1,720,956 research outputs found
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
Kesenian di kota Semarang sangatlah beragam khususnya pada kesenian
tari yang ada. Di kota Semarang memiliki seni tari tradisi atau traditional dance
dan seni tari modern atau modern dance. Franky merupakan salah satu penari
modern dance di Kota Semarang, ia seorang penari Hip Hop yang mempunyai
ciri khas dalam style dan konsep. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini
adalah (1) Bagaimana proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop, (2)
Bagaimana hasil Kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan (1) Proses
kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop, (2) Hasil Krativitas Franky sebagai
Penari Hip Hop.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan holistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah proses kreativits Franky sebagai penari Hip Hop
terdiri dari proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Proses eksplorasi
dilakukan untuk mengeksplor gerak-gerak dasar tari Hip Hop yang sudah ada
dan memahami serta merasakan gerak khas dalam tari Hip Hop. Franky
melakukan eksplorasi pada gerak-gerak dasar tari Hip Hop yaitu pada gerak
Cabbage Patch dan Smurf yang dapat Franky lakukan dengan gerakan yang
cepat. Sedangkan pada proses improvisasi, Franky mengimprovisasi gerak dasar
pada tari Hip Hop yaitu pada gerak Bart Simpson. Proses komposisi merupakan
gabungan eksplorasi dan improvisasi, Franky membuat karya tentang teknik
gerak tari Hip Hop melalui karya yang berjudul “Hiphoptemporer”. Hasil
kreativitas Franky terdiri dari Style dan konsep. Style Franky dalam menarikan
tari Hip Hop terlihat ketika Franky membawakan gerak dasar tari Hip Hop yaitu
gerak Wop yang menjadi ciri khas Franky dari penari Hip Hop yang lainnya.
Sedangkan konsep yang Franky miliki adalah konsep “Kill Me” (bunuh aku)
sehingga menggunakan konsep tersebut dapat membawa Franky ke tinggkat
internasional. Saran yang diberikan kepada Franky adalah agar Franky tetap
mempertahankan kreativitas yang dimiliki, sehingga kreativitas tersebut dapat
ditingkatkan kembali yang menjadi ciri khas Franky dalam menarikan Hip Hop
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
Kesenian di kota Semarang sangatlah beragam khususnya pada kesenian tari yang ada. Kota Semarang memiliki seni tari tradisi atau traditional dance dan seni tari modern atau modern dance. Franky merupakan salah satu penari modern dance di Kota Semarang dan dia merupakan seorang penari Hip Hop yang mempunyai ciri khas dalam style dan konsep.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop dan hasil kreativitas Franky sebagai Penari Hip Hop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan holistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop terdiri dari proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Proses eksplorasi dilakukan untuk mengeksplor gerak-gerak dasar tari Hip Hop yang sudah ada dan memahami serta merasakan gerak khas dalam tari Hip Hop. Franky melakukan eksplorasi pada gerak-gerak dasar tari Hip Hop yaitu pada gerak Cabbage Patch dan Smurf dimana Franky dapat melakukannya dengan gerakan yang cepat. Sedangkan pada proses improvisasi, Franky mengimprovisasi gerak dasar pada tari Hip Hop yaitu pada gerak Bart Simpson. Proses komposisi merupakan gabungan dari proses eksplorasi dan proses improvisasi. Franky membuat karya tentang teknik gerak tari Hip Hop melalui karya yang berjudul “Hiphoptemporer”. Hasil kreativitas Franky terdiri dari Style dan konsep. Style Franky dalam menarikan tari Hip Hop terlihat ketika Franky membawakan gerak dasar tari Hip Hop yaitu gerak Wop yang menjadi ciri khas Franky dari penari Hip Hop yang lainnya. Sedangkan konsep yang Franky miliki adalah konsep “Kill Me” (bunuh aku) dimana konsep tersebut telah membawa Franky ke tingkat internasional
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
Kesenian di kota Semarang sangatlah beragam khususnya pada kesenian tari yang ada. Kota Semarang memiliki seni tari tradisi atau traditional dance dan seni tari modern atau modern dance. Franky merupakan salah satu penari modern dance di Kota Semarang dan dia merupakan seorang penari Hip Hop yang mempunyai ciri khas dalam style dan konsep.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop dan hasil kreativitas Franky sebagai Penari Hip Hop. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan holistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop terdiri dari proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Proses eksplorasi dilakukan untuk mengeksplor gerak-gerak dasar tari Hip Hop yang sudah ada dan memahami serta merasakan gerak khas dalam tari Hip Hop. Franky melakukan eksplorasi pada gerak-gerak dasar tari Hip Hop yaitu pada gerak Cabbage Patch dan Smurf dimana Franky dapat melakukannya dengan gerakan yang cepat. Sedangkan pada proses improvisasi, Franky mengimprovisasi gerak dasar pada tari Hip Hop yaitu pada gerak Bart Simpson. Proses komposisi merupakan gabungan dari proses eksplorasi dan proses improvisasi. Franky membuat karya tentang teknik gerak tari Hip Hop melalui karya yang berjudul “Hiphoptemporer”. Hasil kreativitas Franky terdiri dari Style dan konsep. Style Franky dalam menarikan tari Hip Hop terlihat ketika Franky membawakan gerak dasar tari Hip Hop yaitu gerak Wop yang menjadi ciri khas Franky dari penari Hip Hop yang lainnya. Sedangkan konsep yang Franky miliki adalah konsep “Kill Me” (bunuh aku) dimana konsep tersebut telah membawa Franky ke tingkat internasional
KREATIVITAS FRANKY PENARI HIP HOP DI KOTA SEMARANG
Kesenian di kota Semarang sangatlah beragam khususnya pada kesenian
tari yang ada. Di kota Semarang memiliki seni tari tradisi atau traditional dance
dan seni tari modern atau modern dance. Franky merupakan salah satu penari
modern dance di Kota Semarang, ia seorang penari Hip Hop yang mempunyai
ciri khas dalam style dan konsep. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini
adalah (1) Bagaimana proses kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop, (2)
Bagaimana hasil Kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mendeskripsikan (1) Proses
kreativitas Franky sebagai penari Hip Hop, (2) Hasil Krativitas Franky sebagai
Penari Hip Hop.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan holistik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik
triangulasi.
Hasil penelitian ini adalah proses kreativits Franky sebagai penari Hip Hop
terdiri dari proses eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Proses eksplorasi
dilakukan untuk mengeksplor gerak-gerak dasar tari Hip Hop yang sudah ada
dan memahami serta merasakan gerak khas dalam tari Hip Hop. Franky
melakukan eksplorasi pada gerak-gerak dasar tari Hip Hop yaitu pada gerak
Cabbage Patch dan Smurf yang dapat Franky lakukan dengan gerakan yang
cepat. Sedangkan pada proses improvisasi, Franky mengimprovisasi gerak dasar
pada tari Hip Hop yaitu pada gerak Bart Simpson. Proses komposisi merupakan
gabungan eksplorasi dan improvisasi, Franky membuat karya tentang teknik
gerak tari Hip Hop melalui karya yang berjudul “Hiphoptemporer”. Hasil
kreativitas Franky terdiri dari Style dan konsep. Style Franky dalam menarikan
tari Hip Hop terlihat ketika Franky membawakan gerak dasar tari Hip Hop yaitu
gerak Wop yang menjadi ciri khas Franky dari penari Hip Hop yang lainnya.
Sedangkan konsep yang Franky miliki adalah konsep “Kill Me” (bunuh aku)
sehingga menggunakan konsep tersebut dapat membawa Franky ke tinggkat
internasional. Saran yang diberikan kepada Franky adalah agar Franky tetap
mempertahankan kreativitas yang dimiliki, sehingga kreativitas tersebut dapat
ditingkatkan kembali yang menjadi ciri khas Franky dalam menarikan Hip Hop
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
