1,720,964 research outputs found

    FAKTOR PENDUKUNG MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMP BERKEBUTUHAN KHUSUS DOWN SYNDROME (Studi Kasus di SLB-C Negeri Tulungagung)

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Faktor Motivasi Belajar pada Siswa SMP Berkebutuhan Khusus Down Syndrome (Studi Kasus di SLB-C Negeri Tulungagung)” ini ditulis oleh Nur Azizah Hidayatul Badri, NIM. 126306212073, dengan pembimbing Dr. Muhammad Sholihuddin Zuhdi, S.Sos.I., M.Pd. Kata kunci : Motivasi belajar, Faktor instrinsik, Faktor ekstrinsik, Siswa, Down syndrome. Motivasi belajar merupakan dorongan yang ada dalam diri siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajarnya yang dipicu oleh hasrat untuk meraih prestasi belajar yang baik. Terdapat faktor instrinsik dan ekstrinsik yang mampu mempengaruhi motivasi belajar pada siswa. Dengan demikian, dalam realita kehidupan terdapat sebagian manusia yang terlahir dengan kondisi berkebutuhan khusus, seperti Down syndrome. Dari laporan tahunan UNICEF Indonesia tahun 2023 terdapat 64% anak dengan disabilitas yang mengenyam program pendidikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor motivasi belajar pada siswa berkebutuhan khusus Down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian ini merupakan siswa berkebutuhan khusus Down syndrome yang sedang menempuh pendidikannya di SLB-C Negeri Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Down syndrome memiliki motivasi belajar yang tergolong tinggi. Faktor intrinsik yang memengaruhi antara lain adanya kemauan untuk belajar meskipun jadwal belajar tidak menentu, keinginan untuk menjadi pintar, serta harapan masa depan sederhana seperti keinginan untuk bekerja di Jakarta. Sementara itu, faktor ekstrinsik yang memengaruhi motivasi belajar meliputi pemberian penghargaan berupa pujian positif, ajakan untuk bersalaman atau toss, serta hadiah kecil seperti jajanan. Lingkungan belajar yang kondusif, seperti suasana yang tenang, sejuk, dan nyaman, serta kegiatan belajar yang menarik seperti pemutaran video, turut mendukung meningkatnya motivasi belajar. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa penyandang Down syndrome dipengaruhi oleh dua factor yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Al-Qur’an Hadits Pada Siswa Kelas III MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung

    Get PDF
    Kata Kunci: Hasil Belajar, Model Pembelajaran Make a Match Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena rendahnya kualitas program pembelajaran di Madrasah, seringkali disebabkan oleh sistem pembelajaran yang dilakukan di Madrasah tersebut. Sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits hasil belajar siswa relatif rendah dikarenakan sebagian siswa menganggap bahwa mata pelajaran Al-Qur’an Hadits adalah mata pelajaran yang kurang menarik. Selain itu, penggunaan metode yang monoton juga berpengaruh besar terhadap keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yang kemudian dapat menjadikan hasil belajar siswa relatif rendah. Oleh karena itu, peneliti menggunakan model pembelajaran make a match dalam meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadits pada materi bacaan mad. Proses pembelajaran menggunakan model make a match ini diharapkan dapat mengaktifkan siswa dan menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah: 1). Bagaimana proses penerapan model make a match pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pokok bahasan bacaan mad kelas III di MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung?, 2). Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model make a match pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits bagi siswa kelas III di MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah: 1). Mendeskripsikan proses penerapan model make a match pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits pokok bahasan bacaan mad siswa kelas III MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung, 2). Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dengan menerapkan model make a match pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits bagi siswa kelas III MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran dalam penelitian ini adalah siswa kelas III pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits materi bacaan mad. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan tes, wawancara, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa kelas III MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung. Sedangkan observasi, wawancara, dan catatan lapangan digunakan untuk menggali data tentang proses pembelajaran Al-Qur’an Hadits, respon siswa, keadaan siswa dan guru. Analisis data yang xvi digunakan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini apabila penguasaan materi siswa mencapai 75% dari tujuan yang seharusnya dicapai, dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal 70. Langkah-langkah penerapan model make a match meliputi: 1). Peneliti menyiapkan kartu-kartu yang berisi soal dan jawaban, 2). Peneliti membagi kartu soal dan jawaban pada masing-masing siswa secara acak, 3). Siswa diberi kesempatan untuk memikirkan soal dan jawaban yang dipegang, 4). Siswa mencari pasangan dari kartu yang dipegang, 5). Siswa yang sudah menemukan pasangan dimohon maju di depan kelas kemudian secara bergantian siswa membacakan jawaban masing-masing selanjutnya menempelkannya dipapan tulis, 6). Untuk mengecek pemahaman siswa, peneliti melakukan evaluasi dengan cara memberikan soal latihan pada akhir pembelajaran. Hasil penelitian yang digunakan dengan menerapkan model make a match menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa mulai pre test, post tes siklus I, sampai post tes siklus II. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata presentase siswa 41,66% (pre test), meningkat menjadi 66,66% (post tes siklus I), dan meningkat lagi menjadi 83,33% (post tes siklus II). Dengan demikian, membuktikan bahwa penerapan model make a match dapat meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadits kelas III MI Miftahul Ulum Rejosari Kalidawir Tulungagung

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    Peran Manajemen MGMP dalam Meningkatkatkan Rofesionalitas Guru PAI SMA di Kota Semarang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah mendalami tentang ManajemenMGMP PAI SMA di kota Semarang. Fokus penelitian adalah: 1) Bagaimanakah pelaksanaan manajemen MGMP PAI SMA di kota Semarang, 2) Bagaimana Kompentensi guru PAI SMA di kota Semarang, 3) Bagaimana manejemen MGMP dapat memberikan konstribusi terhadap peningkatan kompentensi dan profesionalitas guru PAI. Penelitian ini dilakukan di MGMP PAI SMA di kota Semarang. Sifat penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan ilmu manajemen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi mendalam, wawancara berpartisipasi dan dokumentasi, dimana ketua dan sekretaris MGMP PAI informan kunci dan peneliti sebagai instrumen kunci dalam mendapatkan data. Pengambilan data dilaksanakan mulai bulan April 2012 sampai dengan bulan Mei 2012 di SMANegeri 3 Semarang I. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan model interaktif. Proses analisis dilakukan sejak diperoleh data sampai selesainya penulisan laporan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Pelaksanaan manajemen MGMP PAI SMA di Kota Semarang meliputi: Perencanaan, Penggerakan, Pengawasan, Penyusun anggaran biaya, Menyusun dalam arti peranan perorangan dan pengemban pemberdayaan di upayakan dapat melaksanakan sesuai dengan fungsi masing masing. 2) Kompetensi guru PAI di Semarang sudah banyak yang memenuhi sarat, dari data yang diperoleh sudah mencapai 80 % dari jumlah 40 Guru PAI aktif yang telah lulus PKG (Pelatihan Kompetensi Guru) atau Sertifikasi guru sebagai syarat menjadi guru profesional sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam Bab I pasal 1 menerangkan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 3) MGMP memberikan kontribusi terhadap kompetensi dan profesionalitas guru PAI SMA di Kota Semarang melalui: a) Pendalaman dan pengayaan materi pembelajaran melalui kajian literatur yang terkait dengan PAI.b)Diskusi secara berkala tentang masalah-masalah yang terus berkembang yang terkait dengan pendidikan dan keislaman.c)Mengadakan dialog dengan pakar pendidikan dan keislaman serta masalah lain sebagai pengembangan wawasan.d) Melakukan pelatihan penggunaan ICT sebagai model dalam pembelajaran.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran manajemen MGMP dalam meningkatkan profesionalitas guru PAI memiliki peran yang sangat penting sehingga keterlibatan semua guru PAI SMA sangat diharapkan sesuai dengan tujuan pelaksanaan MGMP
    corecore