1,720,961 research outputs found

    Pendekatan Concrete Representational Abstract (CRA) dan Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran Matematika Sekolah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep dari pendekatan CRA meliputi: teori yang melandasi pendekatan CRA; makna pendekatan CRA; pendekatan CRA berdasarkan gaya belajar, jumlah siswa, dan tingkat kemampuan; serta aplikasi praktis pendekatan CRA dalam pembelajaran matematika. Artikel ini merupakan studi literatur. Pengumpulan data bersumber dari berbagai jenis artikel jurnal dan buku yang bereputasi. Hasil studi literatur ini menunjukkan bahwa teori belajar yang melandasi pendekatan CRA adalah teori psikologi perkembangan kognitif Bruner dan Piaget. Pendekatan CRA terdiri dari tahap konkret, representasi, dan abstrak. Pendekatan CRA efektif diterapkan jika dikonseptualisasikan sebagai kerangka kerja, bukan sebagai urutan yang terpisah. Pendekatan CRA sukses diimplementasikan dengan berbagai gaya belajar; diterapkan secara individu, kelompok kecil atau besar; dapat memfasilitasi siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Aplikasi praktis pendekatan CRA dalam pembelajaran matematika dituangkan dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran

    PENERAPAN PENDEKATAN CONCRETE-REPRESENTATIONAL-ABSTRACT (CRA) BERBASIS INTUISI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALOGI DAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi dan pembelajaran konvensional (PK) yang dilakukan untuk menyelediki peningkatan kemampuan analogi dan komunikasi matematik siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kapubaten Kampar Provinsi Riau yang berjumlah 175 orang siswa. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih dua kelas berjumlah 66 orang siswa yang karakterikstiknya homogen. Sebelum dilakukan penelitian sampel diklasifikasikan menurut kemampuan awal matematik yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah hasil tes harian, tes kemampuan analogi dan komunikasi matematik, skala sikap, serta lembar observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: a) peningkatan kemampuan analogi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi lebih baik dari pada siswa yang menggunakan PK ditinjau berdasarkan siswa secara keseluruhan, siswa dengan KAM sedang, dan siswa dengan KAM rendah. Tetapi pada siswa dengan KAM tinggi, peningkatan kemampuan analogi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi tidak lebih baik dari pada siswa yang menggunakan PK, b) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan analogi matematik siswa antar tingkat KAM (tinggi, sedang, dan rendah) yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, c) peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa dan masing-masing KAM siswa (tinggi, sedang, dan rendah), d) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa antar tingkat KAM (tinggi, sedang, dan rendah) yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, e) terdapat asosiasi antara kemampuan analogi dengan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, derajat asosiasi antara kemampuan analogi dengan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi tergolong tinggi, dan f) siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan analogi dan komunikasi matemati

    Strategi dalam Berpikir Kreatif Matematis pada Masalah Bangun Datar

    Full text link
    Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kompetensi penting abad ke-21 yang meliputi aspek kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam menyelesaikan masalah. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih mengalami hambatan dalam mengembangkan ketiga aspek tersebut. Mengkaji strategi yang digunakan siswa dalam berpikir kreatif pada konteks bangun datar penting dilakukan agar dapat teridentifikasi bagaimana siswa mengembangkan ide, berpindah antar strategi, dan menghasilkan solusi baru, sehingga dapat dirancang intervensi pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan masalah bangun datar. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memahami proses berpikir siswa secara kontekstual dan mendalam. Partisipan terdiri dari 27 siswa kelas VIII SMP di Pekanbaru yang telah menerima pembelajaran tentang luas bangun datar. Data dikumpulkan melalui tes berpikir kreatif matematis dan wawancara berbasis tugas, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi siswa pada aspek kelancaran mencakup penggunaan representasi beragam, eksplorasi pendekatan, dan identifikasi pola. Strategi siswa pada aspek fleksibilitas ditunjukkan melalui perubahan pendekatan konseptual dan penggabungan metode. Strategi siswa pada aspek orisinalitas tampak dalam penggunaan pendekatan tak biasa, modifikasi masalah, serta representasi visual yang unik

    Mengembangkan Kemampuan Analogi Matematis

    Full text link
    Penelitian ini merupakan kajian literatur dengan objek penelitian yaitu kemampuan analogi matematis siswa dalam memahami dan meyelesaikan masalah matematika. Adapun yang menjadi fokus kajian literatur ini yaitu: (1) mendeskripsikan pengertian analogi (2) menggali proses bernalar menggunakan analogi, (3) menyusun permasalahan yang mengedepankan kemampuan analogi dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan ketiga fokus tersebut dihasilkan profil analogi yang akan memberikan gambaran mengenai proses berpikir analogi. Gambaran ini dapat dijadikan panduan pendidik dalam mengembangkan kemampuan analogi matematis siswa, Selain itu, gambaran mengenai kemampuan analogi matematis juga bisa dijadikan dasar berpijak untuk melakukan penelitian secara empiris menggunakan berbagai model dan pendekatan pembelajaran yang dapat memaksimalkan kemampuan analogi matematis siswa

    Filsafat Intuisionisme dalam Pembelajaran Matematika

    Full text link
    This article is a literature review from several written sources about the importance of intuitive thinking in learning mathematics. The flow of intuitionism emphasizes construction that depends on a belief. Currently, the development of intuitionism is still significant and plays an important role in learning mathematics related to discovery. In addition, intuition can be used as a liaison from one's vision so that it can help to connect the desired object with alternative choices of ideal answers. Intuition has a role as a trigger for a formal solution or as a first step in exploring answers. Intuition also plays a role when someone needs to choose and make critical choices, make, develop, and discover new hypotheses and theories in mathematics. The intuitive and analytical frameworks cannot be separated on the grounds that they are cognitive processes that complement one another. Analytical thinking is valuable at higher skill levels and can clarify and sharpen intuition. So the subjective (intuitive) and objective (analytical) aspects should not be seen as two conflicting choices, but two related approaches

    Asosiasi Antara Kemampuan Analogi Dengan Komunikasi Matematik Siswa SMP

    No full text
    This research is a quantitative research with cross-sectional design that aims to examine the association between students 'mathematical analogy abilities with students' mathematical communication abilities. The subject of this research is 33 students of class VII in one of Junior High School of Kampar Regency of Riau Province. The instrument used is a essay test about the problem of mathematical analogy and mathematical communication. Data analysis techniques to test the association of both capabilities based on the category of contingency association test (Pearson Chi Square test and contingency coefficient). The results showed that this study was an association between students' mathematical analogy abilities with students' mathematical communication abilities. The degree of association between students 'mathematical analogy abilities with students 'mathematical communication abilities is high

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore