34,006 research outputs found
Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penambahan Makanan Bergizi Pada Desa Atar Kuwau Kecamatan Batu Ketulis Lampung Barat
Upaya menurunkan angka stunting bagi balita dan anak-anak di desa Atar Kuwau sudah dilakukan secara terus menerus hingga saat ini. Banyak pihak yang dilibatkan agar tercapai tujuan menciptakan anak-anak yang sehat tumbuh kembangnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan dimulai tahap persiapan dengan melakukan survey guna melihat kondisi awal desa dengan mengumpulkan data mengenai tumbuh kembang balita dan anak-anak. Tahap selanjutnya dengan metode ceramah, mengumpulkan masyarakat atau orang tua khususnya ibu-ibu desa Atar Kuwau untuk dilakukan ceramah mengenai stunting dan pemberian makanan tambahan. Tahap ketiga melakukan pendampingan dengan edukasi pentingnya memilih bahan makanan, menyiapkan makanan dan mengolah makanan dari bahan lokal yang sederhana dan mudah didapat sehingga makanan tambahan bervariasi dan bergizi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu agar memahami bagaimana mencegah stunting dan menyiapkan makanan tambahan yang bergizi
INTERAKSI SOSIAL PERANTAU USAHA FOTOKOPI ASAL NAGARI ATAR DI KOTA BANDUNG
Merantau bagi masyarakat Nagari Atar merupakan hal yang sudah biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu keunikan yang terjadi dalam perantau Atar adalah jenis pekerjaan yang dipilih ketika berada di rantau, yaitu sebagian besar memilih berkecimpung dalam bidang usaha fotokopi. Terbilang dari tahun 1963 merantau sudah mulai dikenal dalam kalangan masyarakat Nagari Atar saat itu dan masih terus berlanjut sampai saat sekarang ini. Daerah yang dipilih pertama kali oleh perintis merantau dari Nagari Atar adalah Kota Bandung, yang juga merupakan pemilihan lokasi dari penelitian ini.
Penelitian ini betujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah awal mula merantau terjadi dan bagaimana perkembangan dari merantau sampai pada akhirnya perantau memilih untuk menekuni jenis pekerjaan dalam bidang usaha fotokopi. Serta tujuan lainnya adalah unutk mendeskripsikan bagaimana interksi sosial yang terjadi antar sesame perantau yang sudah tidak tinggal di kampung halaman lagi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan informan. Untuk pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive yaitu informan telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Informan terbagi menjadi dua bentuk informan, yaitu informan kunci dan infroman biasa. Informan Kunci yaitu perintis-perintis usaha fotokopi dan ketua perkumpulan masyarakat Nagari Atar di rantau. Informan biasa adalah perantau usaha fotokopi, baik itu pemilik usaha fotokopi maupun karyawan fotokopi.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa, meskipun perantau sudah sama-sama tidak tingggal di Nagari Atar, akan tetapi jalinan komunikasi serta interaksi antar perantau masih terus berjalan dengan baik. Interaksi sosial yang terjadi ini juga menjadi salah satu faktor penting yang menunjang perkembangan usaha fotokopi yang digeluti oleh perantau Atar di Kota Bandung. Dalam interkasi sosial yang terjadi, unsur-unsur kekerabatan serta pertalian darah juga menjadi kunci penting yang mendorong kesuksesan seseorang dalam merantau. dalam praktiknya, perantau yang sudah lebih dahulu merantau akan menguatamakan kerabat terdekat untuk dibawa dan diajarkan mengenai usaha fotokopi
POLA PEMANFAATAN REMITAN (REMITTANCE) PERANTAU NAGARI ATAR KABUPATEN TANAH DATAR
ABSTRAK FITRI YOLANDA, 1510812011. Judul Skripsi: Pola Pemanfaatan Remitan (Remittance) Perantau Nagari Atar Kabupaten Tanah Datar. pembimbing I Dr. Indraddin, M.Si, Pembimbing II Aziwarti, SH, M.Hum. Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik. Universitas Andalas. Padang. 2019.
Remitan perantau adalah salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan oleh nagari untuk peningkatan kesejahteraan. Atar merupakan salah satu nagari yang cukup banyak jumlah perantaunya di berbagai kota di Indonesia. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu melihat bagaimana pola pemanfaatan remitan perantau untuk Nagari Atar. Tujuan penelitian ini adalah; 1.) Mengidentifikasi pola pengiriman remitan perantau Atar ke kampung halaman; 2.) Mendeskripsikan pola pemanfaatan remitan perantau di tingkat rumah tangga dan 3.) Mendeskripsikan pola pemanfaatan remitan perantau untuk pembangunan Nagari Atar. Sebagai alat analisis digunakan teori strukturasi yang dikemukakan oleh Anthony Giddens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi pengiriman remitan perantau berbeda antara pengiriman uang dan barang. Frekuensi pengiriman uang terdapat tujuh jenis yaitu, pengiriman sekali seminggu, dua kali sebulan, sekali sebulan, sekali tiga bulan, sekali setahun, tidak menenentu dan dikirim ketika ada keperluan saja. Sedangkan frekuensi pengiriman barang adalah dikirim jika diminta, ketika tahun ajaran baru dan ketika mau lebaran. Media pengiriman uang yang digunakan melalui jasa bank yaitu BRI dan menitip kepada teman yang pulang kampung, sedangkan media pengiriman barang adalah dengan menggunakan jasa pengiriman barang JNE, POS, travel, nitip kepada teman yang pulang kampung, dan ada yang dibawa saat perantau pulang kampung. Bentuk- bentuk remitan yang ada di Nagari Atar berupa remitan ekonomi dan remitan sosial. Remitan ekonomi seperti uang dan barang, sedangkan remitan sosial yaitu berupa ide-ide dan pokok-pokok pikiran untuk pembangunan nagari. Pola pemanfaatan remitan di tingkat keluarga terbagi atas pemanfaatan remitan konsumtif keluarga dan pemanfaatan remitan produktif keluarga. Pemanfaatan remitan konsumtif keluarga yaitu dimanfaatkan untuk renovasi rumah, biaya kebutuhan hidup sehari-hari, membeli kendaraan dan untuk pesta. Pemanfaatan remitan produktif keluarga dimanfaatkan untuk investasi usaha dan upah membajak sawah serta yang terakhir pemanfaatan remitan untuk biaya sekolah. Pemanfaatan remitan tingkat nagari ada untuk pembangunan fisik nagari dan pembangunan non fisik nagari.
Kata Kunci: Remitan, Pola pemanfaatan remitan, Perantau.
ii
ABSTRACT
FITRI YOLANDA, 1510812011. The Title of Thesis: Utilization Pattern Remittance of Nagari Atar Tanah flat Land District. Supervisor I Dr. Indraddin, M.Si, supervisor II Aziwarti, SH, M. Hum. Department of Sociology. Faculty of Social and Political sciences. University of Andalas. Padang. 2019.
