7 research outputs found
Analysis Of The Implementation Of Goverment Expenditure, Cost Benefit And Political Economy On the Indoneisa’s Peacekeeping
Peacekeeping missions are integral to global stability, with Indonesia actively participating in these endeavors. As a nation dedicated to promoting international harmony, Indonesia acknowledges the need for meticulous planning and analysis in utilizing government funds for peacekeeping, recognizing the complexity of this process (Sanchez, 2018). The article's primary purpose is to provide a comprehensive analysis of the implementation of government expenditure, cost-benefit considerations, and the influence of political economy factors on Indonesia's peacekeeping missions. Three key objectives guide this exploration: first, to scrutinize the intricate details of government expenditure implementation, evaluating transparency, accountability, and efficiency. Second, to assess the pivotal role of cost-benefit analysis in decision-making processes, quantifying both financial and non-financial aspects to guide optimal resource allocation. Lastly, to delve into the multifaceted political economy factors influencing peacekeeping outcomes, considering domestic elements like public opinion, political dynamics, and economic considerations. The scope is tailored to Indonesia's peacekeeping context, analyzing how government funds are allocated, examining the impact of cost-benefit analysis on decision-making, and understanding the political and economic factors that shape peacekeeping outcomes. The structured order of discussion ensures a logical progression from an overview to a detailed analysis of affecting factors, challenges, findings, and recommendations. By fulfilling these objectives, the article aims to contribute valuable insights that can enhance the effectiveness of Indonesia's peacekeeping missions and the efficient utilization of government funds in this crucial global endeavor
Implementation of State Defense Education in Facing the Threat of Terrorism
State defense is an effort to defend the country based on love for the homeland and awareness of the Indonesian nation and state with confidence in Pancasila as the foundation of the state and based on the 1945 Constitution as the state constitution. The importance of implementing state defense education considering the threat of terrorism is still growing in Indonesia. The vulnerable group of this radical movement is the younger generation, as well as the general public in a limited manner. Of course this is a very serious threat, especially the values of state defense education and Pancasila in the younger generation are felt to have faded due to the rapidly growing globalization. In answering the above problems, this research uses a qualitative method with a descriptive analytical approach. The purpose of this paper is to find out how the implementation of state defense education in Indonesia in the face of the current threat of terrorism. Related to this, the importance of state defense education must begin early in the implementation of education, because the younger generation is the main gate for the spread of terrorism
Strategi Kerjasama Zeni Nubika TNI AD Dalam Penyelenggaraan Dekontaminasi Dan Evakuasi Nubika Pada Penanganan Covid-19 Tahun 2020 S.D 2023
Pandemi COVID-19 telah memicu kebutuhan strategis dalam penanganan dan evakuasi bahan nuklir (Nubika) di Indonesia. Zeni Nubika Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah berperan aktif dalam upaya penanganan ini melalui kerjasama dengan instansi terkait seperti unsur dari Satgas Covid-19, unsur dari Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Tenaga Atom Nasional, BATAN, dan Balai Penelitian Veterine (BALITVET). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kerjasama Pusdik Zeni TNI-AD dengan instansi terkait dalam penyelenggaraan dekontaminsasi dan evakuasi Nubika selama penanganan COVID-19 tahun 2020 s.d 2023. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis kasus untuk memahami dinamika kerjasama antara Pusdik Zeni TNI-AD dan instansi terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para ahli dan partisipan langsung dalam kegiatan penanganan COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara Zeni Nubika TNI AD dan instansi terkait telah meningkatkan kesiapan dan efisiensi dalam penanganan dan evakuasi Nubika. Strategi yang efektif meliputi pelatihan berkelanjutan, pengembangan sistem keamanan, dan koordinasi yang intensif antarinstansi
Strategi Kerjasama Zeni Nubika TNI AD Dalam Penyelenggaraan Dekontaminasi Dan Evakuasi Nubika Pada Penanganan Covid-19 Tahun 2020 S.D 2023
Pandemi COVID-19 telah memicu kebutuhan strategis dalam penanganan dan evakuasi bahan nuklir (Nubika) di Indonesia. Zeni Nubika Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah berperan aktif dalam upaya penanganan ini melalui kerjasama dengan instansi terkait seperti unsur dari Satgas Covid-19, unsur dari Kementerian Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Tenaga Atom Nasional, BATAN, dan Balai Penelitian Veterine (BALITVET). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kerjasama Pusdik Zeni TNI-AD dengan instansi terkait dalam penyelenggaraan dekontaminsasi dan evakuasi Nubika selama penanganan COVID-19 tahun 2020 s.d 2023. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis kasus untuk memahami dinamika kerjasama antara Pusdik Zeni TNI-AD dan instansi terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para ahli dan partisipan langsung dalam kegiatan penanganan COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara Zeni Nubika TNI AD dan instansi terkait telah meningkatkan kesiapan dan efisiensi dalam penanganan dan evakuasi Nubika. Strategi yang efektif meliputi pelatihan berkelanjutan, pengembangan sistem keamanan, dan koordinasi yang intensif antarinstansi
Kesadaran Bela Negara Sebagai Mediasi Pengaruh Servant Leadership Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Pada Kementerian Pertahanan Ri)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi kesadaran bela
negara pada pengaruh servant leadership dan kompetensi terhadap kinerja
pegawai.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan
pendekatan explanatory reseach guna mendapatkan penjelasan mengenai
hubungan kausalitas antarvariabel. Penelitian ini dilakukan di Kementerian
Pertahanan. Populasi yang digunakan adalah seluruh pegawai yang berdinas di
lingkungan Kementerian Pertahanan, baik Tentara Nasional Indonesia (TNI)
maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III ke bawah sejumlah 4.647 orang.
Sampel penelitian adalah perwakilan dari seluruh pegawai Kementerian
Pertahanan eselon III ke bawah yang bertugas di Jalan Medan Merdeka Barat
Jakarta sejumlah 368 orang. Pengambilan sampel menggunakan stratified
proportional random sampling dan analisis data penelitian menggunakan
Structural Equation Model berbasis Partial Least Square (SEM-PLS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pendekatan penerapan
servant leadership di lingkungan Kementerian Pertahanan guna meningkatan
kinerja pegawai dapat dilakukan, namun akan mendapat hasil yang tidak
memuaskan. Hal ini disebabkan karena gaya tersebut tidak sepenuhnya cocok
dengan kondisi pagawai yang beragam, mengingat sumber pegawai berasal dari
TNI dan ASN. (2) Pendekatan penerapan peningkatan kompetensi pegawai
menjadi faktor utama untuk meningkatkan kinerja pegawai Kementerian
Pertahanan. Pemilihan personel dengan kompetensi yang tepat sesuai tugas
jabatan yang diemban dipastikan akan meningkatkan kinerja pegawai yang
bermuara pada peningkatan kinerja organisasi. (3) Penerapan perilaku kesadaran
bela negara oleh para individu pegawai mampu meningkatkan kinerja pegawai
Kementerian Pertahanan. Perilaku kesadaran bela negara mendukung terciptanya
kondisi yang kondusif di lingkungan kerja, karena nilai yang dominan adalah setia
kepada Pancasila sebagai ideologi negara. (4) Penerapan perilaku kesadaran bela
negara menjadi faktor yang mampu mendukung penerapan servant leadership
dan kompetensi untuk meningkatkan kinerja pegawai secara signifikan di
Kementerian Pertahanan. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan peningkatan
kompetensi pegawai, penerapan reward and punishment terhadap pelaksanaan
aturan hukum yang berlaku dan contoh telada
Investment Dynamics in the Indonesian Defense Industry: A Literature Study Analysis
In the realm of national security and sovereignty, Indonesia’s defense industry serves as a cornerstone, with its investment dynamics playing a significant role. This study offers a detailed analysis of these dynamics over the past decade, employing a comprehensive literature review methodology. It synthesizes information from a range of primary and secondary sources to unveil complex investment patterns, challenges faced by the industry, and the potential for growth and advancement. Scrutinizing the multifaceted factors that drive investment decisions, this study uncovers how geopolitical, economic, and security considerations, both globally and regionally, have influenced the industry. A notable finding is the strong correlation between an uptick in investments and advancements in technological innovation and industry autonomy. Despite positive developments, the study highlights ongoing challenges like stringent regulatory frameworks, a need for greater transparency, and the urgency of improving sector efficiency. A shift towards a more independent and technologically advanced defense industry in Indonesia is discernible, spurred by strategic investments. The study also sheds light on the pivotal role of foreign direct investment (FDI) in enhancing technological capabilities and catalyzing the growth of local industries via collaborative ventures. In terms of policy, the paper advocates for reformative strategies that reconcile national interests with the necessity of global economic integration. It suggests a suite of policy recommendations designed to promote a conducive investment environment, encouraging private sector involvement and international cooperation in alignment with Indonesia’s defense objectives. The conclusion asserts the feasibility of a sustainable and burgeoning defense industry through strategic and informed investment approaches. It calls for continued research and open dialogue among policymakers, industry players, and academics to effectively navigate the investment landscape of Indonesia’s defense sector, ensuring its alignment with broader economic goals
