1,721,019 research outputs found
Penanaman Karakter Religius Melalui Mata Pelajaran Aswaja di MI Ma'arif Polorejo
Nur Azizah, Umi 2020. Penanaman Karakter Religius Melalui Mata Pelajaran Aswaja di MI Ma’arif Polorejo. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Muhammad Widda Djuhan, M.Si.
Kata Kunci: Karakter Religius, Mata Pelajaran Aswaja
Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan yang merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter anak. Dan sampai sekarang sudah banyak lembaga pendidikan yang menyelipkan pendidikan karakter di dalam pembelajarannya. Baik diselipkan melalui mata pelajaran, ekstrakurikuler, maupun kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan di sekolah. Dalam membentuk karakter anak secara maksimal, aspek religius perlu ditanamkan terlebih dahulu karena aspek religius adalah penghayatan dan implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan aspek vital dalam penanaman karakter anak. Selain itu pendidikan karakter juga perlu komunitas pelaksana dan pendukungnya agar dapat berdiri sendiri, seperti halnya NU (Nahdhatul Ulama). NU memiliki nilai inti kependidikan karakter yaitu Ahlussunah wal jama’ah (Aswaja) sesuai dalam konteks Indonesia.
Berdasarkan alasan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti dengan rumusan masalah (1) Bagaimana penanaman karakter religius melalui mata pelajaran Aswaja di MI Ma’arif Polorejo? (2) Apakah faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan karakter religius pada mata pelajaran Aswaja ?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berarti data yang disajikan yaitu berupa penjelasan deskriptif. Data tersebut diambil di MI Ma’arif Polorejo sebagai tempat penelitian. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa mata pelajaran Aswaja ataupun mata pelajaran lainnya yang mengandung pendidikan karakter didalamnya akan lebih mudah anak menerima dan memahaminya dengan diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara rutin. Dengan begitu, anak akan lebih terbiasa untuk melaksanakannya setiap hari. Selain itu, dari faktor orang tua dan lingkungan juga sangat berpengaruh besar terhadap perubahan karakter anak, terutama lingkungan geografis di MI Ma’arif Polorejo. Dengan lingkungan geografis yang dekat dengan kawasan terminal dan jalan raya penghubung kota, sekolah berupaya untuk mencegah pengaruh negatifnya dengan cara menjadikan salah satu guru sebagai imam sholat di mushola dekat terminal, dan guru tersebut secara langsung dapat memantau karakter siswa yang tinggal di area tersebut. Dengan demikian, kondisi geografis sekolah yang menjadi ciri khas dari MI Ma’arif Polorejo menjadi faktor penghambat paling utama yang dapat mengakibatkan melemahnya karakter religius yang tertanam pada diri siswa sendiri
(LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI BLM ADA) PENANAMAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI MATA PELAJARAN ASWAJA DI MI MA'ARIF POLOREJO
ABSTRAK
Nur Azizah, Umi 2020. Penanaman Karakter Religius Melalui Mata Pelajaran Aswaja di MI Ma’arif Polorejo. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Muh. Widda Djuhan, M.Si.
Kata Kunci: Karakter Religius, Mata Pelajaran Aswaja
Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan yang merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter anak. Dan sampai sekarang sudah banyak lembaga pendidikan yang menyelipkan pendidikan karakter di dalam pembelajarannya. Baik diselipkan melalui mata pelajaran, ekstrakurikuler, maupun kegiatan-kegiatan lain yang dilaksanakan di sekolah. Dalam membentuk karakter anak secara maksimal, aspek religius perlu ditanamkan terlebih dahulu karena aspek religius adalah penghayatan dan implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan aspek vital dalam penanaman karakter anak. Selain itu pendidikan karakter juga perlu komunitas pelaksana dan pendukungnya agar dapat berdiri sendiri, seperti halnya NU (Nahdhatul Ulama). NU memiliki nilai inti kependidikan karakter yaitu Ahlussunah wal jama’ah (Aswaja) sesuai dalam konteks Indonesia.
Berdasarkan alasan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti dengan rumusan masalah (1) Bagaimana penanaman karakter religius melalui mata pelajaran Aswaja di MI Ma’arif Polorejo? (2) Apakah faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan karakter religius pada mata pelajaran Aswaja ?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berarti data yang disajikan yaitu berupa penjelasan deskriptif. Data tersebut diambil di MI Ma’arif Polorejo sebagai tempat penelitian. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.
Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa mata pelajaran Aswaja ataupun mata pelajaran lainnya yang mengandung pendidikan karakter didalamnya akan lebih mudah anak menerima dan memahaminya dengan diterapkan melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara rutin. Dengan begitu, anak akan lebih terbiasa untuk melaksanakannya setiap hari. Selain itu, dari faktor orang tua dan lingkungan juga sangat berpengaruh besar terhadap perubahan karakter anak, terutama lingkungan geografis di MI Ma’arif Polorejo. Dengan lingkungan geografis yang dekat dengan kawasan terminal dan jalan raya penghubung kota, sekolah berupaya untuk mencegah pengaruh negatifnya dengan cara menjadikan salah satu guru sebagai imam sholat di mushola dekat terminal, dan guru tersebut secara langsung dapat memantau karakter siswa yang tinggal di area tersebut. Dengan demikian, kondisi geografis sekolah yang menjadi ciri khas dari MI Ma’arif Polorejo menjadi faktor penghambat paling utama yang dapat mengakibatkan melemahnya karakter religius yang tertanam pada diri siswa sendiri
penyelenggaraan event sebagai strategi pemasaran untuk meningkatkan traffic pengunjug di The Park Mall Solo Baru
ABSTRAK PENYELENGGARAAN EVENT SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN TRAFFIC PENGUNJUNG DI THE PARK MALL SOLO BARU SHIFA AZIZAH UMI KHOLIFAH F3513069 Persaingan pusat perbelanjaan modern (mall) di kota Solo semakin lama semakin ketat. The Park Mall Solo Baru merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang turut serta meramaikan persaingan mall di kota Solo dengan memiliki konsep superblock, dan dengan dilengkapi area taman terbuka hijau, office park, premium hotel dan convention hall berdiri dilahan seluas 16 hektar, kondisi ini memungkinkan adanya event berskala besar terselenggara di The Park Mall Solo Baru. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyelenggaraan event yang telah dilaksanakan manajemen The Park Mall Solo Baru telah sesuai dengan teori yang telah dipelajari, dan untuk mengetahui apa saja kendala dalam penyelenggaraan event yang dihadapi oleh pihak manajemen mall, serta menganalisis kategori event yang lebih berperan dalam penyelenggaraan event sebagai strategi dalam meningkatkan traffic pengunjung di The Park Mall Solo Baru. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah metode deskriptif yaitu memberikan gambaran secara sistematis tentang informasi data yang berasal dari subjek atau objek penelitian. Data yang diperoleh berasal dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara langsung pada karyawan manajemen The Park Mall Solo Baru bagian pelaksana event divisi Marcomm. Data sekunder diperoleh dari sumber lain yang berkaitan dengan penelitian baik dari buku dan sumber lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seiap event yang digelar secara rutin di The Park Mall Solo Baru selalu menampilkan konsep dan tema acara yang sesuai dengan momen-momen tertentu, memaksimalkan acara yang ditampilkan serta sebagai upaya dalam meningkatkan traffic pengunjung. Event yang terselenggara di The Park Mall Solo Baru dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu event edukasi dan non edukasi yang masing-masing memiliki daya tarik yang berbeda terhadap persepsi pengunjung. Saran berdasarkan penelitian ini adalah setiap event yang dilaksanakan The Park Mall Solo Baru harus dikoordinasikan dengan divisi lainnya yang ada di The Park Mall Solo Baru karena setiap pelaksanaan event selalu kekurangan pihak yang bertanggung jawab sehingga tujuan pelaksanaan event dapat tercapai secara maksimal. Pembuatan event sebaiknya dirancang dan dipersiapkan secara matang jauh-jauh hari, memaksimalkan publikasi event, dan pihak The Park Mall Solo Baru sebaiknya memberikan proporsi yang lebih banyak untuk kategori event yang lebih berperan dalam peningkatan traffic pengunjung di The Park Mall Solo Baru. Kata Kunci : Penyelenggaraan Even
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
