1,720,954 research outputs found

    Kandungan Lirik Lagu “Uma Abah” Karya Anang Ardiansyah dalam Perspektif Al-Qur’an

    No full text
    Penelitian ini mengkaji kandungan lirik lagu “Uma Abah” karya Anang Ardiansyah dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tematik dalam studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya perdebatan akademis tentang otentisitas Islam yang terakulturasi dengan budaya lokal masyarakat. Padahal, ekspresi budaya masyarakat Banjar, termasuk lagu daerah “Uma Abah” merupakan manifestasi dari nilai-nilai Islam yang telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dalam lirik lagu “Uma Abah” sebagai salah satu bentuk warisan budaya masyarakat Banjar yang sarat nilai-nilai Islam dan menganalisis kandungan tersebut dalam perspektif Al Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumenter dan wawancara sebagai triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau dokumen dan analisis tematik dalam tafsir dengan konsep Fazlur Rahman mengenai Tema Pokok Kandungan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Uma Abah” mengandung sebelas representasi utama, meliputi: (1) Alam dan tantangan kerja orang tua di kehidupan sungai; (2) Tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga; (3) Perempuan yang bekerja dengan peran ganda sebagai ibu; (4) Kegigihan ayah dalam bekerja melalui ikhtiar dan tawakal; (5) Cinta dan harapan anak atas jasa orang tua; (6) Keridaan anak beramal jariyah untuk orang tua; (7) Penghormatan tertinggi kepada orang tua; (8) Keyakinan kepada Allah sebagai Pencipta, Penguasa dan Pengatur alam; (9) Penghambaan kepada Allah melalui doa kepada-Nya; (10) Penghambaan kepada Allah melalui bakti kepada orang tua; dan (11) Keyakinan adanya Hari Akhir (Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan). Representasi tersebut sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dalam aspek: (1) Ketuhanan; (2) Tanggung Jawab Individual dan Keluarga; (3) Kehidupan Sosiologis dan Budaya; dan (4) Amal dan Eskatologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu “Uma Abah” karya Anang Ardiansyah memiliki kandungan yang bersesuaian dengan pesan-pesan Al Qur’an, tidak hanya mencakup nilai moral dan spiritual, melainkan juga mencakup konteks alam dan lingkungan sosial budaya masyarakat Banjar. Kesesuaian kandungan lirik dengan pesan-pesan Al-Qur’an ini membuktikan bahwa kajian tafsir Al-Qur’an dapat diaplikasikan dalam menganalisis ragam ekspresi seni budaya masyarakat, termasuk musik daerah, salah satunya lagu “Uma Abah” yang sarat nilai-nilai Islam dalam Al-Qur’an

    Kandungan Lirik Lagu “Uma Abah” Karya Anang Ardiansyah dalam Perspektif Al-Qur’an

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji kandungan lirik lagu “Uma Abah” karya Anang Ardiansyah dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tematik dalam studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya perdebatan akademis tentang otentisitas Islam yang terakulturasi dengan budaya lokal masyarakat. Padahal, ekspresi budaya masyarakat Banjar, termasuk lagu daerah “Uma Abah” merupakan manifestasi dari nilai-nilai Islam yang telah terinternalisasi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dalam lirik lagu “Uma Abah” sebagai salah satu bentuk warisan budaya masyarakat Banjar yang sarat nilai-nilai Islam dan menganalisis kandungan tersebut dalam perspektif Al Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumenter dan wawancara sebagai triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau dokumen dan analisis tematik dalam tafsir dengan konsep Fazlur Rahman mengenai Tema Pokok Kandungan Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Uma Abah” mengandung sebelas representasi utama, meliputi: (1) Alam dan tantangan kerja orang tua di kehidupan sungai; (2) Tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga; (3) Perempuan yang bekerja dengan peran ganda sebagai ibu; (4) Kegigihan ayah dalam bekerja melalui ikhtiar dan tawakal; (5) Cinta dan harapan anak atas jasa orang tua; (6) Keridaan anak beramal jariyah untuk orang tua; (7) Penghormatan tertinggi kepada orang tua; (8) Keyakinan kepada Allah sebagai Pencipta, Penguasa dan Pengatur alam; (9) Penghambaan kepada Allah melalui doa kepada-Nya; (10) Penghambaan kepada Allah melalui bakti kepada orang tua; dan (11) Keyakinan adanya Hari Akhir (Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan). Representasi tersebut sejalan dengan ajaran Al-Qur’an dalam aspek: (1) Ketuhanan; (2) Tanggung Jawab Individual dan Keluarga; (3) Kehidupan Sosiologis dan Budaya; dan (4) Amal dan Eskatologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lirik lagu “Uma Abah” karya Anang Ardiansyah memiliki kandungan yang bersesuaian dengan pesan-pesan Al Qur’an, tidak hanya mencakup nilai moral dan spiritual, melainkan juga mencakup konteks alam dan lingkungan sosial budaya masyarakat Banjar. Kesesuaian kandungan lirik dengan pesan-pesan Al-Qur’an ini membuktikan bahwa kajian tafsir Al-Qur’an dapat diaplikasikan dalam menganalisis ragam ekspresi seni budaya masyarakat, termasuk musik daerah, salah satunya lagu “Uma Abah” yang sarat nilai-nilai Islam dalam Al-Qur’an

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore