1,720,954 research outputs found

    Peran Pondok Pesantren dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Santri (Studi ‎Kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada)‎

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin banyaknya perilaku negatif masyarakat yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari terutama dikalangan anak usia sekolah seperti penggunaan obat terlarang, pelecehan seksual, sikap agresif, tawuran, bullying, dan lain-lain. Perilaku-perilaku negatif membuat orang tua khawatir dengan pergaulan  anak-anaknya. Untuk mengantisipasinya agar anak usia sekolah tidak mudah terpengaruh dalam degradasi moral tersebut, maka diperlukan tempat pendidikan  yang  dapat  mengubah  perilaku  buruk  tersebut  menjadi lebih baik. Salah satu solusi sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut adalah lembaga Pondok Pesantren. Di dalam lembaga Pondok Pesantren banyak menerapkan berbagai cara atau kegiatan dalam upaya membentuk kesadaran disiplin pada santri. Salah satunya dengan memberlakukan peraturan-peraturan serta kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kesadaran mereka dalam berdisiplin di setiap sisi kehidupan mereka, baik dari mereka bangun tidur hingga mereka tidur lagi, bahkan ketika tidur itu sendiri. Lokasi penelitian ini berada di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana peranan Pondok Pesantren dalam mengembangkan kesadaran disiplin santri di Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada? (2) Apa hambatan yang dihadapi Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra dalam mengambangkan kesadaran disiplin? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan    studi kasus. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan  dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif dengan langkah meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peran Pondok Pesantren Nurul Haramain NW Putra Narmada dalam mengembangkan karakter disiplin santri  dilakukan disiplin secara umum dapat dikatakan berjalan sebagaimana mestinya, Kiat-kiat penanaman kedisiplinan yang dilakukan melalui peningkatan motivasi, pendidikan dan latihan, kepemimpinan, penegakan aturan serta penerapan reward and punishment. (2) Kendala yang dihadapi dalam penerapan pendidikan karakter di pondok pesantren, meliputi: sering kali santri kelelahan dan dalam mengikuti kegiatan sehingga tidak sedikit santri yang pernah menerima hukuman, serta karakter dan kebiasaan santri yang baru memasuki semester awal di pondok pesantren masih sulit untuk diatasi, hal tersebut disebabkan karena ketidak mampuan mereka untuk menyesuaikan diri di lingkungan Pesantren.   Kata Kunci: Pesantren, Karakter, Disipli

    Pembinaan Moral Spiritual Siswa Melalui Pembiasaan Shalat Jamaah: Studi Analisis Siswa Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada

    Get PDF
    Siswa Madrasah Tsanawiyah umumnya adalah berusia antara 12-16 tahun. Di usia itu, anak-anak Madrasah Tsanawiyah sedang memasuki masa transisi antara masa kanak-kanak dan menjelang dewasa dan juga mulai mengalami masa-masa datangnya pubertas, bahkan ada yang berpendapat bahwa masa ini hingga mereka menginjak Madrasah Aliyah. Masa ini adalah masa pancaroba yang perlu diwaspadai oleh orang tua dan keluarga. Di sinilah pentingnya arti pendidikan serta pengajaran agama, dimana pendidikan agama biasanya diartikan sebagai pendidikan yang materi bahasanya berkaitan dengan keimanan, ketakwaan, akhlak dan ibadah kepada Tuhan. Dengan demikian pendidikan agama berkaitan dengan pembinaan moral-spiritual yang selanjutnya dapat mendasari tingkah laku manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Kaitannya dengan hal ini, Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada yang beralamat di jalan Tegal Banyu, Lembuak Kebon, Narmada, Lombok Barat mengadakan pembiasaan shalat berjamaah di madrasah sebagai upaya untuk pembinaan moral spiritual Siswa.Ada dua masalah yang diangkat dalam penelitian ini, Pertama, bagaimana pelaksanaan shalat berjamaah di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada? Kedua, Bagaimana dampak pembiasaan shalat berjamaah dalam pembinaan moral spiritual Siswa di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada?Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menemukan beberapa hal, pertama program pembiasaan shalat berjamaah ini dimulai dengan pembelajaran wudhu dan shalat dengan baik dan benar. Shalat yang dilaksanakan secara berjamah yaitu shalat Dhuha, shalat Dzuhur, shalat Jum’at dan shalat Ashar. Kedua, Pelaksanaan pembiasaan shalat berjamaah yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada telah memberikan dampak positif bagi Siswa baik di dalam maupun di luar lingkungan madrasah (hablun min-annas). Dari segi hubungan vertikal (hablun min-Allah), shalat jamaah merupakan satu bentuk amal ibadah untuk mengingat Allah Swt. sebagai penciptanya yang wajib disembah. Merekapun meyakini bahwa Allah Swt. senantiasa dekat dengannya. Jadi, mereka menjadi sadar bahwa semua kegiatan atau perbuatannya selalu diawasi oleh Allah Swt. Dampak pembiasaan shalat berjamaah terhadap pembinaan moral spiritual terhadap sesama manusia di Madrasah Tsanawiyah NW Putra Narmada antara lain Siswa mampu menerapkan beberapa sikap atau akhlak terpuji terhadap sesama manusia, yaitu rasa persaudaraan yang diaplikasikan melalui silaturrahmi, sopan santun terhadap setiap orang, bersikap jujur, baik perkataan maupun perbuatan, begitu pula kedisiplinannya meningkat dari tahun ke tahun

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore