8 research outputs found

    PEMBUATAN SEL SURYA BERBASIS PEWARNA DENGAN METODE SPRAY COATING

    Full text link
    Kebutuhan energi saat ini semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik, akan tetapi tidak diimbangi dengan penyediaan bahan bakar fosil yang semakin lama semakin menipis. Ketersediaan energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk pembuatan sel surya sebagai energi alternative. Sel surya tersensitasi zat pewarna (dye sensitized solar cell, DSSC) adalah pengembangan baru dari sel surya yang memanfaatkan peran zat pewarna (dye). Proses pembuatan larutan TiO2 sebagai bahan untuk menspray dibuat dari serbuk TiO2 yang berasal dari larutan TiCl4. Larutan TiO2 dibuat dengan cara melarutkan 1 gram serbuk TiO2 dalam 100 ml larutan HNO3 konsentrasi 0,1 M menggunakan magnetic stirrer. Serbuk TiO2 dimasukkan sedikit demi sedikit pada suhu 80ºC. Larutan spray yang telah terbentuk kemudian di aduk 1 jam dihitung setelah seluruh serbuk dimasukkan dan dijaga suhunya 80ºC. Larutan yang sudah jadi digunakan menspray.\ Sel surya terdiri dari empat bagian yaitu kaca elektroda, kaca counter electrode, pewarna, dan elektrolit. Kaca elektroda dibuat dengan memanaskan kaca semikonduktor yang telah dibentuk pola 3x1 cm sebagai media spray dan pemanasan kaca semikonduktor dilakukan pada suhu 500ºC. Spray dilakukan dengan waktu 10 detik dan jeda 30 detik dengan volume 10 ml. kondisi ini didapat dari pecobaan variasi sebelumnya. Kaca yang telah dispray lalu disintering pada suhu 500ºC selama 1 jam. Kaca kemudian direndam ke dalam pewarna ruthenium selama 24 jam. Tahap selanjutnya adalah membuat kaca counter electrode dengan metode doctor blade. Sebelum platina dideposisi kaca terlebih dahulu dilubangi untuk memasukkan elektolit. Kaca yang sudah dilubangi kemudian dilapisi dengan platina setelah itu di sintering pada suhu 450ºC selama 1 jam. Proses selanjutnya adalah perekatan kedua kaca dengan menggunakan spacer dengan bantuan panas dari setrika sehingga spacer meleleh. Tahap terakhir adalah pengisian elektrolit dan penutupan lubang dengan kaca preparat. Pengujian dalam pembuatan sel surya dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah pengujian lapisan TiO2 sebelum sel surya dirangkai yaitu pengujian X-Ray Diffracometer (XRD) yang fungsinya untuk menentukan jenis kristal dari TiO2. Berdasar pengujian yang dilakukan didapat hasil kristal TiO2 rutile. Tahap kedua adalah pengujian setelah sel surya dirangkai yaitu uji efi siensi yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi kerja dari sel surya. Hasil pengujian diketahui sampel TiCl4 variasi jeda 30 detik merupakan hasil yang paling maksimum dengan Vmaks dan Imaks sebesar 0,53745532 dan 6,90257. 10-5 sehingga diperoleh efisiensi maksimum sebesar 0,012366069%

    Pijat Kendiku: Antara Kearifan Lokal dan Kekecewaan terhadap Pengobatan Medis

    Full text link
    The current era of modernization has entered every line of human life, including the medical world. However, not all people can reach medical treatment even though the government has provided health service facilities. In line with this, traditional alternative medicine such as massage is still popular to cure ailments among the public. The author tries to raise the reasons why people prefer traditional medicine over medical treatment. This study used qualitative ethnographic methods with data collection techniques that are interviews and observations. The result of the research serves as documentation of cultural features in the health sector that is still developing in society. As an analytical technique, the author used James C. Young's health anthropology perspective. The data analyses used are data collection, data reduction, and data presentation in descriptions. This research showed that people prefer massage as a healing method for many reasons, such as having more affordable prices, being unprepared for the risk of medical treatment, feeling disappointment with medical treatment that does not work, and trusting in personalistic illnessThe current era of modernization has entered every line of human life, including the medical world. However, not all people can reach medical treatment even though the government has provided health service facilities. In line with this, traditional alternative medicine such as massage is still very popular among the public to cure ailments. The author tries to raise the reasons why people prefer traditional medicine over medical treatment. This study used qualitative ethnographic methods with data collection techniques, namely interviews and observations. The results of the research serve as documentation of cultural features in the health sector that are still developing in society. As an analytical technique, the authors use James C. Young's health anthropology perspective to explain the data found. The data analysis used is data collection, data reduction, and data presentation in the form of descriptions. This research shows that people prefer massage as a healing method for various main reasons, including a more affordable price; unpreparedness at the risk of medical treatment; disappointment with fruitless medical treatment; and belief in personalistic illness

    Melemahnya Budaya Jamu Cekok Di Kelurahan Pare

    Full text link
    Jamu is a traditional medicine that has been widely known by the Indonesian people. One kind of herbal medicine is now rarely used, namely herbal suppression. The term cekok comes from the Javanese language which means to drink by force. The purpose of this study is to describe how the weakening of the herbal medicine culture in Pare Village. Research using ethnographic qualitative methods with interview and observation techniques. The results of this study indicate that the community sees the existence of herbal suppressants. However, there are not as many devotees as before. As an analytical technique, the author uses an anthropological perspective on medical health behavior according to Notoatmodjo to explain the data found. Data analysis used is the data used, data reduction, and data presentation in the form of descriptions. This study shows that the weakening of the herbal medicine culture, including the number of more modern dietary supplements for children; parents who do not have the heart to do the prostitution process; and the knowledge of parents about the recipe for making the herbal-punching herbJamu is a traditional medicine that has been widely known by the Indonesian people. One kind of herbal medicine is now rarely used, namely herbal suppression. The term cekok comes from the Javanese language which means to drink by force. The purpose of this study is to describe how the weakening of the herbal medicine culture in Pare Village. Research using ethnographic qualitative methods with interview and observation techniques. The results of this study indicate that the community sees the existence of herbal suppressants. However, there are not as many devotees as before. As an analytical technique, the author uses an anthropological perspective on medical health behavior according to Notoatmodjo to explain the data found. Data analysis used is the data used, data reduction, and data presentation in the form of descriptions. This study shows that the weakening of the herbal medicine culture, including the number of more modern dietary supplements for children; parents who do not have the heart to do the prostitution process; and the knowledge of parents about the recipe for making the herbal-punching herb

    The Influence of Physical Activity, Fast Food, and Body Composition on Hypercholesterolemia in Young Adults: A Step Toward SDGs - Good Health and Well-being

    No full text
    Hypercholesterolemia is a condition marked by elevated cholesterol levels in the blood, which can increase the risk of heart disease, hypertension, and stroke. Lifestyle factors primarily influence this condition. This study examines the relationship between fast food consumption patterns, body composition, and physical activity with blood cholesterol levels. A cross-sectional study was conducted with 100 respondents selected through purposive sampling. Participants were 19-25 yo, non-smokers, and had no Non-Communicable Diseases (NCDs) history. Body composition was assessed using Bio Impedance Analysis (BIA), fast food consumption through a Food Frequency Questionnaire (FFQ), and physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data were analysed sing Pearson correlation followed by multiple linear regression. The analysis revealed significant relationships between blood cholesterol and per cent body fat (p=0.000; r=0.403), visceral fat (p=0.000; r=0.434), fast food consumption (p=0.000; r=0.528), and physical activity (p=0.000; r=-0.585). The regression analysis indicated that fast food consumption, visceral fat, and physical activity collectively influence blood cholesterol, with correlation coefficients of 0.09, 3.22, and -0.04, respectively. Fast food intake, per cent body fat, visceral fat, and physical activity levels are all associated with blood cholesterol levels

    Literasi Dasar Bagi Anak Nelayan Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng

    Full text link
    Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi tingkat literasi anak nelayan di Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Bantaeng yang tergolong rendah. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan menghitung anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Metode yang digunakan adalah metode pendampingan dengan pembelajaran menggunakan metode fonik bernyanyi alphabet dan belajar dari poster huruf abjad dan poster perhitungan serta menggunakan alat peraga berupa papan tulis, dan melakukan ice breaking agar anak-anak tidak bosan dalam belajar. Anak nelayan yang ikut berpartisipasi secara keseluruhan sebanyak 19 orang. Hasil utama kelompok mengenal huruf abjad sebanyak 6 orang, setelah dilakukan metode fonik dengan bernyanyi alphabet dan anak yang bisa menghafal dan memahami huruf abjad dan angka sebesar 67%. Hasil utama kelompok mengeja sebanyak 5 orang dengan metode mengeja dengan buku bacaan adalah sekitar 70% anak-anak dalam kelompok ini dapat mengeja kata-kata sederhana dengan benar. Hasil utama kelompok menghitung sebanyak 8 orang, kemampuan anak-anak dalam melatih berhitung perkalian dan penjumlahan bersusun dengan angka puluhan sebanyak 87,5% sedangkan kemampuan anak-anak dalam melatih berhitung perkalian dan penjumlahan bersusun dengan angka ratusan hanya 12,5%. Hasil kegiatan ini disimpulkan bahwa kegiatan belajar yang terstruktur dan menyenangkan dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf, mengeja dan berhitung. Kegiatan ini relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak nelayan yang terbukti dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka dalam belajar

    ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS LAYANAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI

    Full text link
    Perguruan tinggi sebagai industri jasa harus menyediakan layanan pendidikan berkualitas, terutama bagi mahasiswa sebagai pelanggan utama. Layanan ini mencakup fasilitas perpustakaan dan penggunaan teknologi seperti e-learning. E-learning meningkatkan kualitas bahan ajar dan minat belajar meskipun terkadang terkendala oleh masalah jaringan. Layanan ini penting bagi dosen, mahasiswa, dan stakeholder terkait. Penelitian ini mengeksplorasi kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan di perguruan tinggi melalui analisis literatur. Menganalisis apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dalam pelayanan dimana mencakup kualitas dosen saat mengajar, fasilitas yang mendukung pembelajaran mahasiswa, biaya pendidikan, dan masih banyak lagi. Pengukuran kepuasan melibatkan survei, Net Promoter Score (NPS), dan analisis keluhan. Kepuasan pelanggan sangat penting untuk keberhasilan institusi pendidikan, dan strategi peningkatan kualitas layanan juga dibahas. Kualitas layanan dan kepuasan mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi sangat krusial. Kepuasan mahasiswa mencerminkan keinginan antara harapan dan realitas pelayanan yang mereka terima. Analisis kepuasan juga membantu lembaga perguruan tinggi untuk memahami persepsi mahasiswa dengan cara menyesuaikan strategi pengembangan layanan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan tersebut untuk meningkatkan kredibilitas lembaga. Dengan begitu, lembaga dapat mengembangkan strategi peningkatan kualitas layanan yang lebih efektif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan mahasiswa dan memperkuat kredibilitas lembaga di mata masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan di perguruan tinggi untuk meraih keunggulan yang maksimal dalam Pendidikan

    Mediation and mediatization in agrarian conflict in Indonesia on the Instagram accounts @wadas_ melawan and @rempang_melawan

    Full text link
    The agrarian conflict in Indonesia was nothing new. In fact, it was rooted back to the Dutch colonial era hundreds of years ago. This meant that rural conflict in Indonesia had gone on for a very long time. However, the various solutions offered by stakeholders never satisfied all parties. There were always some who benefited, on the one hand, and others who were disadvantaged, on the other. Initially, rural conflict was limited to landowners, companies, and the state. In the era of social media, the conflict has lengthened. Instead of resolving the conflict, social media added to the long series of agrarian conflicts in Indonesia. When agrarian conflict was uploaded to social media, it became public consumption regardless of space and time. This research was a qualitative study that combined social media text analysis (Critical Discourse Analysis), particularly on Instagram, and field research. The initial focus of the research was on two Instagram accounts, @wadas melawan and @rempang melawan. The results of the study showed that social media, as a digital space, became an arena for conflicting parties to fight. As a virtual public space, social media was utilized by those in conflict over agricultural issues. Secondly, the best alternative for resolving agrarian conflicts was dialogic communication involving all interested parties. Lastly, the farm reform that the government had always echoed needed to be carried out by involving all interested parties
    corecore