1,721,180 research outputs found
Penggunaan Bahasa Prokem dalam Grup Whatsapp Anggota Sanggar Teater Wejang Universitas Muhammadiyah Surakarta
Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan wujud kosakata bahasa prokem, perubahan struktur kata secara fonologi, serta pembentukan kata prokem secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Agih dengan teknik urai unsur terkecil/ Ultimate Constituent Analysis. Perubahan struktur kata secara fonologis pada kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam Bahasa Jawa mengalami tujuh perubahan, yaitu pelenyapan vokal terakhir, pelenyapan vokal pertama, penambahan vokal, penggantian konsonan, penggantian konsonan dan penambahan konsonan terakhir, pembalikan suku kata, serta penghapusan pada suku kata pertama. Perubahan struktur fonologi kosakata bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang ragam bahasa Indonesia terdapat 8 perubahan, yaitu penggantian vokal, penambahan konsonan, penggantian konsonan, penghilangan konsonan, penambahan vokal dan konsonan, penambahan vokal dan penggantian konsonan, pembalikan suku kata, serta penggantian vokal dan penambahan konsonan. Proses pembentukan kata secara morfologi bahasa prokem di Sanggar Teater Wejang hanya terdapat satu proses pembentukan, yaitu Abreviasi yang terdiri dari pembentukan akronim yang dibentuk dari dua suku awal/akhir dari dua kata dan pembentukan akronim yang dibentuk dari satu suku awal tiap masing-masing kata
KESALAHAN BERBAHASA PADA PENULISAN POSTINGAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM
This article aims to identify language errors in Instagram posts. The source of data in this study is posts on social media Instagram. The data in this article are words, phrases, and sentences contained in posts on Instagram. The data collection method used is descriptive qualitative. The technique used in retrieving data is by reading and taking notes from what has been found in Instagram posts. The results in this article are errors in the use of spelling and punctuation, morphology, and syntax. The errors in the use of spelling and punctuation found were errors in the use of periods (.), commas (,), hyphens (-), capital letters, and question marks (?). The errors found in the morphological field were the use of repeated words, capital letters in all words and word abbreviations, not in accordance with PUEBI, word writing, and prepositions. In the field of syntax, the errors found were the use of redundant words and unclear sentences. The conclusion obtained is that in writing posts on Instagram there are still many language errors.
Keywords: language errors; social media; Instagram postsArtikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan berbahasa pada postingan Instagram. Sumber data dalam penelitian ini yaitu postingan dalam media sosial Instagram. Data dalam artikel ini yaitu kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam postingan di Instagram.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengambil data yaitu dengan membaca dan mencatat dari apa yang telah ditemukan dalam postingan Instagram. Hasil dalam artikel ini yaitu kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca, morfologis, serta sintaksis. Kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca yang ditemukan yaitu kesalahan dalam penggunaan titik (.), koma (,), tanda hubung (-), huruf kapital, dan tanda tanya (?). Kesalahan pada bidang morfologis yang ditemukan yaitu penggunaan kata ulang, huruf kapital pada semua kata dan singkatan kata, tidak sesuai dengan PUEBI, penulisan kata, dan penulisan kata depan. Pada bidang sintaksis, kesalahan yang ditemukan yaitu penggunaan kata mubazir dan kalimat yang tidak jelas. Kesimpulan yang didapat yaitu dalam penulisan postingan dalam Instagram masih terdapat banyak kesalahan berbahasa.
Kata kunci: kesalahan berbahasa; media sosial; postingan Instagra
Using dictionary in a knowledge based algorithm for clustering short texts in Bahasa Indonesia
MENUMBUHKAN SIKAP PERSATUAN MELALUI TRADISI LOPIS RAKSASA DI KOTA PEKALONGAN
This article has the following objectives: (1) the background of the giant lopis tradition, (2) when to implement the giant lopis tradition in the krapyak of Pekaongan City, (3) The attitude of unity through the giant lopis tradition in Pekalongan City. This study used a qualitative descriptive method, data collection was carried out by observation and regional archives through the official website of Pekalongan City. The results of this study indicate that the Lopis Giant "syawalan" tradition in Pekalongan City is still carried out from generation to generation and is carried out on the 8th of Shawwal. Krapyak residents carry out sunnah fasting which is highly recommended by KH. Abdullah Sirodj on the 2-7th of Shawwal which then on the 8th of Shawwal the Shawwalan tradition was carried out. This syawalan tradition also increases the sense of unity and mutual cooperation among the people of Krapyak itself and is a reflection that mutual cooperation and unity can strengthen and strengthen ties of kinship
BENTUK IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA UNGKAPAN PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2013 DI SMK N 8 SURAKARTA
This research aims to describe the form of implicatures found in conversations between students and teachers based on the implementation of the 2013 Curicullum enactment in SMK N 8 Surakarta. This research is qualitative type which also uses thedescriptive method within it. The data sources of this research are the conversations between students and teachers. The samples of this research are expression of the 2013 curicullum 2013’s enactments in SMK N 8 Surakarta. The data collecting technique in this research is attentive method followed by quotation method. The analysis technique is the selection elements determined by the selection of pragmatic.Also, this research uses an advancing step that is connect-compare with the standard variety. The results can be clarified in eight types. They are (1) implicature with the intention to explain, (2) implicature with the intention of complaining, (3) implicaturewith intention of asking, (4) implicature with intention to satirize, (5) implicature with the intention of the prediction, (6) implicature with the intention of the skepticism (7) implicature with the intention of the are a speeches and (8) implicature with the intention of the appealing.</jats:p
- …
