17 research outputs found
How do the STAD cooperative learning model, conventional methods, and student confidence affect football learning outcomes?
This study evaluates the impact of the STAD-type cooperative learning model versus the conventional model on football learning outcomes for Grade VIII students at Junior High School 2 Sijunjung, focusing on students' confidence levels. It addresses the low football learning outcomes associated with conventional teaching methods, which often lead to reduced engagement. The research aims to explore the interaction between learning models and student confidence, compare the effectiveness of both models, and examine differences in outcomes for high and low confidence students. Using a quasi-experimental method, the study involved 82 male students, categorized by confidence level and instructed through either the STAD or conventional model. Data were collected via confidence questionnaires and football skill tests, analyzed using two-way ANOVA and Tukey’s test. Findings indicate that the STAD model is more effective in improving football learning outcomes, particularly for students with low confidence. Conversely, high confidence students performed better with the conventional approach. This highlights the significant role of confidence in learning outcomes and suggests that collaborative settings benefit less confident learners. The study concludes that tailoring teaching methods to students' confidence levels can enhance engagement and performance. Future recommendations include strategies to boost student confidence, further improving physical education outcomes
Pemulihan Kekuatan Otot pada Atlet Sepakbola
Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat populer di dunia. Pertandingan sepakbola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim beranggotakan 11 orang. Seorang pemain diperbolehkan bergerak kemanapun juga di dalam lapangan, sehingga seorang pemain membutuhkan kondisi fisik yang prima. Kekuatan atau strenght adalah komponen kondisi fisik, yang menyangkut masalah kemampuan seseorang atlet pada saat mempergunakan otot-ototnya menerima beban dalam waktu kerja tertentu. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat penting dalam sepakbola karena dapat membantu meningkatkan komponen-komponennya seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan. Selain kondisi fisik yang prima, hal yang sangat penting diperhatihan adalah recovery atau pemulihan. Proses pemulihan yang tepat akan dapat mengembalikan kekuatan otot atlet dalam suatu pertandingan
The Effect of Mixed Impact Aerobic Training on Vo2max and the Students’ Vital Capacity in the Faculty of Sports Science Universitas Negeri Padang
Kontribusi Kekuatan Ekstensi Otot Tungkai dan Kelentukan Pinggul terhadap Kemampuan Long Passing
Masalah yang ditemukan bahwa dalam setiap latihan dan setiap turnamen-turnamen para pemain Pulau Tengah melakukan Long Passing tetapi bola tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan atau masih dekat, bahkan banyak dari tendangan yang mengenai pemain atau membentur lawan yang berada di depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kontribusi kekuatan ekstensi otot tungkai pemain sepakbola Pulau Tengah terhadap kemampuan Long Passing, Mengetahui Kontribusi kelentukan pinggul pemain sepakbola Pulau Tengah terhadap kemampuan Long Passing, Mengetahui Kontribusi kekuatan ekstensi otot tungkai dan kelentukan pinggul terhadap kemampuan Long Passing pemain sepakbola Pulau Tengah.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari data primer yaitu tes pengukuran yang dilakukan terhadap pemain PS Pulau Tengah yang terpilih menjadi sampel. Hasil tes pengukuran yang dilakukan yaitu, kekuatan ekstensi otot tungkai, tes kelentukan pinggul, dan tes kemampuan Long Passing. Sedang kan data skunder data yang diperoleh dari pengurus PS Pulau Tengah.
Pelaksanaan tes kelentukan pinggul dilakukan dengan sikap berdiri di atas tumpuan alat Legdynamometer. Tes Kelentukan Pinggul pelaksanaannya berdiri di atas alat Flexiometer. Hasil dari Long Passing didapat dari tendangan bola sejauh mungkin dengan meletakan bola yang akan ditendang pada titik yang telah ditentukan pada sepanjang garis batas. Berdasarkan hasil penelitian; Terdapat Kontribusi antara kekuatan ekstensi otot tungkai terhadap kemampuan Long Passing. Artinya, semakin tinggi kekuatan ekstensi otot tungkai yang dimiliki oleh pemain maka akan semakin baik pula hasil dari Long Passing yang dilakukannya.
Hal ini berarti bahwa apabila kekuatan ekstensi otot tungkai ditingkatkan maka kemampuan Long Passing juga akan meningkat. Terdapat Kontribusi antara kelentukan pinggul terhadap kemampuan Long Passing. Artinya, semakin tinggi kelentukan pinggul yang dimiliki oleh pemain maka akan semakin baik pula hasil dari Long Passing yang dilakukannya. Hal ini berarti bahwa apabila kelentukan pinggul ditingkatkan maka kemampuan Long Passing juga akan meningkat. Kekuatan ekstensi otot tungkai dan kelentukan pinggul secara bersama-sama terhadap kemampuan Long Passing memiliki Kontribusi. Berdasarkan koefisien korelasi sebesar 0,060 pada persamaan regresi Ŷ = 11.273 + 0.60X1+ 1.242X2
Development of an E-Module for Physical Education, Sports, and Health Learning in Martial Arts (Karate) for High School Students in Fase E.
