1,721,060 research outputs found

    Legal Analysis of the Policy of Suspension of Detention for Child Narcotics Offenders (Case Study at Belawan Port Police)

    No full text
    67 HalamanAnak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak perlu · mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik secara pisik, mental maupun sosial agar dapat menjadi generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa dan kelak diharapkan dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara. Children are a trust and a gift from God Almighty, deep he is attached to the dignity and worth as a whole human being. Child needs Get the widest possible opportunity to grow and develop optimally both physically, mentally and socially in order to become a generation successor to the ideals of the nation's struggle and in the future is expected to guarantee continuity of existence of the nation and the state

    Legal Consequences Against the Crime of Loud Speaker Mark Falsification in terms of Criminology Aspects (Case Study in Medan District Court)

    No full text
    13 Halamandiperlukan upaya peningkatan kesadaran masyrataka untuk memakai suatu produk dengan merek asli dan harga yang terjangkau sehingga tidnak pidana pemalsuan tidak semakin menjadi. Dibutuhkan penegakkan hukum yang baerat bagipelaku tindak pidana pemalsuan merek yang terbukti pemeriksaaanya di depan pengadilan sehingga memberikan efek jera

    Legal Studies on Blocking Porn Sites in terms of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions

    No full text
    62 HalamanTeknologi infonnasi di samping memberikan manfaat, tingginya penggunaan teknologi informasi justru telah memberi akibat berupa ancaman terhadap eksistensi hak pribadi seseorang untuk terjadinya suatu kejahatan bahkan sangat dimungkinkan penyaksian pelaku internet terhadap suatu situs tertentu misalnya situs porno akan memberikan dampak pada terjadinya kejahatan terhadap kesusilaan seperti pemerkosaan dan juga pelecahan seksual. Selain memberikan implikasi terhadap terjadinya kejahatan kesusilaan, maka penampilan pornografi dalam dunia maya juga sangat bertentangan dengan budaya dan adat istiadat ketimuran yang sangat terpelihara di Indonesia. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apa kriteria pemblokiran situs porno ditinjau dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan apakah akibat hukum yang terjadi apabila tidak dilaksanakan pemblokiran situs porno ditinjau dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Untuk membahas permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian secara kepustakaan dan penelitian lapangan pada Kator Kepolisian. Hasil penelitian dan analisis menjelaskan kriteria diperbolehkannya pemblokiran situs porno ditinjau dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah meliputi: Teknologi informasi melalui internet adalah merupakan wilayah publik sehingga tidak boleh dipergunakan untuk kegiatan pornografi, melindungi perkembangan hidup anak dari akibat pornografi, pornografi merusak moral bangsa dan pornografi menjadi pendorong timbulnya kejahatan terhadap kesusilaan. Akibat hukum yang terjadi apabila tidak dilaksanakan pemblokiran situs porno ditinjau dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik meliputi : Rasa khawatir orang tua untuk tnenerapkan dan membolehkaii anak-anak mereka untuk mempergunakan komputer atau internet, karena dikhawatirkan anak-anak mereka akan membuka dan memasuki situs porno, Selain itu pornografi melalui internet juga akan menyumbang • angka kejahatan di bidang kesusilaan. Karena pemakai atau pengunjung internet berupaya mewujudkan khayalan-khayalannya sebagaimana terpampang di internet dan ha1 ini akan meningkatkan jumlah kejahatan di bidang kesusilaan dan Rusaknya moral anak bangsa. Dengan tidak adanya pemblokiran situs porno, maka semua unusr anak bangsa untuk memasuki situs porno tersebut secara terbuka. Information technology in addition to providing benefits, high usage Information technology has actually resulted in the form of a threat to existence a person's personal right to the occurrence of a crime is even very possible testimony of internet actors on a particular site, for example, a porn site have an impact on the occurrence of crimes against decency such as rape and sexual harassment. In addition to providing implications for the occurrence of a crime of decency, then the appearance of pornography in cyberspace as well very contrary to the very eastern culture and customs maintained in Indonesia. The problem posed in this research is what are the criteria porn site blocking in terms of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions and whether the legal consequences that occur if porn site blocking is not implemented in terms of Law no. 11 2008 concerning Information and Electronic Transactions. To discuss these problems, research is carried out in detail library and field research at the Police Office. The results of research and analysis explain the criteria for permissibility porn site blocking in terms of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions include: Information technology through the internet is a public domain so it may not be used for pornographic activities, protecting the development of children's lives from the consequences of pornography, pornography destroys the nation's morals and pornography becomes the driving force behind it crimes against decency. Legal consequences that occur if not implemented porn site blocking in terms of Law no. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions include: Concern for parents apply and allow their children to use computers or the internet, for fear that their children will open and enter porn sites, besides that pornography through the internet will also contribute • numbers crimes in the field of decency. Because internet users or visitors are trying realizing his fantasies as posted on the internet and this thing will increase the number of crimes in the field of decency and damage to the morale of children nation. In the absence of blocking porn sites, all elements of the nation's children to openly enter the porn site

    Legal Consequences Against the Crime of Loud Speaker Mark Falsification in the View of Criminology Aspects (Case Study in Medan District Court)

    No full text
    13 HalamanUntuk membahas pennasalahan tersebut maka dilakukan peoelitian secara kepustakaan dan penelitian lapangan pada Pengadilan Negeri Medan Hasil penelitian dan analisis meojelaskan faktor-faktor yang meojadi penyebab timbulnya tindak pidana pemalsuan loud speaker ditiojau Dari Aspek Kriminologi 3dalah: Faktor ekonomi, dimana dengan tindakan pemalsuan tersebut akan didapatkan keuntungan yang sebesar-besamya bagi pelaku, kurnngnya pengawasan dari pemilik merek asli yang dipalsu. sehingga tindakan pemalsuan semakin terbuka dilakukan, Kuraognya swnber daya manusia kepolisian dalam penyidikan tindak pidaoa pcmalsuan loud speaker, Nilai dari harga barang palsu yang murah sehiogga dengan tingkat nilai harga tersebut masyarakat dapat memiliki barang, tanpa memperhatikan merek aslinya. Akibat bukurn bagi pihak yang memalsukan loud speaker maka kepada pel:lku pemalsuao yang terbukti bersalah dapat dikenakan sanksi pidana dan juga pidana denda atau kedua-duanya juga sekaligus. Pihak yang dirugikan dapat juga menuntut ganti kerugian atas perbuatan pemalsuan merek loud speaker kepada pelaku pemalsuan. To discuss these problems, a thorough research was carried out literature and field research at the Medan District Court The results of the research and analysis explain the factors that contribute to the cause The incidence of loud speaker forgery is reviewed from the aspect of criminology Economic factors, where the forgery will be obtained maximum benefit for the perpetrator, less supervision from the owner fake genuine brand. so that acts of forgery are increasingly being carried out, I think it is the human resources of the police in investigating criminal acts fake loudspeaker, The value of a cheap counterfeit item price is equal to the level of value of the price people can own the goods, regardless original brand. The effect of the book on the party who fakes the loudspeaker is to Mop: Falsification claims that are proven guilty may be subject to criminal sanctions and also criminal fines or both at the same time. The aggrieved party can too demand compensation for the act of counterfeiting the loud speaker brand to the perpetrator forgery

    Legal Studies on Discipline Violations Committed by Members of the Indonesian National Police in terms of Law no. 2 of 2002

    No full text
    65 HalamanKepolisian sebagai bagian integral fungsi pemerintahan negara, ternyata fungsi tersebut memiliki takaran yang begitu luas, tidak sekedar aspek refresif dalam kaitannya dengan proses penegakan hukum pidana saja, tetapi juga mencakup aspek preventif berupa tugas-tugas yang dilakukan yang begitu melekat pada fungsi utama administrasi negara mulai dari bimbingan dan pengaturan sampai dengan tindakan kepolisian yang bersifat administrasi dan bukan kompetensi pengadilan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengapa banyak terjadi pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggota kepolisian dan bagaimana sanksi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran disiplin kepolisian. Untuk · membahas permasalahan terse but maka dilakukan penelitian secara kepustakaan dan penelitian lapangan pada Kator Kepolis!an. Hasil penelitian da..1 analisis menjelaskan peraturan disiplin anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah serangakaian norma untuk membina dan menegakkan disiplin serta memelihara tata tertib kehidupan anggota kepolisian negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaan disiplin di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka pelaksanaan penyelesaian atau tindakan di3iplin yang diambil dilakukan di kalangan sendiri atau secara intern. Hal ini disebabkan bahwa pelanggaran disiplin yang dimaksudkan bukan sebagai suatu perbuatan pidana tetapi merupakan suatu tindakan yang menyalahi atau melanggar ketentuan organisR5i kepolisian itu sendiri. iindakan disiplin yang diaf!lbil terhadap pelanggar disiplin di lingkungan kepolisian dapat berupa teguran lisan atau tinrlakan fisik. Sedangkan hukuman disiplin dapat berupa teguran tertulis, penundaan mengikuti pendidikan paling lama -1 tahun, penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 tahun, mutasi yang bersifat demosi, pembebasart dari jabatan serta penempatan dalam khusus paling lama 21 hari. Pejabat yang berwenang menjatuhkan disiplin adalah atasan langsung, atasan tidak langsung dan anggota provos. Sedangkan pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin adalah Ankum dan atau Atasan ankum. Police as an integral part of the function of the state government, it turns out This function has a very broad measure, not just a deep reflexive aspect relation to the criminal law enforcement process, but also includes aspects preventive in the form of tasks performed that are so attached to the main function state administration from guidance and regulation to action policing which is administrative in nature and not the competence of the court. The problem posed in this study is why so many there was a violation of discipline committed by members of the police and how sanctions and law enforcement against violations of police discipline. In order to discuss these problems, a thorough research was carried out library and field research at the Police Office. The results of the research and..1 analysis explain the disciplinary rules of the members The Indonesian National Police is a series of norms to foster and enforce discipline and maintain the orderly life of members of the police Republic of Indonesia. In the implementation of discipline within the Police Republic of Indonesia, then the implementation of settlement or disciplinary action taken is carried out among themselves or internally. This is due to that the intended disciplinary violation is not a criminal act but is an act that violates or violates the provisions organisR5i of the police itself. disciplinary action taken against offenders Discipline within the police can take the form of a verbal warning or physical action. Meanwhile, disciplinary punishment can be in the form of a written warning, followed by a delay longest education -1 year, postponement of periodic salary increases, delays promotions for a maximum of 1 year, demotional mutations, exemption from office and special placement for a maximum of 21 days. Officials authorized to impose discipline are direct superiors, not superiors directly and provost members. While the authorized official dropped disciplinary punishment is Ankum and or Ankum's boss

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Kajian Hukum Mengenai Penangguhan Penahan Terhadap Tersangka Berdasarkan Pasal 31 KUHAP (Studi Kasus Polsek Tanjung Morawa)

    Full text link
    Hukum Acara Pidana diatur suatu ketentuan mengenai bahwa tersangka atau terdakwa dapat memohon penahanannya untuk ditangguhkan. Mengenai penangguhan penahanan tersebut diatur dalam Pasal 31 KUHAP, dimana penangguhan tersebut dapat dikabulkan oleh Penyidik, Penuntut Umum, Hakim sesuai dengan kewenangannya masing-masing dengan menetapkan ada atau tidaknya jaminan uang atau orang berdasarkan syarat-syarat tertentu. Permasalahan yang dikemukakan yakni kenapa bisa ditangguhkan penahanan terhadap tersangka, apa tujuan dari penangguhan penahanan terhadap tersangka dan syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan penangguhan penahanan. Tujuan penelitian untuk menganalisa, mengetahui dan memahami lebih lanjut bagaimana sebenarnya kekuatan hukum dalam penangguhan tersangka berdasarkan KUHAP. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian ini digunakan penulis untuk memperoleh dan mengumpulkan data-data primer dan informasi yang ada hubungannya dengan pembahasan skripsi di Polsek Tanjung Morawa

    The Role of the Public Prosecutor in Narcotics Crimes by Children

    No full text
    121 HalamanPembahasan skripsi ini mengetengahkan penelitian perihal pengaturan tentang Jaksa dalam Hukum Acara Pidana di Kejaksaan Negeri Medan dalam hal pelaksanaan tugasnya melakukan penuntutan terhadap anak yang terlibat dengan permasalahan narkotika. Pada penelitian ini akan dikaji tentang kedudukan jaksa sebagai penuntut umum terhadap anak yang terlibat narkotika. Hal ini disebabkan adanya perlakuan khusus bagi suatu tindak pidana yang dilakukan oleh anak tatkala dihadapkan dengan aparat penegak hukum termasuk dengan pihak Kejaksaan. Dengan keadaan tersebut maka pelaksanaan pemeriksaan oleh Kejaksaan terhadap anak yang terlibat dalam masalah narkotika harus dapat memberikan suatu suasana tersendiri bagi anak, tidak menirnbulkan efek ketakutan maupun hal-hal lainnya yang dapat mengganggu kondisi psikis si anak. Untuk membahas hal tersebut maka diajukan permasalahan Bagaimana peranan Jaksa dalam pelaksanaan penuntutan tindak pidana terhadap anak yang terlibat narkotika di Pengadilan Negeri, Apakah yang menjadi kendala bagi pihak Kejaksaan dalam penuntutan terhadap anak yang terlibat narkotika? Dalam melakukan pembahasan maka dilakukan penelitian secara kepustakaan dan penelitian lapangan di Kejaksaan Negeri Medan. Setelah dilakukan penelitian maka diketahui bahwa Jaksa di samping mempunyai tugas penyidikan juga merupakan koordinator dari penyidik lainnya. Dengan kata lain bahwa apabila jaksa melakukan suatu penyidikan maka penyidik lainnya dengan sendirinya akan menghentikan penyidikannya sebab di dalam hal tindak pidana Jaksa mempunyai hak penuh dalam hal penyidikan. Bahwa di dalam lingkungan tugas aparatur penegak hukum yaitu kepolisian, kejaksaan dan pengadilan maka kejaksaan menduduki posisi kunci atau posisi sentral yaitu dimana kedudukan kejaksaan disini berada di tengah-tengah antara penyidik kepolisian dan pengadilan. Selain koorporatif dalam melakukan fungsinya maka pihak Kejaksaan juga diharapkan dapat lebih aktif dalam melakukan penelahaan terhadap kasus-kasus yang telah diserahkan pihak kepolisian kepada mereka. Dalam menciptakan koordinasi yang mantap antara aparat penegak hukum termasuk Kejaksaan agar dapat kiranya lebih ditingkatkan kualitas • dari koordinasi tersebut sehingga permasalahan dalam pengajuan sebuah kasus pidana dapat lebih dikecilkan. The discussion of this thesis explores research on regulation regarding the Prosecutor in the Criminal Procedure Code at the Medan District Attorney in terms carrying out their duties to prosecute children involved with narcotics problem. In this research will be studied about the position of the prosecutor as a public prosecutor against children involved in narcotics. This is due to the existence of special treatment for a crime committed by a child when confronted with law enforcement officials including the Attorney General's Office. Under these circumstances, the implementation of an examination by the Prosecutor's Office of Children who are involved in drug problems must be able to provide an atmosphere separately for the child, does not cause the effect of fear or other things that can interfere with the psychological condition of the child. To discuss this, the problem of How the role of the Prosecutor in carrying out the prosecution of crimes against children who involved in narcotics in the District Court, what are the obstacles for the parties Prosecutor in prosecuting children involved in narcotics? In conducting the discussion, research is carried out in detail library and field research at the Medan State Attorney's Office. After conducting research, it is known that the Prosecutor is on the side having investigative duties is also the coordinator of other investigators. In other words, if the prosecutor conducts an investigation, then the investigator others by itself will stop the investigation because in case criminal acts The prosecutor has full rights in terms of investigation. That inside The task environment of law enforcement officials, namely the police, prosecutors and court, the prosecutor's office occupies a key position or a central position, namely where the position of the prosecutor here is in the middle between the police and investigators court. Apart from being cooperative in carrying out its functions, the Attorney General's Office It is also expected to be more active in conducting studies on cases which the police had handed over to them. In creating strong coordination between law enforcement officials including the Attorney General's Office could be further improved the quality • of the coordination so problems in filing a criminal case can be minimized

    Peranan Kepolisian dalam Pemberantasan Premanisme Dihubungkan dengan Kriminologi

    No full text
    Tindakan Premanisme saat ini, sudah semakin lebih meresahkan masyarakat dikarenakan tindakan yang dilakukan preman tidak hanya pemerasan dengan kekerasan tetapi mereka juga tidak segan·segan melakukan pembunuhan dan juga mereka sudah berani melakukan pengerusakan dan pembakaran rumah penduduk dan kendaraan-kendaraan yang parkir maupun berjalan. Untuk itu perlu ditinglcatkan upaya mencegah dan memberantas tindakan premanisme yang menyanglcut kriminologi dengan cara meogadakan penertiban di kawasan yang dianggap sarang preman. Tujuan dari penulisan Skripsi ini yaitu untuk mengetahui peran Kepolisian dalam menangani pemberantasan premanisme dalam empat tahun terakhir dimana sampel tempat yang diambil adalah Polsek Medan Barat. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana Peran Kepolisian dalam Pemberantasan di Kota Medan. Bagaimana dampak premanisme bagi masyarakat, serta mcngapa premanisme terus meningkat. Proses penyidikan yang dilakukan Kepolisian yaitu menerima laporan (pengaduan) dari seseorang tentang adanya tindak pidana. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian, melakukan penyitaan dan pemeriksaan surat, mengambil sidik jari dan memotret seseorang, dan mengadakan pemberhentian penyidikan. Kendali Kepolisian dalam pemberantasan premanisme yaitu aktivitas preman telah mengarah ke sektor bisnis. Kini banyak preman melakukan pemerasan pada sejumlah aktivitas bisnis dengan dalih menjaga keamanan. Tindak Premanisme yang pernah diberantas oleh Polsek Medan Barat syah empat tahun terakhir ini yaitu tahun 2011 tentang kasus geng motor, sedangkan tahun 2008, 2009, dun 2010 tercatat nihil. Mekanisme hukum atau pemberantasan sanksi terhadap pelaku tindakan premanisme adalah dengao cara melihat perbuatan pidana yang dilakukan sesuai dengan KUHP. Aparat kepolisian sebagai ujung tombak negara dalam mcmberantas premanisme yang menyangkut kriminilogi harus tetap konsisten. Untuk meningkalkan mutu pembinaan terhadap para narapidana preman, maka perlu dibuatkan data kcgiatan psikologis yang melibatkan ahli psikologi
    corecore