15 research outputs found

    ANALISIS PENGETAHUAN DAN PENERAPAN RECOVERY PELATIH TERHADAP ATLET BOLABASKET CLS KU-16

    Full text link
    ABSTRACT THE ANALYSIS OF KNOWLEDGE AND APPLICATION RECOVERY OF TRAINING ON THE ATHLETE BASKETBALL CLS BOYS AGE GROUP-16 (KU-16) Name : Muhammad Isbat Setiawan NIM : 14060474114 Study Program : S-1 Department : Sport Coaching Education Faculty : Faculty of Sport Sporting Institution Name : Surabaya State University Advisor : Raymond Ivano Avandi , S.Pd., M.Kes. Exercise is an activity to train our body so that body feels healthy and strong both physically and spiritually, strategy recovery method from Dr. Stephen Bird PhD is a way for athlete to maintain, improve, and restore the condition of the body to the initial state before and after doing sports activities. The purpose of this research is to know how big the average and percentage of knowledge coach basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery, know the average and percentage of athletes basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who do strategy recovery and know the average percentage the CLS BOYS AGE GROUP-16 basketball athlete performing each type of strategy recovery from Dr. Stephen Bird PhD. The method used in this study is to use multiple choice questions used to find out how much the average percentage of knowledge coach CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery and closed questionnaire (scale guttman) are added with each of the 3 questions as a structured oral interview which is used to find out how much the average percentage of CLS athletes CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform strategy recovery and how much the average percentage of athletes basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform each type of strategy recovery. Based on the results of this study it is known that the average percentage of knowledge coach CLS BOYS AGE GROUP-16 about recovery is 90%, and the average percentage of athlete basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 who perform recovery strategy is 84%, from this study can also note that the percentage of athlete basketball CLS BOYS AGE GROUP-16 on who is pursuing a strategy recovery is a method garments by 40%, method Massase by 7%, method of hot / cold shower by 27%, the method of hydration status by 7%, method pool recovery of 3% by the results of this study can be concluded that the average knowledge of CLS trainers BOYS AGE GROUP-16 about recovery is 90%. From the results of this study can be concluded that the average coach CLS BOYS AGE GROUP-16 is very good. KEY WORDS: Recovery, BasketBall, Coach CLS BOYS AGE GROUP-16. ABSTRAK ANALISIS PENGETAHUAN DAN PENERAPAN RECOVERY PELATIH TERHADAP ATLET BOLABASKET CLS KU-16 PUTRA Nama : Muhammad Isbat Setiawan NIM : 14060474114 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Raymond Ivano Avandi, S.Pd., M.Kes. Olahraga adalah suatu kegiatan untuk melatih tubuh kita agar badan terasa sehat dan kuat baik secara jasmani maupun rohani, strategi recovery metode dari Dr. Stephen Bird PhD merupakan cara yang dilakukan atlet untuk menjaga, meningkatkan, dan mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan awal sebelum dan sesudah melakukan kegiatan aktifitas olahraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar rata-rata dan presentase pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery, mengetahui besar rata-rata dan presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi recovery dan mengetahui besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan setiap jenis strategi recovery dari Dr. Stephen Bird PhD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan diskriptif yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar rata-rata presentase pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery dan angket tertutup (skala guttman) yang ditambahkan dengan masing-masing 3 pertanyaan sebagai wawancara lisan terstruktur yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi recovery dan seberapa besar rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan setiap jenis strategi recovery. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa rata-rata persentase pengetahuan pelatih CLS KU-16 PUTRA tentang recovery sebesar 90%, dan rata-rata presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi pemulihan adalah sebesar 84%, dari penelitian ini juga dapat diketahui bahwa presentase atlet bolabasket CLS KU-16 PUTRA yang melakukan strategi reovery adalah metode garments sebesar 40%, metode massase sebesar 7%, metode hot/cold shower sebesar 27%, metode hydration status sebesar 7%, metode pool recovery sebesar 3% Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pengetahuan pelatih bolabasket CLS KU-16 PUTRA tentang recovery sebesar 90%. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata pelatih CLS KU-16 PUTRA dinyatakan baik sekali. KATA KUNCI : Recovery, Bolabasket, Pelatih CLS KU-16 PUTRA

    Pengaruh Pemberian Air Gula, Air Madu dan Latihan Fisik Terhadap Peningkatan VO2max (studi pada club western basketball surabaya KU 14 putra)

    Full text link
    ABSTRAK PENGARUH PEMBERIAN AIR GULA, AIR MADU DAN LATIHAN FISIK TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX (Studi pada Club Western Basketball Surabaya KU 14 Putra) Nama : Dimas Ari Febriyanto NIM : 15060474097 Program Studi : S-1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas : Ilmu Olahraga Nama Lembaga : Universitas Negeri Olahraga Pembimbing : Raymond Ivano Avandi,S.Pd.,M.Kes. Glukosa yang diolah dari karbohidrat berfungsi sebagai bahan bakar yang akan digunakan oleh tubuh. Manfaat karbohidrat yang utama adalah sebagai sumber energi bagi tubuh dalam menjalankan berbagai fungsi, serta untuk melakukan beragam aktivitas setiap harinya. Karbohidrat dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu sederhana dan kompleks. Kedua jenis karbohidrat ini memiliki perbedaan dalam struktur kimiawinya. . Tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui apakah pemberian air gula sebelum melakukan tes berpengaruh terhadap peningkatan VO2max pada Club Western Basketball Surabaya KU 14; 2) Mengetahui apakah pemberian air madu sebelum melakukan tes berpengaruh terhadap peningkatan VO2max pada Club Western Basketball Surabaya KU 14; 3) Mengetahui apakah pemberian latihan fisik ebelum melakukan tes berpengaruh terhadap peningkatan VO2max pada Club Western Basketball Surabaya KU 14; 4) Mengetahui kelompok mana yang memberikan pengaruh terhadap peningkatan VO2max pada Club Western Basketball Surabaya KU 14. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskripsi data, pengujian persyaratan analisa, pengujian hipotesis, pengujian determinasi, dan pengujian regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini adalah Mean Difference antara kelompok pemberian air gula dan latihan fisik dengan pemberian latihan fisik adalah 0.90000, Mean Difference antara kelompok pemberian air madu dan latihan fisik dengan pemberian latian fisik adalah 1.26833. Kelompok yang memberikan pengaruh tertinggi pada peningkatan VO2max pada Club Western Basketball Surabaya KU 14 Putra adalah Kelompok 2 yaitu pemberian Madu dan Latihan Fisik dengan nilai signifikansi 0,025<0,05 dan mean Difference sebesar -0.36833 berarti VO2max kelompok 1 (Pemberian Air Gula Dan Latihan Fisik) memiliki VO2max lebih sedikit dibandingkan dengan Kelompok 2 (Pemberian Air madu Dan Latihan Fisik). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan air gula dan air madu terhadap peningkatan nilai VO2max. Kata Kunci: Pemberian Air Gula, Air Madu, Latihan Fisik Peningkatan Vo2max ABSTRACTTHE INFLUENCE OF SUGAR, HONEY WATER AND PHYSICAL EXERCISE ON INCREASING VO2MAX (Study at Club Western Basketball Surabaya KU 14 Putra) Name : Dimas Ari FebriyantoNIM : 15060474097Study Program : Sport Coaching EducationDepartement : Sport Coaching EducationFaculty : Sport ScienceName Of Institution : State University of Surabaya Supervisior : Raymond Ivano Avandi,S.Pd.,M.Kes.Glucose which is processed from carbohydrates serves as a fuel that will be used by the body. The main benefits of carbohydrates are as a source of energy for the body to carry out various functions, as well as to perform various activities every day. Carbohydrates can be divided into two types, simple and complex. The two types of carbohydrates differ in their chemical structure. . The objectives in this study are: 1) Determine whether the provision of sugar water before conducting the test affects the increase in VO2max at the Club Western Basketball Surabaya KU 14; 2) Determine whether the administration of honey water before conducting the test affects the increase in VO2max at the Western Basketball Club Surabaya KU 14; 3) Determine whether the provision of physical exercise before conducting the test affects the increase in VO2max at the Western Basketball Club Surabaya KU 14; 4) Determine which group has an influence on the increase of VO2max at KUs Western Basketball Basketball Club 14. The research method used is Quasi Experiment and the research design used is Pretest-Posttest Control Group Design. Data analysis in this study uses data description, testing requirements analysis, hypothesis testing, determination testing, and simple linear regression testing. The results of this study are the Mean Difference between the group giving sugar water and physical exercise with the provision of physical exercise is 0.90000, the Mean Difference between the group giving honey water and physical exercise by giving a physical exercise is 1.26833. The group that gave the highest influence on increasing VO2max at Club Western Basketball Surabaya KU 14 Putra was Group 2 namely Honey and Physical Exercise with a significance value of 0.025 <0.05 and mean Difference of -0.36833 means VO2max of group 1 (Water Provisioning Sugar and Physical Exercise) have less VO2max compared to Group 2 (Giving Honey Water and Physical Exercise). The conclusion of this study is that there is no significant difference between the groups given sugar water and honey water to increase VO2max values. Keywords: Giving Sugar Water, Honey Water, Physical Exercise Increased Vo2ma