Physical Education (PJOK) develops students' physical and character skills through sports like Karate. However, students struggle to learn basic techniques (Kihon, Kata, Kumite) with conventional methods. A multimedia E-Module was developed to enhance understanding, especially for tech-savvy Generation Z students. This R&D study used the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Conducted at SMA Negeri 2 Padang, data was collected via questionnaires, tests, and observations. The E-Module includes videos, images, and audio for interactive learning. The results show that the PJOK Karate Learning E-Module was successfully developed and tested. The E-Module integrates multimedia elements such as images, videos, and audio to facilitate better comprehension of basic Karate techniques. Validity tests yielded high scores in language (91.67%), content (95%), and media (98.33%), while reliability was confirmed with a Cronbach’s Alpha value of 0.638. Practicality assessments from both students and teachers were highly positive, ranging from 84.96% to 100%. Additionally, the E-Module proved highly effective, with student effectiveness scores between 82.32%–85.26% and teacher evaluations ranging from 92%–99%. In conclusion, this study demonstrates that the Karate Learning E-Module is a valid, practical, and effective tool for enhancing students' understanding and performance in Karate. Its multimedia-based approach aligns with the learning preferences of Generation Z, making it a valuable resource for modern PJOK educatio
Development of digibook learning media for a comprehensive shooting practice model
This research is motivated by the low shooting accuracy of female futsal athletes at the Padang Academy Futsal Club and the lack of a structured training model applied by coaches. The purpose of this research is to develop a learning media in the form of a game-based Digibook that contains a comprehensive shooting practice model to improve athletes' shooting skills. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. Data was collected through questionnaires, observations, and structured shooting tests, then analyzed quantitatively and qualitatively. The validation results showed that Digibook obtained a score of 96% from subject matter experts, 86% from coaching experts, and 76% from linguists, with an average validity of 86% in the "valid" category. Early implementation on a small scale shows that Digibook can improve athletes' understanding and motivation in practicing shooting techniques. The conclusion of this study is that Digibook is suitable for use as a learning and training medium to improve the shooting ability of female futsal athletes effectively and systematicall
Reliability and Validity of Passing and Control Test of Students Football Skill at FIK UNP
The Effect of Mechanical Massage on Lower Extremities as Passive Recovery to the Leg Muscle Strength After Plyometrics Training
Pendampingan Guru Pjok Dalam Upaya Penelusuran Bakat Olahraga Siswa
Persoalan mendasar dalam keolahragaan di Indonesia hari ini adalah, tidak adanya jenjang pembinaan prestasi olahraga yang terstruktur dan berkelanjutan. Persoalan lainnya adalah belum adanya sistem identifikasi keberbakatan anak pada olahraga, keadaan ini menyebabkan potensi SDM Indonesia yang begitu banyak tidak tergali optimal sehingga menyulitkan untuk pencapaian prestasi olahraga yang maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk pengenalan sistem identifikasi bakat yang mulai diperkenalkan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program Desain Besar Olahraga Nasional yang telah dicanangkan presiden pada tahun 2021 silam. Salah satu hal mendasar pada sistem DBON tersebut adalah pemanduan bakat bagi 250.000 anak Indonesia setiap tahunnya. Dan puncak prestasi Indonesia ditargetkan dapat diraih pada Olimpiade 2045 dengan Indonesia masuk peringkat 5 (lima) besar dunia. Melalui program kemitraan masyarakat dengan pendampingan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dalam Penggunaan Aplikasi Asesmen Talent Identification sebagai Upaya Penelusuran Bakat Olahraga Siswa, diharapkan persoalan di atas dapat diselesaikan secara bertahap. Melalui kegiatan ini diberikan pelatihan kepada guru untuk menggunakan Aplikasi Identifikasi Bakat Sekora dengan beberapa item tes antropometri, koordinasi motorik, dan penampilan fisik. Kemudian para guru nantinya akan mencobakan pelaksanaan tes tersebut kepada siswa masing-masing, sebagai deteksi bakat yang merupakan solusi persoalan yang pertama untuk memetakan program pembinaan (talent development). Kemudian, selanjutnya para guru juga akan menilai para siswa yang telah ikut aktif dalam cabang olahraga, untuk mengidentfikasi bakat sesuai spesifik cabor masing-masing yang merupakan solusi permasalahan kedua untuk menentukan keberbakatan anak sesuai spesifik olahraga masing-masing
