1,720,954 research outputs found

    Pengembangan Modul StoryTelling Untuk Meningkatkan Minat Baca di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    Full text link
    Minat baca anak merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan budaya literasi sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, minat baca anak masih tergolong rendah, ditandai dengan kecenderungan anak-anak yang lebih banyak bermain dibandingkan membaca buku. Program StoryTelling sebelumnya terbukti mampu meningkatkan minat baca anak, tetapi pelaksanaannya belum berkelanjutan karena belum adanya panduan atau modul tertulis yang dapat digunakan secara mandiri oleh pustakawan. Oleh karena itu, diperlukan suatu produk pembelajaran berupa modul StoryTelling yang sistematis dan mudah digunakan untuk mendukung kegiatan literasi anak di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul StoryTelling sebagai panduan pustakawan serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas modul dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan modul diukur menggunakan angket respon pustakawan, sedangkan efektivitas modul diukur melalui pre-test dan post-test minat baca anak menggunakan skala smiley face. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample T-Test, serta perhitungan N-Gain Score untuk mengetahui tingkat efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul StoryTelling yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata persentase kevalidan sebesar 80% dan kategori valid dengan revisi kecil. Modul juga memperoleh tingkat kepraktisan sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat baca anak, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 14,20 dan post-test sebesar 28,25. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta nilai N-Gain sebesar 0,8067 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, modul StoryTelling dinyatakan efektif dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    Pengembangan Modul StoryTelling Untuk Meningkatkan Minat Baca di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    No full text
    Minat baca anak merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan budaya literasi sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru, minat baca anak masih tergolong rendah, ditandai dengan kecenderungan anak-anak yang lebih banyak bermain dibandingkan membaca buku. Program StoryTelling sebelumnya terbukti mampu meningkatkan minat baca anak, tetapi pelaksanaannya belum berkelanjutan karena belum adanya panduan atau modul tertulis yang dapat digunakan secara mandiri oleh pustakawan. Oleh karena itu, diperlukan suatu produk pembelajaran berupa modul StoryTelling yang sistematis dan mudah digunakan untuk mendukung kegiatan literasi anak di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul StoryTelling sebagai panduan pustakawan serta mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas modul dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Validasi produk dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kepraktisan modul diukur menggunakan angket respon pustakawan, sedangkan efektivitas modul diukur melalui pre-test dan post-test minat baca anak menggunakan skala smiley face. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif kuantitatif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Paired Sample T-Test, serta perhitungan N-Gain Score untuk mengetahui tingkat efektivitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul StoryTelling yang dikembangkan dinyatakan valid dengan rata-rata persentase kevalidan sebesar 80% dan kategori valid dengan revisi kecil. Modul juga memperoleh tingkat kepraktisan sebesar 92,5% dengan kategori sangat praktis. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat baca anak, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 14,20 dan post-test sebesar 28,25. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), serta nilai N-Gain sebesar 0,8067 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, modul StoryTelling dinyatakan efektif dalam meningkatkan minat baca anak di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Banjarbaru

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore