1,721,049 research outputs found
Field Experience Program through a Lesson Study-Based Team Teaching in Biology Education Master’s Program Universitas Negeri Makassar
Field Experience Program is a course in Biology Education Study Program at the Graduate School of Universitas Negeri Makassar. The program offers a one semester opportunity for graduate students to practice their pedagogical skills through the Team Teaching Method with a lesson study pattern. The program aims (1) to enhance pedagogical skills and (2) to provide provisions through factual experiences to develop themselves as professional educators. The three main stages of lesson study had been implemented, namely (1) Planning stage (Plan), in which the lesson plans, worksheets, evaluation instruments, and the teaching media were prepared, (2) Implementation stage (Do), in which the teaching teams taught in General Biology course, and (3) Reflection stage (See), in which the teaching team discuss the positive and negative aspects of the implemented teaching and learning process. The result of observations during the learning process, including the observation notes and reflection notes were subjected to a descriptive analysis. The result of the study advocated that the implementation of Field Experience Program through a lesson study-based team teaching method can enhance scientific process skills, as well as enhancing collaborative teaching practice of graduate students on Biology Education Master’s Program, Universitas Negeri Makassar
Makanan dan Fungsinya Pada Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi tidak sekadar mampu menghasilkan keturunan, melainkan sehat proses, sehat produk, terbebas dari penyakit/kecacatan, cerdas, tumbuh menjadi dewasa, hamil, melahirkan, menyusui, sampai menopause. Untuk sehat harus didukung oleh pola hidup yang sehat termasuk olahraga yang teratur, makanan yang higienis, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan tidak menggunakan narkoba. Makanan adalah sumber energi jika berlebih menjadi beban bagi tubuh dan jantung dan jika kurang bervariasi jenis dan jumlahnya membuat tubuh menjadi lemah, mudah terserang penyakit, dan sulit berkonsentrasi. Berbagai makanan memiliki kandungan zat gisi seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan serat yang bervariasi kualitas dan jumlahnya. Mengonsumsi karbohidrat kompleks bermanfaat untuk memperkuat sistem reproduksi dan meningkatkan kesuburan. Sumber makanan tersebut adalah gandum, beras merah, jagung. Karbohidrat pada nasi putih dapat meningkatkan kadar gula darah dan hormon insulin yang dapat mencegah pembuahan. Bahan makanan untuk menambah kesuburan adalah: daging, ikan, telur, kacang-kacangan, buah, sayuran mentah, roti, biji-bijian, susu. Vitamin A memelihara kesehatan jaringan epitel di seluruh permukaan tubuh, daerah vital, dan rahim. Vitamin A terdapat pada hati, telur, kuning telur, keju, mentega, dan wortel. Vitamin B, B2, dan asam folat sangat diperlukan oleh tubuh. Bila kurang vitamin B dapat terjadi infertilisasi. Untuk mempersiapkan kehamilan, dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B lebih banyak seperti daun selada, daging, ayam, ikan, gandum, kacang-kacangan, pisang, dan sayuran hijau. Vitamin C meningkatkan kesuburan terutama pada pria. Makan makanan yang mengandung vitamin C 500-1000 mg/hari dapat meningkatkan kualitas sperma, mencegah aglutinasi, dan kelainan morfologi. Vitamin C terdapat pada buah kiwi, strawberi, jeruk, dan lada. Makan sehat untuk reproduksi adalah makanan yang seimbang jumlahnya dan bervariasi terutama makanan alami seperti sayur, buah segar, daging kerang, telur, madu, dan susu
Revitalization Of Science Teacher Association Through Mentoring Based On Lesson Study
Subject teachers association has long been take part to improve the competence of teachers, to this day the results are not well developed yet, and even less likely to attract science teacher. The research purposes are 1) to maximize the function and role of the science teacher deliberation in accommodating teacher to be professional in the case of continuous learning through mentoring based on lesson study. 2) To open the opportunity for teachers to make learning improvement through the process of simulation and collaboration. 3) To provide opportunities of productive discussion about learning implementation. Methods of research were qualitative descriptive and collaborative between members of science teacher deliberation and biology lecturer through three phase of lesson study; first phase is plan (preparation of learning devices) second phase is do (implementation of learning devices that have been agreed), third phase is see (reflection on the learning process and results that have been accomplished). The data collection instruments are: observation sheet of learning implementation, reflection journal of teachers and students. The results obtained; 1) the availability of learning devices that have been revised and simulated. 2) Aspects are done well as beginning activities: delivering indicators, form heterogeneous group, and motivate students, core activities: observe, ask, assess, communicate and conclude the results of the experiment, closing activity: learners write a reflection on post it paper. Activities that still require improvement are demonstration at the beginning of the experiment and a written assessment. Conclusions: 1) The mentoring through lesson study can improve the quality of learning, teachers' pedagogical competence, and make students active and comfortable to learn science. 2) Increased the scientific nature of the teacher in terms of openness, teamwork, oral and written communication. 3) Increased self-confidence as a science professional teacher
Kajian Awal Estimasi Populasi Bakteri Pada Tanah yang Dipupuk Urin Manusia yang Telah Mengalami Penyimpanan
Pada prinsipnya urin manusia merupakan suatu substansi yang steril, namun cairan ini mengandung nutrisi yang tidak hanya penting untuk tumbuhan, tetapi juga mikroorganisme. Oleh karena itu, urin yang berada diluar tubuh manusia sangat berpotensi untuk dikolonisasi oleh mikroorganisme. Dalam aplikasi urin manusia sebagai pupuk, penyimpanan urin menjadi memungkinkan mengingat pemupukan tidak dilakukan setiap hari.Berdasarkan fakta potensi kolonisasi bakteri pada urin di lingkungan, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi urin manusia yang telah mengalami penyimpanan terhadap populasi bakteri tanah. Penelitian dilakukan di rumah kaca dengan melakukan budidaya tanaman bayam secara individual pada polibag. Setiap polibag diisi dengan tanah sebanyak 5 kg yang dipupuk urin manusia dengan konstentrasi 25%, satu kali dalam empat hari sebanyak 250 mL. Adapun perlakuan penelitian ini adalah masa penyimpanan urin yaitu selama 2 hari dan 4 hari dengan modifikasi penambahan dan tanpa penambahan sekam bakar.Kontrol penelitian ini adalah air. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada minggu ke 2, 3 dan 4 setelah tanam.Selanjutnya, estimasi populasi bakteri dilakukan berdasarkan metode SPC (Standard Plate Count) dengan menggunakan medium Nutrient Agar (NA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri mengalami peningkatan yang signifikan untuk semua perlakuan terutama untuk yang disimpan dengan penambahan sekam. Kata kunci: Populasi Bakteri Tanah, dan Urin Manusia yang telah Disimpan
Spatial Clustering of Stunting Cases In Indonesia : A Bayesian Approach
Stunting is one of the major public health problems, especially in developing countries such as Indonesia.
In the Southeast Asian region, Indonesia has the third highest prevalence with an average prevalence of 36.4% (2005-
2017). Indonesian Nutritional Status Study (SSGI) in 2021 stated that the percentage of stunting in Indonesia is 24.4%.
Research on spatial modelling of stunting has been done, but the use of the Bayesian spatial Conditional
Autoregressive (CAR) model is still rare. This article aims to provide the most appropriate Bayesian spatial CAR
localised (clustering) model and identify the relative risk (RR) of stunting in each province in Indonesia. Data on the
number of toddlers 0-59 months whose height is measured and the number of stunted toddlers in each province in
Indonesia in 2021 were used. The best model is based on the Deviance Information Criterion, Watanabe Akaike
Information Criterion and Modified Moran's I value for residuals. The results indicated that the Bayesian spatial CAR
Localised with hyperprior Inverse-Gamma (0.5, 0.05) and Inverse-Gamma (1, 0.1) are preferred for two and three
clusters, respectively. Our results identified the high-risk areas for stunting. Approximately 56% of provinces in
Indonesia are at a high risk of stunting. Sulawesi Barat has the highest RR for stunting followed by Nusa Tenggara
Timur dan Papua Barat. In contrast, Jakarta has the lowest RR of stunting followed by Sulawesi Utara and Sumatera
Selatan. Government should pay more attention to areas that are most at high risk of stunting
- …
