25 research outputs found
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN WAKTU PENYIANGAN PADA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)
The presence of disturbing plants in the cultivation process of corn plants will respond to the corn crop yields. The presence of disturbing plants can cause competition in the photosynthesis process. In essence, weed control is to suppress the population. The purpose of this study was to examine the effects of tillage patterns and time of weeding on maize crop products and to obtain a combination of tillage patterns with appropriate weeding times for corn planting. The experiment was conducted from February to June 2020 at the Buton UMU Research Experimental Garden. Laboratory analysis was carried out in the integrated laboratory of the Faculty of Agriculture and Animal Husbandry of UMU Buton. The experiment was arranged in a split-plot design (RPT) with three replication. main plots were tillage system consists of three levels., (1) T1 = zero tillage; (2) T2 = minimal tillage; and (3) T3 = maximum tillage. Subplots were a time of weeding consists of four levels., (1) P1 = no weeding; (2) P2 = weeding 21 days after planting; (3) P3 = weeding 21 and 42 days after planting; and (4) P4 = weeding 21, 42 and 63 day after planting. The results showed that the appropriate combination of T1 and T4 treatment would produce better maize/plant weight and corn seed yields of 6.27 tonnes ha-1, whereas for T2 and T3 it did not require weeding time with yields respectively maize harvest was 5.84 tonnes ha-1 and 5.83 tonnes ha-1
Keywords: konservasi, gulma, jagun
Kombinasi Teknologi Pelengkungan Cabang Dengan Ketinggian Strangulasi Untuk Mempercepat Pembungaan Jeruk Keprok Siompu di Kota Baubau
Permintaan buah jeruk semakin meningkat akibat peningkatan jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran masyarakat akan nilai gizi. Peningkatan konsumsi akibat dari peningkatan jumlah konsumen belum diimbangi dengan peningkatan produksi. Indonesia mempunyai beberapa varietas jeruk keprok unggulan yang sedang dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan didataran tinggi dan rendah. Salah satu varietas jeruk keprok yang saat ini lagi dikembangkan didataran rendah adalah jeuk keprok Siompu. Jeruk keprok Siompu merupakan jeruk keprok dataran rendah. Kota Baubau saat ini menjadi daerah pengembangan jeruk keprok yang telah menjadi plasma nufta. Luas pengembangan jeruk keprok Siompu di kota Baubau diperkirakan 250 ha. Namun tuntutan petani untuk mempercepat pembungaan dan mengatur pembungaan jeruk keprok menjadi tantangan saat ini. Selain itu, tuntutan konsumen yang menginginkan jeruk keprok Siompu yang tersedia sepanjang tahun. Sehingga diperlukan penelitian yang tepat untuk meginduksi bunga jeruk keprok Siompu yang dapat digunakan diluar musimnya. Pada penelitian sebelumnya peneliti telah melakukan percobaan penelitian induksi pembungaan jeruk keprok Siompu menggunakan teknik strangulasi pada ketinggian yang berbedaa, dan hasilnya pada ketinggian 60 cm dari permukaan tanah mampu mempercepat induksi pembungaan 1 bulan dari perlakukan lainnya. Namun dari hasil penelitian tersebut masih perlu disempurnakan, sehingga dibutuhkan kombinasi teknolgi induksi pembungaan yaitu pelengkungan cabang. Pelengkungan cabang akan menghambat laju fotosintat didaerah tajuk, sedangkan strangulasi akan menghambat laju fotosintat didaerah batang. Hambatan yang terjadi didaerah tajuk dan batang akan mempercepat induksi pembungaan. Karena fotosintat akan cepat terhambat, sehingga memacu munculnya bunga jeruk. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk menganalisis penggabungan antara teknologi pelengkumgan cabang dengan strangulasi pada jeruk keprok Siompu. Penelitian dilaksanakan dikebun jeruk milik petani Kota Baubau Sulawesi Tenggara pada bulan Januari sampai Desember 2022. Analisis kandungan karbohidrat dan nitrogen pada daun dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muslim Buton. Rancangan percobaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Rancangan penelitian dengan perlakuan apliaksi pelengkungan cabang pada ketinggian yang berbeda. Perlakuan adalah S1= kontrol, S2= dilengkungkan+strangulasi ketinggian 30 cm dari dasar tanah, S3= dilengkungkan+strangulasi 40 cm dari dasar tanah, S4= dilengkungkan+strangulasi 50 cm dari dasar tanah, dan S5= dilengkungkan+ 60 cm dari dasar tanah
Pengaruh Sistem Olah Tanah Dan Waktu Penyiangan Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.).
Jagung ( Zea mays L.) ialah komoditas pangan penting setelah beras yang tingkat kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk, kebutuhan gizi masyarakat, diversifikasi pertanian, dan kemajuan sektor industri yang memanfaatkan jagung sebagai bahan bakunya. Permintaan jagung pada tahun 2010 sebesar 19,86 juta ton pipilan kering dan diperkirakan pada tahun 2011 sebesar 19,93 juta ton (BPS, 2011) sedangkan produksi jagung tahun 2010 adalah 18,36 juta ton dan diperkirakan tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 17,93 juta ton (BPS, 2011). Kendala budidaya tanaman jagung ialah pengolahan tanah dan kompetisi dengan gulma. Pengolahan tanah seringkali tidak mampu mengendalikan keberadaan gulma karena selama pengolahan tanah terjadi proses penyebaran organ-organ vegetatif gulma seperti stolon, rhizome dan akar yang terpotong oleh alat pertanian sehingga populasi gulma meningkat. Waktu penyiangan yang tepat adalah pada saat periode kritis tanaman. Penyiangan dilakukan pada periode ini, diharapkan tanaman akan memberikan hasil yang lebih baik. Dengan penambahan waktu penyiangan menjadi 3 kali yaitu 21, 42 dan 63 hst diharapkan dapat menekan pertumbuhan gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dengan waktu penyiangan pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dan memperoleh kombinasi sistem olah tanah dengan waktu penyiangan yang tepat pada pertanaman jagung. Hipotesis yang diajukan ialah penggunaan sistem olah tanah yang semakin berkurang membutuhkan waktu penyiangan semakin banyak pada pertumbuhan jagung dan tanpa olah tanah dan waktu penyiangan 3 kali (21, 42 dan 63 hst) memberikan hasil tertinggi tanaman jagung.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 sampai Juni 2011 di lahan penelitian Balai Benih Induk Palawija Bedali, Lawang dengan ketinggian tempat 491-500 mdpl. Mempunyai suhu rata-rata berkisar 24°C. Peralatan yang akan digunakan dalam penelitian tersebut ialah cangkul, meteran, alat tugal, tali rafia, timbangan analitik, penggaris, oven, kamera dan Leaf Area Meter (LAM). Bahan yang digunakan meliputi benih jagung var. Pioner-21, pupuk KCl, pupuk urea, pupuk SP-36 dan Fungisida dan Herbisida. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) faktorial yang diulang 3 kali. Sistem pola tanam sebagai petak utama terdiri atas 3 perlakuan yaitu tanpa olah tanah (T 0 ), olah tanah minimal (T 1 ) dan olah tanah maksimal (T 2 ), sedangkan anak petak terdiri atas 3 petak perlakuan yaitu tanpa penyiangan (M 0 ), penyiangan 21 hst (M 1 ), penyiangan 21 dan 42 hst (M 2 ) dan penyiangan 21, 42 dan 63 hst (M 3 ). Pengamatan terhadap gulma dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 20, 30, 40, 50, 60 hst dan 70 hst. Pengamatan terhadap jagung dilakukan secara destruktif dan non-destruktif dengan mengambil 5 tanaman contoh tanaman jagung pada setiap perlakuan yang dilakukan pada saat tanaman berumur 25, 35, 45, 55, 65 hari setelah tanam dan pada saat panen. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf p = 0,05 dan apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf p = 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem tanpa olah tanah dan waktu penyiangan 21 dan 42 hst dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung, peningkatan ini ditunjukan oleh peubah luas daun dan indeks luas daun yang meningkat sebesar 12.64 % dan 29.11 % dibandingkan dengan olah tanah minimal dan waktu penyiangan 21 dan 42 hst maupun maksimal dan waktu penyiangan 21 dan 42 hst pada umur 65 hst. Perlakuan tanpa olah tanah dan waktu penyiangan 21, 42 dan 63 hst menghasilkan bobot kering panen tanaman jagung lebih tinggi 6.27 ton ha -1 dibanding dengan olah tanah minimal dan penyiangan 21, 42 dan 63 hst maupun olah tanah maksimal dan penyiangan 21, 42 dan 63 hst masing-masing menghasilkan 5.95 ton ha -1 dan 5.93 ton ha -1 dengan peningkatan sebesar 5.42 % dan 5.10 %
Keanekaragaman Spesies Gulma pada Beberapa Vegetasi yang Terdapat di Kota Baubau
