1,721,226 research outputs found

    Psikologi sosial/ Asrini

    No full text
    viii, 109 hal.; 21 cm

    Psikologi sosial/ Asrini

    No full text
    viii, 109 hal.; 21 cm

    Psikologi sosial/ Asrini

    No full text
    viii, 109 hal.; 21 cm

    STUDI EKSPERIMENTAL REMBESAN UNTUK JENIS TANAH PASIR BERTANAH LIAT PADA MODEL DRAINASE RAMAH LINGKUNGAN

    No full text
    Abstrak\ud Bencana banjir yang sering melanda Indonesia setiap tahunnya salah satunya diakibatkan oleh drainase yang tidak memadai karena kurang mampu menampung debit air yang tinggi ketika curah hujan tinggi. Untuk mengatasi hal ini dapat diterapkan konsep drainase ramah lingkungan dengan membuat lubang pori di dalam saluran. Lubang pori dapat dilalui air untuk langsung masuk ke dalam profil tanah dengan infiltrasi sehingga dapat menjadi cadangan air tanah. Namun, perlu dikaji untuk melihat besarnya pengaruh lubang pori ini. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh kedalaman lubang pori terhadap volume dan kapasitas penyimpanan dengan tiga variasi kedalaman lubang. Dengan menggunakan model 1 berbentuk kubus berukuran 40x40x50 ???cm???^3 dan model 2 berbentuk kubus berukuran 50x50x50 ???cm???^3. Tanah dimasukkan ke dalam model 2 dan dikompaksi sedikit hingga ketinggian 10 cm kemudian ditambahkan lagi sisa tanah hingga ketinggian 30 cm. Pada tanah dibuat lubang hingga kedalaman 10 cm untuk percobaan pertama, 15 cm untuk percobaan kedua, dan 20 cm untuk percobaan ketiga dengan diameter semua lubang 8 cm. Lubang kemudian diisi pasir lalu diletakkan model kubus 1 di atasnya dan diisi air hingga ketinggian 15 cm dengan dipertahankan ketinggian airnya. Air kemudian dialirkan melalui lubang pada kubus 1 yang tepat berada di atas lubang resapan pori. Air yang terinfiltrasi melewati tanah kemudian dihitung volume infiltrasinya per lima menit. Dengan demikian berdasarkan hasil uji eksperimental laboratorium pada penelitian ini adalah semakin besar kedalaman lubang maka semakin tinggi volume infiltrasinya namun kapasitas penyimpanannya semakin rendah.\ud \ud Kata kunci: floods, ekodrainase, infiltras,i kedalaman lubang pori, eksperimental laboratorium\ud \ud Abstract\ud Flood is a natural disaster used to occur every year. This is due to poor drainage and excessive precipitation. To overcome this problem, an eco-drainage is one of the solutions with pore absorption holes in it. The pore absorption holes which is contained sands, water can enter the soil profile directly through infiltration to become groundwater supply. However, the study about this pore absorption hole is needed to discover the effect for drainage. Thus, this investigation is done to study about pore absorption hole and find how much it affects the volume and storage capacity by experimenting three variation of pore absorption hole. By placing a 40x40x50 cm3 model 1 of cube and 50x50x50 cm3 model 2 of cube. Put the soil into model 2 then compacted until reach the height 10 cm then adding the rest of the soil until reach the height 30 cm. Make a hole with depth 10 cm for first test, 15 cm for second test, and 20 cm for third test with all diameter of hole is 8 cm. The hole then filled up with sands and put model 2 of cube on it and fill the model 2 of cube with water up to 15 cm and keep the height of water steady. The water flow through the hole of model 1 of cube which is directly above of pore absorption hole. Afterward, count the volume of water infiltrate through soil every five minutes. Thus, based on result of experimental laboratory in this investigation is longer the depth of pore absorbing hole, higher the volume of infiltration yet the storage capacity is lower.\ud Keywords: floods, eco-drainages, infiltration, depth of pore holes, experimental laborator

    Psikologi sosial/ Asrini

    No full text
    viii, 109 hal.; 21 cm

    Psikologi sosial/ Asrini

    No full text
    viii, 109 hal.; 21 cm

    Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba.

    Get PDF
    ABSTRAK Asrini Usman. 2014. Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, yaitu 1) seberapa baik kinerja aparat pemerintah Kecamatan Herlang dalam pelayanan administrasi kependudukan, 2) faktor-faktor penghambat pelayanan administrasi kependudukan . Penelitian ini merupakan Deskriptif yaitu menggambarkan “apa adanya” tentang variabel kinerja pegawai dalam pelayanan administrasi kependudukan. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh pegawai di kantor Kecamatan Herlang yang berjumlah 19 orang, dan sampel dalam penelitian ini yaitu keseluruhan yang menjadi populasi yaitu sebanyak 19 orang. Pengumpulan data dengan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kinerja pegawai dalam pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba sudah baik. Hal itu dibuktikan dengan hasil olah analisis data yang mencapai skor 88,15 persen yang berada pada kategori baik. Baiknya suatu kinerja pegawai di Kecamatan Herlang dalam melayani masyarakat karena para pegawai mampu memperlihatkan kedisipinan dan tanggung jawab mereka dalam melayani masyarakat. Faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam pelayanan administrasi kependudukan yaitu aspek kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) dimana dalam pelaksanaan administrasi kependudukan yang ada di tingkat kecamatan belum didukung oleh perkembangan struktur kelembagaan serta sarana atau fasilitas yang dapat membantu para pegawai dalam bekerja.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore