132 research outputs found
KARAKTERISTIK DAN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK KERING DAUN KLUWIH DARI POSISI DAUN YANG BERBEDA
Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya tanaman kluwih. Di masyarkat luas rebusan daun kluwih dikenal sebagai obat diabetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, sebagai langkah awal melihat potensi ektrak kering daun kluwih sebagai sediaan yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan pangan fungsional, obat-obatan atau sediaan jamu. Daun kluwih pada posisi berbeda dilakukan ekstraksi dengan pelarut air kemudian dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator kemudian dibuat menjadi ekstrak kering dengan bantuan freeze dryer. Pengamatan yang dilakukan, yaitu rendemen, kadar air, kadar abu, analisis kualitatif fitokimia, serta total polifenol. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik dan komponen bioaktif ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut sebagai berikut: rendemen sebesar 5,49%, 5,23% dan 5,34%; kadar air sebesar 10,11%, 10,16%, dan 10,30%; kadar abu 12,76%, 12,35%, dan 12,30%. Pada semua ekstrak daun mengandung alkaloid, triterpenoid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Total polifenol ekstrak kering daun muda, tua dan sangat tua berturut-turut, yaitu 11.175 mgGAE/g, 10.238,89 mgGAE/g, dan 7.858,33 mgGAE/g
PENGARUH UKURAN PARTIKEL AMPAS SAGU DALAM PRODUKSI PIGMEN ANGKAK MENGGUNAKAN Monascus purpureus
Angka pigment is one of food colorants that safe to used. It can be produced by subtrate that contain of sago hampas. The objective of the research was to get the appropriate of sago hampas particle size to produce the angkak pigment. The steps to produce of angkak pigment were (a) Preparation of raw materials (sago hampas and rice flour substrate with comparison 1:1 (12.5 : 12.5). This research used three treatments of sago hampas particle size (40-60 mesh, 60-80 mesh, and >80 mesh) with 3 replications, (b) Preparation of Monascus purpureus culture, (c) Solid state fermentation to produce angkak pigment using M. purpureus. The results of the research showed that the substrate with hampas sago particle size 40-60 mesh produced the best angkak pigment. The angkak pigment obtain the highest color intensity on λ 400 nm, λ 470 nm, λ 500 nm were 6004, 5110 and 3650 respectively, the highest used starch, antioxidant, toxicity, lovastatin and spore of M. purpureus were 11.07%, 45.95%, 1719.86 (LC50), 79 ppm, and 3.4 x 103 CPU/g respectively
PENGARUH KONSENTRASI GLISEROL TERHADAP KARATER FISIK DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBA EDIBLE FILM BERBASIS PATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN YOGURT
Penelitian yang telah dilakukan adalah pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yang bersifat antimikroba berbahan dasar pati jagung. Edible film mampu menghambat pertumbuhan bakteri yaitu Escherichia coli dan Candida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya konsentrasi gliserol sebagai plasticizer yang sesuai dengan karakteristik sifat fisik dan aktivitas antibakteri dalam pembuatan edible film berbahan dasar pati jagung dengan penambahan yoghurt sebagai antibakteri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Konsentrasi gliserol dapat mempengaruhi sifat fisik dari edible film yang ditambahkan dengan yoghurt. Konsentrasi penambahan gliserol yang sesuai dalam pembuatan edible film dengan penambahan yoghurt yaitu 12% yang berpengaruh nyata terhadap sifat fisik yaitu ketebalan dan kekuatan tarik, dan elongasi
Book of Gambir Pengolahan, Komponen dan Manfaat
Gambir merupakan ekstrak kering dari daun serta cabang tanaman Uncaria gambir. Gambir secara tradisional digunakan sebagai obatobatan tradisional seperti sakit perut dan sakit tenggorokan. Gambir dapat digunakan sebagai obat tradisional, yaitu obat diare, obat batuk dan sebagai pengawet makanan. Kabupaten Pesisir Selatan dan Lima Puluh Kota merupakan daerah sentra produksi gambir Sumatra Barat. Buku ini akan membahas mengenai pengolahan gambir pada kedua daerah tersebut serta informasi lainnya tentang gambir. Sumatera Barat merupakan salah satu sentra produksi gambir, dimana sebagai pemasok terbesar gambir , yaitu Lima Puluh Kota dan Pesisir Selatan (Dinas Perkebunan Sumbar, 2013). Pengolahan gambir pada dasarnya meliputi pemanenan, pengukusan (steaming), pengempaan untuk mengeluarkan ekstrak, penggumpalan, penirisan dan pengeringan. Pada tahapan rangkaian proses gambir inilah yang akan menentukan kualitas gambir yang dihasilkan. Permasalahan yang ditemui bahwa di beberapa daerah Sumatra Barat adalahnya bervariasinya kualitas gambir yang dihasilkan. Hal ini harus mendapatkan perhatian khusus mengingat komponen utama gambir adalah senyawa catechin. Gambir dengan nama latin Uncaria gambir merupakan tanaman yang termasuk ke dalam family Rubiaceae. Rubiaceae merupakan kelompok tanaman yang banyak menghasilkan komponen bioaktif. Komponen bioaktif dari tanaman kelompok Rubiaceae ini telah banyak dimanfaatkan untuk dunia farmasi. Berikut adalah komponen bioaktif dari family Rubiaceae
Pengaruh Penambahan Puree Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) terhadap Karakteristik Fruit Leather Kulit dan Daging Buah Naga
Fruit leather merupakan makanan ringan yang berbentuk seperti lembaran yang tipis dari proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi penambahan belimbing wuluh dan variasi kulit dengan daging buah naga terhadap karakteristik fruit leather, mendapatkan formulasi terbaik dari penambahan belimbing wuluh dan variasi kulit dengan daging buah naga terhadap fruit leather yang dihasilkan, dan menganalisis kelayakan usaha fruit leather. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang mana terdiri atas 2 faktor dengan 3 kali pengulangan dengan variasi belimbing wuluh dengan kulit dan daging buah naga. Data yang didapatkan dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) jika berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMR) pada taraf 5%. Interaksi penambahan tingkat konsentrasi kombinasi kulit dan daging buah naga merah (Hylocereceus polyrhizus) dengan penambahan puree belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi, L.) berpengaruh nyata pada kadar serat dan nilai tekstur fruit leather. Sedangkan pada kadar air, kadar abu, pH, total asam, vitamin C, total gula, betasianin, dan antioksidan berpengaruh tidak nyata. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu A1B3 (Kulit buah naga : Daging buah naga (KBN: DBN (1:1)) + belimbing wuluh (BW (12%)) memberikan mutu terbaik dari kombinasi perlakuan lainnya yang ditinjau dari kadar serat 6,88 % dan tekstur 25,55 N/mm. Analisis kelayakan usaha fruit leather yaitu BCR memiliki nilai 1,31
NILAI-NILAI RELIGIUS ISLAM DALAM ANTOLOGI CERPEN “CARAKU MENCINTAI KANG ALFI (ALFIYAH LATIN)” KARYA LIA HIMMATUL ULYA
Literary works, especially short stories, are one of the teaching tools to develop the soul, humanize humans, and increase literary appreciation in depth and love, coloring short stories as a form of manifestation of life. As a form of literary work, the short story also tells about various human lives and their interactions with the environment and each other. One of the literary works in the form of short stories that really builds the soul and character of Indonesian children, one of which is a short story entitled "CARAKU MENCINTAI KANG ALFI (ALFIYAH LATIN)'' by Lia Himmatul Ulya. This short story genre is very different from other short stories. The author is very good at presenting the contents of this short story so that it is neat and touching when read. This short story also presents religious values related to God and between humans themselves. This anthology of short stories in addition to providing entertainment also instills religious values with familiar language so that it can be easily understood and implemented by readers in everyday life.The general purpose of this study is to examine Islamic religious values in the short story CARAKU MENCINTAI KANG ALFI (ALFIYAH LATIN) by Lia Himmatul Ulya, which is sourced from the Qur'an and Al-Hadith. The specific objectives of this study are (1) to obtain an objective description of religious values in relation to God (vertical) and (2) to obtain an objective description of religious values in relation to fellow human beings (horizontally). This study uses a qualitative approach, with the characteristics of (1) using a natural setting as a direct data source and as the main instrument, (2) descriptive, (3) paying more attention to the process than the result, (4) analyzing the data inductively and meaning. . This research is classified into descriptive qualitative research. The data in this study are the religious values of the short story text CARAKU MENCINTAI KANG ALFI (ALFIYAH LATIN).Based on the results of this descriptive research, it was found that the Islamic religious values contained in the short story CARAKU MENCINTAI KANG ALFI (ALFIYAH LATIN) include "Hablum minallah and Hablum minan-nas". In relation to God, seven religious values are found, namely: (1) the value of faith (2) the value of endeavor, (3) the value of tawakkal, (4) the value of patience, (5) the value of guidance, (6) the value of monotheism, (7 ) God's help, while in relation to fellow human beings three religious values are found, namely: (1) mutual help among human beings, (2) mutual respect and respect for fellow human beings, (3) tolerance between religious communities. From some of the religious values presented by the author in this short story, he voiced the concept of Islamic Aqeedah which can be used as a good role model for readers. Because the contents of this short story include many religious teachings sourced from the Qur'an and Al-Hadith. And from here also the author emphasizes the importance of human relationships with God and human relationships with fellow human beings
PENGARUH KONSENTRASI MALTODEKSTRIN TERHADAP MUTU MINUMAN INSTAN DARI TEH KOMBUCHA
Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi maltodekstrin yang tepat untuk membuat minuman instan teh kombuca dan menciptakan variasi jenis olahan teh kombucha. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan konsentrasi maltodekstrin yang digunakan pada minuman instan teh kombuca.Konsentrasi maltodekstrin yang digunakan adalah 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL). Data dianalisa secara statistika dengan uji F dan jika berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik yang digunakan untuk membuat minuman instan teh kombucha adalah 20%. Konsentrasi maltodekstrin terbaik dipilih berdasarkan kadar antioksidan dan polifenol dari minuman instan teh kombucha. Analisa kimia minuman instan teh kombucha dengan menggunakan maltodekstrin sebanyak 20 % adalah kadar air 6,39%, pH 3,12, kadar asam laktat 0,15%, vitamin C 0,16 %, antioksidan 10,39% dalam 100 ppm dan kadar polifenol 41,3% dalam 100 ppm
CHEMICAL CHARACTERISTIC AND ACCEPTANCE OF KEPOK BANANA COOKIES (MUSA PARADISIACA) WITH THE ADDITION OF CINNAMON (CINNAMOMUM BURMANNII BL.) POWDER
This research was aim to know the chemical characteristic and acceptance of Kepok Banana cookies with the addition of cinnamon. This research used Completely Random Design (CDR) consists of 5 treatments and 3 replications, Percentage of cinnamon powder used : A(0.5%), B(1.0%), C(1.5%), D(2.0%) and E(2.5%). Raw material observation were water content, starch content and ash content. The observation of cookies were water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrates content, crude fiber content, antioxidant activity. Result of this research shown that the addition of cinnamon significantly effected on water content, ash content, carbohydrates content, protein content and antioxidant activity. There was not significantly effected to fat content, crude fiber content. The result of sensory test showed the C treatment with additional cinnamon powder (1.5%) was the best product with score of color 3.93, aroma 3.87, taste 4.90 and texture 3.67. The formulation of C treatment with additional cinnamon powder (1,5%) with rate of water content (3.57%), ash content (2.49 %), protein content (5.73 % ), fat content (15.44%), carbohydrates content (72.77%), crude fiber content (1.96%), antioxidant activity (77.80%)
STUDI KARAKTERISTIK SELAI KOLANG KALING MARKISA DENGAN PENAMBAHAN PEWARNA ANGKAK
Pengolahan selai dengan bahan baku kolang kaling dan buah markisa akan memberikan warna selai yang kurang menarik. Pigmen angkak dapat dijadikan alternatif pewarna alami yang baik dan cukup stabil dimana juga dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dan konsentrasi yang tepat bubuk angkak terhadap karakteristik selai kolang kaling markisa. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan bubuk angkak yaitu : A (tanpa (0%)), B (1%), C (2%), D (3%) dan E (4%). Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis of varian (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penambahan angkak memberikan hasil berpengaruh nyata pada hampir semua parameter karakteristik selai yang dianalisis. Penambahan bubuk angkak 1% (B) merupakan perlakuan terbaik berdasarkan analisis sensori dengan karakteristik sebagai berikut : kadar air 28,18%, ohue 11,99, aktivitas antioksidan 20,58% (pada konsentrasi 100.000 ppm), pH 3,65, total padatan terlarut 59,33%, kadar sakarosa 55,42%, angka lempeng total 1,0 x103 cfu/g dan lovastatin 3,09 ppm
- …
