1,720,980 research outputs found

    ANALISIS SOCIO-CULTURAL AND ENVIRONMENTAL PADA MASYARAKAT KAMPUNG TRIDI MALANG (STUDI KASUS PEMBANGUNAN KAMPUNG WISATA DI SEKITARAN SUNGAI BRANTAS)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada masyarakat Kampung Tridi dari segi sosial, budaya dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus mengenai perubahan socio-cultural and environmental bagaimana masyarakat Kampung Tridi mampu mengembangkan wilayah yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang memiliki potensi ekonomi maju di sekitar aliran Sungai Brantas. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada ketua paguyuban, muda-mudi, warga sekitar untuk mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah adanya Kampung Tridi, serta aspek pengembangan wisata. Observasi dilakukan untuk mengetahui interaksi dan kegiatan warga dalam lingkungan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam aspek socio-cultural and environmental dari segi interaksi dan perilaku masyarakat, mata pencaharian, sistem sosial, serta lingkungan. Temuan penelitian ini yaitu, Kampung Tridi memberikan sebuah perubahan baru yaitu terbentuknya interaksi dan sistem sosial baru bernama Paguyuban Kampung Tridi, penggiat UMKM, dan pekerjaan baru. Namun, pasca pandemi covid, tingkat resiliensi masyarakat rendah sehingga belum mampu mendongkrak potensi ekonomi kembali seperti ketika awal dibukanya wisata

    ANALISIS SOCIO-CULTURAL AND ENVIRONMENTAL PADA MASYARAKAT KAMPUNG TRIDI MALANG (STUDI KASUS PEMBANGUNAN KAMPUNG WISATA DI SEKITARAN SUNGAI BRANTAS)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada masyarakat Kampung Tridi dari segi sosial, budaya dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus mengenai perubahan socio-cultural and environmental bagaimana masyarakat Kampung Tridi mampu mengembangkan wilayah yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang memiliki potensi ekonomi maju di sekitar aliran Sungai Brantas. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada ketua paguyuban, muda-mudi, warga sekitar untuk mengetahui bagaimana perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah adanya Kampung Tridi, serta aspek pengembangan wisata. Observasi dilakukan untuk mengetahui interaksi dan kegiatan warga dalam lingkungan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam aspek socio-cultural and environmental dari segi interaksi dan perilaku masyarakat, mata pencaharian, sistem sosial, serta lingkungan. Temuan penelitian ini yaitu, Kampung Tridi memberikan sebuah perubahan baru yaitu terbentuknya interaksi dan sistem sosial baru bernama Paguyuban Kampung Tridi, penggiat UMKM, dan pekerjaan baru. Namun, pasca pandemi covid, tingkat resiliensi masyarakat rendah sehingga belum mampu mendongkrak potensi ekonomi kembali seperti ketika awal dibukanya wisata

    Penanaman karakter berbasis nilai keagamaan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

    Full text link
    Pada era perkembangan dunia dalam revolusi 4.0, berbagai tuntutan harus dipenuhi untuk mencegah tergerusnya nilai karakter budaya bangsa. Salah satu upaya untuk menanamkan karakter adalah dengan pendidikan karakter yang berbasis nilai keagamaan. Penanaman karakter perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran khususnya Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) karena sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS yaitu agar peserta didik mampu menelaah permasalahan sosial sehingga menjadi warga negara yang baik. Agar tujuan tersebut tercapai, maka pembelajaran perlu dilakukan dengan mengintegrasikan karakter. Integrasi dari nilai keagamaan ini dapat dilakukan dengan cara antara berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran, menerapkan sikap peduli terhadap sesama, bekerja sama dan gotong royong, menerapkan keteladanan, serta pembiasaan. Pembiasaan ini meliputi tadarus al-Qur’an, sholat berjamaah, menyelipkan dalil atau hadist yang relevan ke dalam pembelajaran dan memasang poster yang bernuansa Islam seperti asmaul husna dan kata-kata mutiara. Penanaman karakter berbasis nilai agama dalam IPS diharapkan mampu untuk diinternalisasikan oleh peserta didik sehingga dapat membangun karakter

    Pengaruh Metode Pembelajaran dan Gaya Belajar Siswa terhadap Hasil Belajar IPS SMP di Kota Yogyakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) perbedaan pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif di SMP Kota Yogyakarta; (2) perbedaan pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif pada siswa dengan gaya belajar auditorial; (3) perbedaan pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif pada siswa dengan gaya belajar visual; dan (4) interaksi pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif di SMP Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta dengan sekolah sebagai unit analisis. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling dan terpilih SMP Negeri 2 Yogyakarta yang menggunakan metode inquiry dan SMP Negeri 9 Yogyakarta yang menggunakan metode problem solving. Validitas instrumen tes hasil belajar diukur dengan expert judgement dan reliabilitasnya diukur dengan metode iteman. Validitas angket diukur dengan analisis faktor dan reliabilitasnya diukur dengan Cronbach’s Alpha. Normalitas data diuji dengan Kolmogorov-Smirnov. Homogenitas data diukur dengan Levene test. Uji hipotesis penelitian menggunakan teknik Analisis Varian 2x2 pada signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS siswa SMP di Kota Yogyakarta (0,003 0,05); (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif pada siswa dengan gaya belajar visual (0,001 < 0,05); dan (4) terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPS secara komprehensif di SMP Kota Yogyakarta (0,001 < 0,05). Dengan demikian, siswa dengan gaya belajar visual lebih efektif dengan metode problem solving, sedangkan siswa dengan gaya belajar auditorial dapat menggunakan metode problem solving atau inquiry

    Analysis of IPS laboratory needs in Junior High School

    Full text link
    This research aims to find out the analysis of the laboratory needs of IPS in Mu’allimat NU Gresik through objective conditions, the perceptions of teachers and students of IPS, and the potential development of laboratory IPS at Mu’allimat NU Gresik. Research uses qualitative methods with descriptive approaches. The location of the research was at the educational institute of SM Mu'allimat NU Gresik, East Java. As for the subjects in this study, they are IPS teachers, students, the deputy chief of the field of facilities, and the deputy head of the student field. The data-gathering technique that researchers use is through observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Verification of the validity of the data in this study uses triangulation of the data. The results of the research showed that Mu’allimat NU Gresik needs an indoor and outdoor IPS laboratory to support students’ learning. However, there are obstacles to the provision of indoor IPS labs in schools. So the use of indoor laboratories is implemented as a digital laboratory. Simulations carried out in indoor IPS laboratories are realized through images presented by digital laboratories

    Professional competence of IPS teachers through an integrated literacy program in encouraging students' interest in reading

    Full text link
    Interest in reading in Indonesia is still relatively low, even though reading is a positive action. We will get many benefits through reading, by reading students will gain a lot of knowledge. In encouraging students' interest in reading, the role of a professional teacher is needed. This research aims to find out the professional competence of social studies teachers at SMP N 1 Merakurak in encouraging students' interest in reading through an integrated literacy program and the obstacles of social studies teachers in encouraging students' interest in reading at SMP N 1 Merakurak. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through observation,interviews and documentation. The results of the research show that the social studies teacher at SMP N 1 Merakurak has appropriate professional competence based on Rusman and Cooper's theory using the Miles and Huberman data analysis technique which has several stages starting from data reduction, namely sorting and summarizing data according to what is needed, presenting data in narrative form for easy understanding, and drawing conclusions and verification. The results of research on the role of social studies teachers in encouraging students' interest in reading are through the role of teachers as teachers, educators, administrators, facilitators, models and role modelsseen from Peters and Kunandar's theory. Through an integrated literacy program, the teacher'srole is maximized so that it can encourage students' interest in reading in social studies subjects at SMP N 1 Merakurak. Integrated literacy is an effort to combine reading literacy programs with school culture in the form of intracurricular programs with regular and co-curricular learning with school cultural activitiessuch as religious studies of fiqh and akhlaq, as well as tahfid programs. Apartfrom that, there are obstacles for teachers in encouraging students' interest in reading, namely that students' focus begins to decline in the middle of learning, students can open applications other than illustrated PPTs, and there are students who don't bring cellphones. The recommendation for school principals is to continue implementing reading corners but with assistance from teachers, while teachers are expected to be able to implement a reward and punishment system when collecting assignments

    Perubahan socio-cultural dan lingkungan pada masyarakat Kampung Tridi Malang: Studi kasus pembangunan kampung wisata di sekitaran sungai Brantas

    Full text link
    Kampung wisata Tridi muncul karena inisiasi dan kerjasama dari komunitas Guyspro bersama pemerintah Kota Malang kemudian dikelola oleh warga sekitar. Awalnya, kampung Tridi dikenal kampung yang kumuh, setelah menjadi kampung wisata, akhirnya terjadi perubahan dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada masyarakat Kampung Tridi dari segi sosial, budaya dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus mengenai perubahan socio-cultural dan lingkungan bagaimana masyarakat Kampung Tridi mampu mengembangkan wilayah yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang memiliki potensi ekonomi maju di sekitar aliran Sungai Brantas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam aspek socio-cultural dan lingkungan dari segi interaksi dan perilaku masyarakat, mata pencaharian, sistem sosial, serta lingkungan. Temuan penelitian ini yaitu, Kampung Tridi memberikan sebuah perubahan baru yaitu terbentuknya pola interaksi gemeinschaft, sistem sosial baru bernama Paguyuban Kampung Tridi, penggiat UMKM, dan pekerjaan baru. Penelitian ini berbeda karena mencakup fase perubahan yang unik yaitu perubahan ketika awal dibuka wisata, masa pandemi COVID-19 dan pasca pandemi. Pada masa awal menjadi tempat wisata, terjadi perubahan signifikan dalam berbagai aspek, aktivitas melemah ketika covid, dan pasca pandemi, masyarakat memiliki resiliensi rendah

