10 research outputs found

    The influence of parental eating patterns on the nutritional status of Manado city children aged 6-24 months

    No full text
    Parental eating habits have a positive effect on children's nutritional health. Numerous studies have examined children's eating patterns; however, few studies have examined the association between parental eating patterns based on the dimensions of demandingness and responsiveness in children and the nutritional status of 6- to 24-month-old children. This study aimed to examine the relationship between parental dietary habits and the nutritional status of children aged 6–24 months in Manado City. The research employed a quantitative approach with a cross-sectional design in the working area of the Ranomut Health Center, which included six neighborhoods from three villages: Paal 2, Ranomut, and Perkamil. This village was chosen because it has the highest concentration of children under the age of five in the Ranomut Health Center's service area. In this study, 96 samples were selected using the method of purposive sampling based on the criteria established by the researcher. The instrument used was the validated and reliable Feeding Practices and Structure Questionnaire for Infants, followed by data analysis using the Spearman rank test. The respondents' parental eating styles were authoritarian (31.3%), permissive (27.1%), democratic (20%), and negligent (20%). The nutritional status of children under the age of five was 26% malnourished and 74% well-nourished. The Spearman rank test resulted in a p-value of 0.674. This can be attributed to other factors, such as family composition and age-inappropriate food portions

    Hubungan Karakteristik Wanita Usia Subur Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Infeksi Menular Seksual Di Kota Manado

    No full text
    Infeksi Menular Seksual (IMS) disebabkan oleh berbagai macam bakteri, virus, dan parasit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain terutama melalui kontak seksual melalui vagina, anus, atau mulut. Infeksi menular seksual yang berbeda dapat hadir atau ditularkan secara bersamaan, dan adanya infeksi semacam itu meningkatkan risiko tertular jenis IMS lainnya. Infeksi menular seksual sering oligo- atau tanpa gejala. Dari data WHO pada tahun 2016 terdapat 376,4 juta orang yang ter infeksi gonore, sifilis, klamidia dan trikomoniasis yang menginfeksi wanita berusia 15-49 tahun.Jenis penelitian korelasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 37 sampel responden Wanita Usia Subur. Uji hubungan antar variabel dalam penelitian ini menggunakan uji chi Square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berumur 20-36 tahun sebanyak 25 orang (67,6%), tingkat pendidikan sebagian besar responden berpendidikan SD/SMP sebanyak 18 responden (48,6%), sosial ekonomi sebagian besar responden berpendapatan < Rp. 3.530.000 yaitu 26 (70,3%), dan 18 responden (48,5%) berpengetahuan kurang. Dari uji chi square diperoleh hasil ada hubungan antara karakteristik Wanita Usia Subur dengan tingakat pengetahuan tentang IMS

    PENDAMPINGAN LANSIA DENGAN SENAM ERGONOMIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN INSOMNIA DAN HIPERTENSI DI KELURAHAN BATU LUBANG KOTA BITUNG SULAWESI UTARA

    No full text
    Meningkatnya angka hipertensi pada kelompok lansia di Kelurahan Batu Lubang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara menjadi alasan dilaksanakannya pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan senam ergonomik. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui senam ergonomik merupakan salah satu upaya preventif dengan metode pengobatan non farmakologis pada lansia yang dapat menurunkan risiko hipertensi dengan komplikasi termasuk keluhan penyerta. Prinsip gerakan senam ergonomik yang cukup mudah dilakukan dapat meningkatkan keterampilan sehingga setiap gerakannya dapat dipraktikkan di rumah. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia serta menurunkan risiko insomnia dan hipertensi dan penyakit penyerta pada lansia di Kelurahan Batu Lubang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utar

    Knowledge about menstruation with readiness to face menarche of elementary school students in the era of reproductive health education

