1,720,976 research outputs found

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT KUNJUNG SISWA DI SMP N 2 BANGKINANG KOTA

    Get PDF
    ABSTRAK Azmi Aziz, (2022) : Implementasi Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Kunjung Siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota, penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Untuk mengetahui implementasi menejemen perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota, 2)Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung menejemen perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota, adapun informan utama dalam penelitian ini kepala perpustakaan, sedangkan informan pendukung 2 orang pegawai perpustakaan dan 2 orang siswa kelas IX. Objek dalam penelitian ini adalah impelementasi manajemen perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota, hasil penelitian ini menunjukan manajemen perpustakaan di SMP N 2 Bangkinang Kota sudah baik dalam meningkatkan minat kunjung siswa ini ditunjukan dalam porses perencanaan mereka membuat pendingin ruangan, menyediakan komputer dan menambah tempat belajar. segala upaya dan daya telah di upayakan oleh segenap karyawan perpustakaan untuk menarik minat kunjung siswa. Faktor penghambat dalam impelementasi manajemen perpustakaan dalam meningkatkan minat kunjung siswa di SMP N 2 Bangkinang Kota terdapat faktor penghambat, yaitu koleksi buku bacaan masih sedikit, kurangnya pembaharuan buku dan lokasi perpustakaan dan jarak lokal yang jauh, sedangkang faktor pendukung dalam minat kunjung siswa di perpustakaan adalah, memberi motovasi kepada siswa, para guru yang mengajak untuk belajar ke perpustakaan, dan memberikan reward kepada siswa yang rajin berkunjung ke perpustakaan sekolah. Kata Kunci: Impelementasi, Manajemen Perpustakaan, Minat Kunjun

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Transformasi pemikiran sosial masyarakat Malaysia daripada fitrah pertama kepada fitrah kedua mengenai alam sekitar

    No full text
    Artikel ini membahagikan pemikiran sosial kepada tiga transisi utama iaitu tahap awal kehidupan manusia, perubahan mengenai interaksi antara manusia dan alam sekitar dan yang terakhir, mencirikan interaksi antara manusia dan alam sekitarnya. Artikel ini juga membincangkan sudut pandang sejarah fitrah pertama dan fitrah kedua. Pengaruh fitrah pertama dan fitrah kedua terhadap alam sekitar di Malaysia secara ringkas turut diselitkan dalam artikel ini. Artikel ini menunjukkan bahawa Malaysia adalah negara bermasyarakat majmuk yang amat unik. Ertinya masyarakat majmuk Malaysia merupakan masyarakat yang menerima dan menghayati fitrah pertama. Kedatangan kuasa kolonial dan imperial barat telah membawa satu paradigma baru kepada masyarakat yang dikenali sebagai fitrah kedua yang mana sangat bertentangan dengan fitrah pertama. Walaubagaimanapun masyarakat Malaysia berjaya mengharmonikan pertembungan yang terdapat di antara kedua-dua fitrah ini

    Transisi penting sistem berkerajaan di alam melayu: kes Malaysia

    No full text
    Terdapat tiga zaman penting atau garis waktu dalam perjalanan sejarah Alam Melayu, iaitu zaman prakolononial, kolonial dan pascakolonial. Ketiga-tiga zaman tersebut mempunyai pelbagai keistimewaan masing-masing yang telah mencorakkan kehidupan sosiopolitik Alam Melayu. Untuk memahami corak kehidupan sosio-politik pada setiap zaman tersebut suatu alat analisis yang bersifat konseptual diperlukan. Makalah ini menggunakan alat analisis konseptual yang dikenali sebagai knowledge baseline untuk memahami apakah asas terjadinya pembentukan corak kehidupan sosiopolitik yang berbeza untuk setiap zaman yang telah dilalui oleh Alam Melayu. Knowledge baseline bermaksud jenis-jenis ilmu yang utama yang melatarbelakangi kehidupan sosiopolitik masyarakat pada suatu zaman tertentu. Sebagai contoh, kehidupan sosiopolitik Alam Melayu prakolonial dicorak oleh ilmu agama sebagai ilmu utama. Sistem berkerajaan pada zaman itu merupakan sistem berkerajaan yang bersepadu antara agama dan negara. Manakala pada zaman kolonial pula telah berlaku pemisahan antara agama dan negara. Pada waktu itu agama dipisahkan daripada negara yang sistem pentadbiran kerajaan dilaksanakan berdasarkan ilmu sains moden sekular. Latar belakang ilmu untuk pentadbiran kerajaan itu kemudiannya bertukar lagi pada zaman pascakolonial apabila bauran yang tidak sama rata berlaku antara sains moden sekular dan agama. Makalah ini menghuraikan perbezaan latar belakang ilmu-ilmu yang terdapat dalam garis waktu Alam Melayu pada zaman prakolonial, kolonial dan pascakolonial yang telah mewujudkan corak yang berbeza-beza dalam sistem berkerajaan tersebut dan yang memperlihatkan berlakunya transisi sistem yang penting dalam sistem berkerajaan di rantau Alam Melayu. Makalah ini memberikan tumpuan khusus kepada perjalanan sejarah sosiopolitik negara bangsa Malaysia sebagai kes perbincangan

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore