1,720,999 research outputs found
IMPLEMENTASI LESSON STUDY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SDS IT PERMATA BUNDA
Kebijakan Kurikulum Merdeka merupakan bentuk dukungan dan fasilitas dari Kemendikbudristek melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan SDM sekolah dan kesadaran sekolah tentang pentingnya implementasi Kurikulum Merdeka adalah diperlukan kebijakan secara komprehensif, kebijakan yang dapat mempermudah dan memotivasi para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Lesson Study merupakan pendekatan komprehenship yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang secara profesional dilaksanakan secara tim melalui tahapan-tahapan perencanaan ( Plan ), implementasi ( Do ), refleks ( See ). Pelaksanaan lesson study dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka yang dilaksanakan melalui pembelajaran project based learning di SDSIT Permata Bunda berjalan dengan baik dan mampu mencapai indikator gotong royong dan berfikir kritis dalam profil pelajar pancasila. Kemapuan yang meningkat dalam pelaksanaan lesson study ini anatara lain kemampuan menanya, merencanakan, membuat jadwal, monitor, menilai dan mengevaluasi. Dengan demkian, dapat dikatakan bahwa implementasi lesson study dalam pembelajaran PPKN di kelas IV SDSIT Permata Bunda mampu meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis project, dapat meningkatkan ketercapaian profil pelajar pancasila dan juga mampu meningkatkan peran komunitas praktisi pembelajar dalam menjalankan kurilulum merdek
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN COOPERTATIVE TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) KELAS IV MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS DAN KETERAMPILAN KOLABORASI DI SD N 3 NGAMBAKREJO
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS dan keterampilan kolaborasi siswa. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran cooperative tipe teams games tournament (TGT) kelas IV materi "Wujud Zat dan Perubahannya" terhadap hasil belajar IPAS dan keterampilan kolaborasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental research) dengan Nonequivalent Control Group Design. Hasil uji t nilai post test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan thitung = dan 2,238 ttabel = 2,028094 dengan siginifikansi 0,029 dan 0,033 0,05. Jadi, ð»0 ditolak sedangkan ð»ð‘Ž diterima Hal ini juga dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 72,5 sedangkan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 59,44. Berdasarkan data angket respon siswa pembelajaran TGT memperoleh persentase sebesar 90,38 respon yang menyatakan positif. Penggunaan model pembelajaran team games tournament pada mata pelajaran IPAS kelas 4 SD N 3 Ngambakrejo dapat meningkatkan kolaborasi antar siswa. Hal ini dapat dilihat dari kolaborasi antar siswa dari rata-rata persentase pada kelas kontrol sebesar 72,05%, sedangkan rata-rata persentase pada kelompok eksperimen sebesar 84%.Kata Kunci: Hasil Belajar, Keterampilan Kolaborasi, Team Games Tournamen
Analisis Dampak Bullying Terhadap Kepercayaan Diri Anak: Studi Kasus Di SD Negeri Karangtowo Demak
Penelitian ini di latar belakangi oleh banyaknya perilaku negatif anak bangsa ini yang terjadi pada instansi pendidikan dasar, dimana seharusnya sebuah instansi pendidikan dasar memberikan pelayanan, pengarahan, dan contoh baik untuk pembiasaan siswa melalui nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini di peroleh dengan mengamati dan melakukan wawancara kepada kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dalam penelitian ini ialah indikator nilai karakter, menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, angket, dan observasi. Data dianalisis dengan mendeskripsikan dan menelaah seluruh nilai karakter siswa yang penulis peroleh melalui data wawancara, angket, dan dokumentasi. Selanjutnya menyimpulkan hasil Analisis Dampak Bullying Terhadap Kepercayaan Diri Anak.Berdasarkan hasil data yang diperoleh dari Analisis Dampak Bullying Terhadap Kepercayaan Diri Anak : Studi Kasus Di SD Negeri Karangtowo Demak yaitu melalui : (1) Bullying verbal meliputi menghina, memanggil kekurangan fisik, memanggil dengan sebutan orang tua. (2) Bullying non verbal meliputi menendang, memukul, menarik kerudung, berkelahi. (3) Bullying relasional meliputi pengucilan dan pengabaian. Saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: (1) Bagi orang tua diharapkan memperhatikan pergaulan anak. (2) Bagi sekolah yaitu membentuk Pusat Konseling Anak. (3) Bagi siswa lebih menghormati yang tua dan menyayangi yang muda. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SELF ORGANIZED LEARNING ENVIRONMENTS (SOLE) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI ASEMPAPAN DALAM PEMBELAJARAN DARING
Rendahnya motivasi belajar siswa bisa disebabkan karena kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan kemampuan dan motivasi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Asempapan dalam pembelajaran daring menggunakan model pembelajaran Self Organized Learning Environments (SOLE). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dalam bentuk Pre Eksperimental Design dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri Asempapan dengan sampel yang berjumlah 16 siswa. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai motivasi belajar siswa mengalami peningkatan, hal ini dibuktikan dari nilai rata-rata kelas untuk pertemuan I (pretest) kategori Cukup 62,5%, kategori Baik 37,5%. Dan untuk pertemuan II setelah diberi perlakuan dengan Self organized Learning Environments (SOLE) (posttest) dan didukung dengan persentase hasil angket motivasi belajar siswa kategori Baik 93,75% dan kategori Sangat Baik 6,25%. Jadi hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model Self organized Learning Environments (SOLE) dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV.Kata Kunci: Model SOLE, Motivasi, Sisw
PENGEMBANGAN MEDIA KADO (KARTU DOMINO) DALAM KONTEKS PENGGABUNGAN DAN SISA PADA BILANGAN CACAH UNTUK PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA KELAS 1 SDN 2 RINGIN
Penggunaan media memiliki nilai penting tersendiri bagi siswa maupun bagi guru. Di SDN 2 Ringin guru menggunakan tangan sebagai media pada materi pertambahan dan pengurangan. Sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran untuk membantu guru dalam mengajar. Media Kado (Kartu Domino) merupakan modifikasi dari kartu domino yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kartu domino sebagai media pendukung dan untuk mengetahui tingkat kevalidan pengembangan kartu domino pada materi penggabungan dan sisa terhadap perkembangan kognitif anak. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan dengan langkah - langkah ADDIE sebagai pijakan. Populasi pada penelitian dan pengembanngan ini adalah 12 siswa kelas 1 dan 1 orang guru kelas 1.Pengolahan data diambil dari validasi media dan materi, angket tanggapan siswa, dan angket tanggapan guru. Hasil validasi ahli media pembelajaran sebesar 80%, validasi ahli materi 76%, hasil angket tanggapan guru 78% dan hasil tanggapan siswa 78,3%, hal ini menunjukan bahwa media Kado (Kartu Domino) berhasil dalam pengembangan media dan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik. Saran yang peneliti sampaikan adalah media Kado ini dapat digunakan menjadi alternatif media yang menyenangkan dan melibatkan seluruh siswa serta dapat menumbuhkan minat belajar siswa sehingga pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan
Pengembangan Bahan Ajar Cerita Bergambar Dengan Mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila Kelas I SDN Batursari 5 Mranggen Demak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas I Sekolah Dasar sehingga dapat mengetahui dan menganalisis karakteristik bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu serta menganalisis kelayakan dan kepraktisan bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas I Sekolah Dasar.Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan oleh Borg and Gall dengan menggunakan 8 langkah yaitu dari tahap Penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji coba awal, revisi produk, uji coba lapangan, revisi produk dan uji lapangan. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IC di SDN Batursari 5 Mranggen Demak sebanyak 35 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan, angket, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan deskritif kualitataif dari hasil wawancara dengan guru, peserta didik, ahli media dan ahli materi dan analisis kuantitatif dari angket guru, peserta didik, ahli media, ahli materi dan ahli bahan ajar . Hasil penelitian yang berjudul “ Pengembangan Bahan Ajar Cerita Bergambar dengan Mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila kelas I SDN Batursari 5 Mranggen Demak”. didapatkan kesimpulan bahwa karakteristik bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu yang dikembangkan pada penelitian ini mengacu pada penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Desain bahan ajar menggunakan kertas Ivory ukuran 11,5 x 8 cm yang dilengkapi dengan wadah, buku panduan cara bermain dengan kertas CTS 150 ukuran 7,5 x 11, 5 cm lebih kecil dari tempat kartu, buku materi Aku Cinta Pancasila dan Paper bag dengan ukuran kertas A3 sebagi tempat keseluruhan bahan ajar. Bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu validasi dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Hal ini karena presentase validasi ahli media, ahli materi dan ahli bahan ajar rata-rata 91,6% , 92,3% dan 100%, analisis presentase angket respon peserta didik sebesar 86,1% dan analisis presentase respon guru sebesar 100% sehingga bahan ajar pembelajaran cerita bergambar berupa kartu dinyatakan valid dan sangat layak untuk digunakan dalam bahan ajar pembelajaran. Saran peneliti dalam kegiatan ini yaitu diharapkan guru lebih meningkatkan keterampilan dalam pengembangan bahan ajar pembelajara
Literacy and Numeracy Culture in Elementary Schools as an Effort to Improve the Quality of Education Report Cards
This study analyzes the numeracy and literacy culture in elementary schools. The research uses a survey method with a convenient random sampling approach. The results show that several numeracy and literacy culture aspects can be optimized, including: i. The principal and education staff serve as models in the 15-minute reading activity by actively participating, ii. A School Literacy Team (TLS) or a similar team formed by the principal, iii. Students are encouraged to keep a daily reading journal, iv. Students should compile a portfolio containing a collection of reading response journals, and v. Student response journals, from the results of reading books and textbooks, are displayed in the classroom and school corridors. The study recommends designing and implementing activity strategies that can cultivate numeracy and literacy in elementary schools
Analisis Higher Order Thinking Skills pada Instrumen Evaluasi Muatan IPA Kelas IV Sekolah Dasar
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada instrumen evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tempat yang dipilih dalam penelitian ini adalah SD Negeri 3 Peganjaran Kecamatan Bae Kabupaten Kudus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terkait Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada instrumen evaluasi (penilaian) muatan IPA menunjukkan bahwa SD Negeri 3 Peganjaran telah melaksanakan penilaian pengetahuan yang memuat HOTS. Soal HOTS bentuk tes pilihan ganda, isian singkat dan jawaban singkat belum 100% berjalan dengan baik, dapat dibuktikan dengan adanya temuan hasil telaah soal HOTS bentuk tes pilihan ganda, isian singkat, dan jawaban singkat dimana kategori C5 hanya muncul di soal PH 1 dan PH 4 dan kategori C6 belum terdapat dalam semua penilaian. Hasil perhitungan persentase HOTS dalam penilaian PH 1 sebesar 20%, PH 2 sebesar 13,33%, PH 3 sebesar 20%, PH 4 sebesar 20%, PH 5 sebesar 13,33%, PTS sebesar 15,55%, dan PAS sebesar 13,33%.Kata Kunci : HOTS, Instrumen Evaluasi. IPA, Sekolah Dasa
Penggunaan Aplikasi Canva pada Pembelajaran di Sekolah Dasar
Penggunaan media dalam pembelajaran sangatlah penting karena berguna untuk upaya meningkatkan mutu pendidikan. Kenyataan di lapangan menunjukkan kualitas pembelajaran masih sangat rendah. Rendahnya kualitas pada pembelajaran banyak dikarenakan oleh menurunnya minat dan motivasi belajar siswa. Kurang menariknya pembelajaran yang dibawakan oleh guru menyebabkan siswa merasa bosan mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penggunaan Aplikasi Canva pada Pembelajaran di Sekolah Dasar. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan aplikasi canva pada guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang dalam pembelajaran abad 21. Penggunaan aplikasi canva oleh guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang terlaksana dengan baik dan relevan dengan pembelajaran abad 21. Guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang menggunakan aplikasi canva untuk membuat media pembelajaran dalam bentuk presentasi pendidikan, lembar kegiatan peserta didik, lembar evaluasi. Pembelajaran abad 21 yang dilaksanakan oleh guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang membekali peserta didik keterampilan 4C yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman. Dampak penggunaan aplikasi canva oleh guru kelas V SD Negeri Sambirejo 02 Semarang dalam pembelajaran abad 21 yaitu peserta didik menjadi aktif, peserta didik menjadi kreatif, dan peserta didik menjadi percaya diri
Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan kepala sekolah kelompok kompetensi G
Modul pengelolaan peserta didik baru ini merupakan pengembanagan modul yang telah disusun tahun 2016. pengembangan dimaksud diantaranya dengan menyelaraskan kebijakan pengelolaan peserta didik baru sebagaimana diamanatkan Permendikbud No. 17 tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru. Modul ini digunakan kepala sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi khususnya bagaimana mengelola penerimaan peserta didik baru secara terencana, transparan, dan akuntabel
- …