    ANALISIS KEBUGARAN FISIK DAN KEBUTUHAN ENERGI ATLET FUTSAL KOTA BLITAR

    Full text link
    Para pemain tim futsal Kota Blitar secara bergantian mengeluhkan porsi Latihan yang berat untuk persiapan Porprov 2021, sehingga potensi maksimum keseluruhan tim futsal Kota Blitar tidak tercapai. Para pemain juga mengeluhkan cepat kecapekan selama latihan yang dijadwalkan tiga kali seminggu dengan rata-rata durasi latihan 4 jam sehingga diperlukan Analisa kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak. Ketiga kandungan yang diteliti merupakan faktor utama dalam susunan kebutuhan energi. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dg metode survei. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yang mengacu pada seluruh pemain dalam tim futsal Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak pada pemain tim futsal Kota Blitar cukup kurang sehingga perlu penanganan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan energi agar memaksimalkan potensi para pemain, baik ketika latihan maupun bertanding.  Kata Kunci: analisa; kebutuhan energi; futsa

    Pengaruh Pemberian Air Kelapa dan Air Gula Merah Terhadap Status Dehidrasi Pemain Futsal

    Full text link
    AbstrakPada dasarnya, seseorang yang melaksanakan aktivitas olaharaga akan mengalami perubahan status hidrasi yang diakibatkan oleh respon fisiolgis tubuh untuk mempertahankan homeostasis. Agar status hidrasi tetap terjaga, seseorang dianjurkan untuk mengonsumsi minuman yang dapat mencegah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian air kelapa dan air gula merah terhadap status dehidrasi pemain futsal.Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan subjek penelitian sebanyak 18 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok yang diberikan perlakuan berbeda-beda. Teknik analisis data yang digunakan adalah mean, standart deviasi, frekuensi, persentase, uji normalitas, paired sample t-test, dan anova.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pada kelompok yang diberikan minuman air kelapa muda terhadap status hidrasi sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas. Tidak terdapat perubahan yang signifikan pada kelompok yang diberikan minuman air gula merah terhadap status hidrasi sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas. Tidak terdapat perubahan yang signifikan pada kelompok yang diberikan minuman air mineral terhadap status hidrasi sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas.Simpulan dari penelitian ini adalah kelompok yang diberikan perlakukan dengan mengonsumsi air kelapa muda lebih efektif dalam mempertahankan status hidrasi sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas olahraga

    Minat Siswa Dalam Mengikuti Ekstrakurikuler Olahraga Studi pada Siswa SMA Negeri 1 Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi tingkat minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga studi di SMA Negeri 1 Surabaya. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode survei dan untuk pengumpulan data dengan menggunakan angket. Populasi penelitian terdiri dari 554 siswa dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Surabaya pada tahun ajaran 2023/2024. Sampel yang terdiri dari 86 siswa dari kelas XI dan XII telah ditentukan menggunakan rumus Slovin, dengan tingkat signifikansi atau batas kesalahan sebesar 10% dan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, 3 siswa yang menunjukkan minat sangat tinggi, 27 siswa yang menunjukkan minat tinggi, 28 siswa yang menunjukkan minat sedang, 22 siswa yang menunjukkan minat rendah, dan 6 siswa yang menunjukkan minat sangat rendah. Faktor intrinsik muncul sebagai aspek yang paling berpengaruh terhadap minat siswa, terutama pada aspek perhatian, dengan hasil kategori sedang. Di sisi lain, di antara faktor ekstrinsik, peran keluarga dan teman muncul sebagai indikator yang paling signifikan, dengan hasil kategori sedang. Secara ringkas, secara keseluruhan tingkat minat mahasiswa masuk dalam kategori sedang

    ANALISIS KONSUMSI HARIAN ATLET KARATE NOMOR KUMITE PADA UKM KARATE NON ASRAMA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

    Full text link
    ABSTRACTThe source of energy for the human body is essential to activity in particular karate. Food consumption plays an important role in availability of energy in the human body, especially ethletes because the energy produced from the consumption of these foods can also help in supporting to getting pick performance before the match. The goal of regulating athletes’ nutrition is to provide food that meets energy needs, utrients in accordance with the needs of the exercise program and the type of exercise that they are engaged in. The formulation of problems posed is : What is the value of the athlete’s nutritional status based on Quantitative measurement methods ?, How much comsumption is based on the terms of the calories a day and how much calories a karate athlete can eat the objective of this research is the karate class of the Unifersity of Surabaya, son and daughter with the kumite match number, U-21 – senior with 10 athletes. The method in this analysis uses a descriptive method of quantitative, data retrieval in a way food recall is 24 hours for the three days. From analysis comes: 1) by quantitative methods produce that the calorie intake is 9 or 90 percent of the 10 an athlete who says that he has a serve deficit of deficit and 1 or 10% says that he has a deficit, Here are the details of the average calorie consumption that has been counted from the firs day of the data retrieval to the end of data retrieval from 10 peoples respondent ; MD With an average recall 2425.19, calories are needed 4288.0, % intake 56,56 (Heavy deficit). NP With an average recall 1392.33, calories are needed 3275.2, % intake 42,51 (Heavy deficit). IS With an average recall 2015.41, calories are needed 2709.5, % intake 74,38 (Medium deficit). MT With an average recall 1303.03, calories are needed 4021.4, % intake 32,40 (Heavy deficit). FJ With an average recall 1669.40, calories are needed 3134.4, % intake 53,26 (Heavy deficit). SK With an average recall 1619.90, calories are needed 4519.3, % intake 35,84 (Heavy deficit). ZR With an average recall 1515.10, calories are needed 3425.2, % intake 44,23 (Heavy deficit). SA With an average recall 1596.31, calories are needed 4104.6, % intake 38,89 (Heavy deficit). RR With an average recall 1849.83, calories are needed 4051.0, % intake 45,66 (Heavy deficit). MK With an average recall 1638.93, calories are needed 3839.9, % intake 42,68 (Heavy deficit). From the consumption category above, it can be said that karate athletes in UKM in UNESA which in this case are not well-dressed are categorized as heavy deficits because in the norms taken from the Ministry of Health 1996, <70% are classified as heavy deficits 70-79% moderate, 80-89% mild, 90 -119% normal, and> 120% more. 2) Large food consumption calorie / energy requirements per day by karate athletes UNESA karate can be said to be less fulfilling in consuming calorie foods. 3) Calorie coverage / energy consumption of athletes in UKM karate UNESA from a quantitative calculation stated that calorie / energy coverage was less fulfilling. Keyword : Food Recall, Consumption of Karate Athletes, Food CaloriesABSTRAKSumber energi bagi tubuh manusia sangat diperlukan dalam melakukan aktivitas khususnya olahraga Karate. Konsumsi makanan berperan penting dalam ketersediaan energi dalam tubuh manusia terutama atlet karena energi yang dihasilkan dari konsumsi makanan tersebut juga dapat membantu dalam menunjang performa atlet yang sedang dalam proses pelatihan untuk mencapai pick performance menjelang pertandingan. Tujuan pengaturan gizi atlet adalah untuk menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan energi, zat gizi sesuai dengan kebutuhan program latihan dan jenis olahraga yang ditekuninya.Rumusan masalah yang diajukan adalah: Berapa nilai status gizi atlet berdasarkan metode pengukuran secara Kuantitatif?, Berapa besar konsumsi makanan berdasarkan ketentuan kalori per hari dan berapa kecukupan kalori konsumsi makanan oleh atlet Karate UKM Karate UNESA? Sasaran penelitian ini adalah UKM Karate Universitas Negeri Surabaya, kategori Putra dan Putri dengan nomor pertandingan Kumite, U-21 - Senior yang berjumlah 10 atlet. Metode dalam analisa ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan data dengan cara food recall 24 jam selama 3 hari.Dari analisis didapat: 1) Berdasarkan metode pengukuran secara kuantitatif menghasilkan bahwa asupan kalori/energi terdapat 9 atau 90% dari 10 atlet berkategori defisit berat dan 1 atau 10% atlet berkategori defisit sedang, berikut adalah rincian dari rata-rata kalori konsumsi per atlet yang telah dihitung mulai dari hari pertama dilaksanakanya pengambilan data sampai akhir pengambilan data dari 10 orang responden ; MD dengan rata-rata recall 2425.19, kalori dibutuhkan 4288.0, % asupan 56,56 (Defisit berat). NP dengan rata-rata recall 1392.33, kalori dibutuhkan 3275.2, % asupan 42,51 (Defisit Berat). IS dengan rata-rata recall 2015.41, kalori dibutuhkan 2709.5, % asupan 74,38 (Defisit Sedang). MT dengan rata-rata recall 1303.03, kalori dibutuhkan 4021.4, % asupan 32,40 (Defisit berat). FJ dengan rata-rata recall 1669.40, kalori dibutuhkan 3134.4, % asupan 53,26 (Defisit Berat). SK dengan rata-rata recall 1619.90, kalori dibutuhkan 4519.3, % asupan 35,84 (Defisit berat). ZR dengan rata-rata recall 1515.10, kalori dibutuhkan 3425.2, % asupan 44,23 (Defisit Berat). SA dengan rata-rata recall 1596.31, kebutuhan kalori 4104.6, % asupan 38,89 (Defisit berat). RR dengan rata-rata recall 1849.83, kalori dibutuhkan 4051.0, % asupan 45,66 (Defisit berat). MK dengan rata-rata recall 1638.93, kebutuhan kalori 3839.9, % asupan 42,68 (Defisit berat).Dari kategori konsumsi diatas bisa dikatakan bahwa atlet karate pada UKM didalam UNESA yang dalam hal ini tidak diasramakan berkategori defisit berat karena dalam norma yang diambil dari Depkes 1996, <70% tergolong defisit berat 70-79% sedang, 80-89% ringan, 90-119% normal, dan >120% lebih. 2) Besar konsumsi makanan ketentuan kalori/energi per hari oleh atlet karate UKM karate UNESA bisa dikatakan kurang memenuhi dalam mengkonsumsi makanan yang berkalori. 3) Kecakupan kalori/energi konsumsi makanan atlet di UKM Karate UNESA dari perhitungan kuantitatif dinyatakan bahwa kecakupan kalori/energi kurang memenuhi. Kata kunci : Food Recall, Konsumsi Atlet Karate, Kalori makana