    No full text
    Introduction: Adolescence is a crucial period marked by various physical and psychological changes, including menarche, the first menstruation that often elicits mixed emotional responses. Adequate knowledge about menstruation can help mitigate feelings of fear, anxiety, and confusion, enhancing adolescents' readiness to face this natural developmental stage. This study aimed to investigate the correlation between the level of menstrual knowledge and the readiness to face menarche among female students. Method: A quantitative research design with an analytical survey and cross-sectional approach was applied. The research was conducted in April 2025 with 40 female students from grades IV to VI, selected via accidental sampling. Data collection used a structured questionnaire, and analysis involved univariate and bivariate statistics using the non-parametric Kendall Tau correlation test. Results: The results showed that 47.5% of respondents had good menstrual knowledge, and 95% were considered ready to face menarche. However, statistical analysis yielded a p-value of 0.281 with a significance level of 0.045 (α = 0.05), indicating no significant correlation between menstrual knowledge and readiness to face menarche. Conclusion: Despite most respondents demonstrating good knowledge and readiness, no statistically significant correlation was found. This suggests that other factors may influence menarche readiness beyond menstrual knowledge alone. These findings underscore the need for broader support systems in adolescent reproductive health educatio

    FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT YANG BERHUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI KLINIK CLARA PRATAMA KOTA BITUNG

    No full text
    Faktor utama penghambat ASI adalah produksi ASI yang kurang sehingga ibu berhenti menyusui bayinya. Produksi ASI tidak maksimal karena asupan nutrisi ibu yang kurang baik, menu makanan yang tidak seimbang dan mengkomsumsi makanan yang kurang teratur maka prosuksi ASI tidak mencukupi untuk bayi, nutrisi dan gizi memegang peranan penting dalam menunjang prosuksi ASI yang maksimal karena produksi ASI dipengaruhi oleh hormon proklatin yang berkaitan dengan nutrisi ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penghambat yang berhubungan pemberian ASI Eksklusif di Klinik Clara Kota Bitung. Metode penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitis, dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan hanya sekali dalam waktu yang bersamaan. Dalam pelaksanaannya meliputi pengumpulan data, analisis dan interpretasi terhadap hasil yang telah diperoleh. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling dengan cross sectional sampling pada 35 responden sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan observasi wawancara menurut HARS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada faktor yang berhubungan dengan penghambat pemberian ASI Eksklusif. Faktor internal adalah (pekerjaan, pendidikan, paritas dan pengetahuan) sedangkan faktor eksternal adalah (dukungan keluarga, emosional, instrumental, informasional). Dan dari faktor-faktor tersebut menunjukkan adanya hubungan dengan faktor penghambat pemberian ASI Eksklusif

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PRA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBO KOTA BITUNG

    No full text
    Kecemasan adalah bentuk perasaan yang dialami oleh ibu hamil menjelang persalinan. Di Indonesia, sekitar 95% tenaga kesehatan tidak terlalu memperhatikan kondisi psikologis ibu menjelang persalinan namun lebih memperhatikan kondisi fisik ibu dan bayi yang dilahirkannya. Padahal kondisi psikologis ibu juga menjadi faktor penting pendukung keberhasilan persalinan. Rasa cemas dan takut yang dirasakan ibu akan berimplikasi pada rasa sakit, yang kemudian mengganggu proses persalinan sehingga ibu akan menjadi lelah dan kehilangan kekuatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan usia, pendidikan, pengalaman operasi, dukungan keluarga, paritas dengan tingkat kecemasan pasien preoperasi sectio caesarea di Rumah Sakit Manembo-nembo Kota Bitung. Metode Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik, dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan hanya satu kali di saat yang sama. Penelitian ini menggunakan  teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian terdapat beberapa faktor yang berhubungan dengan kecemasan diantaranya faktor usia < 30 tahun dengan tingkat kecemasan (28,5%), berpendidikan rendah (28,5%), kurang mendapatkan dukungan keluarga (25,7%), paritas (31,4%). Dalam penelitian ini ada beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan diantaranya, usia, pendidikan, pengalaman, dukungan, paritas dapat disimpulkan  bahwa tingkat kecemasan berhubungan dengan setiap pasien yang akan menjalani operasi sectio caesarea

    Citra Tubuh dengan Regulasi Makan pada Remaja di SMA Muhammadiyah Manado

    No full text
    Remaja mulai memperhatikan penampilan fisik mereka dibandingkan aspek lain di dalam dirinya. Citra tubuh berkaitan erat dengan perilaku makan namun regulasi makan menjadi faktor yang menghindarkan remaja dari perilaku makan yang buruk. Pengukuran regulasi makan diperlukan untuk mengetahui kesadaran makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan regulasi makan. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah Manado menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 54 siswa. Alat ukur yang digunakan menggunakan kuesioner Body Image Scale for Youth (BISY) untuk mengukur body image, dan kuesioner Self-Regulation of Eating Behaviour Questionnaire (SREBQ) untuk mengukur regulasi makan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki citra tubuh negatif sebesar 51,8%  dan positif 48,2%; sedangkan regulasi makan yang rendah sebesar 37,1% dan tinggi 62,9 %. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan citra tubuh dengan regulasi makan dengan p value 0,014 (<0,05). Citra tubuh baik negatif maupun positif dapat mempengaruhi regulasi makan siswa. Pihak sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang kesehatan mental dan pengaturan pola makan untuk menghindari gangguan makan dapat mempengaruhi performa belajar di sekola

    ANALISIS GAYA BAHASA PADA NASKAH PIDATO PEMENANG LOMBA PIDATO BAHASA JEPANG TINGKAT NASIONAL THE JAPAN FOUNDATION

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya bahasa retoris berupa laiterasi, hiperbola, dan pertanyaan retoris. Serta gaya Bahasa kiasan berupa simile, metafora, metoimia, dan personifikasi pada teks naskah pidato yang terdapat pada pemenang juara pertama dan kedua pada Lomba Pidato Bahasa Jepang Tingkat Nasional The Japan Foundation tahun 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data penelitian. Kemudian menggunakan teknik dasar (BUL) dari metode agih untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 33 data, yaitu pada gaya bahasa retoris ditemukan empat gaya bahasa aliterasi, dua gaya bahasa hiperbola, dan 10 gaya bahasa pertanyaan retoris; kemudian pada gaya bahasa kiasan terdapat tiga gaya bahasa simile, enam gaya bahasa metafora, tiga gaya bahasa metonimia, dan lima gaya bahasa personifikasi. Gaya bahasa yang banyak digunakan adalah gaya bahasa retoris yaitu pertanyaan retoris. Pertanyaan retoris ditujukan berfungsi untuk memperkuat kata-kata yang ingin disampaikan serta teknik memancing pembicaraan dengan memaksa pendengar supaya ikut serta berpikir untuk memecahkan masalah. The purpose of this study is to determine the style of language rhetorical form of alliteration, hyperbole, and rhetorical questions. Furthermore, the style of figurative language in the form of simile, metaphor, metonimia, and personificationis also observed in the text of the manuscript of the speech contained on the winner from the first and the second winner of the National Japanese Speech Contest, The Japan Foundation in 2018-2019. This research apply qualitative descriptive analysis method: the author collects the data using documentation technique. Afterwards,the basic techniques (immediate constituents technique) from agih method is applied to to analyze the data. The finding of the study shows there are 33 data, on the style of the language of rhetorical; four styles of language alliteration, two styles of the language of hyperbole, and 10 language style rhetorical question. Then on the style of figurative language there are three styles of language simile, six styles of the language of metaphor, three styles of language metonimia, and five style of language personification. The style of language used is the language style of rhetorical i.e. rhetorical questions. A rhetorical question is intended to reinforce the words to be conveyed as well as the provoke technique of conversation by forcing the listener to join as well as thinking to solve the problem

    Pengetahuan Remaja Mengenai Intervensi Non Farmakologis Untuk Mengatasi Flour Albus di SMA Negeri 2 Kota Bitung

    No full text
    Remaja merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi seperti keputihan. Keputihan yang tidak diatasi dengan segera dapat mengakibatkan gangguan fungsi organ reproduksi seperti infertilitas, kehamilan ektopik, bahkan kanker serviks. Beberapa intervensi untuk mengatasi keputihan bisa dilakukan dirumah dengan menggunakan bahan alam yang mudah diperoleh. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan remaja mengenai intervensi non farmakologis untuk mengatasi flour albus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 62 siswi yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Siswi yang menjadi sampel penelitian adalah yang bersedia menjadi responden dan  telah mengalami menstruasi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Data kemudian diolah dan di interpretasikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja belum mengetahui mengenai intervensi non farmakologis untuk mengatasi keputihan yaitu 49 orang (79%). Belum banyak sosialisasi mengenai intervensi non farmakologis, maka dari itu penting untuk dilakukan edukasi melalui beberapa media untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam mengatasi keputihan.   
    corecore