1,720,954 research outputs found
Pembelajaran AL- Quran Dengan Metode Usmani Pada Siswa Usia Sekolah Dasar Di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo
Azizah, Ida Nur. 2023. Pembelajaran Al- Qur’an Dengan Metode Usmani Pada Siswa Usia Sekolah Dasar Di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Moh. Miftachul Choiri, MA.
Kata kunci: Pembelajaran Al- Qur’an, Metode Usmani, Anak Usia SD.
Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat dan rahmat bagi alam semesta. Sebagai Umat Islam diharapkan selalu berupaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dalam rangka peningkatan dan penghayatan serta pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang ini banyak metode pembelajaran Al-Qur’an yang muncul untuk menjawab tantangan yang dihadapi anak yang diharapkan dapat mempermudah belajar membaca Al-Qur’an yang baik dan benar yang sesuai dengan kaidah Ilmu Tajwid. Seperti yang diterapkan di TPQ Bustanul Ulum yang merupakan lembaga non formal yang membantu anak dalam mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Usmani.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Al- Qur’an Metode Usmani di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo, (2) mengetahui evaluasi pembelajaran Al- Qur’an melalui metode Usmani pada siswa usia sekolah dasar di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo, (3) mengetahui hasil kemampuan membaca Al- Qur’an dengan Metode Usmani pada siswa usia sekolah dasar di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo.
Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan jenis penelitiannya menggunakan Studi Kasus. Metode pengambilan data yang digunakan peneliti adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan analisis Miles, Huberman dan Saldana meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Pelaksanaan Metode Usmani Dalam Pembelajaran Al- Qur’an di TPQ Bustanul Ulum Ringinputih Sampung Ponorogo diawali dengan doa pembuka dilanjut membaca al- fatihah kepada para guru dan ulama, appersepsi atau ice breaking, penanaman konsep, pemahaman konsep, penutup. Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, materi yang digunakan yaitu Jilid 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Pembelajaran menggunakan metode klasikal- individual, klasikal baca simak dan bersama para ustad/ ustadah pengajar yang sudah sertifikasi. (2). Evaluasi pembelajaran Al- Qur’an Metode Usmani, guru harus mengadakan evaluasi atau tes lisan kemampuan membaca setiap peserta mengucapkan atau membunyikan huruf hija’iyah sesuai dengan makhrojnya. Tes tulis pegon dengan cara guru memberikan soal berupa huruf- huruf gandeng dan hija’iyah. Tes kenaikan jilid yang dilakukan oleh guru ahli Al- Qur’an yang sudah sertifikasi terhadap murid yang telah menyelesaikan jus atau modul yang telah dipelajari. (3). Hasil Kemampuan Membaca Al- Qur’an dengan Metode Usmani di TPQ Bustanul Ulum dikategorikan baik dengan nilai rata- rata fashohah yang sangat memuaskan. Dimana hal ini sesuai dengan makhorijul huruf dan ilmu tajwid sesuai aturan yang berlaku dengan benar, lancar, dan sempurna
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ISLAMISASI DI WONOSOBO PADA MASA DEMAK DAN MATARAM ISLAM
Proses masuknya Islam di Wonosobo merupakan sejarah panjang yang perlu untuk diteliti menjadi sebuah karya ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memberikan gambaran tentang keadaan Wilayah Wonosobo sebelum Islam berkembang. 2) Mengetahui proses masuknya Islam di Wonosobo pada masa Demak dan Mataram Islam. 3) Mengetahui penyebaran Islam di Wonosobo. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah kritis.
Metode penelitian sejarah merupakan seperangkat aturan untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, kemudian menganalisis secara kritis sehingga mampu mendeskripsikan peristiwa-peristiwa pada masa lalu. Metode ini terdiri dari lima langkah, antara lain: 1) Pemilihan topik merupakan langkah awal penulisan sejarah dengan memepertimbangkan waktu, kedekatan emosional dan kedekatan intelektual. 2) Pengumpulan sumber/heuristik merupakan suatu kegiatan mencari sumber untuk mendapatkan data. 3) Verifikasi/kriktik sumber merupakan usaha mengolah dan menyaring sumber-sumber yang telah dikumpulkan. 4) Interpretasi merupakan proses untuk menafsirkan fakta-fakta sejarah melalui proses menguraikan data dan menyatukannya sehingga kemudian akan menghasilkan sebuah fakta. 5) Penulisan ialah sebuah paparan dan penyajian dari penelitian sejarah.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum Islam masuk ke Wonosobo, wilayah ini sudah dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan Hindu- Buddha. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya perkomplekan Candi di Dieng, Candi Bogang, dan beberapa prasasti yang ditinggalkannya. Kemudian memasuki abad ke-17, Wonosobo sudah dikuasai oleh Kerajaan Mataram Islam. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Islam mulai disebarkan dengan mengirimkan beberapa utusan untuk menyebarkan pengaruhnya di Wonosobo. Kemudian datang pula rombongan para ulama dari Batang dan Pekalongan untuk menyebarkan Islam di Wonosobo. Cara yang dilakukan dalam penyebaran Islam ialah melalui budaya, perkawinan, pendidikan, dan sufistik.
Kata kunci: Islamisasi, Wonosobo, Demak, Mataram Islam
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