    Perubahan socio-cultural dan lingkungan pada masyarakat Kampung Tridi Malang: Studi kasus pembangunan kampung wisata di sekitaran sungai Brantas

    Full text link
    Kampung wisata Tridi muncul karena inisiasi dan kerjasama dari komunitas Guyspro bersama pemerintah Kota Malang kemudian dikelola oleh warga sekitar. Awalnya, kampung Tridi dikenal kampung yang kumuh, setelah menjadi kampung wisata, akhirnya terjadi perubahan dari berbagai aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada masyarakat Kampung Tridi dari segi sosial, budaya dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus mengenai perubahan socio-cultural dan lingkungan bagaimana masyarakat Kampung Tridi mampu mengembangkan wilayah yang awalnya kumuh menjadi kawasan yang memiliki potensi ekonomi maju di sekitar aliran Sungai Brantas. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan survey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan dalam aspek socio-cultural dan lingkungan dari segi interaksi dan perilaku masyarakat, mata pencaharian, sistem sosial, serta lingkungan. Temuan penelitian ini yaitu, Kampung Tridi memberikan sebuah perubahan baru yaitu terbentuknya pola interaksi gemeinschaft, sistem sosial baru bernama Paguyuban Kampung Tridi, penggiat UMKM, dan pekerjaan baru. Penelitian ini berbeda karena mencakup fase perubahan yang unik yaitu perubahan ketika awal dibuka wisata, masa pandemi COVID-19 dan pasca pandemi. Pada masa awal menjadi tempat wisata, terjadi perubahan signifikan dalam berbagai aspek, aktivitas melemah ketika covid, dan pasca pandemi, masyarakat memiliki resiliensi rendah

    Pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPS SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh: (1) metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS; (2) metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS pada siswa gaya belajar auditorial; (3) metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS pada siswa gaya belajar visual; dan (4) interaksi metode pembelajaran dan gaya belajar terhadap hasil belajar IPS.  Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dan terpilih SMP Negeri 2 Yogyakarta dan SMP Negeri 9 Yogyakarta. Validitas instrumen hasil belajar diukur dengan expert judgement dan reliabilitasnya dengan iteman. Validitas angket diukur dengan analisis faktor dan reliabilitasnya menggunakan Cronbach's Alpha. Normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov. Homogenitas data menggunakan Levene test. Uji hipotesis menggunakan Analisis Varian 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS (0,003 &lt; 0,05); (2) tidak terdapat pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS pada siswa gaya belajar auditorial (0,815 &gt; 0,05); (3) terdapat pengaruh metode inquiry dan problem solving terhadap hasil belajar IPS pada siswa gaya belajar visual (0,001 &lt; 0,05); dan (4) terdapat interaksi pengaruh metode pembelajaran dan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPS (0,001 &lt; 0,05)

    The fusion of technology and tradition: Development comics on Singhasari’s history

    Full text link
    Globalization has a significant impact on changes in global values that can marginalize local values that are rich in wisdom. This can have implications for the weakening of one's national identity. Efforts to increase public awareness can be through learning History by making digital comic development products of Singhasari culture. The development aims to produce digital comics of local history based on Singhasari cultural heritage for History learning of MA class X students. Research and Development method of ADDIE model is applied in this research. The results showed that: 1) The analysis stage identifies the need for contextual and interesting digital-based learning media and the gap in students' understanding of local history material 2) The design stage produces storyboards, characters and visual content tailored to learning the history and cultural heritage of Raja Singhasari 3) The Development stage involves validation from material and media experts. The media expert test obtained a score of 86 and the material expert test obtained a score of 85 which indicated that the product was suitable for implementation 4) The implementation stage of 30 class X students obtained a percentage of 88.33 which showed a positive response to the aspects of content, appearance and usefulness of digital commils as learning media. 5) The Evaluation Stage provides user feedback based on the results of the digital comic trial which results in the feasibility of the product being used as a History learning media in class X at the SMA / MA level. Recommendations and follow-up to this research are to conduct experiments aimed at testing the effectiveness of the product
    corecore