6,022 research outputs found

    STUDI PENERAPAN NILAI-NILAI ISLAM DALAM SISTEM PERPAJAKAN DI INDONESIA

    No full text
    Nur Avia Astrini T. 2012. Studi Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Sistem Perpajakan di Indonesia. Skripsi. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makassar. Pembimbing (1) DR. H. Abd. Hamid Habbe, S.E., M.Si., (2) Drs. Abdul Rahman, Ak.\ud Kata kunci: Nilai-Nilai Islam, Perpajakan di Indonesia.\ud Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah nilai-nilai Islam seperti nilai tauhid, keadilan, musyawarah, amanah dan kebebasan telah ada dan diterapkan dalam sistem perpajakan di Indonesia dengan melihat bagaimana pemerintah (Ulil Amri) membuat kebijakan dan peraturan perpajakan di Indonesia dan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan peraturan yang ditentukan tersebut. Kemudian pada akhirnya penelitian ini mengevaluasi apakah terdapat kesesuaian nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai yang ada dalam sistem perpajakan di Indonesia.\ud Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif merupakan data angka yang terkait dengan topik yang diteliti, yaitu data jumlah penerimaan pajak dan zakat pada tahun-tahun tertentu, persentase alokasi APBN menurut fungsinya serta persentase hasil kuesioner yang dibagikan kepada wajib pajak, sedangkan data kualitatif, yaitu jenis data yang berbentuk informasi, seperti Undang-Undang, peraturan, dan kebijakan-kebijakan perpajakan di Indonesia serta informasi lain yang digunakan untuk membahas rumusan masalah.\ud Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa nilai tauhid belum diterapkan dalam perpajakan di Indonesia ditinjau dari masih minimnya partisipasi pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat muslim membayar zakatnya serta subjek dan objek pajak yang mengandung unsur haram didalamnya, sedangkan nilai-nilai keadilan, amanah, musyawarah dan kebebasan telah ada dalam perpajakan di Indonesia namun penerapannya masih kurang memadai dan belum sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Nur Avia Astrini T. 2012. Application Study of Islamic values in the Tax System in Indonesia. Script. Department of Accounting Faculty of Economics and Business, University of Hasanuddin Makassar. Script. Supervisors are (1) DR. H. Abd. Hamid Habbe, S.E., M.Si., and (2) Drs. Abdul Rahman, Ak.\ud Keywords: Islamic values, Taxation in Indonesia.\ud This study aimed to determine whether the values of Islam such as the value of unity, fairness, consensus, trust and freedom and applied in the existing tax system in Indonesia to see how the government establish policies and tax laws in Indonesia and whether implementation meets with the prescribed rules. Then at the end of this study to evaluate whether there is compatibility of Islamic values with the values that exist in the tax system in Indonesia.\ud The research was conducted using a descriptive approach to the type of data used is quantitative and qualitative data. Quantitative data is numeric data related to the topic under study, the data on the number of taxes and zakat in particular years, the percentage of budget allocation by function as well as the percentage of questionnaires were distributed to the taxpayer, while the qualitative data, the type of data in the form of information , such as the Act, regulations and taxation policies in Indonesia as well as other information that is used to discuss the formulation of the problem.\ud From the research, it was found that the value of monotheism has not been applied in terms of taxation in Indonesia still lack of government participation to improve compliance with the Muslims pay zakat and tax of subject and object that contains the haram in it, whereas the values of fairness, trust, deliberation and freedom has in the taxation in Indonesia, but its implementation is still inadequate and not in accordance with the needs and interests of the people of Indonesia as a whole

    PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN SISWA KELAS X DI MAN 4 MADIUN

    No full text
    Lutfiana, Nur Avia. 2024. Pembentukan Karakter Religius Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Siswa Kelas X di MAN 4 Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risti Aulia Ulfah, M.Pd. Kata Kunci: Karakter Religius, Program Pembiasaan Keagamaan. Karakter sangat penting bagi kehidupan manusia dan sebagai upaya membantu perkembangan jiwa menuju pribadi yang lebih baik. Permasalahan yang berhubungan dengan karakter siswa menjadi perhatian yang penting bagi lembaga pendidikan. permasalahan siswa seperti siswa menunjukkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai religius, seperti berkata kasar dan tidak menghormati guru, serta teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi karakter religius siswa. MAN 4 Madiun merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program pembiasaan keagamaan dan peneliti ingin mengetahui karakter religius melalui program pembiasaan keagamaan yaitu melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an. Karena dengan adanya program pembiasaan keagamaan diharapkan siswa MAN 4 Madiun dapat menumbuhkan karakter religius yang berjiwa Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an di MAN 4 Madiun; (2)karakter siswa melalui program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an; (3) kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Quran untuk kelas X di MAN 4 Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) melalui program pembiasaan keagamaan di MAN 4 Madiun yang meliputi melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an secara rutin telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan keimanan siswa. (2) melalui program pembiasaan keagamaan melalui melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an telah berhasil membentuk karakter religius siswa dengan meningkatkan pemahaman keagamaan, kualitas ibadah, dan sifat-sifat religius lainnya. (3) Meskipun guru menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan, dengan pendekatan yang tepat dan fasilitas yang memadai, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Perencanaan yang matang, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta penggunaan metode pengajaran yang inovatif adalah kunci untuk memastikan program pembiasaan keagamaan dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan dalam membentuk karakter religius siswa

    evaluasi Pengendalian Internal terhadap sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan Pada PT. PG Rajawali I unit PG. Krebet Baru Bululawang malang

    No full text
    ABSTRAK   Nur, Avia. 2012. Evaluasi Pengendalian Internal Terhadap Sistem dan Prosedur Penggajian dan Pengupahan Pada PT. PG. Rajawali I Unit PG. Krebet Baru Bululawang-Malang. Tugas Akhir, Jurusan Akuntansi . Program Studi Diploma III, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Nurika Restuningdiah, S.E.,  M.Si,Ak.   Kata kunci : Evaluasi pengendalian internal, Sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan   Gaji dan upah merupakan bagian dari kompensasi yang diberikan perusahaan sebagai balas jasa kepada karyawannya. Pengendalian intern dalam prosedur penggajian dan pengupahan untuk mencegah ancaman dan mengatasi masalah jika terjadi dalam pelaksanaanya. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui sisitem dan prosedur penggajian dan pengupahan pegawai serta untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ada dalam sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan. Objek penelitian ini adalah PT. PG. Rajawali I Unit PG. Krebet Baru Bululawang-Malang. Metode pengambilan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengevaluasi pengendalian intern terhadap sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan baik dokumen maupun fungsi-fungsi yang terkait penggajian dan pengupahan. Hasil analisis dari wawancara  dan observasi diketahui bahwa pengendalian intern sistem dan prosedur penggajian dan pengupahan di PT. PG. Rajawali I Unit PG. Krebet Baru terdapat kelemahan atau ketidak sesuaian dengan pengendalian intern yang seharusnya. Kelemahan yang terjadi adalah tidak adanya absensi untuk karyawan tetap, percatatan jam lembur dilakukan sendiri oleh karyawan dan pelaporanya hanya dilakukan seminggu sekali, serta tidak adanya pemisahan fungsi perhitungan gaji karyawan yang dilakukan oleh bagian personalia. Kesimpulan penulisan Tugas Akhir ini yaitu pengendalian intern prosedur peng­gajian dan pengupahan di PT.PG Rajawali I Unit PG. Krebet Baru memiliki beberapa kelemahan dalam pelaksanaannya namun bukan berarti prosedur penggajian dan pengupahan di PT. PG Rajawali I Unit PG. Krebet Baru sepenuhnya buruk. Se­hingga  dapat diajukan beberapa saran atau masukan bagi PT. PG. Rajawali I Unit PG. Krebet Baru yaitu untuk meningkatkan kedisiplinan dan mengurangi tingkat kecurangan sebaiknya perusahaan melaksanakan absensi untuk semua karyawan. Untuk pen­catatan gaji sebaiknya diadakan otorisasi pengawasan oleh penanggung­jawab/mandor serta kepala staf setiap bagian. Adanya pemisahan fungsi perhitungan gaji yang semula dila­kukan oleh bagian personalia dilimpahkan kepada bagian akuntansi.

    PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN SISWA KELAS X DI MAN 4 MADIUN

    No full text
    Lutfiana, Nur Avia. 2024. Pembentukan Karakter Religius Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Siswa Kelas X di MAN 4 Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risti Aulia Ulfah, M.Pd. Kata Kunci: Karakter Religius, Program Pembiasaan Keagamaan. Karakter sangat penting bagi kehidupan manusia dan sebagai upaya membantu perkembangan jiwa menuju pribadi yang lebih baik. Permasalahan yang berhubungan dengan karakter siswa menjadi perhatian yang penting bagi lembaga pendidikan. permasalahan siswa seperti siswa menunjukkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai religius, seperti berkata kasar dan tidak menghormati guru, serta teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi karakter religius siswa. MAN 4 Madiun merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program pembiasaan keagamaan dan peneliti ingin mengetahui karakter religius melalui program pembiasaan keagamaan yaitu melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an. Karena dengan adanya program pembiasaan keagamaan diharapkan siswa MAN 4 Madiun dapat menumbuhkan karakter religius yang berjiwa Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an di MAN 4 Madiun; (2)karakter siswa melalui program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an; (3) kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Quran untuk kelas X di MAN 4 Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) melalui program pembiasaan keagamaan di MAN 4 Madiun yang meliputi melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an secara rutin telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan keimanan siswa. (2) melalui program pembiasaan keagamaan melalui melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an telah berhasil membentuk karakter religius siswa dengan meningkatkan pemahaman keagamaan, kualitas ibadah, dan sifat-sifat religius lainnya. (3) Meskipun guru menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan, dengan pendekatan yang tepat dan fasilitas yang memadai, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Perencanaan yang matang, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta penggunaan metode pengajaran yang inovatif adalah kunci untuk memastikan program pembiasaan keagamaan dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan dalam membentuk karakter religius siswa

    ..(GUNAKAN TTD ASLI BUKAN SCAN PADA LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS, UPLOAD ULANG)..PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN KEAGAMAAN SISWA KELAS X DI MAN 4 MADIUN

    No full text
    Lutfiana, Nur Avia. 2024. Pembentukan Karakter Religius Melalui Program Pembiasaan Keagamaan Siswa Kelas X di MAN 4 Madiun. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing: Risti Aulia Ulfah, M.Pd. Kata Kunci: Karakter Religius, Program Pembiasaan Keagamaan. Karakter sangat penting bagi kehidupan manusia dan sebagai upaya membantu perkembangan jiwa menuju pribadi yang lebih baik. Permasalahan yang berhubungan dengan karakter siswa menjadi perhatian yang penting bagi lembaga pendidikan. permasalahan siswa seperti siswa menunjukkan perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai religius, seperti berkata kasar dan tidak menghormati guru, serta teman sebaya yang memiliki perilaku negatif, dapat mempengaruhi karakter religius siswa. MAN 4 Madiun merupakan salah satu sekolah yang menerapkan program pembiasaan keagamaan dan peneliti ingin mengetahui karakter religius melalui program pembiasaan keagamaan yaitu melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an. Karena dengan adanya program pembiasaan keagamaan diharapkan siswa MAN 4 Madiun dapat menumbuhkan karakter religius yang berjiwa Qur’ani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an di MAN 4 Madiun; (2)karakter siswa melalui program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Qur’an; (3) kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al – Quran untuk kelas X di MAN 4 Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan pengumpulan informasi, reduksi data, penyajian data, verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa (1) melalui program pembiasaan keagamaan di MAN 4 Madiun yang meliputi melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an secara rutin telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan keimanan siswa. (2) melalui program pembiasaan keagamaan melalui melantunkan Asmaul Husna dan membaca Al-Qur'an telah berhasil membentuk karakter religius siswa dengan meningkatkan pemahaman keagamaan, kualitas ibadah, dan sifat-sifat religius lainnya. (3) Meskipun guru menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan program pembiasaan keagamaan, dengan pendekatan yang tepat dan fasilitas yang memadai, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi. Perencanaan yang matang, kolaborasi antara sekolah dan orang tua, serta penggunaan metode pengajaran yang inovatif adalah kunci untuk memastikan program pembiasaan keagamaan dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan dalam membentuk karakter religius siswa

    Digitale Editionsformen. Zum Umgang mit der Überlieferung unter den Bedingungen des Medienwandels. Teil 1: Das typografische Erbe.[Preprint-Fassung]

    No full text
    Digitale Editionsformen müssen auf dem Methodenstand der gedruckten Editionen aufbauen. Hier sind der Lachmannsche Ansatz der Textrekonstruktion und die Verfahren der historisch-kritischen Ausgabe im Laufe der Zeit zwar dominant geworden, aber nicht alternativlos geblieben. Die Kritik an diesen Methoden ist so alt wie diese selbst, und viele andere Schulen haben sich neben ihnen etabliert. Die verschiedenen Ansätze lassen sich als Produkt ihrer Zeit und als Funktion bestimmter theoretischer Grundbegriffe und Grundannahmen beschreiben. Vor allem aber sind sie nicht nur historisch und theoretisch, sondern immer auch "technisch relativ", weil Typografie und Druckkultur unsere Theorien vom Text und unsere Methoden der Edition beeinflussen. Ein Verständnis dieser Abhängigkeit unserer scheinbar "natürlichen" Editionsvorstellungen von einer bestimmten Technik ist ein wichtiger Ausgangspunkt für die Entwicklung neuer Editionsformen

    Nik Nur Madihah: a rising literary star in the Malay world

    Get PDF
    In a globalized and fast-developing world, where the internet and social media play a vital role in our daily lives, people of all ages are increasingly sharing their views and opinions in writing. This is particularly true for young people, who are computer- and smartphone-savvy and often communicate through written means. As a result of this shift, new writers are emerging in Malaysia every day, much like stars on the horizon. Many of these budding writers are interested in creating novels that reflect the social climate of the country. In this article, I would like to highlight some of the interesting aspects of the life and achievements of a young Malaysian author named Nik Nur Madihah

    الإعراب التقديري في اللغة العربية ونماذجه في القرآن الكريم

    No full text
    Arabic is a language that has many features compared to other languages ​​in this world. Among the privileges is I’rab. I'rab is a condition of the change in the last line of a word in a sentence due to the variety of amyl or its amendment Without Arabic I’rab, it would be difficult to sort out the meaning of words arranged in a discourse. With I'rab known easily words that are located as mubtada’ (subject in the number of ismiyyah), Khabar (predicate) etc. and will not cause misunderstanding of meaning. I’rab consists of three types namely Lafzhi, Taqdiri and Mahalli. I’rab Taqdiri is the final change of words in an invisible sentence caused by the letter ‘Illat. This research was conducted by the method of library research or the study of literature sourced from the books of syntax (nahwu) and al-Qur’an al-Karim. The author looks at the theoretical places I'rab taqdiri in Nahwu's book and sees an example in the Qur'an
    corecore