1,721,015 research outputs found
Penelitian individual lektur dan khazanah keagamaan/ Asep Saefullah (et al)
vi, 304 hal.: ill.; 21 cm
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Tumasik: Sejarah Awal Islam di Singapura (1200-1511 M)
This article attempts to trace the early history of Islam in Temasek, a former name of Singapore. The city was also known as the ‘Sea Town’, and was a part of the Nusantara. In the 12th-14th century, Tumasik and Kedah were important ports in the Malay Peninsula. Tumasik, at that time, was important enough to figure in international trade networks. The very strategic location of Tumasik, at the very tip of the Malay Peninsula, made it a significant prize for the master. Kingdoms that once ruled it: the Sriwijaya kingdom until the end of the 13th century AD and Majapahit kingdom that ruled it until the 14th century. In the 15th century AD, Tumasik came under the rule of Ayutthaya-Thailand; and subsequent occupation controlled by the Sultanate of Malacca to the Portuguese in 1511 AD. Speaking on the comming of Islam in Tumasik that was along with the influx of Muslim merchants, both Arabic and Persian, between the 8th – 11th century which the trading activity increased in the Archipelago. Coastal cities and ports, one of which Tumasik, on the Malay Peninsula became the settlements of Muslim tradespeople. Most of them settled and married there. Thus, it is strongly suspected that Islam has been present in Tumasik since perhaps the 8th century AD. Up until the beginning of the 16th century, the old Singapore remains a Muslim settlement, along with other vendors, both from Europe, India, and China, and also became an important port under the Sultanate of Malacca. That Malaccan empire was conquered by the Portuguese in 1511.
Keywords: early history of Islam, Tumasik, Singapore, Sultanate of Malacca 


Artikel ini mencoba menelusuri sejarah awal Islam di Tumasik, kada disebut juga Temasek, nama dulu bagi Singapura. Kota ini juga disebut sebagai Kota Laut (Sea Town), dan merupakan bagian dari Nusantara masa lalu. Pada abad ke-12 s.d. 14 M, Tumasik bersama Kedah merupakan pelabuhan-pelabuhan penting di Semenanjung Malaya. Pada masa itu, Tumasik merupakan kota perdagangan yang cukup besar dan penting dalam jaringan perdagangan internasional. Posisinya yang sangat strategis di ujung Semenanjung Malaya, menjadikan Tumasik menggiurkan untuk dikuasai. Kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Tumasik yaitu Sriwijaya sampai akhir abad ke-13 M dan Majapahit sampai abad ke-14 M. Pada abad ke-15 M, Tumasik berada di bawah kekuasaan Ayutthaya-Thailand; dan selanjutnya dikuasai Kesultanan Malaka sampai pendu¬dukan Portugis 1511 M. Adapun proses masuknya Islam di Tumasik terjadi bersamaan dengan masuknya para pedagang Muslim, baik dari Arab maupun Persia pada abad ke-8 s.d. 11 M yang mengalami peningkatan aktivitas perdagangan. Kota-kota pesisir dan pelabuhan-pelabuhan, salah satunya Tumasik, di Semenanjung Malaya menjadi pemukiman-pemukiman bagi para pedagang Muslim tersebut. Sebagian dari mereka menetap dan berkeluarga di sana. Dengan demikian, diduga kuat bahwa Islam telah hadir di Tumasik antara abad ke-8 M - ke 11 M. Hingga permulaan abad ke-16 M, Singapura lama tetap menjadi pemukiman Muslim, bersama para pedagang lain, baik dari Eropa, India, maupun Cina, dan sekaligus menjadi pelabuhan penting di bawah kekuasaan Kesultanan Malaka, sampai dengan kesultanan ini ditaklukan oleh Portugis pada 1511 M.
Kata kunci: sejarah awal Islam, Tumasik, Singapura, Kesultanan Malaka</jats:p
Peta Lektur Keagamaan pada Kelompok Keagamaan di IPB: benang merah Gerakan Islam Asasi
Penelitian ini membahas pada lektur keagamaan khususnya pada lektur keagamaan atau buku-buku keagamaan ada kelompok keagamaan di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Darmaga Bogor. Adapun kelompok keagamaan yang dimaksud adalah baik bersifat struktural maupun tidak, dari kalangan mahasiswa maupun dosen dan civitas akademika lainnya, serta basis aktivitasnya berada di dalam kampus
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PADA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PORTOFOLIO
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pra-penelitian yang menunjukan bahwa siswa belum memiliki sikap kemandirian belajar yang baik. Kurang baiknya sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa diyakini akan berpengaruh pada kurang baiknya pretasi belajar yang diraih siswa, hal itu terlihat dari kurang baiknya prestasi belajar yang diraih siswa, khusunya pada mata pelajaran fisika. Sikap kemandirian belajar akan membentuk sikap inisistif, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepercayaan diri dalam belajar, serta kemampuan mengevaluasi hasil belajar. Sikap-sikap yang terdapat dalam kemandirian belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa dengan prestasi belajar yang diraihnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasi yang mendeteksi sejauh mana variansi sikap kemandirian belajar berkaitan dengan dengan variansi prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan skala sikap untuk mengukur sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa dan soal objektif berbentuk pilihan ganda untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum siswa telah memiliki sikap kemandirian belajar yang baik. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa secara umum prestasi belajar yang diraih siswa dalam kategori baik. Terdapat hubungan positif (searah) yang signifikan (berarti) antara sikap kemandirian belajar dan prestasi belajar, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,64 (tinggi). Ini berarti, semakin baik sikap kemandirian belajar yang dimiliki siswa, maka akan semakin baik pula prestasi belajar yang diraih siswa. Sikap kemandirian belajar berkontribusi sebesar 40,96% terhadap prestasi belajar yang diraih siswa.
Kata kunci : Sikap kemandirian belajar, Prestasi belaja
K.H. Abdul Halim dan Gagasan Pendidikan Ekonomi Berbasis Pesantren
This paper discusses the biography of K.H. Abdul Halim, a cleric, educator, political activist, a national hero, who was born in Jatiwangi, Majalengka, West Java on June 26, 1887 and died on May 7, 1962, in a peaceful and quiet place, Santi Asromo, Majalengka. The title of the National Hero from the Government of Indonesia was granted on the basis of his important roles in education, economics and politics. Among his legacy are the religious educational institutions, namely Santi Asromo Pesantren, the religious organization of the Islamic Ummah Union (PUI), and several books such as the Kitab Petunjuk bagi Sekalian Manusia (Manual for Man), Ekonomi dan Koperasi dalam Islam (Economics and Cooperative in Islam), dan Ketetapan Pengajaran di Sekolah Ibtidaiyah Persyarikatan Ulama (The Teaching Decrees at Ibtidaiyah Persyarikatan Ulama School). His biography is a manifestation of appreciation for his services and works, his struggle and his devotion to science and people, as well as his role and contribution in building the nation of Indonesia with noble character and dignity. Another milestone of his is the value of the struggle and at the same time his Islamic scholarship can be an example for the younger generation in particular and for anyone who aspires to build a nation of Indonesia which is based on the Belief in One God, fair and civilized, united in the context of the Republic of Indonesia (NKRI).
Keywords: Kiai, Education, Pesantren, Majalengka, West Java

Tulisan ini mengangkat biografi K.H. Abdul Halim dan gagasannya tentang pendidikan ekonomi di pesantren. Ia memiliki nama kecil Otong Syatori, dikenal sebagai ulama pejuang, pendidik, dan aktivis politik. Ia dilahirkan di Desa Ciborelang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, pada 26 Juni 1887, dan wafat dalam usia 75 tahun pada 7 Mei 1962, di Santi Asromo, Majalengka. Ia mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah RI tahun 2008. Perjuangannya meliputi pendidikan, ekonomi, dan politik. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif-analitis dengan perspektif historis. Adapun fokusnya, selain biog¬rafi singkat K.H. Abdul Halim, juga tentang konsep pendidikan eko¬no¬mi berbasis pesantren. Dari hasil pembahasan ditemukan bahwa ia telah melakukan pembaharuan di bidang pendidikan agama dan sekaligus memberikan keterampilan kewirausahaan bagi santri dan lulusannya. Awalnya gagasan tersebut berasal dari konsep pembaharuannya yang disebut Iṣlāḥ as-Ṡamāniyyah, yaitu: perbaikan akidah, ibadah, pendidikan, keluarga, kebiasaan (adat), masyarakat, ekonomi, dan hubungan umat dan tolong-menolong. Di bidang pendidikan, ia memadukan sistem pesantren dengan sistem sekolah, ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum, serta memberkali para santrinya dengan berbagai keterampilan tangan dan keahlian teknik. Di bidang ekonomi, disebutnya dengan Iṣlāḥ al-Iqtiṣād, untuk menanggulangi ketimpangan ekonomi di masyarakat, yaitu dengan menanamkan kesadaran kepada kaum muslimin agar berusaha memperbai¬ki dan meningkatkan kehidupan ekonominya dan berjuang secara bersama-sama melalui wadah koperasi. 
Kata kunci: Abdul Halim, Santi Asromo, pendidikan ekonomi, Iṣlāḥ as-Ṡamāniyyah, Iṣlāḥ al-Iqtiṣād</jats:p
Beberapa aspek kodikologi naskah keagamaan Islam di Bali: sebuah penelusuran awal
Tulisan iini adalah hasil dari penelitian literatur Islam di Bali Tahun 2008. Kami menemukan 38 manuskrip yang kami klasifikasikan kedalam 3 kategori
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