Keberadaan gulma selalu menjadi tanaman yang sangat menggangu dan merugikan bagi tanaman utama. Keberadaan gulma saat ini telah beragam dari berdaun lebar maupun berdaun sempit. Teknik pengendalian gulma dituntut agar lebih efektif dan efisien agar tdk berdampak pada lingkungan. Sehingga perlu mengetahui keragaman spesies gulma khususnya dikota Baubau untuk dapat menentukan metode pengendalian yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi jenis gulma dan menetapkan jenis dominansi gulma yang berada pada vegetasi yang telah ditentukan dan untuk mengetahui tingkat kesamaan atau perbedaan antar dua vegetasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampling yang dilakukan sebanyak 4 kali ulangan. Tanaman yang akan akan di analisis vegetasinya adalah tanaman budidaya pertanian (Jagung dan Singkong), tanaman kehutanan (Jati dan Acacia mangiun) dan tanaman kopi. Hasil dari penelitian ini bahwa dominansi gulma yang muncul pada vegetasi di Kota Baubau pada tanaman jagung, singkong, jati, Acacia mangiun dan tanaman kopi adalah gulma Asystasia gangetica ssp. Micrantha. Nilai SDR gulma ini dapat mencapai 50%. Terdapat tingkat keragaman dari masing-amasing vegetasi yang ada di Kota Baubau, yang dicirikan hanya satu gulma yang dominan muncul
Analisis Finansial Ikan Teri Asap di Desa BoneatiroKecamatan Kapuntori Kabupaten Buton
Smoked fish processing business is one of the efforts to increase financially from the sale of smoked fish through proper processing, so that the welfare of fish farmers can increase which is supported by the abundance of natural resources. The purpose of this study was to analyze the finances of the management of smoked fish in Boneatiro, whether it is included in the criteria for business feasibility on a continuous basis. Analysis of the data used to identify business feasibility, among others, the amount of costs, revenues, revenue, Revenue Cost Ratio(R/C ratio), Break Even Point (BEP) products and prices. Smoked fish processing business in Boneatiro Village, Kapuntori District is profitable and feasible to run. The results of the financial feasibility analysis show that this salted fish drying business has a high profit value. In the future, profits can be further increased by increasing the number of products produced and selling directly to retailers without going through middlemen or collectors. The existence of a development plan that uses packaging techniques, in the form of plastic packaging, the value of the R/C Ratiobecomes 1.25 if the R/C Ratio> 1 then the salted fish drying business is said to be profitabl
Art appreciation : the expression of etching in printmaking through Mohd Fawazzie Arshad’s Artwork / Noor A’yunni Muhamad, Azian Tahir and Noor Enfendi Desa
In art world, Intaglio is one of the printmaking techniques that focuses on incising metal surfaces such as copper, steel or zinc plate. By using intaglio technique in producing printmaking artworks, that includes etching, drypoint or even mezzotint approach, the only thing that matters is the development of form through the understanding of lights and dark which leads to the exploration of value in art and design. On 14th September 2020, an artwork exhibition titled SI+SA was held at Galeri Shah Alam, with the aim of this exhibition is celebrating art from the different backgrounds of artistes during Covid-19 pandemic phenomenon. Mohd Fawazzie Arshad is one of the featuring artistes who participated in this exhibition and presented his remarkable intaglio artwork which emphasises the value of element and principle in arts. In this writing, the author was granted with the opportunity to conduct an interview with Mohd Fawazie Arshad to discuss the insight in his artworks and how does his artwork embark a different perspective in intaglio printmaking. This interview scrutinised on what are the elements that inspired the artist to produce his artwork and what are the references that artist has used in terms of developing idea and style in his artwork making. In this writing also, Mohd Fawazie Arshad will also explain the process of his artwork making based on his studio practises. It is important to understand the artist’s studio environment in order to explore the techniques and medium which has been practised by the artist in his artwork making. Findings from this research will produce a complete exclusive write up about Mohd Fawazie Arshad past and present artwork. It will enliven the art industry and academic writing especially in the field of Malaysian Printmaking art scene
Induksi Pembungaan Jeruk Keprok Siompu dengan Ketinggian Strangulasi yang Berbeda di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara
Tujuan penelitian adalah untuk menyelesaikan pemasalahan tanaman jeruk keprok Siompu yang telah berumur 5 tahun, namun belum memasuki waktu berbuah dan untuk mendapatkan teknik strangulasi yang tepat bagi tanaman jeruk pada periode transisi. Penelitian dilaksanakan dikebun jeruk milik petani Desa Lasembangi Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara pada bulan Januari sampai Desember 2021. Rancangan percobaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Rancangan penelitian dengan perlakuan apliaksi strangulasi pada ketinggian yang berbeda. Perlakuan adalah S1 = 20 cm dari dasar tanah, S2 = 30 cm dari dasar tanah, S3 = 40 cm dari dasar tanah, S4 = 50 cm dari dasar tanah, dan S5= 60 cm dari dasar tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strangulasi dapat membungakan tanaman jeruk Keprok Siompu yang telah berumur 5 tahaun. Ketinggian strangulasi 60 cm dapat lebih cepat menginduksi pembunggaan tanaman jeruk Keprok Siompu. Jumlah bunga dan buah yang dihasilkan dari perlakuan strangulasi pada ketinggian 60 cm lebih tinggi
[RETRACTED] Conflict in Private Land: The Role of “Yellow Journalism” in the Turmoil of Batu Ceper, Tangerang 1934
RETRACTION NOTICE to the article entitled "Conflict in Private Land: The Role of “Yellow Journalism” in the Turmoil of Batu Ceper, Tangerang 1934" by M. Mulki Mulyadi Noor and Susanto Zuhdi which had been published at IHiS (Indonesian Historical Studies), Vol. 4 No. 2 (2020). This article has been retracted. Concern has been raised about the authorship dispute between the first author (corresponding author) and co-author, which is contrary to the journal policy according to COPE.As such this article represents a conflict of interest among the author. The scientific community takes a very strong view on this matter and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission process
Perception on SI + SA as a theme in a work of art entitled “free memories” / Noor Enfendi Desa ... [et al.]
The effects from thinking will result in the production of perception. This perception exists in both positive and negative situations. It focuses on the cognitive that explains how human brain responds to the perceptions received from their respective methods of understanding. The exhibition of “Kami 8: SI + SA" has managed to exhibit creative artwork produced by academic staffs from the Faculty of Art and Design UiTM Perak, with the appreciation of the theme "SI + SA" will change the way of delivery or meaning, according to the circumstances and methods of individual personal perception. The research design is based on J.J. Winklemann in producing art works. Data collection consisting of sampling and equipment based on ideal imagery observation methods. Also, samples and equipment were analyzed based on the production of the proposed artwork based on the studio-based research. The artwork "free memories" is produced based on perception and understanding by the author translating in visual form
Analisis Elastisitas Transmisi Harga Jagung Manis (Zea mays sacchara) di Kelurahan Karing-Karing Kota Baubau
Petani memiliki peluang untuk memasarkan jagung manis mereka. Namun, mereka hanya fokus pada peningkatan produksi tanpa memahami informasi pasar yang bisa meningkatkan harga produk tersebut. Akibatnya, petani mendapatkan harga yang lebih rendah karena waktu panen jagung tidak sesuai dengan kenaikan harga di pasar. Tujuan dari penelitian ini berdasarkan masalah di atas, yaitu sebagai berikut: untuk menganalisis efisiensi tataniaga jagung manis di Kelurahan Karing-Karing Kecamatan Bungi Kota Baubau dan untuk menganalisis elastisitas transmisi harga jagung manis di Kelurahan Karing-Karing Kecamatan Bungi Kota Baubau. Elastisitas transmisi harga jagung manis pada saluran I dan II yaitu sebesar 0,24%. Harga ditingkat pengecer memiliki dampak signifikan terhadap harga yang diterima oleh petani. Perubahan harga ditingkat pengecer akan tercermin dalam perubahan harga jagung manis ditingkat petani. Oleh karena itu, perubahan harga di pasar harus menjadi pertimbangan utama dalam manajemen usahatani jagung manis untuk memastikan keberlanjutan dan keuntungan yang lebih baik bagi petani di Kelurahan Karing-Karing Kota Bauba
