1,721,096 research outputs found
TEACHERS’ QUESTIONS VIEWED FROM BLOOM’S TAXONOMY FRAMEWORK IN ENGLISH AS FOREIGN LANGUAGE (EFL) CLASSROOMS (A Descriptive Study of English Teachers at SMAN 2 Kota Bengkulu)
ABSTRAK
Depari, Riky Oktavianus. (2016). “Teachers’ Questions Viewed from
Bloom’s Taxonomy Framework in English as Foreign Language (EFL)
Classrooms”. Tesis Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris,
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu.
Pembimbing Utama: Dr. Azwandi, M.A., dan Pembimbing Pendamping: Dr.
Syahrial, M.A., M.Phil.
Penelitian ini menginvestigasi ranah kognitif dan frekuensi pertanyaan yang
diajukan oleh guru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif.
Data diperoleh dari observasi kelas selama tiga sesi pembelajaran. Sampel
penelitian ini adalah tiga guru bahasa Inggris dari SMAN 2 Bengkulu.
Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data yang
dikumpulkan dari observasi kelas disalin dan kemudian dianalisis dengan
menggunakan checklist sebagai instrumen yang diadaptasi dari Revisi
Taksonomi Bloom. Checklist digunakan untuk mengidentifikasi tingkat
domain kognitif. Hasil penelitian menunjukkan pertanyaan guru pada level
mengingat paling sering digunakan. Pertanyaan guru hanya tersebar dari
level pertama ke level ketiga domain kognitif Revisi Taksonomi Bloom. Tiga
guru belum menerapkan kerangka berpikir kognitif yang tinggi. Implikasi
dari penelitian ini bahwa guru harus diberikan program pelatihan untuk
mengembangkan teknik bertanya sehingga pertanyaan yang muncul akan
lebih kompleks.
Kata Kunci : Pertanyaan guru, Ranah kognitif dari Revisi Taksonomi
Bloo
HEDGES IN RESEARCH ARTICLE DISCUSSION IN APPLIED LINGUISTICS: A COMPARATIVE STUDY AMONG ACCREDITED NATIONAL JOURNALS OF DIFFERENT SINTA RANKS
ABSTRAK
Karunia, Riga Okta. 2022. Hedges dalam Pembehasan Artikel Penelitian
Linguistik Terapan: Studi Banding Antara Jurnal Nasional
Terakreditasi Peringkat SINTA Berbeda. Pembimbing I: Prof.
Safnil, M.A., Ph.D., Pembimbing 2: Dr. Azwandi, Dip. TESL.,
M.A.
Penelitian tentang hedges di Indonesia dengan para peneliti Indonesia sebagai
subjek masih jarang ditemukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana peneliti Indonesia menggunakan hedges dalam
pembahasan artikel penelitian yang diterbitkan dalam tingkatan SINTA yang
berbeda dan menyelidiki perbedaan yang digunakan oleh para peneliti tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang meneliti 65
pembahasan artikel penelitian yang diterbitkan dalam semua peringkat SINTA
(SINTA 1-6) dalam Linguistik Terapan tahun 2021-2022. Data diambil dengan
menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan menggunakan
kerangka Hyland (1998). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peneliti
Indonesia dalam SINTA 1-6 menggunakan semua jenis hedges dalam diskusi
artikel penelitian, dan jenis yang paling sering digunakan adalah Verbs. Selain itu,
para sarjana Indonesia di SINTA 1-5 menggunakan lebih banyak Verbs dalam
diskusi mereka. Sementara itu, jenis Modal auxiliaries dan semi-modal verbs
lebih sering digunakan oleh para sarjana Indonesia dalam SINTA 6. Temuan ini
menunjukkan pentingnya penggunaan hedges dalam penulisan diskusi artikel
penelitian untuk sarjana Indonesia di Linguistik Terapan. Penulis disarankan
untuk menggunakan lebih banyak hedges saat menulis diskusi artikel penelitian.
Kata kunci: Linguistik Terapan, pembahasan artikel penelitian, peringkat
SINTA, hedges
Green awareness, practices and sustainability: A case study of the Royal Malaysian Navy / Muhamad Azwandi Azlan
The Royal Malaysian Navy (RMN) has taken an integrated green navy approach to conserve environment, and at the same time, to explore renewable energy by utilizing its own resources and capability. This is a noble manifestation of the RMN's commitment to the government's efforts in conserving the environment, in the interest of future generations. The focus of this study is to explore the perceptions of the naval staff towards green navy implementation. In this regard, this study aims to understand: (i) the awareness and understanding of green concepts by the naval personnel, (ii) the importance of green concepts for the environment, (iii) the responsibility of the naval personnel to the environment, and (iv) the importance of green practices for sustainability. The participants involved came from three levels: five from strategic management, 15 from the operational level, and 20 from the tactical level. Purposive sampling was applied to select the participants. The interview transcriptions were entered into the database management software, and a comprehensive data coding and identification process was conducted. The open coding resulted in 147 unique codes, but upon screening, these were further reduced to axial coding (sub-themes), and further collapsed into four themes of selective coding. The study has found that awareness, promotional activities of green navy, collaboration, cooperation, communication quality, goodwill and sustainability were some of the key influencing factors affecting the successful implementation of Green Navy. This study revealed that management from all levels need to be involved in order to ensure the success of the green concept, based on the guidelines provided. The findings also showed that green management is an opportunity to project a deep foundation for the organisation’s image as well as its sustainability, especially when green technology has been widely disseminated in government agencies. This study also offers a model which could be used as a measure to understand the importance of green concepts which are relevant to organisational sustainability
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
THE WRITING TASK OF ENGLISH TEXTBOOKS FOR SEVENTH GRADE STUDENTS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
ABSTRAK
Indri Mawaranti, (2018).an Evaluation of Writing Task in English
Textbooks for Seventh Graders Students of Junior High School in
Bengkulu. Departmet of English Post Graduate Program Bengkulu
University. Supervisor Dr. Azwandi,Dip. TESL., M.A and Co- Supervisor Dr. I Wayan Dharmayana, M.Psi
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif qualitatif. Tujuan penelitian ini
adalah mengevaluasi latihan writing pada buku teks bahasa inggris
untuk SMP kelas 1 Kota Bengkulu . Data penelitian ini adalah buku
teks bahasa inggris dengan judul “When English Rings a Bell” terbitan
Kemendikbud dan “Practise Your English Competence” terbitan
Erlangga. Instrument yang digunakan adalah kuisioner ceklist.
Responden penelitian ini adalah delapan guru bahasa inggris kelas 1 di
SMP 11, SMP 1, SMP 7 dan SMP 3 di Kota Bengkulu. Data
dikumpulkan melalui kuisioner yang didistribusikan ke guru Bahasa
Inggris. Kuisioner ceklis penelitian menggunakan Skala Likert yang
terdiri dari lima skala. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam buku
bahasa inggris “When English Rings a Bell” yang memenuhi kriteria
tugas menulis menurut Raimes dalam kategori cukup dengan
persentase mendekati 50% karena hanya enam kritera dari empat
belas kriteria standar menurut Raimes. Enam kriteria tersebut adalah
dictation, filling in the blank, question answer, summary writing free
composition in writing, and write the text based on the topic provided.
Sedangkan dalam buku “Practise Your English Competence”
persentasenya hampir 30% karena hanya memenuhi empat kriteria
dari empat belas kriteria menurut Raimes. Empat kriteria tersebut
adalah filling in the blank without translation, sentence ordering,
addition, and cloze test. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tipe
penugisan menulis pada buku “When English Rings a Bell” ada dalam
kategori cukup, sedangkan tipe penugisan menulis pada buku “Practise
Your English Competence” ada dalam kategori kurang. Kata Kunci : Evaluasi buku teks, aktifitas menulis, Raime Teori
THE USE OF PARTICIPLES AS ADJECTIVES TO FORM EFFECTIVE THE USE OF PARTICIPLES AS ADJECTIVES TO FORM EFFECTIVE SENTENCES BY 7TH SEMESTER STUDENTS OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM
Penggunaan Participle Sebagai Kata Sifat Untuk Membentuk Kalimat Efektif Oleh Siswa Semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Pembimbing (1) Dr. Azwandi, M.A (2) Drs. Imranuddin M.A Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan mahasiswa dalam menggunakan dua jenis participles, present participles dan past participles. Populasi penelitian ini adalah siswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berjumlah 55 orang. Siswa semester tujuh Program Studi Pendidikan bahasa Inggris terdiri dari 2 kelas: kelas A dan kelas B. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Instrument yang digunakan dalam penelitian in adalah test dan interview. Dalam test ini terdapat 46 kalimat yang harus diterjemahkan oleh siswa kedalam Bahasa Inggris dengan menggunakan Participles. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 9.70 % terjemahan siswa sudah menggunakan present participle sebagai kata sifat untuk membentuk kalimat efektif . Sedangkan 59.30% terjemahan siswa masih belum menggunakan presentparticiples sebagai kata sifat untuk menerjemahkan kalimat-kalimat di tes. 31% terjemahan siswa adalah terjemahan yang secara tata bahasa salah. Untuk Past Particples, 11.20% terjemahan siswa sudah menggunakan Past Participles dan 50.90% terjemahan siswa masih belum menggunakan past participle untuk membentuk kalimat yang efektif. Dan 37.90% terjemahan siswa masih salah secara tata bahasa. Kesimpulannya, siswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris masih belum bisa menggunakan participle untuk membentuk kalimat efektif
THE ANALYSIS OF COOPERATIVE PRINCIPLE IN “ME BEFORE YOU” MOVIE
ABSTRAK
Dwintasari, Reza. 2018. The Analysis of Cooperative Principle in “Me Before
You” Movie. Undergraduate Thesis. English Education Study Program of
Departement of Language and Art of Teachers’ Training and Education
Faculty of Universitas Bengkulu. Supervisor: Dr. Azwandi, Dip. TESL.,
M.A., Co-Supervisor: Mei Hardiah, S.S, M.A.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara seseorang
mengeksplorasi maksim Grice dan bagaimana konteks dari percakapaan bisa
mempengaruhi transmisi makna. Subjek dari penelitian ini adalah dua tokoh
utama dalam film Me Before You. Instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data adalah video dan transkrip. Penelitian ini menggunakan
pendekatan analisa wacana. Hasilnya menunjukan bahwa tokoh utama tidak hanya
mematuhi maksim tetapi juga melanggarnya. Tokoh utama melanggar maksim
agar dapat menyampaikan makna. Konteks dalam diri yang paling banyak
mempengaruhi tokoh utama dalam menyampaikan makna. Itu menunjukkan
seberapa baik mereka akan berkerjasama dengan orang lain.
Kata kunci: Prinsip Kerjasama, Teori Paul Grice, Konteks dari Percakapa
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
