ; 0,006 mm ; dan 0,01 mm. Dalam proses pengujian kekasaran permukaan baja VCN 150 dengan kedalamann pemotongan 0,002 mm; 0,006 mm dan 0,01 mm didapatkan hasil kekasaran permukaan rata-rata secara berurutan 0,127 μm, 0,151 μm, 0,167 μm dengan tingkat kekasaran N3. baja S45C dengan kedalamann pemotongan 0,002 mm; 0,006 mm dan 0,01 mm didapatkan hasil kekasaran permukaan rata-rata secara berurutan 0,290 μm, 0,314 μm, 0,325 μm dengan tingkat kekasaran N4. baja SS400 dengan kedalamann pemotongan 0,002 mm; 0,006 mm dan 0,01 mm didapatkan hasil kekasaran permukaan rata-rata secara berurutan 0,406 μm, 0,441 μm, 0,525 μm dengan tingkat kekasaran N5. Dari data pengujian yang diperoleh dapat disimpulkan hubungan antara kekerasan material dengan kekasaran permukaan menunjukkan bahwa, semakin keras suatu material semakin halus kekasaran permukaan yang dihasilkan dan hubungan antara kedalaman pemotongan dengan kekasaran permukaan menunjukkan bahwa, semakin tinggi kedalaman pemotongan semakin tinggi pula nilai kekasaran permukaan yang dihasilkan namun dalam tingkat kekasaran yang sama pada setiap bahan. Kata kunci : kekerasan material, kedalaman pemotongan, kekasaran permukaa

    SISTEM PENCAHAYAAN UNTUK PENGAMBILAN GAMBAR MATA PADA ALAT IDENTIFIKASI MATURITAS KATARAK

    No full text
    Seiring berkembangnya teknologi, berbagai inovasi telah dilakukan untuk membantu diagnosis dan pengobatan katarak. Dalam konteks deteksi katarak, metode berbasis kecerdasan buatan seperti Convolution Neural Network (CNN) terbukti sangat efektif dalam mendeteksi katarak. CNN dapat mengklasifikasi mata dengan akurasi hingga 87%. Selain teknik pengolahan gambar seperti CNN, kualitas gambar yang dihasilkan sangat bergantung pada sistem pencahayaan yang digunakan saat pengambilan gambar mata. Penelitian ini mengharapkan sistem pencahayaan dapat dirancang untuk mengatur intensitas cahaya secara fleksibel. Fitur ini memungkinkan mengatur kecerahan sesuai kebutuhan, memastikan hasil gambar berkualitas tinggi tanpa membahayakan kesehatan mata. Dari penelitian ini didapatkan hasil pengujian gambar menunjukkan kualitas bagus direntang dutycycle 23.53% sampai 62.75% dengan intensitas cahaya 30-84 lux. Hal ini menunjukkan bahwa intensitas cahaya di level menengah memberikan hasil gambar dengan indikator bagus, meskipun kondisi intensitas cahaya di level menengah mulai bervariasi terhadap kenyamanan visual dan masih bisa ditoleransi oleh sebagian besar pengguna. Pada pengujian akhir dilakukan percobaan dengan melibatkan responden dan analisis gambar menggunakan pengolahan citra. Dari percobaan tersebut, responden sudah merasa nyaman dengan intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh LED. Pada bagian pengolahan gambar, rata-rata pengambilan gambar untuk mendapatkan indikator bagus sebanyak 3 kali. Dengan sistem pencahayaan yang terstruktur, maka bisa dipastikan akan mendapatkan hasil gambar bagus dan pasien akan merasa nyaman dengan intensitas cahaya yang dipakai

    Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Menggunakan Strategi Pembelajaran PQ4R Dan Yang Diajar Dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Konvensional Pada Sistem Persamaan Liniear Dua Variabel (SPLDV) Kelas VIII SMP Negeri 7 Jember Tahun Ajaran 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Penelitian ini membedakan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan tes akhir. Untuk menganalisis hasilnya, digunakan program SPSS versi 17.0. Hasilnya diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dengan siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional (F=0,549, p=0,461>0,025). Berdasarkan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran konvensional

    Strategi pengembangan Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam produksi siaran : Studi kasus strategi TVRI jawa barat dalam mempertahankan eksistensi sebagai televisi lembaga penyiaran publik LPP di Bandung

    No full text
    Bagus Permadi Setiawan. Strategy of Television Development of Republic of Indonesia (Tvri) in Broadcast Production (Case Study of West Java TVRI Strategy in Maintaining the Existence of Television of LPP Public Broadcasting Institution in Bandung) The strong competition of private television station in the circle of capitalist power make each television station compete to show a program which considered to sell by ignoring the quality aspect. Besides, people put the programs in a prime time hours so that they can make sure that the show is widely watched. Competition in the world of television in Indonesia is more competitive and complex included Televisi Republik Indonesia (TVRI) with Private Television broadcasting nationwide. Therefore in this research the writer has three points that can be thorough by the researher, those are (1) How is the process done by West Java TVRI as a Public Broadcasting Institution to maintain its existence in broadcast production (2) How is the implementation of broadcast West Java TVRI as a Public Broadcasting Institution to maintain its existance in broadcasting program (3) How to improve the professionalism of TVRI Human Resource as a Public Broadcasting Institution to maintain its existance in broadcast production. This reserach uses qualitative approach with Case Study method. Case study is a research method that uses various data sources (as much as possible data) that can be used to examine, describe, and explain comprehensively the various aspects of individuals, groups, programs, organizations or events systematically. In this study the writer to obtain data through interviews, observations and documents that can support the writer to obtain research results. The theory which used by the writer in tnis reasearch is Hierarchy of Influence Theory which has an assumption that the content of media message which delivered to public is a result of influence of the internal policy media organizations and influence of the external media itself. Actually, the internal influence on media content is related to the interest of media owners, the routine of media organizations. While external factor affecting to media content which related to advertiser, government and the other external factors. In this research the writer find the conclusion, TVRI in maintaining its existance by creating an interesting program which appropriate with vision and mission of TVRI, which produce a program to educate the nation and create programs needed by the community of West Java, such as making a program of Sundanese culture, the people of West Java were able to know the development of their culture and meet the information needs in accordance with the demand of the people of West Java
    corecore