Remittance is one of the potential that nagari can be to improve well-being. Atar is one of the numbers of brides in various cities in Indonesia. The aim in this study is to see how the Remitan of the regional utilization pattern for Nagari Atar. The purpose of this research is Identifying the delivery pattern remittance the Atar nomads to the hometown, Describing the utilization patterns of remittance nomads at household level and Describing the use patterns of remittance nomads for the development of Nagari Atar. As an analytic instrument used structuration theory expressed by Anthony Giddens. The study used a qualitative approach by using in-depth interviews and observations as a data collection tool. The results in this study showed that the frequency of delivery remittance different nomads between money and goods. The frequency of remittance there are seven types that are, delivery once a week, twice a month, once a month, once a three months, once a year, not to be used and sent when there is a need. While the frequency of delivery of goods is sent if requested, when the new school year and when willing to Eid. Remittance media used through bank services that is BRI and is left to friends who return home, while the delivery media of goods is by using the service of goods delivery JNE, POS, Travel, Beksol to friends who return home, and there are brought when the village went home. The remittance forms in Nagari Atar are economic remittance and social remittance. remittance economics such as money and goods, while the social remittance is the form of ideas and points of thought for the development of Nagari. The family-level remittance utilization pattern is divided into the use of family consumptive remittance, the utilization of productive remitan of family and education. Utilization of family consumptive remittance is utilized for home renovation, cost of daily necessities of life, buying vehicles and for parties. The utilization of productive remittance families is utilized for business investments and wage plowing fields as well as the last utilization of remittance for school fees. The utilization of the nagari level remittance exist for the physical development of Nagari and the non physical development of nagari.
Keywords: Remittance, Pattern Utilization Remittance, Nomads
Faktor Determinan yang Menyebabkan Perubahan Kesejahteraan Perantau Yang Berasal dari Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar
Penelitian ini berguna untuk menganalisis Faktor Determinan yang Menyebabkan terjadinya Perubahan Kesejahteraan Perantau Dari Nagari Atar penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yang di dapatkan anatra lain adalah dimana yang buka usaha photocopy sebanyak 95%, pedagang pakaian 2% dan usaha rumah makan 3% berdasarkan data terseut faktor determinan yang menyebabkan terjadinya perubahan kesejahteraan pada peranatau yang berasal dari Nagari Atar diantaranya, Adanya keinginan untuk merubah nasib dan kehidupan yang lebih sejahtera, dengan cara merubah jenis usaha dari para perantau yang bersal dari Nagari Atar ke Usaha jasa Foto Kopi, adanya motivasi dan dorongan yang kuat para perantau yang berasal dari Nagari Atar dalam mencapai kesejahteraan, memiliki kesabaran dalam menjalankan usaha baru dari perantau yang berasal dari Nagari Atar. Dengan tekun dan kesabaran untuk menjadi sukses memerlukan waktu bertahun-tahun dalam menjalankan usaha tersebut dan keinginan untuk merubah kehidupan masyarakat di kampung halaman agar juga dapat merasakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya atau meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Atar dan perantau yang berasal dari Nagari Atar
KONTRIBUSI PERANTAU NAGARI ATAR KECAMATAN PADANG GANTING DALAM PEMBERDAYAAN BIDANG PENDIDIKAN
Merantau salah satu tradisi masyarakat Minangkabau sudah berjalan secara turun temurun, tradisi ini timbul akibat dari geografis dan tipologi yang berdampak terhadap kehidupan dibidang ekonomi, sosial, dan pendidikan di Kampung halaman maupun di Perantuan. Walaupun masyarakat Atar banyak yang berada di perantuan tetapi konstribusi terhadap kampung halaman tetap terpelihara baik terutama konstribusi bidang pendidikan. Analisa yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisa data teknik analis data model interaktif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Kualitatif. Informan penelitian ini adalah Wali Nagari, Pengurus Perantau Nagari Atar, Lembaga Unsur dan Masyarakat. Dari Penelitian ini disimpulkan konstribusi Perantau terhadap Nagari Atar dibidang pendidikan diantaranya; pertama, adanya program satu rumah satu sarjana dalam bentuk bantuan Beasiswa Prestasi bagi anaka-anaka yang berasal dari keluarga kurang mampu, kedua, adanya rumusan bersama regulasi kelanjutan pendidikan anak-anak kampung halaman dalam meneruskan pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta wakaf tanah untuk kelanjutan pendidikan di Nagari Atar
