1,720,968 research outputs found
ASSESSMENT PAUD PADA KURIKULUM 2013
Assessment merupakan kegiatan untuk mengungkapkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Teknik assessment berfungsi sebagai cara untuk melaksanakan proses assessment itu sendiri. Assessment pembelajaran PAUD pada Kurikulum 2013 telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Teknik yang digunakan untuk penilaian dalam Kurikulum 2013 ada 7 cara, diantaranya observasi, percakapan, penugasan, unjuk kerja, hasil karya, pencatatan anekdot, dan portofolio. Adapun prosedur penilaian pendidikan anak usia dini dimulai dari merumuskan kegiatan pembelajaran, menyiapkan Instrumen Penilaian, dan menetapkan Kriteria Penilaia
KONSEP FITRAH DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Setiap anak yang lahir mempunyai fitrah ilahiah. Fitrah ilahiah yang dimiliki anak layaknya fondasi dalam sebuah bangunan, yakni berupa ruh yang cenderung mengenal Allah sebagai Sang Penciptanya, tunduk kepada-Nya dan berperilaku baik. Sebagaimana pada anak, mereka pada hakikatnya cenderung pada kebaikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka berperangai buruk. Pengaruh lingkungan sangat menentukan, terutama orang tua yang mempengaruhi agama anak tersebut dengan menjadikannya seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi. Fitrah memiliki implikasi terhadap pendidikan anak karena dengan mengetahui fitrah anak, orang tua maupun pendidik dapat menentukan proses pendidikan yang tepat untuk pembentukan karakter anak, baik dari penentuan tujuan, metode pembelajaran maupun lingkungan pembelajaran yang efektif terhadap anak. Jadi, fitrah anak menjadi penentu program pendidikan yang efektif untuk diberikan kepada anak. Ketika telah menemukan program pendidikan yang tepat untuk anak, maka akan memudahkan orangtua maupun pendidik untuk melestarikan dan mengembangkan fitrah anak yang telah ada dalam dirinya.
 
Implementasi Program Literasi ABC-ku untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini di KB Bina Karya Desa Mensade Kecamatan Subah
Kemampuan literasi pada anak harus dikembangkan sedini mungkin karena sebagai bekal untuk menjalani pendidikan di jenjang selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Literasi ABC-ku untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitaif dengan jenis penelitian Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelompok B KB Bina Karya Desa Mensade Kecamatan Subah yang berjumlah 11 orang. Siklus pada penelitian ini terdiri dari 4 komponen, yakni plan, act, observe dan reflect. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan kemampuan literasi pada siswa setelah diterapkan program Liteasi ABC-ku. Hasil tindakan pada siklus I menunjukan bahwa 2 siswa (22%) sudah masuk kategori BSB yang dilakukan melalui kegiatan mewarnai, menggunting dan menempel. Sedangkan, hasil tindakan pada siklus II menunjukan bahwa 5 siswa (55%) sudah mencapai kategori BSB yang dilakukan menggunakan kegiatan kolase dan meronce. Guru harus terus mengembangkan program Literasi ABC-ku agar kemampuan litrasi siswa KB Bina Karya semakin meningkat
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU PAUD
This community service activity (PKM) aims to improve the understanding of the 2013 curriculum lesson plans for PAUD teachers in Sambas Regency. The method used in this community service activity is Participatory Action Research (PAR). This activity was attended by 12 PAUD institutions consisting of 10 KB institutions and 2 TK institutions with a total of 15 participants. The stages in preparing the 2013 Curriculum lesson plan consist of: 1) Preparation of the Annual Programme and Education Calendar, 2) Determining learning themes and Semester Programme, and 3) Developing RPPM and RPPH. After the 2013 curriculum mentoring programme for early childhood education teachers in Sambas Regency, there were fundamental changes in the participants, including: 1) participants' knowledge about the preparation of 2013 curriculum lesson plans is increasing; 2) able to apply the 2013 curriculum innovatively and creatively; 3) a change in the early childhood education curriculum paradigm which can then improve the ability of the potential and development of early childhood in PAUD institutions in Sambas Regency
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN ENGKLEK DI TK ISLAM SULTHONIYAH SAMBAS TAHUN PELAJARAN 2022-2023
Penelitian ini membahas tentang Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 pada Anak Usia Dini melalui Permainan Engklek di TK Islam Sulthoniyah Sambas Tahun Pelajaran 2022-2023. Penelitian ini memiliki dua tujuan, diantaranya adalah: 1) Mengetahui kemampuan anak dalam mengenal angka 1-10 di TK Islam Sulthoniyah Sambas. 2) Mengetahui penerapan pengenalan angka 1-10 melalui permainan engklek di TK Islam Sulthoniyah Sambas. 3) Mengetahui hasil permainan engklek dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak usia dini di TK Islam Sulthoniyah Sambas. Penelitian ini menggunakan jenis fenomenologi sedangkan pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ada tiga jenis yakni: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Kemudian teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi dan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Kemampuan anak usia dini dalam mengenal angka 1-10 di TK Islam Sulthoniyah Sambas cukup baik. Karena, sebagian besar anak usia dini di TK Islam Sulthoniyah sudah mengenal angka 1-10. 2) Penerapan pengenalan angka 1-10 pada anak usia dini melalui permainan engklek di TK Islam Sulthoniyah Sambas dibagi menjadi tiga tahap pelaksanaan. Pertama, persiapan dilakukan dengan menyiapkan media dan merapikan anak usia dini terlebih dahulu. Kedua, tahap pelaksanaan guru mengajak siswa untuk bernyanyi lagu tentang angka, dilanjutkan dengan permainan engklek dengan dimana guru menunjuk salah satu anak untuk bermain kemudian melompat ke kotak angka sesuai dengan guru sebutkan. Terakhir guru mengajak setiap anak usia dini bernyanyi dan menggunakan stiker angka untuk menunjukan lambing angka sesuai dengan yang disebutkan dalam lirik. Ketiga, tahap evaluasi guru menggunakan evaluasi sumatif berupa guru memberikan pertanyaan kepada setiap anak usia dini di TK Islam Sulthoniyah sesuai dengan stiker angka yang diangkat oleh guru untuk mengetahui hasil pembelajaran anak. 3) Permainan engklek dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak usia dini di TK Islam Sulthoniyah Sambas memberikan pengaruh besar terhadap daya tangkap anak. Sehingga, anak usia dini di TK Sulthoniyah sebagian besar dengan cepat menghafal angka yang dikenalkan oleh guru
Variasi Media Dalam Mengajarkan Calistung Di Raudlatul Athfal Babul Jannah Sambas
Calistung (reading, writing and numeracy) learning in early childhood controversy among the public because it is considered a bad impact on child's mental. RA Babul Jannah Sambas is one of the early childhood institutions that implement Calistung learning in early childhood by applying a variety of media learning. This study aims to describe empirically the use of variations of instructional media in teaching Calistung in RA Babul Jannah Sambas. This research use qualitative approach with data collecting technique through interview, observation and documentation. The results of this study concluded that: 1) the media is varied, i.e. human, APE, and programs/activities. Techniques variety of media consisting of: a) vary some of the learning media in all meetings, b) varying one media with several learning methods, c) use different media every day, d) using the media in the time index, and e) varying the use of media outside the classroom. Whereas, the activities of the variety of media in the learning process consists of planning, preparation, implementation and evaluation; 2) the use of a variety of instructional media in teaching Calistung have a considerable impact both on the development of early childhood; 3) the advantages of the use of a variety of media including sparking the interest and attention of the child, train the skills Calistung, and minimize the flavor saturated and bored. While, the drawback is the need to provide different media every day, while the number of media available is very limited. The efforts of teachers in overcoming the shortcomings, such as the teacher using the division of the group and turn in a media play
Variasi Media Dalam Menajarkan Calistung Di Raudlatul Athfal Babul Jannah Sambas
Calistung (reading, writing and numeracy) learning in early childhood controversy among the public because it is considered a bad impact on child's mental. RA Babul Jannah Sambas is one of the early childhood institutions that implement Calistung learning in early childhood by applying a variety of media learning. This study aims to describe empirically the use of variations of instructional media in teaching Calistung in RA Babul Jannah Sambas. This research use qualitative approach with data collecting technique through interview, observation and documentation. The results of this study concluded that: 1) the media is varied, i.e. human, APE, and programs/activities. Techniques variety of media consisting of: a) vary some of the learning media in all meetings, b) varying one media with several learning methods, c) use different media every day, d) using the media in the time index, and e) varying the use of media outside the classroom. Whereas, the activities of the variety of media in the learning process consists of planning, preparation, implementation and evaluation; 2) the use of a variety of instructional media in teaching Calistung have a considerable impact both on the development of early childhood; 3) the advantages of the use of a variety of media including sparking the interest and attention of the child, train the skills Calistung, and minimize the flavor saturated and bored. While, the drawback is the need to provide different media every day, while the number of media available is very limited. The efforts of teachers in overcoming the shortcomings, such as the teacher using the division of the group and turn in a media play
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE MEMBACA NYARING DI KELAS IIA SDS IT SULTHONIYAH SAMBAS TAHUN AJARAN 2024-2025
Penelitian ini berawal dari ditemukannya fenomena tentang metode membaca nyaring yang diterapkan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas IIA. Tujuan penelitian ini mengungkap tentang: (1) perencanaan guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui metode membaca nyaring di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025. (2) pelaksanaan guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui metode membaca nyaring di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025. (3) dampak dari penggunaan metode membaca nyaring terhadap keterampilan membaca siswa di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, display data (penyajian data), dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu, serta member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Perencanaan guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui metode membaca nyaring di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025 terdiri dari 4 komponen, yakni: menentukan tujuan pembelajaran, menyiapkan materi ajar, menggunakan metode pembelajaran, dan melakukan penilaian. (2) Pelaksanaan guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa melalui metode membaca nyaring di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025 terdiri dari beberapa tahapan, yakni: guru memilih materi pembelajaran, guru melakukan pengenalan materi yang terkait dengan tema pembelajaran, guru membacakan materi atau teks bacaan yang telah dipilih dengan suara yang jelas dan lantang, Guru membagikan setiap materi teks bacaan kepada setiap siswa per paragraf, dan Guru mengajak siswa untuk berdiskusi mengenai materi yang telah dibaca. (3) Implikasi dari penggunaan metode membaca nyaring terhadap keterampilan membaca siswa di kelas IIA SDS IT Sulthoniyah Sambas tahun ajaran 2024-2025 ada 3, yakni: siswa mampu menangkap arti kata dan ungkapan yang digunakan penulis, siswa mampu menangkap makna tersurat dan makna tersirat, dan siswa mampu membuat simpulan.
 
UPAYA GURU DALAM MELATIH KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI
The purpose of this research is to reveal about: Teachers' efforts in training early childhood independence, supporting and inhibiting factors in the process of early childhood independence education This research was conducted using a qualitative approach with descriptive research type. The data sources used were teachers, children and school principals. Data collection techniques by interview, observation and documentation. The results showed that the teacher can improve the child's overall independence so that students can become independent children, namely children who can carry out their own activities, are able to socialize, show empathy, and can make decisions with actions, prepare RPPH (Daily Learning Implementation Plan) , integrating independent learning with children's learning activities, creating a conducive and attractive learning atmosphere, and teachers always providing concrete examples in every activity. Supporting and inhibiting factors in the process of early childhood independence education, namely: a. Supporting factors Referring to the 2013 curriculum, PAUD teachers are very enthusiastic about indicators that are in accordance with the needs and development of children, very high enthusiasm and awareness of teachers, adequate facilities and infrastructure and b. The inhibiting factors for parents who are overprotective or spoil their children, and the lack of teachers in the classroom, the existing teachers do not match the ratio of the number of students
MELATIH KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN SISWA KELAS VI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA NURUL HIKMAH SEKURA TAHUN PELAJARAN 2024-2025
Penelitian ini membahas tentang melatih kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI melalui kegiatan ekstrakurikuler TPQ di MIS Nurul Hikmah Sekura tahun pelajaran 2024-2025. Penelitian memiliki 2 tujuan yaitu: 1) Upaya guru dalam melatih kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI melalui kegiatan ekstrakurikuler TPQ di MIS Nurul Hikmah Sekura tahun pelajaran 2024-2025. 2) Faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI di MIS Nurul Hikmah Sekura tahun pelajaran 2024-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Upaya guru dalam melatih kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI melalui kegiatan ekstrakurikuler TPQ yaitu: a) Pahami karakteristik anak, dengan mengetahui karakteristik siswa, guru juga dapat dengan mudah menentukan metode yang akan digunakan pada saat pembelajaran. Cara untuk mengetahui karakteristik pada siswa bisa dengan guru mengamati perlaku siswa. b) Ciptakan suasana pembelajaran yang inovatif, guru dapat menggunakan metode yang tepat seperti belajar sambil bermain c) Lejitkan potensi anak, dengan cara pemberian motivasi, pemberian pujian, pemberian dukungan kepada siswa d) Jadilah pendidik teladan, dengan memberikan contoh yang baik kepada siswa. 2) Faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas VI yaitu: a) Aspek fisiologis, seperti sakit yang dapat menggangu pembelajaran b) Aspek psikologis, minat dan kecerdasan. c) Faktor lingkungan, seperti keluarga karna keluarga merupakan orang terdekat siswa. d) Faktor masyarakat, masyarakat menyediakan wadah untuk anak-anak belajar Al-Qur’an. e) Faktor guru, guru sebagai tenaga pengajar yang bertugas mengajari dan mendidik siswa di sekola
- …
