11 research outputs found
Al-Sunnah Qabla Al-Tadwin Karya Muhammad ‘Ajjâj al-Khatîb
AbstractThis study discusses Al-Sunnah Qabla Al-Tadwîn' by Muhammad ‘Ajjâj Al-Khatîb, a prominent figure of Islamic scholar and thinker from Damascus.It uses descriptive-analytical method. The result shows that the book discusses the history and development of both oral and written traditions in the period of the Prophet, Companions and Successors. The book also explains the periodization of the development of the hadith.This study, therefore, seeks to examine the mapping of the periodization of the prophetic tradition the author made. AbstrakPenelitian ini membahas tentang kitab ‘Al-Sunnah Qabla Al-Tadwîn’ Karya Muhammad ‘Ajjâj Al-Khatîb, sosok Ilmuwan dan pemikir Islam ternama dari Damaskus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Dari hasil penelitian ini menunujukkan bahwa kitab ‘Al-Sunnah Qabla Al-Tadwîn’ Karya Muhammad ‘Ajjâj Al-Khatîb membahas tentang sejarah dan perkembangan hadits baik lisan dan tulisan pada periode Nabi, Sahabat dan Tabi’in. Penelitian ini mencoba mengkaji tentang kitab ‘al-Sunnah Qabla al-Tadwîn’. Suatu kitab yang juga menjelaskan periodisasi perkembangan hadits, sehingga dengan penelitian yang dilakukan pada kitab tersebut, akan tampak bentuk pembagian atau pemetaan yang dilakukan oleh Muhammad ‘Ajjâj al-Khatîb sebagai pengarangnya. Kata Kunci: Al-Sunnah Qabla Al-Tadwin, ‘Ajjâj al-Khatîb
Standardized residual as response function for order identification of multi input intervention analysis
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF AN INFANT INCUBATOR MONITORING SYSTEM FOR OXYGEN CONCENTRATION AND BABY WEIGHT BASED ON BLYNK IOT AND NODEMCU
Inkubator bayi merupakan alat vital dalam perawatan bayi prematur untuk menjaga suhu tubuh, kelembapan, kadar oksigen, dan memantau berat badan secara stabil. Namun, sistem pemantauan konvensional sering kali belum mampu memberikan data secara real-time maupun terintegrasi dengan sistem peringatan dini. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pemantauan kadar oksigen dan berat badan bayi pada inkubator menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini dibangun dengan sensor MQ-135 untuk mengukur kadar oksigen, load cell untuk berat badan, NodeMCU sebagai mikrokontroler, serta aplikasi Blynk IoT dan LCD sebagai tampilan data. Data dari sensor dikirim secara nirkabel ke aplikasi Blynk dan ditampilkan secara langsung di LCD. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sistem tinggi dengan error rata-rata pengukuran berat hanya 0,40%. Sistem juga mampu memberikan notifikasi suara dan alarm jika kadar oksigen berada di luar rentang aman (19–23%). Alat dan bahan yang digunakan meliputi sensor MQ-135, sensor load cell, modul HX711, NodeMCU, LCD I2C, serta aplikasi Blynk sebagai antarmuka pengguna. Implikasi dari sistem ini adalah tersedianya alat bantu pemantauan yang efektif, akurat, dan real-time bagi tenaga medis, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan bayi prematur di ruang perawatan intensif rumah sakit.Infant incubators are essential for premature care, ensuring stable temperature, humidity, oxygen levels, and body weight monitoring. However, conventional monitoring systems often lack real-time data access and integration with early warning alerts. This study aims to design and develop an oxygen and body weight monitoring system for infants using Internet of Things (IoT) technology. The system incorporates the MQ-135 sensor for oxygen levels, a load cell for weight measurement, NodeMCU as the microcontroller, and an LCD and the Blynk IoT application for real-time data display. Sensor data is transmitted wirelessly to Blynk and simultaneously shown on the LCD. Testing results demonstrate high system accuracy, with an average weight reading error of only 0.40%. The system also triggers an alarm and sound notification when oxygen levels fall outside the safe range (19–23%). The tools and components used include the MQ-135 sensor, the load cell sensor, the HX711 module, the NodeMCU, the LCD I2C, and the Blynk application for remote access. The implication of this system is the availability of an effective, accurate, and real-time monitoring tool that assists medical staff in enhancing care quality and safety for premature infants in hospital intensive care units
Virtual mass of regular polygon at angle of attack
In case of the accelerating motion like a sinusoidal motion, the virtual mass effect
should be taken into account in equation of motion. Generally speaking we should
find the appropriate mapping functions while they are restricted in some functions. To
the author\u27s knowledge, the virtual mass of the regular polygon is not shown by the
exact solution, while the regular polygon is used as a sectional shape of the structure
like a building, a membrance of a structure and so on. It is shown that the virtual mass
of an regular polygon has been calculated by using the exact conformal mapping,
in which the angle of attack is taken into account. Results show that it is not
dependent from the angle of attack except the flat plat (n=2). It means, although
the body shape is not a point symmetry, there is no dependence of angle of attack
on virtual mass except the flat plate
A modified unequal power allocation (upa) scheme for performance enhancement in bit repetition turbo codes in high speed downlink packet access (hsdpa) system
In this paper, a modified optimal power allocation scheme for different bits in turbo encoder has been proposed to improve the performance of Turbo Codes system in High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) service. In a typical turbo code in HSDPA system, an encoder with code rate of 1/3 was used with bit repetition scheme or puncturing system to achieve code rate of 1/4. In this study, the author has proposed a modified unequal power allocation (UPA) scheme to improve the performance of Turbo Codes in HSDPA system. The simulation and performance bound results for the proposed UPA scheme for the frame length of N = 400, code rate = 1/4 with Log-MAP decoder over Additive White Gaussian Noise (AWGN) channel were obtained and compared with the typical Turbo Codes systems, which used bit repetition scheme and puncturing method without UPA. From the results, the proposed bit repetition turbo codes system with modified UPA scheme showed better performance than the typical turbo codes system without UPA using bit repetition and puncturing approaches with coding gain of 0.35 dB to 0.56 dB
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN FIXED ORDER QUANTITY (FOQ) UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PUPUK (Studi Kasus di PT. Petrokimia Gresik)
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], nazzyrÂ[email protected], [email protected] Terima kasi
Modeling and simulation of steady state model approach for horizontal three phase separator (HTPS)
BIDANG KUASA EKSKLUSIF MAHKAMAH SYARIAH SELEPAS PINDAAN PERKARA 121(1A) PERLEMBAGAAN PERSEKUTUAN: SATU PENILAIAN
The Malaysian legal system is derived from the historical development of two separate legal systems namely Civil Court and Syariah Court. Both institutions have exclusive jurisdiction respectively. However, the intervention of the civil court into the jurisdiction of the Syariah Court has occurred even after amendments made to the article 121 (1A) of the Constitution and the decision of the Federal Court decided that matters pertaining to Muslims and Islam are under the exclusive jurisdiction of the Syariah Court. This amendment has conferred exclusive jurisdiction to the Syariah Court for cases involving Muslims. This article aims to discuss the position of the jurisdiction of the Syariah Court and the effect of amendment of article 121 (1A), of the Federal Constitution. For this purpose the author will make highlights on the development of the Syariah Court from its early history until the latest developments. Analysis have been made against several important cases concerning the jurisdiction of the courts. Few suggestions were proposed to strengthen the power of the Syariah Court, in line with the amendments to the article 121 (1A) of the Constitution.
Keyword (s): Islamic law; The jurisdiction of the Syariah Court; separation of powers; Article 121 (1A) of the Federal Constitution.
ABSTRAK
Kewujudan dua sistem undang-undang sivil dan syariah di Malaysia berkaitan rapat dengan perkembangan sejarah undang-undang di negara ini bermula dengan undang-undang adat Melayu/Islam sehinggalah penggunaan korpus undang-undang Common Law dan Kaedah Ekuiti dan undang-undang Inggeris. Dalam artikel ini, analisis dibuat terhadap institusi kehakiman, khususnya bidang kuasa Mahkamah Syariah sebelum dan selepas merdeka bagi perkara yang berkaitan dengan Islam. Kesan pindaan Perkara 121(1A) Perlembagaan akan dikaji termasuk campur tangan Mahkamah Sivil dalam bidang kuasa Mahkamah Syariah walaupun pindaan selepas pindaan dibuat dan terdapatnya keputusan Mahkamah Persekutuan yang memutuskan perkara yang berkaian dengan orang Islam/Islam adalah di bawah bidang kuasa eksklusif Mahkamah Syariah. Artikel ini juga bertujuan untuk membincangkan tentang bidang kuasa eksklusif Mahkamah Syariah dan kesan pindaan Perkara 121(1A) dengan membuat analisis terhadap perkembangan awal hingga terkini Mahkamah Syariah. Perhubungan di antara kerajaan persekutuan dan negeri (federalisme) dan pengharmonian undang-undang/institusi kehakiman sivil dan syariah juga dibincangkan. Analisis juga telah dibuat terhadap beberapa kes penting yang berkaitan dengan bidang kuasa mahkamah dan beberapa cadangan telah dikemukakan bagi mengukuhkan lagi bidang kuasa Mahkamah Syariah selaras dengan pindaan Perkara 121(1A) Perlembagaan.
Kata Kunci: Undang-undang Islam, Bidang kuasa Mahkamah Syariah; pengasingan kuasa; federalisme; Perkara 121 (1A) Perlembagaan Persekutuan.Kewujudan dua sistem undang-undang sivil dan syariah di Malaysia berkaitan rapat dengan perkembangan sejarah undang-undang di negara ini bermula dengan undang-undang adat Melayu/Islam sehinggalah penggunaan korpus undang-undang Common Law dan Kaedah Ekuiti dan undang-undang Inggeris. Dalam artikel ini, analisis dibuat terhadap institusi kehakiman, khususnya bidang kuasa Mahkamah Syariah sebelum dan selepas merdeka bagi perkara yang berkaitan dengan Islam. Kesan pindaan Perkara 121(1A) Perlembagaan akan dikaji termasuk campur tangan Mahkamah Sivil dalam bidang kuasa Mahkamah Syariah walaupun pindaan selepas pindaan dibuat dan terdapatnya keputusan Mahkamah Persekutuan yang memutuskan perkara yang berkaian dengan orang Islam/Islam adalah di bawah bidang kuasa eksklusif Mahkamah Syariah. Artikel ini juga bertujuan untuk membincangkan tentang bidang kuasa eksklusif Mahkamah Syariah dan kesan pindaan Perkara 121(1A) dengan membuat analisis terhadap perkembangan awal hingga terkini Mahkamah Syariah. Perhubungan di antara kerajaan persekutuan dan negeri (federalisme) dan pengharmonian undang-undang/institusi kehakiman sivil dan syariah juga dibincangkan. Analisis juga telah dibuat terhadap beberapa kes penting yang berkaitan dengan bidang kuasa mahkamah dan beberapa cadangan telah dikemukakan bagi mengukuhkan lagi bidang kuasa Mahkamah Syariah selaras dengan pindaan Perkara 121(1A) Perlembagaan.
Kata Kunci: Undang-undang Islam, Bidang kuasa Mahkamah Syariah; pengasingan kuasa; federalisme; Perkara 121 (1A) Perlembagaan Persekutuan
