5 research outputs found
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Urgensi Kegiatan Keagamaan Pada Desa Botolempangan Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros
Real work lectures (KKN) can create new changes in the Botolempangan community, one of which is in the field of religion and social service, so that there will be changes resulting from the holding of the real work lectures (KKN). As with the real work lecture (KKN) conducted by Botolemngan Village, Bontoa District, Maros Regency, students as agents of change can make a real contribution and empower the community through this KKN program. In this case the aim is to find out how the role of real work lectures is as a form of developing religious values for the Bolempangan community. Developing religious values is supported by several factors, one of which is the Community Service Program (KKN), which has a very influential role in society. This type of research is field research using the ABCD Asset Based Community Development program approach/method with the initial steps of conducting surveys, observations, direct interviews with Botolempangang village officials. The object is the Botolempangan village community. In this study it is known that the role of KKN in religious development for the community produces a positive role through programs that have been implemented by students.Kuliah kerja nyata (KKN) dapat mewujudkan perubahan baru dimasyarakat Botolempangan salah satunya dibidang keagamaan dan bakti sosial, sehingga akan ada perubahan yang ditimbulkan dari diadakannya kuliah kerja nyata (KKN) tersebut. Seperti halnya kuliah kerja nyata (KKN) yang dilakukan Desa Botolempangan Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, mahasiswa sebagai agen of change dapat memberikan kontribusi nyata dan memperdayakan masyarakat melalui program KKN ini. Dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan dari kuliah kerja nyata sebagai wujud dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat botolempangan. Mengembangkan nilai-nilai keagamaan didukung oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kuliah kerja nyata (KKN) yang peranannya sangat berpengaruh dimasyarakat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan/metode program Asset Based Community Developmen ABCD dengan langkah awal melakukan survey, observasi, wawancara secara langsung terhadap aparat desa Botolempangang. Yang objeknya adalah masyarakat desa botolempangan. Dalam penelitian ini diketahui bahwa peranan KKN dalam pengambangan keagamaan bagi masyarakat menghasilkan peranan yang positif melalui program-program yang telah di laksanakan oleh mahasiswa
Perbandingan Implementasi Akad Sukuk Musyarakah di Indonesia dan Malaysia
Penelitian ini membandingkan implementasi akad sukuk musyarakah di Indonesia dan Malaysia dengan menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif berbasis studi pustaka. Sukuk musyarakah merupakan instrumen keuangan syariah berbasis kemitraan modal yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, bagi hasil, dan penghindaran unsur riba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaysia memiliki keunggulan dalam hal regulasi, infrastruktur pasar, dan partisipasi investor, yang didukung oleh lembaga seperti Securities Commission Malaysia dan Shariah Advisory Council. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi keuangan syariah dan dominasi sukuk berbasis ijarah. Namun, Indonesia memiliki potensi besar melalui dukungan pemerintah, BUMN, dan permintaan investor milenial. Studi ini merekomendasikan agar Indonesia memperkuat sinergi antara otoritas syariah dan regulator, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong diversifikasi struktur sukuk berbasis musyarakah untuk mendukung pembiayaan berkelanjutan dan berkeadilan sesuai prinsip ekonomi Islam
Pendekatan Pakematik untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Terpadu pada Peserta Didik Kelas IX.5 SMPN 1 Tarowang
This research is a classroom action research that aims to determine the implementation of Active, Creative, Effective, and Fun Learning Utilizing Information and Communication Technology (PAKEMATIK) and improve the learning outcomes of class IX.5 students in Integrated Science subjects with magnetism material at SMP Negeri 1 Tarowang Regency. Jeneponto with a PAKEMATIC approach. The subjects of this study were students of class IX.5, totaling 23 people. This research was carried out in two cycles with three face-to-face meetings in each cycle. The flow of this research uses the Kemmis and Mc Taggart model which consists of planning, action, observation, and reflection. The results of this study indicate that there is an increase in student learning outcomes using the PAKEMATIC approach, with results in each cycle from 52% to 86 % in cycle I and cycle II. The implication of this research is that teachers can implement the PAKEMATIC approach as an alternative to learning in the classroom so that it is not monotonous and more varied.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PAKEMATIK) dan meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX.5 mata pelajaran IPA Terpadu dengan materi kemagnetan di SMP Negeri 1 Tarowang Kab. Jeneponto dengan pendekatan PAKEMATIK. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.5 yang berjumlah 23 orang. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dengan lima kali tatap muka setiap siklus. Adapun alur penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan PAKEMATIK, dengan hasil pada setiap siklus yaitu dari 52% menjadi 86% pada siklus I dan siklus II. Implikasi penelitian ini adalah guru dapat mengimplementasikan pendekatan PAKEMATIK sebagai alternatif pembelajaran di kelas agar tidak monoton dan lebih bervariasi
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ratun Sorgum (Sorghum Bicolor L. Moench) Terhadap Perlakuan Jarak Tanam dan Jumlah Tanaman Per Rumpun
Sorgum (Sorghum bicolor L) adalah salah satu tanaman serealia yang dapat dikembangkan sebagai bahan pakan, pangan, dan bioetanol. Bagian-bagian tanaman sorgum seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar dapat dimanfaatkan. Di Indonesia sorgum merupakan tanaman sereal pangan ke tiga setelah padi dan jagung. Mengingat banyaknya manfaat tanaman sorgum maka perlu di upayakan untuk meningkatan produksinya. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangakan produksi tanaman sorgum yaitu dengan menggunakan sistem ratun. Ratun adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil per satuan luas lahan dan per satuan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah tanaman per rumpun terhadap pertumbuhan dan hasil ratun tanaman sorgum. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu perlakuan jarak tanam (J1 = Jarak tanam 40 x 20 cm, J2 = Jarak tanam 60 x 20 cm, J3 = 80 x 20 cm, J4 = 100 x 20 cm) dan perlakuan jumlah tanaman per rumpun (R1 = 1 satu tanaman per rumpun, R2 = 2 tanaman per rumpun, R3 = 3 tanaman per rumpun). Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program Costat fot Windows. Perlakuan dengan jarak tanam tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sorgum. Perlakuan dengan jarak tanam 40 x 20 cm pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,65 ton/ha). Perlakuan jumlah tanaman per rumpun memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang malai dan bobot malai per rumpun. Penanaman tiga tanaman per rumpun pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,08 ton/ha)
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ratun Sorgum (Sorghum Bicolor L. Moench) Terhadap Perlakuan Jarak Tanam dan Jumlah Tanaman Per Rumpun
Sorgum (Sorghum bicolor L) adalah salah satu tanaman serealia yang dapat dikembangkan sebagai bahan pakan, pangan, dan bioetanol. Bagian-bagian tanaman sorgum seperti biji, tangkai biji, daun, batang dan akar dapat dimanfaatkan. Di Indonesia sorgum merupakan tanaman sereal pangan ke tiga setelah padi dan jagung. Mengingat banyaknya manfaat tanaman sorgum maka perlu di upayakan untuk meningkatan produksinya. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengembangakan produksi tanaman sorgum yaitu dengan menggunakan sistem ratun. Ratun adalah salah satu cara untuk meningkatkan hasil per satuan luas lahan dan per satuan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jumlah tanaman per rumpun terhadap pertumbuhan dan hasil ratun tanaman sorgum. Penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu perlakuan jarak tanam (J1 = Jarak tanam 40 x 20 cm, J2 = Jarak tanam 60 x 20 cm, J3 = 80 x 20 cm, J4 = 100 x 20 cm) dan perlakuan jumlah tanaman per rumpun (R1 = 1 satu tanaman per rumpun, R2 = 2 tanaman per rumpun, R3 = 3 tanaman per rumpun). Data dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji Beda Nyata Jujur (Tukey’s HSD) pada taraf nyata 5% menggunakan program Costat fot Windows. Perlakuan dengan jarak tanam tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan, namun berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman sorgum. Perlakuan dengan jarak tanam 40 x 20 cm pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,65 ton/ha). Perlakuan jumlah tanaman per rumpun memberikan pengaruh terhadap jumlah daun, panjang malai dan bobot malai per rumpun. Penanaman tiga tanaman per rumpun pada tanaman sorgum memberikan hasil tertinggi (10,08 ton/ha)