APLIKASI PROBIOTIK WARETHA PADA PETERNAK ITIK PETELUR DI NAGARI ATAR KECAMATAN PADANG GANTING KEBUPATEN TANAH DATAR
Program ini dilakukan pada peternakan itik Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengembangan ternak itik seperti mahalnya harga pakan, minimnya informasi tentang penyusunan ransum berbasis bahan lokal dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang probiotik dan manfaat serta cara penggunaannya, sehingga dengan penggunaan probiotik Waretha pada ternak itik petelur dapat mengatasi permasalahan dalam pengembangan usaha ternak itik petelur seperti dapat menekan biaya pakan yang tinggi dan lebih terjangkau bagi usaha peternakan rakyat. Metode kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu pembelajaran berupa pelatihan dan pendampingan dengan tim sebagai fasilitator berupa pengenalan produk probiotik Waretha dan mempraktekkan cara penggunaannya serta cara penyusunan ransum itik petelur berbagai tingkat umur, sehingga dengan penggunaan probiotik Waretha dapat menekan biaya pakan yang tinggi. Hasil dari kegiatan ini adalah mengurangi biaya produksi, meningkatkan pendapatan peternak dan dapat mengurangi bau feses di sekitar kandang yang ramah lingkungan serta meningkatkan pengetahuan peternak tentang manfaat dan cara penggunaan probiotik Waretha. Kesimpulan dari kegiatan pemberdayaan peternak itik petelur melalui penggunaan probiotik Waretha di Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah datar ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan ternak itik petelur dengan menggunakan probiotik Waretha dan penggunaan bahan pakan lokal, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan menekan biaya pakan
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN ITIK PETELUR (Studi Kasus Peternakan Itik Atar di Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan usaha serta profitabilitas usaha peternakan itik petelur. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Itik Atar di Nagari Biaro Gadang Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam dengan metode studi kasus dan analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Responden pada penelitian ini yaitu pemilik peternakan. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari hasil wawancara, dan data sekunder berupa catatan/recording pemilik usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peternakan Itik Atar memelihara itik pada periode ini dengan 3 jenis itik yaitu itik Alabio, Mojosari, dan Hibrida pada umur grower. Populasi pada periode usaha ini yaitu sebanyak 500 ekor. Kandang pada peternakan ini menggunakan tipe kandang ranch. Pakan yang diberikan yaitu pakan komersil atau pakan pabrik. Pemberian air minum dilakukan secara ad liblitum. Pemasaran hasil produksi dilakukan dengan 3 (tiga) cara yaitu 1) dijual di kandang dimana konsumen datang ke kandang langsung ke kandang, 2) dijual ke pedagang pengumpul, 3) dijual ke warung makan, restoran, atau skotang yang ada di Kota Bukittinggi, Sungai Pua, dan disekitar lingkungan peternakan. Angka Revenue / Cost (R/C) di Peternakan Itik Atar yaitu 1,69, Nilai Gross Profit Margin (GPM) Peternakan Itik Atar yaitu 41% serta Nilai Operating Profit Marginnya (OPM) 40 %. Kata Kunci : Profitabilitas, Itik Petelur, Produktivita
Pemetaan Dan Pengembangan Potensi Wisata Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar
Atar merupakan salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Propinsi Sumatera Barat. Dengan kontur alam yang berbukit-bukit  nagari ini  menyimpan  potensi wisata yang menjanjinkan. Namun potensi tersebut belum dapat  terpetakan dengan baik. Pengabdian  ini merupakan pengabdian partisipatif dengan metode pelaksanaan pengabdian yaitu dengan melakukan observasi lapangan, wawancara Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan skema metode pelaksanaan kegiatan. Pemetaan partisipatif merupakan salah satu metode yang mengintegrasikan pendekatan partisipatif untuk memecahkan masalah dalam suatu komunitas dengan melakukan diskusi.  Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan ditemukan 7 destinasi wisata lokal yang sangat potensial di nagari Atar. Potensi wisata ini selanjutnya dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata lokal yang menjanjikan sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat nagari Atar
- …
