124 research outputs found

    PERAN ABDUL KALAM AZAD DALAM MENYATUKAN UMAT ISLAM DAN UMAT HINDU DI INDIA TAHUN 1912-1947

    Get PDF
    Penulisan ini untuk mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan Abdul Kalam Azad dan peran Abdul Kalam Azad dalam memperjuangkan India Merdeka yang di dalamnya umat Islam dan umat Hindu merupakan satu bangsa, serta peran Abdul Kalam Azad dalam pembaharuan politik di India. Penulisan dengan judul Peran Abdul Kalam Azad dalam Menyatukan Umat Islam dan Umat Hindu di India Tahun 1912-1947, menggunakan metode penulisan yaitu metode historis dengan maksud untuk membuat suatu susunan secara sistematis dan obyektif. Adapun langkah-langkah dalam penulisan ini terdiri dari pengumpulan data secara heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan penyusunan data yang mengikuti aturan penulisan ilmiah. Hasil penulisan menyimpulkan bahwa Abdul Kalam Azad lahir pada tanggal 11 November 1888 di Mekkah, Orang tua Abdul Kalam Azad adalah seorang ulama dan pemimpin yang pindah ke Mekkah setelah gagalnya pemberontakan tahun 1857. Abdul Kalam Azad memperoleh pendidikan pertama di Mekkah dan pendidikan selanjutnya di Al-Azhar Kairo. Setelah orang tuanya meninggal ia pergi ke India dan menetap disana untuk selama-lamanya. Dari proses pendidikan yang dilaluinya di perguruan-perguruan di Mekkah dan Kairo Mesir, Abdul Kalam Azad hanya memperoleh pengetahuan berbahasa Arab dan Agama. Setelah di India, ia menambah pengetahuan tentang bahasa Inggris dan ilmu-ilmu pengetahuan modern barat, yang dipelajari atas usaha sendiri setelah berada di India. Pada tahun 1912 Abdul Kalam Azad membuat majalah di Kalkuta yang bernama Al-Hilal yang berisi tentang ide-ide mengenai agama yang pada waktu itu mengejutkan bagi golongan ulama. Abdul Kalam Azad merupakan pelopor persatuan kaum Hindu dan Muslim atas dasar nasionalisme dan sekularisme. Dari semenjak muda ia telah memasuki lapangan politik dan menggabungkan diri dengan Partai Kongres. Aktivitasnya dalam lapangan politik membuat ia beberapa kali ditangkap dan dipenjarakan. Di tahun 1923, Ia dipilih menjadi Presiden Partai Kongres, kemudian pada tahun1940, ia dipilih kembali untuk kedua kalinya. Selama hidupnya ia selalu memegang jabatan penting di Partai Kongres, dan setelah India merdeka ia pernah menjadi menteri Pendidikan India. Abdul Kalam Azad meninggal dunia pada tahun 1958

    Abdul Kalam Azad: Nasionalisme India

    No full text
    MaulanaAbdul Kalam Muhyiddin Ahmad Azad ( 1888-1958 ) adalah seorang sarjana muslim dan pemimpin politik senior dari gerakan kemerdekaan India. Dia adalah salah satu dari pemimpin muslim yang paling terkemuka untuk mendukung persatuan Hindu-Muslim, menentang partisi India. Azad sangat mendukung kekhalifahan Sulthan Usmani sebagai lambang persatuan Islam. Dukungan terhadap kekhalifahan menjadi suatu cara untuk menyatakan rasa permusuhan terhadap penjajahan Inggris dan aspirasiaspirasi kebangkitan kembali politik Islam, dan ini juga sesuai dengan politik umat Hindu atau kelompok Nasionalis yang anti Inggris dan karenanya persekutuan umat Islam dan umat Hindu dalam mencapai kemerdekaan, menurut Azad adalah langkah yang tepat. Perjuangan kemerdekaan India memang terpecah kedalam dua aliran politik, yaitu kelompok non nasionalis yang dipelopori oleh tokoh-tokoh intelegensia muslim dengan Liga Muslimin-nya dan kelompok nasionalis yang tergabung dalam Partai Kongres India yang mayoritas Hindu dimana Azad berkiprah didalamnya, dan menurut Azad problema Hindu-Muslim akan dapat diselesaikan setelah tercapainya kemerdekaan India. Ketika Kesultanan Usmani bergabung dengan Jerman dalam perang dunia pertama, pemerintah Inggris dengan cepat mengasingkan Azad dan membredel surat kabarnya al-Hilal,begitu perang usai gerakan khilafat di India semakin gencar dan bermuara kepada penyelamatan kekhalifahan, pan Islamisme dan pengusiran Inggris dari India. Gerakan ini juga didukung oleh umat Hindu pimpinan Mahatma Gandhi. Sementara kelompok non nasionalis yang pro Barat ( termasuk Ali Jinnah ) juga ikut memberi peringatan kepada Inggris. Gerakan khilafat akhirnya kehilangan kekuatan ketika Mustafa Kamal menghapuskan kekhalifahan tahun 1924. Usaha-usaha yang dilakukan Azad, termasuk membentuk kelompok nasionalis Islam dalam Partai Kongres (1929 ) untuk menjembatani perbedaan paham antara umat Islam dan umat Hindu ternyata tidak membawa hasil. Keadaan yang terjadi bukanlah kemerdekaan yang utuh, India malah terpecah kepada dua Negara, India dengan mayoritas umat Hindu, dan Negara Pakistan dengan mayoritas muslim, sebagai hasil perjuangan Azad dengan nasionalismenya. Mencermati perkembangan terakhir di India sekarang, benarlah apa yang menjadi kekhawatiran oleh tokoh-tokoh Islam non nasionalis, seperti Iqbal bahwa dibelakang nasionalisme India terletak konsep Hinduisme. Umat Islam manoritas di India inilah yang sering jadi bulanbulanan umat Hindu dengan berbagai alasan dan dalih, kerusuhan terjadi dimana-mana mulai dari Bombay, Bangalore, Bhopal, Hyderabad, Ahmadabad, Jaipur dan Kampur semuanya menjadi saksi atas kekejaman kelompok mayoritas Hindu terhadap minoritas muslim di India

    Vedanta Brain and Islam Body Dr A P J Abdul Kalam Prabuddha Bharata October 2015

    No full text
    Life of former President of India Dr A P J Abdul Kalam, who was also the author of the Indian missile program

    Dr. A. P. J. Abdul Kalam: From a Close Colleague to a National Legend

    No full text
    12-13Dr. A. P. J. Abdul Kalam, former President of India, a great scientist and technologist, a teacher and a humanist passed away recently. Here’s an account by the author of his association with the great man

    APJ Abdul Kalam: A Poet of Human Concern

    Get PDF
    Abdul Kalam Azad, the former President of India, is known as the Missile man of India. He has a great name in scientific development, and despite this, he is thoroughly an Indian poet. His poetry is replete with humanism and intellectuality and presents his human concerns for the nation. He is the paragon for the learners. The aesthetic and harmonious feelings are the remarkable traits of his poetry. His scientific mood can be seen in his poetic diction. He was a versatile genius, and his excellent craftsmanship identified his versatility. His religious faith and love for the nation compelled him to paint the social reality on his poetic canvas. Kalam\u27s poems express human concern, love, peace, and harmony. He succeeds in this attempt by selecting images and symbols from his personal life. Indeed, his poetry abounds in the spirit of patriotism, heroism, and self-sacrifice. His inspiring poems have a marvelous sense of vision, passion, imagination, and innovation. Therefore, it can be said that Kalam was a highly innovative poet of India

    عبد المجید سالک کی خاکہ نگاری: تعارف اور فن: ABDUL MAJEED SALIK’S SKETCH WRITING: INTRODUCTION AND ART

    No full text
    Poets, writers and intellectuals are sensitive and conscious members of any society. These people are devoted to the spirit of love, peace, progress, prosperity and goodwill. They try to create awareness in the society through their creations. Many great poets, writers and intellectuals were born in the Indian subcontinent. Among them, great people like Mirza Asadullah Ghalib, Allama Muhammad Iqbal, Muhammad Hussain Azad, Abul Kalam Azad, Agha Shorush Ka Shamiri, Ghulam Rasool Mehr, Hasrat Mohani, Maulvi Abdul Haq, Chaudhry Afzal Haq, Maulana Zafar Ali Khan and Ehsan Danish. Included. An important name among these people is Abdul Majeed Salik, who is a well-known poet and writer

    Tormenting seventy one : an account of Pakistan army's atrocities during Bangladesh liberation war of 1971

    No full text
    Interviewed and reported by Ruhul Motin, Dr. Sukumar Biswas, Julfikar Ali Manik, Mostafa Hossain, Krishna Bhowmik, Gourango Nandi, Abdul Kalam Azad, Prithwijeet Sen Rishi. Translated by Zahid Newaz, Ziahul Haq Swapan Nazrul Islam Mithu, Nadeem Qadir. Edited by Shahriar Kabir

    اردو نثر کے مختلف اسالیب بیان

    No full text
    Urdu prose has long history and is enriched with many stylist writers. A look into the past will show that Shah Abdul Qadir Delhvi translator of the Holy Quran, is the first stylist prose writer. Meer Amman, Ghalib, Sir Syed, Hali, Shibli, Muhammad Hussain Azad, Abdul Kalam Azad, Rasheed Ahmed Sidiqui, Khursheed-ul-Islam, Quratul Ain Haider are known stylist writers. The writers of Dastane Ameer Hamza are being ignored by the historians of Urdu; hence they have their own styles which have its own strength and worth. The article is a study of different styles and stylist writers of Urdu
    corecore