    ANALISIS EFEKTIVITAS JUMP SHOOT DAN SET SHOOT TERHADAP TEMBAKAN KE RING PADA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA SMA NEGERI 1 PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK Shooting adalah kemampuan oleh seorang pemain bolabasket dalam melakukan tembakan yang mengarah ke keranjang lawan, untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Ada beberapa jenis tembakan dalam permainan bolabasket, yaitu dilakukan dengan jump shoot atau set shoot. Jump shoot adalah teknik shooting yang dilakukan dengan diawali lompatan, sedangkan set shoot adalah teknik menembak hanya diam di tempat atau tanpa lompatan. Dalam permainan bolabasket kita harus memperhatikan efektivitas dalam melakukan tembakan. Dengan mengetahui efektivitas tembakan tersebut, seorang pemain dapat mengambil posisi tembakan yang dapat langsung mengarah dan memasukan bola ke ring.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jump shoot dan set shoot terhadap tembakan ke ring. Instrumen yang digunakan adalah tes jump shoot dan set shoot yang diadopsi dari tes Barry L Johnson yaitu dari 5 sudut posisi tembakan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakulikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Paciran Kabupaten Lamongan dengan jumlah 15 siswa.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian data jump shoot permainan bolabasket di SMA Negeri 1 Paciran Kabupaten Lamongan, diperoleh range : 13 ; jumlah kelas : 5 ; panjang interval : 3 ; rerata : 13,27 ; standar deviasi : 3,712 dengan kategori sangatlbaik sebanyak 2 siswa (13,33%); kategori baiksebanyak 5 siswa (33,33%); kategori cukupisebanyak 4 siswa (26,67%); kategori kurang sebanyak 2 siswa (13,33%); dan kategori sangat kurang sebanyak 2 siswa (13,33%). Kemudian datalset shoot diperoleh range : 13 ; jumlah kelas : 5 ; panjang interval : 3 ; rerata : 9,93 ; standarxdeviasi : 3,411 dengan kategori sangat baik sebanyak 1 siswal(6,67%); kategori baik sebanyak 3 siswa (20,00 %); kategorilcukup sebanyak 5 siswal(33,33%); kategori kurang sebanyak 4 siswa (26,67%); dan kategori sangat kuranglsebanyak 2 siswa (13,33%). Kata Kunci: Ekstrakurikuler Bolabasket, Jump Shoot, Set Shoot

    Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Masyarakat Usia Di Atas 40 Tahun Pada Anggota Arca Hash Club Kabupaten Madiun

    Full text link
    Physical fitness is an important factor in supporting the activity of people in dailyactivities.Yet many people are willing to do the activities of sport routinely, especially thosethat are older and shall tread upon an advanced age. In the county of caruban appear a clubsports hitchhike arca hash club with a majority of its members are aged above 40 years to seehow the influence of sports events hitchhike arca hash club against fitness corporeal we needto hold research level health condition for people who have followed this activity regularly.So that it can be obtained the results and material inputs in its evaluation exercise program toimprove health condition arca hash club members of district caruban and society in general.The kind of research is using the quantitative through study descriptive. This researchdescribed results of data of the health condition for people over 40 years of age who follows aroutine arca hash club district caruban. The subject of this research is a member of the club a.sarca hash over 40 years old of 36 people. Only using a method of collecting data, a test onresearchers also use methods a questionnaire untik furnish data qualitative research.Results of physical fitness test on arca hash club district caruban show differencescriteria that influenced by some factors: conditions among other participants at the time of thetest a preparatory condition before the test, participants how long participants have joined theactivity arca hash club, the activity of other sports outside kegitan arca hash club, the level ofroutine exercises, participants in following motivation at the time of the test the level ofknowledge participants against fitness and physical ability to apportion time. Can beconcluded that the activity of sports hitchhike done by arca hash club district caruban havingclimate change to increasing public health condition of age at over 40 years

    Lifestyle and aerobic fitness in young volleyball athletes

    No full text
    Background: The performance of volleyball athletes is influenced by aerobic fitness. Objective: This study aims to analyze factors related to aerobic fitness in volleyball athletes. Method: The research design used was a cross-sectional study. The sample consisted of 41 volleyball athletes from the Sidoarjo Indonesian Volleyball Development Club aged 14-18 years. Smoking habits and rest adequacy were measured using questionnaires, physical activity was evaluated using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and aerobic fitness was assessed using the Multistage Fitness Test (MFT). Results: There is a significant relationship between aerobic fitness with physical activity (r=0.39, p=0.01), gender (r=- 0.76, p=0.00), and smoking habits (r=-0.35, p=0.03) in volleyball athletes. Conclusions: These findings highlight the importance of these factors in maintaining and improving aerobic fitness levels in volleyball athletes
    corecore