2 research outputs found

    PEMANFAATAN NANOPARTIKEL PERAK EKSTRAK BELIMBING WULUH SEBAGAI INDIKATOR KOLORIMETRI LOGAM MERKURI

    Full text link
    Merkuri (Hg) merupakan logam berat dengan toksisitas tinggi yang seringkali mencemari lingkungan perairan. Konsentrasi ion Hg (II) biasanya ditentukan dengan menggunakan alat ICP-MS dan AAS namun karena harganya yang relatif mahal maka diperlukan alternatif yang murah untuk menentukan konsentrasi Hg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi logam merkuri melalui  biosintesis nanopartikel perak (NPP) dengan memanfaatkan ekstrak buah belimbing wuluh. NPP yang digunakan sebagai indikator kolorimetri logam Hg pada penelitian ini disintesis pada kondisi optimum. NPP yang terbentuk diketahui selektif terhadap logam Hg dan kesensitifan nanopartikel perak sebesar 60 ppm  jika dilihat secara langsung oleh mata. Konsentrasi logam Hg pada sampel lingkungan perairan dari 1 hingga 11 sampel dengan metode citra digital berturut-turut sebesar 41,965 ppb, 1,547 ppb,  1,796  ppb ,  1,398  ppb,  47,369  ppb,  8,814  ppb, 8,745  ppb ,4,804  ppb ,6,339  ppb , 2,333 ppb dan 8,441  ppb

    PERBANDINGAN SENSITIVITAS NANOPARTIKEL PERAK DENGAN REDUKTOR ALBUMIN DARI TELUR AYAM DAN BEBEK UNTUK ANALISIS MERKURI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein albumin telur ayam (Gallus Sp.) dan albumin telur bebek (Anas domestica) serta kondisi optimum, sensitivitas, dan nilai LOD dari nanopartikel perak (NPP) yang disintesis menggunakan bioreduktor albumin telur ayam dan albumin telur bebek untuk analisis ion merkuri (II). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia FKIP UNIB pada bulan April - Juli 2019. Kadar protein albumin telur ayam dan albumin telur bebek didapatkan berturut-turut sebesar 0,210 gr/100 ml dan 0,234 gr/100ml. NPP yang disintesis pada penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan prekursor perak yang berasal dari larutan AgNO3 10 mM dan larutan 1 % albumin sebagai bioreduktor dari masing-masing larutan albumin telur ayam dan albumin telur bebek. Kondisi optimum NPP yang disintesis menggunakan bioreduktor albumin telur ayam dan albumin telur bebek adalah sama, dengan jumlah perbandingan antara larutan AgNO3 dan albumin yaitu 1:2 dan lama waktu pengadukan 30 menit Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPP yang disintesis menggunakan bioreduktor albumin telur ayam dan albumin telur bebek memiliki sensitivitas yang baik terhadap logam Hg dengan penambahan konsentrasi logam Hg diatas 50 ppm akan ditandai dengan perubahan warna yang signifikan yakni kuning kecoklatan menjadi bening.. Nilai LOD pada masing-masing NPP yang disintesis menggunakan bioreduktor albumin telur ayam dan albumin telur bebek berturut-turut sebesar 3.346 ppm dan 2.238 ppm, sehingga NPP yang disintesis mengunakan bioreduktor albumin telur bebek lebih sensitif dibandingkan dengan NPP yang disintesis menggunakan bioreduktor albumin telur ayam untuk analisis logam merkuri. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan kadar protein albumin telur ayam dan albumin telur bebek yang mana kadar protein albumin telur bebek lebih tinggi dibandingkan kadar protein albumin telur ayam. Kata kunci : Analisis Merkuri, Albumin, NPP, Telur Ayam dan Bebe
    corecore